00:00Saya kenyang dalam bisnis negosiasi, saya juga pernah menjadi peacekeeper di Bosnia,
00:06bahwa memang diperlukan ketangguhan, kesabaran dalam sebuah peace process, dalam perundingan.
00:16Mudah-mudahan yang sekarang sedang berlangsung di Islamabad Pakistan,
00:21antara delegasi Amerika dan delegasi Iran, itu bisa menghasilkan kesepakatan, deal, to end the war.
00:28Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena.
00:33Ekonomi akan berantakan di seluruh dunia.
00:36Dan memang semua tahu, tidak ada resep yang ajaib, untuk sebuah deal kesepakatan perlu ada take and give, compromise.
00:47Kesediaan itu mundur satu langkah ke belakang masing-masing pihak yang sedang berunding.
00:51Kemudian kita lihat tadi, saya masih ingat hari kedua, terbang dari Jayapura sudah sampai di Lok Sumauwe, Aceh Timur.
01:03Suasanya sungguh luar biasa, tangis pecah di mana-mana.
01:08Ribuan jenazah masih ada di lapangan.
01:10Yang TNI siang dan malam melakukan evakuasi korban.
01:16Tapi yang saya teritakan bukan itu.
01:18Saya langsung mengambil keputusan.
01:21Kita hentikan operasi militer tanpa harus minta persetujuan pihak GAM waktu itu.
01:31Saya ambil risiko itu.
01:33Saya bisa salah.
01:34Tetapi ternyata sekali lagi, Allahu Akbar, ternyata pihak GAM juga menghentikan operasinya.
01:41Mereka bersama-sama TNI bergandengan untuk menyelamatkan nyawa yang masih bisa kita selamatkan dan mengekfokasi jenazah yang jumlahnya banyak sekali.
01:53Tetapi, terima kasih.
01:56Tetapi yang ingin saya sampaikan, menghadapi seperti itu saya pun juga mendapatkan tekanan batin yang luar biasa.
02:05Mampukah saya?
02:06Bisakah kita bangkit?
02:08Karena hancur lebur, luluh lantak.
02:11Pemerintahan daerah tidak berfungsi lagi.
02:15Infrastruktur, listrik, air, semua sudah hancur.
02:20Oleh karena itu, yang ada di pikiran saya, saya pemimpin.
02:23Saya tidak boleh cengeng, saya tidak boleh takut, saya tidak boleh gamang.
02:28Maka sejak day one, hari pertama sudah kita jalankan manajemen krisis.
02:34Yang saya lakukan adalah crisis action leadership.
02:38Langsung di lapangan, saya ambil alih karena pemerintahan daerah lumpuh.
02:43Saya tetapkan sebagai bencana nasional.
02:45Dengan demikian, emergency relief operations bisa dilaksanakan dengan baik.
02:51Tiga bulan selesai.
02:52Kemudian dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi tiga tahun berikutnya lagi.
02:59Aceh damai setelah itu dan kemudian bisa dibangun kembali.
03:02Bahkan sebagian lebih baik dibandingkan sebelum terjadi tsunami.
03:07Lantas, pelajaran yang dapat kita pertik lagi adalah
03:17in times of crisis, itu pemimpin harus menjadi contoh,
03:26menunjukkan arah, memberikan ketenangan,
03:29tapi terus bekerja dengan serius.
03:32Mereka akan tenang terduh kalau pemerintahnya, pemimpinnya secara all out, secara serius
03:39mengatasi masalah itu bersama-sama mereka.
03:43Dan kalau dilihat tadi ada foto,
03:47itu luar biasa.
03:49Banyak tragedi kemanusiaan yang tidak perlu saya sampaikan,
03:53tetapi kita sudah melampaui ujian Tuhan yang maha besar.
03:57We were tested by history.
04:00Dan kita bangkit kembali,
04:02dan kemudian ada bonusnya,
04:04Aceh menjadi damai.
04:06Sehingga ini sesuatu yang indah menurut saya.
04:09Sekali lagi faktor kepemimpinan penting,
04:13faktor kebersamaan penting,
04:15faktor melibatkan orang-orang yang cekatan,
04:18yang profesional,
04:19yang mahir dalam bidangnya,
04:21juga penting.
04:23Berikut ini adalah
04:25tahun 2007
04:30Indonesia menjadi tuan rumah
04:33untuk konferensi perserikatan bangsa-bangsa
04:36tentang perubahan iklim.
04:38UN Conference on Climate Change.
04:41Saya bersama Sekjen PBB yang baru,
04:44Ban Ki-moon.
