Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Apa kepentingan strategis utama Israel dalam membuka jalur negosiasi dengan Lebanon di wilayah Amerika Serikat saat konflik regional masih berlangsung? Dan bagaimana peran Amerika Serikat sebagai tuan rumah memengaruhi dinamika serta hasil negosiasi antara Israel dan Lebanon?

Kompas Siang akan membahas dinamika perundingan antara Israel dan Lebanon, termasuk keterkaitannya dengan hubungan Iran dan Amerika Serikat. Selengkapnya akan kami bahas bersama Aisha Kusumasoemantri, Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.

#perangAS #ISI #israel #lebanon

Baca Juga [FULL] Respons Bapanas soal Melonjaknya Harga Kedelai, Apa Penyebabnya? di https://www.kompas.tv/regional/663301/full-respons-bapanas-soal-melonjaknya-harga-kedelai-apa-penyebabnya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663309/full-peneliti-senior-isi-soal-peran-as-pengaruhi-dinamika-hasil-negoisasi-antara-israel-lebanon
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih di Kompas Siang, Saudara, setelah tadi kita berbincang dengan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto
00:07Juwana.
00:08Kini kita juga akan membahas perundingan antara Israel dan Libanon, termasuk juga Iran dan Amerika.
00:13Kita akan membahasnya dengan Aisyah Kusuma-Sumantri, Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
00:20Selamat siang, Mbak Aisyah. Terima kasih sudah bergabung di Kompas Siang.
00:24Selamat siang, Mas Bidi. Terima kasih sudah mengundang.
00:27Baik, Mbak Aisyah, kalau sedang terjadi atau terjadi perundingan antara Israel dan juga Libanon,
00:35menurut Anda apa kesamaan yang bisa ditemukan antara Israel dan Libanon ini terkait dengan Hezbollah?
00:42Kita lihat di sini bahwa sebenarnya kedua belah pihak ini kan menginginkan Hezbollah ini dilucuti senjatanya dan dihilangkan kekuatan militernya.
00:50Memang dari segi Libanon, ini memang kita lihat bahwa Libanon ini sudah lama berusaha untuk menempatkan LAF di wilayah Libanon
00:58Selatan
00:59dan merigain kontrol dan kekuatannya di wilayah Selatan tersebut.
01:03Sementara kalau dari Israel sendiri, sebenarnya ancaman utamanya ini adalah Hezbollah.
01:07Kan sejak ceasefire di tanggal 8 April kemarin, kita lihat bahwa Hezbollah saja sudah mengerimkan sekitar 100 serangan misil ke
01:14wilayah Selatan Libanon
01:16atau wilayah sebelah perbatasan utaranya Israel, dari situ kita sudah bisa melihat bahwa memang kedua belah pihak ini memiliki kekhawatiran
01:26bahwa Hezbollah ini semakin berkembang dan mengembangkan kekuatan militernya.
01:29Nah, sementara itu sebenarnya untuk pemerintah Libanon sendiri, di sini ada sebuah dilema.
01:34Jadi dilema kenapa? Karena Hezbollah ini sebenarnya di satu sisi dianggap sebagai sebuah political party.
01:39Jadi, kenapa kemudian Amerika Serikat ini kan menganggap bahwa Hezbollah seringkali disimplifikasi sebagai sebuah kelompok teroris.
01:48Tapi sebenarnya Hezbollah ini kan merupakan sebuah kelompok politik yang memiliki kekuatan militer.
01:53Dan bahkan ketika kemudian Lebanon ini berusaha untuk kemudian mengambil alih dan mengambil kontrol kembali atas wilayah negaranya,
02:00Hezbollah ini yang tadinya sudah ingin dilucuti pada mandat UN di nomor 425 di tahun 1978 ini kan terlihat sebenarnya
02:15bahwa
02:16sampai sekarang tidak bisa dilakukan pelucutan senjata ini terhadap Hezbollah.
02:21Sehingga kemudian terjadi sebuah paradoksi sini.
02:24Di satu sisi sebenarnya pemerintah Lebanon menginginkan sebenarnya Hezbollah untuk hancur.
02:28Tetapi di sisi lain, dia tahu bahwa kemudian ketika dia menghancurkan Hezbollah, Israel akan datang.
02:34Begitu juga sebaliknya ketika kemudian Israel ini terus merangsak maju yang hanya bisa menahan kekuatan Israel di sana itu adalah
02:43Hezbollah.
02:43Jadi sebenarnya kekuatan Lebanon ini berada di tengah-tengah dan dia terjepit di antara Hezbollah dan Israel.
02:50Baik, Mbak Isa, apakah ini ada kemungkinan karena mereka punya kepentingan yang sama untuk melucuti Hezbollah?
02:57Nantinya akan ada kerjasama militer agar lebih kuat lagi untuk melucuti Hezbollah atau seperti apa kalau menurut pandangan Anda?
03:05Ya, betul. Jadi di satu sisi kita kira di sini ada kesamaan terkait inginnya pelucutan senjata dari sisi Hezbollah.
03:11Kita tahu bahwa sekarang Israel sendiri sudah melakukan ground operation sampai ke arah Sungai Litani.
