Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia sepakat menjalani kerja sama di bidang pertahanan dengan Amerika Serikat di tengah perang Iran dan Amerika Serikat.

Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan Indonesia Sjafri Sjamsuddin dan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth di Pentagon.

Kementerian Pertahanan menegaskan, dalam kerja sama yang ditandatangani Menhan di AS, tidak membahas soal izin lintas udara bagi pesawat militer AS.

Kemhan menegaskan Indonesia saat ini masih mempertimbangkan permintaan izin lintas udara bagi pesawat militer AS, apakah sesuai dengan politik luar negeri dan kedaulatan NKRI.

Guru Besar Hubungan Internasional Saint Petersburg State University Rusia, Connie Rahakundini Bakrie menegaskan Indonesia harus menolak izin bebas melintas bagi pesawat militer AS karena berisiko tinggi.

Connie menilai Indonesia bisa kehilangan kontrol langsung atas lalu lintas militer asing, dan tak sesuai dengan politik luar negeri Indonesia bebas aktif.

Connie Rahakundini, Guru Besar Hubungan Internasional Saint Petersburg State University Rusia.

Amerika Serikat mengajukan usulan overflight clearance atau izin bebas melintas di wilayah udara tanpa perlu izin setiap saat bagi pesawat militernya.

Sebelumnya sejumlah negara tegas menolak permintaan AS soal izin melintas bagi pesawat militernya, yakni Swiss, Spanyol, Perancis hingga Italia.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663440/izin-lintas-udara-as-di-indonesia-jadi-sorotan-kemhan-usulan-dari-pihak-as-masih-ditinjau
Transkrip
00:02Indonesia sepakat menjalani kerjasama di bidang pertahanan dengan Amerika Serikat di tengah perang Iran dan Amerika Serikat.
00:09Kesepakatan ini ditanda tangani langsung oleh Menteri Pertahanan Indonesia Syafri Samshuddin dan Menteri Perang Amerika Serikat Rit Heksit di Pentagon.
00:19Kementerian Pertahanan menegaskan dalam kerjasama yang ditanda tangani Menhan di AS tidak membahas soal izin lintas udara bagi pesawat militer
00:27AS.
00:27Kemhan menegaskan Indonesia saat ini masih mempertimbangkan permintaan izin lintas udara bagi pesawat militer AS apakah sesuai dengan politik luar
00:36negeri dan kedaulatan NKRI.
00:38Letter of Intent, Overflight Clearance, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan usulan dari pihak Amerika Serikat yang
00:50selanjutnya menjadi bahan pertimbangan internal pemerintah Indonesia.
00:54Usulan tersebut ditinjau secara cermat berdasarkan kepentingan nasional, prinsip politik luar negeri Indonesia, serta kedaulatan negara.
01:04Dalam proses pembahasannya, Indonesia telah melakukan sejumlah penyesuaian penting serta menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak bersifat mengikat atau non-binding
01:15dan tidak otomatis berlaku serta masih memerlukan pembahasan lebih lanjut melalui mekanisme teknis dan prosedur nasional yang berlaku.
01:25Guru Besar Hubungan Internasional St. Petersburg State University, Rusia, Kony Rahak Kundini Bakri menegaskan Indonesia harus menolak izin bebas melintas
01:35bagi pesawat militer AS karena beresiko tinggi.
01:39Kony menilai Indonesia bisa kehilangan kontrol langsung atas lalu lintas militer asing dan tak sesuai dengan politik luar negeri Indonesia
01:47bebas aktif.
01:50High risk kategori karena satu, kalau disetujui tanpa kontrol ketat, resiko utamanya meliputi satu, kedaulatan operasional, hilangnya kontrol langsung atas
02:01lalu lintas militer asing, kemudian potensi blind spot dalam sistem radar nasional,
02:06dan resiko geopolitik Indonesia bergeser dari balancer menjadi perceived aligner dan erosi posisi netral kita di ASEAN dan juga gabungan
02:15negara-negara global source dan non-alignment movement.
02:19Amerika Serikat mengajukan usulan over light clearance atau izin bebas melintas di wilayah udara tanpa perlu izin setiap saat bagi
02:26pesawat militernya.
02:27Sebelumnya sejumlah negara tegas menolak permintaan AS soal izin melintas bagi pesawat militernya, yakni Swiss, Spanyol, Perancis, hingga Italia.
02:37Tim Liputan Kompas TV
02:39Tim Liputan Kompas TV
02:40Tim Liputan Kompas TV
02:41Tim Liputan Kompas TV
02:41Tim Liputan Kompas TV
02:41Tim Lipan Kompas TV
02:41Tim Lipan Kompas TV
02:41Tim Lipan Kompas TV
02:42Tim Lipan Kompas TV
02:42Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan