Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Negosiasi di Pakistan yang tidak mencapai kesepakatan membuat jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz semakin tak menentu. Iran dan Amerika Serikat saling membatasi serta unjuk kekuatan untuk menguasai Selat Hormuz.

Sejumlah negara mulai berlomba mencari cara untuk mengantisipasi menipisnya cadangan minyak imbas potensi penutupan Selat Hormuz, salah satunya Indonesia. Presiden Prabowo Subianto bertandang ke Moskwa untuk berkonsultasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, guna menjajaki kerja sama energi.

Untuk membahas langkah Indonesia yang mencari pasokan minyak dari Rusia di tengah konflik Timur Tengah, kami telah bersama CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa.

#timurtengah #selathormuz #amerika

Baca Juga Terekam CCTV! Detik-Detik 2 Remaja Jadi Korban Begal di Jalan Gunung Sahari Jakpus | BORGOL di https://www.kompas.tv/regional/663437/terekam-cctv-detik-detik-2-remaja-jadi-korban-begal-di-jalan-gunung-sahari-jakpus-borgol



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663439/full-krisis-selat-hormuz-picu-kekhawatiran-energi-sejauh-mana-kerja-sama-indonesia-rusia
Transkrip
00:00Intro
00:01Istilah membahas soal langkah Indonesia yang mencari minyak ke Rusia Imbes Perang Timur Tengah
00:06Kita sudah bersama dengan CEO Institute for Essential Service Reform, IESR, Fabi Tumiwa
00:13Selamat malam Pak Fabi
00:16Selamat malam Mas Ibrahim
00:18Ini Indonesia dapatkan cadangan minyak mentah dari Rusia, apa yang bisa dicermati dari kesepakatan ini Pak Fabi?
00:24Yang pertama ini tentunya kabar baik ya, seperti yang kita tahu
00:27Kita kan harus menggantikan 25% pasokan minyak mentah
00:34Itu kira-kira 125 ribu barrel per hari
00:39Yang tadinya berasal dari Timur Tengah
00:43Dan kalau kita hitung-hitung dengan perang ini sudah berjalan hampir lebih dari 45 hari kira-kira ya
00:54Estimasi saya itu mencapai 5 juta barrel gitu kira-kira
01:005 juta barrel minyak mentah yang harusnya diolah di kilang-kilang Pertamina
01:05Silacap, Balongan, Balikpapan gitu ya
01:09Nah ini dengan adanya jumlah defisit yang cukup besar
01:15Pemerintah memang harus mencari sumber-sumber minyak mentah baru
01:19Nah salah satunya Rusia karena juga
01:24Kesesuaian ya
01:25Jadi jenis minyak Rusia itu dengan
01:29Spesifikasi kilang yang ada di Indonesia
01:31Jadi saya rasa apa yang dilakukan oleh
01:35Residen untuk mendapatkan minyak dan juga LPG dari Rusia itu adalah
01:41Upaya untuk memperkuat
01:43Pasokan BBM kita
01:45Oh oke, tidak perlu diuji lagi karakteristik minyak mentah dari Rusia Pak Fabi?
01:52Ya kalau dari mana-mana namanya minyak mentah kan sebenarnya ketika
02:00Mau dibeli atau mau dipakai ya biasanya sudah punya karakteristiknya
02:07Jadi ya tidak perlu diuji gitu ya
02:12Biasanya perusahaan minyak sudah tahu misalnya kan
02:15Kalau kita lihat kan crude grade ya itu di semua lapangan itu memang punya karakteristik sendiri-sendiri
02:24Jadi industri minyak sudah tahu gitu
02:27Kira-kira kalau crude-nya berasal dari ladang minyak ini
02:31Misalnya karakteristiknya seperti apa
02:34Sulfur konten biasanya yang jadi issue
02:36Karena kilang-kilang di Indonesia biasanya menggunakan minyak dengan sulfur rendah
02:45Oh oke, baik
02:46Dimana disini crude grade yang dimiliki oleh Rusia yang saya tahu misalnya yang jenis Rusia Espo atau Sokol
02:57Itu memiliki kesesuaian dengan spesifikasi kilang
03:01Sedangkan yang Rusia Urals mungkin kurang kesesuaiannya
03:09Tapi biasanya kalau kondisi crude seperti itu bisa di blending dengan crude yang dari tempat lain
03:14Sehingga bisa sesuai dengan spesifikasi kilang begitu
03:17Pak Fabi ini yang juga disorotan kan
03:19Diboleh atau kita dapat minyak mentah dari Rusia
03:22Di tengah pencabutan sementara ya
03:24Sanksi dari Amerika Serikat dan juga G-7
03:28Apakah ini akan berimbas nanti ke depannya?
03:33Nah ini yang kita perlu perhatikan dengan baik ya
03:37Karena di dalam penyampaian yang disampaikan
03:42Kalau saya baca keterangan dari kementerian SDM
03:46Perkara mengenai sanksi itu tidak disebut-sebut
03:49Tapi kalau kita lihat dari sumber-sumber lain
03:53Saya cek misalnya
03:54Weaver dari Amerika Serikat itu sebenarnya sudah berakhir tanggal 11 atau 12 April kemarin
04:03Dan menurut keterangan dari Treasury
04:06US Treasury mereka tidak akan memperpanjang waiver itu
04:10Nah ini jadi pertanyaan ya
04:14Karena kemudian kalau waiver itu tidak diperpanjang
04:18Maka ada implikasi-implikasi
04:21Yang mungkin membuat pengiriman minyak dari sana
04:30Dari Rusia ke Indonesia itu bisa jadi lebih kompleks
04:35Oh oke
04:36Ini harus dikaji kembali artinya harus di cek lagi
04:39Kemudian ini terakhir nih
04:40Perlu gak kita antisipasi alih energi di tengah situasi seperti ini Pak Fabi?
04:47Ya menurut saya ini kesempatan ya
04:49Krisis yang kita alami hari ini
04:52Saya bilang ini kan krisis energi fosil sebenarnya
04:54Itu adalah sebuah wake up call
04:56Bahwa krisis minyak itu adalah
05:02Atau energi fosil itu merupakan financial risk bagi Indonesia
05:08Dan oleh karena itu
05:09Maka untuk mengurangi risiko itu
05:12Kita harus mulai beralih ke sumber-sumber energi terbarukan
05:17Yang sebenarnya kita punya sendiri
05:21Ya jadi dengan pengembangan energi terbarukan
05:24Kita tidak bergantung pada sumber energi yang
05:29Ketersediaannya dipengaruhi oleh faktor geopolitik
05:33Oleh faktor-faktor seperti perang yang tidak dalam kendali kita
05:37Dan kita lihat dampaknya pada fiskal kita kan
05:41Kita dihadapi oleh pekanan fiskal yang besar
05:46Karena kita juga memberikan subsidi yang besar
05:49Bagi energi fosil ya
05:52Minyak dan LPG
05:55Yang membuat ya
05:58Kita harus memangkas anggaran-anggaran yang lain
06:02Dan juga berdampak pada perkembangan ekonomi kita
06:07Jadi memang
06:08Buah keharusan untuk kita melakukan transisi energi
06:12Berpindah menuju energi terbarukan
06:15Baik
06:16Terima kasih untuk ulasannya
06:18CEO Institute for Essential Service Reform IISR
06:22Fabi Tumiwa di program Kupas Malam
06:24Terima kasih
06:27Baik
06:27Baik
Komentar

Dianjurkan