03:17Dan Israel ini kan berusaha untuk menekan buffer zone mereka ke arah sana.
03:21Nah, sudah lama ini sebenarnya dilakukan. Yang diinginkan adalah melakukan flanking operations untuk bisa mengepung Hezbollah dan tadi menghilangkan ya
03:29ancaman dari kekuatan bersenjata khususnya misil-misil Hezbollah.
03:32Karena ini sudah menjadi ancaman dan menjadi salah satu existential threat bagi Israel.
03:37Di sisi lain saya kira yang namanya pemerintah Lebanon ini kan tidak akan pernah bisa berkuasa secara penuh di teritorinya
03:42sendiri.
03:43Kalau Hezbollah ini tidak dilumpuhkan gitu. Jadi sebenarnya kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama.
03:49Tetapi memang distrust di antara keduanya ini masih tetap ada.
03:52Jadi bukan berarti kita lihat di sini pemerintah dari Lebanon juga ini 100% mempercaya Israel.
03:58Karena di satu sisi kita lihat sebenarnya Israel ini seperti yang sudah disebutkan sebelumnya oleh Prof. Hikmahatujwana
04:05bahwa memang ada rencana untuk melakukan Greater Israel.
04:08Dan the Greater Israel ini salah satu wilayahnya itu mencakup wilayah selatan Lebanon ya.
04:13Dan bahkan sebagian dari Jazirah Arab.
04:16Jadi kita lihat di sini sebenarnya ada kecurigaan dari pihak Lebanon sendiri mengenai apa intensi dari Israel.
04:22Terutama karena Israel sudah punya track record melanggar perjanjian-perjanjian yang sudah dilakukan sebelumnya.
04:27Termasuk di tahun 2025 ini ketika ada perjanjian ya di antara AS dengan kemudian Iran dan sudah ada proses perundingan.
04:33Kan tiba-tiba sebenarnya ada nih epic fury yang kemudian dilakukan gitu ya bersamaan dengan roaring lion.
04:40Jadi saya rasa di sini meskipun ada pembicaraan yang dinilai cukup produktif ya.
04:45Tetapi pada ujungnya kita melihat adanya trust deficit di antara kedua belah pihak sebenarnya.
04:49Baik ada distrust kemudian juga ada kekhawatiran soal Israel mewujudkan greater Israel.
04:56Tetapi kemudian ini dimediasi oleh Amerika Serikat.
04:59Apakah dengan dimediasi oleh Amerika Serikat ini akan menumbuhkan kepercayaan Lebanon atau sebaliknya?
05:06Karena selama ini AS merupakan sekutu Israel.
05:10Ya jelas kita tidak bisa kemudian memisahkan sebenarnya kebijakan luar negeri Israel dengan Amerika Serikat.
05:17Terutama karena Amerika Serikat ini kan banyak sekali kebijakannya yang saat ini kita tahu berpihak kepada Israel.
05:22Bahkan serangan yang dilakukan Amerika Serikat ke Israel main proponennya, eh sorry ke Iran ya main proponennya itu adalah Israel.
05:29Nah kita lihat di sini sebenarnya Amerika Serikat ini kan berusaha untuk mencari exit ramp di dalam konflik yang ada
05:36di Iran.
05:37Oleh karena itu sebenarnya dari awal bulan April Amerika Serikat berusaha untuk melakukan coercive diplomacy kepada Iran untuk bisa maju
05:45ke meja perundingan.
05:46Tetapi ada salah satu sticking point yang saat ini masih mengganjal.
05:50Di antaranya adalah permintaan untuk menghentikan konflik di seluruh front di Timur Tengah.
05:55Termasuk salah satunya yang saat ini paling besar konfliknya itu kan adalah di Lebanon ya.
06:00Permasalahan mengenai serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel ke wilayah selatan Lebanon dan juga kemudian retaliasi yang dilakukan oleh Hezbollah
06:09ke Israel.
06:10Nah ini kan sebenarnya belum bisa berhenti dan kedua belah pihak sampai sekarang itu kan masih bertempur satu sama lain.
06:16Israel sempat diminta oleh Donald Trump untuk menghentikan serangannya.
06:20Tetapi sekali lagi kita harus memahami bahwa ini adalah existential threat untuk Israel.
06:24Sehingga susah sebenarnya untuk bisa ya untuk bisa menghentikan agresi tersebut gitu.
06:30Nah sementara itu saya rasa sebenarnya satu-satunya pihak yang saat ini bisa menekan Israel di sini memang adalah Amerika
06:36Serikat gitu.
06:37Nah memang ini diskusinya tidak akan sebenarnya efektif jika Hezbollah tidak dimasukkan ke dalam meja perundingan.
06:46Karena di satu sisi kita lihat ini merupakan salah satu nota kesepahaman di antara Lebanon dan Israel ya mengenai bagaimana
06:52Hezbollah ini bisa menjadi ancaman.
06:54Tetapi di sisi lain ini juga bisa mengurangi tadi ya distrust dan melakukan CBM atau confidence building measure di antara
07:00keduanya.
