Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Banjir bandang yang melanda wilayah Bandar Lampung menyisakan kisah pilu.

Seorang suami kehilangan istrinya yang meninggal usai terjebak banjir di rumahnya sendiri.

Hujan deras selama lima jam yang melanda sejumlah permukiman padat penduduk dan jalan protokol di Kota Bandar Lampung mengakibatkan banjir bandang setinggi 1 hingga 2 meter di sejumlah titik.

Banjir bandang bahkan mengakibatkan jebolnya tanggul pembatas sungai hingga rumah ambruk.

Peristiwa ini mengakibatkan seorang ibu rumah tangga di kawasan Teluk Betung Selatan kehilangan nyawa.

Menurut suami korban, banjir tiba-tiba menerjang rumah dan sempat merendam rumah hingga ketinggian air dua meter.

Saat itu, korban bersama suami dan kakaknya sedang berada di dalam rumah. Korban dan sang suami sempat terpental hingga akhirnya korban ditemukan suami telah meninggal di ruang dapur.

Banjir di sejumlah wilayah terdampak kini telah surut, dan warga mulai membersihkan sisa lumpur serta sampah lainnya.

#banjirbandang #lampung #banjir

Baca Juga Diplomasi Prabowo-Putin, Pasokan Energi Bagi Indonesia Dinilai Masuk Dalam Zona Aman | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/663340/diplomasi-prabowo-putin-pasokan-energi-bagi-indonesia-dinilai-masuk-dalam-zona-aman-sapa-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/663342/banjir-bandang-di-lampung-1-orang-meninggal-sapa-siang
Transkrip
00:00Banjir bandang yang melanda wilayah Bandar Lampung menyisakan kisah pilu seorang suami kehilangan istrinya yang meninggal usai terjebak banjir di
00:08rumahnya sendiri.
00:14Hujan deras selama 5 jam yang melanda sejumlah permukiman padat penduduk dan jalan protokol di kota Bandar Lampung mengakibatkan banjir
00:22bandang setinggi 1 hingga 2 meter di sejumlah titik.
00:25Banjir bandang bahkan mengakibatkan jebolnya tanggul pembatas sungai hingga rumah ambruk.
00:31Peristiwa ini mengakibatkan seorang ibu rumah tangga di kawasan Teluk, Betung Selatan kehilangan nyawa.
00:37Menurut suami korban, banjir tiba-tiba menerjang rumah dan sempat merendam rumah hingga ketinggian air 2 meter.
00:44Saat itu korban bersama suami dan kakaknya sedang berada di dalam rumah.
00:48Korban dan sang suami sempat terpental hingga akhirnya korban ditemukan telah meninggal di ruang dapur.
00:55Saya mencari, saya mencari untuk keberadaan ini saya, memang terkendala karena satu gelap dan banyak terhalang air dan barang-barang
01:05dan saya tidak bisa melihat gitu posisinya.
01:08Dan emang ketinggian air emang cukup tinggi ya dari pelapun itu tadi.
01:14Isinya untuk area itu di dapur dan di dapur juga itu masih tergendang air ya, maksudnya masih dalam ketinggian di
01:23atas pelapun itu tadi dan saya untuk menghasilkan juga susah.
01:26Akhirnya saya dapat bantuan dari adik saya dan untuk menyelam dan saya merogoh tangan kira-kira sampah gitu kan dan
01:35ternyata bukan sampah, ternyata rambut istri saya.
01:39Banjir di sejumlah wilayah terdampak kini telah surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur serta sampah-sampah lainnya.
01:47Roma Afriya Idam, Kompas TV, Bandar Lampung, Lampung.
01:53Dan saudara, informasi terbaru mengenai banjir bandang di Bandar Lampung, kita akan bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Roma Afriya Idam
02:00di sana.
02:01Roma, bagaimana dengan situasi terkini, apakah masih ada daerah yang terpendam banjir?
02:05Dan di belakang Anda saya melihat banyak sekali pohon-pohon yang tumbang.
02:10Ya, siang Kaisa dan juga saudara bahwasannya sampai hari ini memang tempat banjir bandang di sejumlah wilayah di kota Bandar
02:19Lampung telah surut.
02:21Dan juga memang sampai saat ini menyisahkan puing-puing bekas banjir bandang baik dari lumpur maupun pepohonan.
02:29Tempat saya berdiri ini salah satunya merupakan lokasi yang terdampak banjir paling parah dari 20 kelurahan yang ada di kota
02:36Bandar Lampung saat ini.
02:37Tempat saya berdiri ini merupakan tempat genangan air tadinya saat selasa malam saat dilanda banjir.
02:46Banjir sendiri datang dari belakang saya saat ini merupakan dari aliran sungai jebol tanggul dan juga memasukin pemukiman warga ini
02:55sampai mencapai 2 meter lebih.
02:58Dan juga di depan saya saat ini merupakan rumah Almarum Dewi yakni istri dari Andre sendiri yang mengakibatkan meninggal dunia
03:08akibat tergenang banjir bandang di dalam rumah sendiri.
03:12Jika kita melihat di lokasi ini sendiri pemukiman ini berdekatan langsung dengan aliran sungai tak kuatnya tanggul menahan depit air
03:23dan langsung air masuk ke pemikiran warga.
03:27Memang sampai saat ini data yang kami terima bahwasannya ada 20 kelurahan yang terdampak banjir dari selasa malam kemarin di
03:38sejumlah wilayah kota Bandar Lampung.
03:40Di lokasi ini mungkin lokasi salah satu yang terdampak paling parah.
03:46Roma ketika memang itu dekat sekali dengan rumah korban yang meninggal dunia akibat banjir bandang.
03:51Lalu saya juga melihat di belakang Anda sedang ada aktivitas apakah ini artinya ada proses perbaikan tanggul dan jebol atau
03:57seperti apa di sana?
04:00Ya sejak pagi hari saya tiba di lokasi ini memang ada aktivitas warga baik dari warga dan juga keluarga almarhum
04:07sendiri
04:08membersihkan kuing-kuing bekas banjir bandang sendiri dan juga ada petugas dari dinas PU.
04:15Kalau tidak salah itu melakukan pembersihan talut atau memisahkan kembali batu-batu sisa dari banjir bandang
04:23untuk dilakukan pembangunan kembali atau renovasi kembali tanggul yang sempat jebol.
04:28Jika saya berbicara tadi dengan petugas dinas dari PU sendiri bahwasannya mencapai 25 meter tanggul yang jebol
04:36akibat diterjang air yang memasuki pemukian warga ini.
04:41Baik terima kasih Jurnalis Kompas TV Roma Afriya Ida melaporkan langsung dari Bandar Lampung-Lampung.
04:48Selamat kembali bertugas Roma.
Komentar

Dianjurkan