00:00Banjir bandang yang melanda wilayah Bandar Lampung menyisakan kisah pilu seorang suami kehilangan istrinya yang meninggal usai terjebak banjir di
00:08rumahnya sendiri.
00:14Hujan deras selama 5 jam yang melanda sejumlah permukiman padat penduduk dan jalan protokol di kota Bandar Lampung mengakibatkan banjir
00:22bandang setinggi 1 hingga 2 meter di sejumlah titik.
00:25Banjir bandang bahkan mengakibatkan jebolnya tanggul pembatas sungai hingga rumah ambruk.
00:31Peristiwa ini mengakibatkan seorang ibu rumah tangga di kawasan Teluk, Betung Selatan kehilangan nyawa.
00:37Menurut suami korban, banjir tiba-tiba menerjang rumah dan sempat merendam rumah hingga ketinggian air 2 meter.
00:44Saat itu korban bersama suami dan kakaknya sedang berada di dalam rumah.
00:48Korban dan sang suami sempat terpental hingga akhirnya korban ditemukan telah meninggal di ruang dapur.
00:55Saya mencari, saya mencari untuk keberadaan ini saya, memang terkendala karena satu gelap dan banyak terhalang air dan barang-barang
01:05dan saya tidak bisa melihat gitu posisinya.
01:08Dan emang ketinggian air emang cukup tinggi ya dari pelapun itu tadi.
01:14Isinya untuk area itu di dapur dan di dapur juga itu masih tergendang air ya, maksudnya masih dalam ketinggian di
01:23atas pelapun itu tadi dan saya untuk menghasilkan juga susah.
01:26Akhirnya saya dapat bantuan dari adik saya dan untuk menyelam dan saya merogoh tangan kira-kira sampah gitu kan dan
01:35ternyata bukan sampah, ternyata rambut istri saya.
01:39Banjir di sejumlah wilayah terdampak kini telah surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur serta sampah-sampah lainnya.
01:47Roma Afriya Idam, Kompas TV, Bandar Lampung, Lampung.
01:53Dan saudara, informasi terbaru mengenai banjir bandang di Bandar Lampung, kita akan bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Roma Afriya Idam
02:00di sana.
02:01Roma, bagaimana dengan situasi terkini, apakah masih ada daerah yang terpendam banjir?
02:05Dan di belakang Anda saya melihat banyak sekali pohon-pohon yang tumbang.
02:10Ya, siang Kaisa dan juga saudara bahwasannya sampai hari ini memang tempat banjir bandang di sejumlah wilayah di kota Bandar
02:19Lampung telah surut.
02:21Dan juga memang sampai saat ini menyisahkan puing-puing bekas banjir bandang baik dari lumpur maupun pepohonan.
02:29Tempat saya berdiri ini salah satunya merupakan lokasi yang terdampak banjir paling parah dari 20 kelurahan yang ada di kota
02:36Bandar Lampung saat ini.
02:37Tempat saya berdiri ini merupakan tempat genangan air tadinya saat selasa malam saat dilanda banjir.
02:46Banjir sendiri datang dari belakang saya saat ini merupakan dari aliran sungai jebol tanggul dan juga memasukin pemukiman warga ini
02:55sampai mencapai 2 meter lebih.
02:58Dan juga di depan saya saat ini merupakan rumah Almarum Dewi yakni istri dari Andre sendiri yang mengakibatkan meninggal dunia
03:08akibat tergenang banjir bandang di dalam rumah sendiri.
03:12Jika kita melihat di lokasi ini sendiri pemukiman ini berdekatan langsung dengan aliran sungai tak kuatnya tanggul menahan depit air
03:23dan langsung air masuk ke pemikiran warga.
03:27Memang sampai saat ini data yang kami terima bahwasannya ada 20 kelurahan yang terdampak banjir dari selasa malam kemarin di
03:38sejumlah wilayah kota Bandar Lampung.
03:40Di lokasi ini mungkin lokasi salah satu yang terdampak paling parah.
03:46Roma ketika memang itu dekat sekali dengan rumah korban yang meninggal dunia akibat banjir bandang.
03:51Lalu saya juga melihat di belakang Anda sedang ada aktivitas apakah ini artinya ada proses perbaikan tanggul dan jebol atau
03:57seperti apa di sana?
04:00Ya sejak pagi hari saya tiba di lokasi ini memang ada aktivitas warga baik dari warga dan juga keluarga almarhum
04:07sendiri
04:08membersihkan kuing-kuing bekas banjir bandang sendiri dan juga ada petugas dari dinas PU.
04:15Kalau tidak salah itu melakukan pembersihan talut atau memisahkan kembali batu-batu sisa dari banjir bandang
04:23untuk dilakukan pembangunan kembali atau renovasi kembali tanggul yang sempat jebol.
04:28Jika saya berbicara tadi dengan petugas dinas dari PU sendiri bahwasannya mencapai 25 meter tanggul yang jebol
04:36akibat diterjang air yang memasuki pemukian warga ini.
04:41Baik terima kasih Jurnalis Kompas TV Roma Afriya Ida melaporkan langsung dari Bandar Lampung-Lampung.
04:48Selamat kembali bertugas Roma.
Komentar