07:00Sementara yang melakukan serangan antara satu sama lain kan Israel dengan Hezbollah.
07:06Dan kita lihat sebenarnya ketika pembicaraannya ini tidak ada konsensus dari Hezbollah maka kemudian yang terjadi adalah ini tidak akan
07:14ketemu nih jalan ujungnya kemana gitu.
07:16Karena mau tidak mau kita harus memasukkan dua pihak yang menjadi belajeran di dalam diskusi ini untuk bisa mencapai kesepakatan
07:22gitu.
07:22Karena di sini sifatnya Lebanon itu hanyalah kemudian mendukung dan mereka di sini satu sisi dengan Israel meskipun sekali lagi
07:28mereka tetap menganggap Israel itu sebagai sebuah ancaman.
07:31Di satu sisi memang Amerika Serikat ini akan sangat senang apabila konflik yang ada di Lebanon ini sebenarnya bisa diselesaikan
07:39karena ini akan menambah leverage mereka untuk bisa berunding dengan Iran.
07:42Baik kalau Hezbollah tidak dilibatkan gitu ini juga akan menghambat tadi Anda bilang lalu kenapa atau siapa kira-kira yang
07:52bisa menudukan Hezbollah juga ke meja perundingan dengan Israel.
07:56Apakah Amerika juga ingin atau memiliki keinginan untuk menudukan Israel dan Hezbollah yang memiliki kepentingan langsung seperti apa menurut Anda?
08:06Ya saya kira ini harus dilihat sebagai satu hal yang kemudian saling berhubungan satu sama lain.
08:12Di satu sisi sebenarnya ini kan menjadi sticking point di perundingan di Islamabad ya karena tanpa adanya penghentian semua proksi
08:19di Iran ya dari Iran maka kemudian perundingan tersebut tidak akan menemukan jalan akhir.
08:25Nah sementara itu kedua negara baik itu Lebanon maupun Israel ini juga mengakui bahwa proksi Hezbollah ini merupakan satu pihak
08:32yang harus dinetralkan gitu dan dilucuti di kawasan tersebut.
08:36Saya kira sebenarnya Iran itu bisa memiliki kekuatan untuk bisa berkoordinasi tetapi harus dipahami bahwa karakteristik dari axis of resistance
08:44itu berbeda dengan kemudian atasan dan bawahan.
08:49Jadi mereka tidak punya koordinasi vertikal tersebut.
08:51Jadi harus dipahami tadi sekali lagi kalau misalnya axis of resistance masing-masing itu adalah sebenarnya aktor politik yang mandiri
08:57di wilayahnya masing-masing.
08:59Misalnya ada Hezbollah di Lebanon lalu kemudian kita tahu ada Houthi di Yemen dan kemudian ada juga misalnya proksi-proksi
09:06Iran ya yang ada di kawasan Irak gitu.
09:08Dan itu sebenarnya masing-masing memiliki pola pikir yang independen dan kepentingan masing-masing yang sebenarnya tidak sejalan mungkin ya
09:16di satu sisi dengan Iran gitu.
09:18Meskipun tadi ada hubungan kerjasama tetapi kita tidak bisa melihat ini sebagai hubungan yang vertikal, komando vertikal atas bawah gitu.
09:25Sehingga sebenarnya di sini meskipun Iran bisa meminta Hezbollah untuk kemudian maju ke meja perundingan,
09:31tetapi di sisi lain kita juga harus memahami bahwa Iran ini kan saat ini sedang melakukan yang namanya perang atrisi
09:37atau menginginkan protracted war di sini.
09:40Jadi semakin lama perang ini berjalan sebenarnya keuntungan bagi Iran secara ekonomi dan secara tekanan politik itu akan semakin besar.
09:46Sehingga Iran sendiri bisa mendapatkan leverage yang makin tinggi gitu di dalam meja perundingan.
09:51Jadi saya kira ini sebenarnya sesuatu yang sangat complicated gitu ya.
09:54Jadi tidak bisa kita simplifikasikan gitu.
09:57Apabila kemudian kedua pihak ini sudah mencapai, hard thing ya,
10:01di mana kedua belah pihaknya ini sudah tidak bisa lagi kemudian melakukan apapun,
10:05saya kira di situ baru perundingannya bisa dilakukan.
10:08Dalam kasus ini sebenarnya Hezbollah belum merasakan hal tersebut.
10:12Meskipun korban jiwa yang kita ketahui bahkan sekarang sudah mencapai 2.114 orang.
10:21Baik, Aisyah Kusuma Sumantri, pakar intelijen dari Indo-Pacific Strategic Intelligence.
10:28Terima kasih sudah berbagi pandangan. Selamat beraktifitas kembali.
10:32Baik, terima kasih Mas Fidi. Selamat.
10:35Saudara selanjutnya usai jeda, berkas perkara kasus penyiraman air keras terhadap wakil koordinator kontras Andri Yunus
10:42dilimpahkan ke pengadilan militer.
10:44Dengan demikian, saudara, kasus yang sempat menggemparkan publik karena menyeret sejumlah anggota TNI ini
10:49segera disidangkan.
Komentar

Dianjurkan