00:00Terima kasih Anda masih di Kompas Siang, Saudara, setelah tadi kita berbincang dengan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto
00:07Juwana.
00:08Kini kita juga akan membahas perundingan antara Israel dan Libanon, termasuk juga Iran dan Amerika.
00:13Kita akan membahasnya dengan Aisyah Kusuma-Sumantri, Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
00:20Selamat siang, Mbak Aisyah. Terima kasih sudah bergabung di Kompas Siang.
00:24Selamat siang, Mas Bidi. Terima kasih sudah mengundang.
00:27Baik, Mbak Aisyah, kalau sedang terjadi atau terjadi perundingan antara Israel dan juga Libanon,
00:35menurut Anda apa kesamaan yang bisa ditemukan antara Israel dan Libanon ini terkait dengan Hezbollah?
00:42Kita lihat di sini bahwa sebenarnya kedua belah pihak ini kan menginginkan Hezbollah ini dilucuti senjatanya dan dihilangkan kekuatan militernya.
00:50Memang dari segi Libanon, ini memang kita lihat bahwa Libanon ini sudah lama berusaha untuk menempatkan LAF di wilayah Libanon
00:58Selatan
00:59dan merigain kontrol dan kekuatannya di wilayah Selatan tersebut.
01:03Sementara kalau dari Israel sendiri, sebenarnya ancaman utamanya ini adalah Hezbollah.
01:07Kan sejak ceasefire di tanggal 8 April kemarin, kita lihat bahwa Hezbollah saja sudah mengerimkan sekitar 100 serangan misil ke
01:14wilayah Selatan Libanon
01:16atau wilayah sebelah perbatasan utaranya Israel, dari situ kita sudah bisa melihat bahwa memang kedua belah pihak ini memiliki kekhawatiran
01:26bahwa Hezbollah ini semakin berkembang dan mengembangkan kekuatan militernya.
01:29Nah, sementara itu sebenarnya untuk pemerintah Libanon sendiri, di sini ada sebuah dilema.
01:34Jadi dilema kenapa? Karena Hezbollah ini sebenarnya di satu sisi dianggap sebagai sebuah political party.
01:39Jadi, kenapa kemudian Amerika Serikat ini kan menganggap bahwa Hezbollah seringkali disimplifikasi sebagai sebuah kelompok teroris.
01:48Tapi sebenarnya Hezbollah ini kan merupakan sebuah kelompok politik yang memiliki kekuatan militer.
01:53Dan bahkan ketika kemudian Lebanon ini berusaha untuk kemudian mengambil alih dan mengambil kontrol kembali atas wilayah negaranya,
02:00Hezbollah ini yang tadinya sudah ingin dilucuti pada mandat UN di nomor 425 di tahun 1978 ini kan terlihat sebenarnya
02:15bahwa
02:16sampai sekarang tidak bisa dilakukan pelucutan senjata ini terhadap Hezbollah.
02:21Sehingga kemudian terjadi sebuah paradoksi sini.
02:24Di satu sisi sebenarnya pemerintah Lebanon menginginkan sebenarnya Hezbollah untuk hancur.
02:28Tetapi di sisi lain, dia tahu bahwa kemudian ketika dia menghancurkan Hezbollah, Israel akan datang.
02:34Begitu juga sebaliknya ketika kemudian Israel ini terus merangsak maju yang hanya bisa menahan kekuatan Israel di sana itu adalah
02:43Hezbollah.
02:43Jadi sebenarnya kekuatan Lebanon ini berada di tengah-tengah dan dia terjepit di antara Hezbollah dan Israel.
02:50Baik, Mbak Isa, apakah ini ada kemungkinan karena mereka punya kepentingan yang sama untuk melucuti Hezbollah?
02:57Nantinya akan ada kerjasama militer agar lebih kuat lagi untuk melucuti Hezbollah atau seperti apa kalau menurut pandangan Anda?
03:05Ya, betul. Jadi di satu sisi kita kira di sini ada kesamaan terkait inginnya pelucutan senjata dari sisi Hezbollah.
03:11Kita tahu bahwa sekarang Israel sendiri sudah melakukan ground operation sampai ke arah Sungai Litani.
03:17Dan Israel ini kan berusaha untuk menekan buffer zone mereka ke arah sana.
03:21Nah, sudah lama ini sebenarnya dilakukan. Yang diinginkan adalah melakukan flanking operations untuk bisa mengepung Hezbollah dan tadi menghilangkan ya
03:29ancaman dari kekuatan bersenjata khususnya misil-misil Hezbollah.
03:32Karena ini sudah menjadi ancaman dan menjadi salah satu existential threat bagi Israel.
03:37Di sisi lain saya kira yang namanya pemerintah Lebanon ini kan tidak akan pernah bisa berkuasa secara penuh di teritorinya
03:42sendiri.
03:43Kalau Hezbollah ini tidak dilumpuhkan gitu. Jadi sebenarnya kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama.
03:49Tetapi memang distrust di antara keduanya ini masih tetap ada.
03:52Jadi bukan berarti kita lihat di sini pemerintah dari Lebanon juga ini 100% mempercaya Israel.
03:58Karena di satu sisi kita lihat sebenarnya Israel ini seperti yang sudah disebutkan sebelumnya oleh Prof. Hikmahatujwana
04:05bahwa memang ada rencana untuk melakukan Greater Israel.
04:08Dan the Greater Israel ini salah satu wilayahnya itu mencakup wilayah selatan Lebanon ya.
04:13Dan bahkan sebagian dari Jazirah Arab.
04:16Jadi kita lihat di sini sebenarnya ada kecurigaan dari pihak Lebanon sendiri mengenai apa intensi dari Israel.
04:22Terutama karena Israel sudah punya track record melanggar perjanjian-perjanjian yang sudah dilakukan sebelumnya.
04:27Termasuk di tahun 2025 ini ketika ada perjanjian ya di antara AS dengan kemudian Iran dan sudah ada proses perundingan.
04:33Kan tiba-tiba sebenarnya ada nih epic fury yang kemudian dilakukan gitu ya bersamaan dengan roaring lion.
04:40Jadi saya rasa di sini meskipun ada pembicaraan yang dinilai cukup produktif ya.
04:45Tetapi pada ujungnya kita melihat adanya trust deficit di antara kedua belah pihak sebenarnya.
04:49Baik ada distrust kemudian juga ada kekhawatiran soal Israel mewujudkan greater Israel.
04:56Tetapi kemudian ini dimediasi oleh Amerika Serikat.
04:59Apakah dengan dimediasi oleh Amerika Serikat ini akan menumbuhkan kepercayaan Lebanon atau sebaliknya?
05:06Karena selama ini AS merupakan sekutu Israel.
05:10Ya jelas kita tidak bisa kemudian memisahkan sebenarnya kebijakan luar negeri Israel dengan Amerika Serikat.
05:17Terutama karena Amerika Serikat ini kan banyak sekali kebijakannya yang saat ini kita tahu berpihak kepada Israel.
05:22Bahkan serangan yang dilakukan Amerika Serikat ke Israel main proponennya, eh sorry ke Iran ya main proponennya itu adalah Israel.
05:29Nah kita lihat di sini sebenarnya Amerika Serikat ini kan berusaha untuk mencari exit ramp di dalam konflik yang ada
05:36di Iran.
05:37Oleh karena itu sebenarnya dari awal bulan April Amerika Serikat berusaha untuk melakukan coercive diplomacy kepada Iran untuk bisa maju
05:45ke meja perundingan.
05:46Tetapi ada salah satu sticking point yang saat ini masih mengganjal.
05:50Di antaranya adalah permintaan untuk menghentikan konflik di seluruh front di Timur Tengah.
05:55Termasuk salah satunya yang saat ini paling besar konfliknya itu kan adalah di Lebanon ya.
06:00Permasalahan mengenai serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel ke wilayah selatan Lebanon dan juga kemudian retaliasi yang dilakukan oleh Hezbollah
06:09ke Israel.
06:10Nah ini kan sebenarnya belum bisa berhenti dan kedua belah pihak sampai sekarang itu kan masih bertempur satu sama lain.
06:16Israel sempat diminta oleh Donald Trump untuk menghentikan serangannya.
06:20Tetapi sekali lagi kita harus memahami bahwa ini adalah existential threat untuk Israel.
06:24Sehingga susah sebenarnya untuk bisa ya untuk bisa menghentikan agresi tersebut gitu.
06:30Nah sementara itu saya rasa sebenarnya satu-satunya pihak yang saat ini bisa menekan Israel di sini memang adalah Amerika
06:36Serikat gitu.
06:37Nah memang ini diskusinya tidak akan sebenarnya efektif jika Hezbollah tidak dimasukkan ke dalam meja perundingan.
06:46Karena di satu sisi kita lihat ini merupakan salah satu nota kesepahaman di antara Lebanon dan Israel ya mengenai bagaimana
06:52Hezbollah ini bisa menjadi ancaman.
06:54Tetapi di sisi lain ini juga bisa mengurangi tadi ya distrust dan melakukan CBM atau confidence building measure di antara
07:00keduanya.
07:00Sementara yang melakukan serangan antara satu sama lain kan Israel dengan Hezbollah.
07:06Dan kita lihat sebenarnya ketika pembicaraannya ini tidak ada konsensus dari Hezbollah maka kemudian yang terjadi adalah ini tidak akan
07:14ketemu nih jalan ujungnya kemana gitu.
07:16Karena mau tidak mau kita harus memasukkan dua pihak yang menjadi belajeran di dalam diskusi ini untuk bisa mencapai kesepakatan
07:22gitu.
07:22Karena di sini sifatnya Lebanon itu hanyalah kemudian mendukung dan mereka di sini satu sisi dengan Israel meskipun sekali lagi
07:28mereka tetap menganggap Israel itu sebagai sebuah ancaman.
07:31Di satu sisi memang Amerika Serikat ini akan sangat senang apabila konflik yang ada di Lebanon ini sebenarnya bisa diselesaikan
07:39karena ini akan menambah leverage mereka untuk bisa berunding dengan Iran.
07:42Baik kalau Hezbollah tidak dilibatkan gitu ini juga akan menghambat tadi Anda bilang lalu kenapa atau siapa kira-kira yang
07:52bisa menudukan Hezbollah juga ke meja perundingan dengan Israel.
07:56Apakah Amerika juga ingin atau memiliki keinginan untuk menudukan Israel dan Hezbollah yang memiliki kepentingan langsung seperti apa menurut Anda?
08:06Ya saya kira ini harus dilihat sebagai satu hal yang kemudian saling berhubungan satu sama lain.
08:12Di satu sisi sebenarnya ini kan menjadi sticking point di perundingan di Islamabad ya karena tanpa adanya penghentian semua proksi
08:19di Iran ya dari Iran maka kemudian perundingan tersebut tidak akan menemukan jalan akhir.
08:25Nah sementara itu kedua negara baik itu Lebanon maupun Israel ini juga mengakui bahwa proksi Hezbollah ini merupakan satu pihak
08:32yang harus dinetralkan gitu dan dilucuti di kawasan tersebut.
08:36Saya kira sebenarnya Iran itu bisa memiliki kekuatan untuk bisa berkoordinasi tetapi harus dipahami bahwa karakteristik dari axis of resistance
08:44itu berbeda dengan kemudian atasan dan bawahan.
08:49Jadi mereka tidak punya koordinasi vertikal tersebut.
08:51Jadi harus dipahami tadi sekali lagi kalau misalnya axis of resistance masing-masing itu adalah sebenarnya aktor politik yang mandiri
08:57di wilayahnya masing-masing.
08:59Misalnya ada Hezbollah di Lebanon lalu kemudian kita tahu ada Houthi di Yemen dan kemudian ada juga misalnya proksi-proksi
09:06Iran ya yang ada di kawasan Irak gitu.
09:08Dan itu sebenarnya masing-masing memiliki pola pikir yang independen dan kepentingan masing-masing yang sebenarnya tidak sejalan mungkin ya
09:16di satu sisi dengan Iran gitu.
09:18Meskipun tadi ada hubungan kerjasama tetapi kita tidak bisa melihat ini sebagai hubungan yang vertikal, komando vertikal atas bawah gitu.
09:25Sehingga sebenarnya di sini meskipun Iran bisa meminta Hezbollah untuk kemudian maju ke meja perundingan,
09:31tetapi di sisi lain kita juga harus memahami bahwa Iran ini kan saat ini sedang melakukan yang namanya perang atrisi
09:37atau menginginkan protracted war di sini.
09:40Jadi semakin lama perang ini berjalan sebenarnya keuntungan bagi Iran secara ekonomi dan secara tekanan politik itu akan semakin besar.
09:46Sehingga Iran sendiri bisa mendapatkan leverage yang makin tinggi gitu di dalam meja perundingan.
09:51Jadi saya kira ini sebenarnya sesuatu yang sangat complicated gitu ya.
09:54Jadi tidak bisa kita simplifikasikan gitu.
09:57Apabila kemudian kedua pihak ini sudah mencapai, hard thing ya,
10:01di mana kedua belah pihaknya ini sudah tidak bisa lagi kemudian melakukan apapun,
10:05saya kira di situ baru perundingannya bisa dilakukan.
10:08Dalam kasus ini sebenarnya Hezbollah belum merasakan hal tersebut.
10:12Meskipun korban jiwa yang kita ketahui bahkan sekarang sudah mencapai 2.114 orang.
10:21Baik, Aisyah Kusuma Sumantri, pakar intelijen dari Indo-Pacific Strategic Intelligence.
10:28Terima kasih sudah berbagi pandangan. Selamat beraktifitas kembali.
10:32Baik, terima kasih Mas Fidi. Selamat.
10:35Saudara selanjutnya usai jeda, berkas perkara kasus penyiraman air keras terhadap wakil koordinator kontras Andri Yunus
10:42dilimpahkan ke pengadilan militer.
10:44Dengan demikian, saudara, kasus yang sempat menggemparkan publik karena menyeret sejumlah anggota TNI ini
10:49segera disidangkan.
Komentar