04:45Kebetulan saya bersahabat dengan dua-duanya,
04:49Sekjen PBB Kofi Anan,
04:50itu adalah bos saya waktu di Bosnia.
04:53Kemudian hubungan kami baik,
04:55dengan Ban Ki-moon juga dekat.
04:57Singkat kata,
04:59ada belasan ribu delegasi dari seluruh dunia,
05:03negara maju,
05:04emerging market,
05:05developing nations,
05:07least developed countries,
05:08semua mengirimkan delegasinya
05:10ke Bali
05:11untuk melakukan negosiasi
05:14dengan harapan menghasilkan deklarasi,
05:18kesepakatan,
05:19deal.
05:20Apa yang terjadi?
05:22Sudah berhari-hari deadlock.
05:25Sepertinya suram.
05:27Sepertinya akan gagal
05:29konferensi di Bali tersebut.
05:31Sebagaimana gagalnya
05:33konferensi-konferensi serupa
05:35di negara-negara lain.
05:36Waktu itu sebagian sudah beli tiket,
05:39mau pulang ke negaranya masing-masing,
05:42saya bersama Bung Dino masih ada di situ,
05:44dengan para menteri yang mendampingi saya,
05:47never give up.
05:49Jangan begitu.
05:50Saya masih melihat window of opportunity,
05:53meskipun sempit.
05:55mengapa kita tidak
05:56try our best
05:58untuk menghidupkan kembali,
06:01memberikan semangat lagi.
06:02Oleh karena itu,
06:04kami langsung reach out
06:06Sergeant Ban Ki-moon
06:08yang sedang ada di Dili,
06:09di Timor Leste.
06:11Ban Ki-moon juga sudah,
06:12waduh, gagal ya.
06:14Bersiap-siap untuk kembali
06:16ke New York.
06:18I told him,
06:20siapa yang mengatakan gagal?
06:21Tidak gagal.
06:23Singkat kata,
06:24beliau kembali ke Denpasar Bali,
06:27dan kemudian kami berembuk dulu,
06:29ayo kita intervensi.
06:32Kita bicara sama jururunding itu
06:35yang nampak lelah,
06:36kehilangan harapan.
06:38We have to motivate them all.
06:41Sepakat,
06:42akhirnya,
06:43baik Sergeant Ban Ki-moon
06:44maupun saya bicara hanya
06:46tiga menit.
06:48Three minutes speech.
06:51Tetapi apa yang terjadi?
06:53dengan tampilnya kami berdua,
06:55dengan bringing hope,
06:56dan kemudian betapa pentingnya
06:58konferensi di Bali tersebut,
07:01akhirnya mereka bersemangat lagi,
07:04berunding lagi,
07:05dan yang tadinya alat,
07:07tidak setuju,
07:09termasuk negara-negara besar,
07:10termasuk Amerika Serikat,
07:12mereka menjadi on board.
07:13Join the club.
07:15dan sisanya adalah di Bali itu,
07:18yang diperkirakan akan gagal total,
07:21kita lahirkan Bali Roadmap.
07:26Bali Roadmap itu menjadi rujukan utama
07:30untuk konferensi-konferensi berikutnya
07:33di negara-negara tertentu,
07:35leading to,
07:36disepakatinya,
07:38Paris Climate Agreement.
07:40tahun 2015 di Paris,
07:43mengubah jalannya sejarah.
07:45Mudah-mudahan kita tetap
07:48menjalankan kesepakatan itu
07:49untuk menyelamatkan bumi kita.
07:51Kalau iklim tidak kita atasi,
07:55tidak ada jalan tengah,
07:56pilih hanya
07:59aman atau tidak aman.
08:01Kalau kita fail,
08:03gagal,
08:04untuk menuju
08:05net zero world
08:06by 2060,
08:08gelap masa depan kita.
08:10Anak cucu kita juga,
08:12apakah punya kehidupan
08:13yang baik,
08:15karena dunia akan mengalami
08:17disaster yang luar biasa.
08:19Ini
08:19mata rantai.
08:21Ini
08:21satu
08:22event,
08:24satu titik dalam proses
08:25bersama menyelamatkan bumi kita.
08:28Lagi-lagi pelajaran yang
08:29kita bisa berdek,
08:31kalau yang lain sudah menyerah,
08:33leader never give up.
08:36Kemudian
08:37bukan hanya never give up,
08:40tapi think about it.
08:42Thinking outside the box.
08:44Cari solusi.
08:46Kembangkan pemikirannya.
08:48Yang kita perlukan opsi
08:49and solution.
08:51Kemudian tell them,
08:53para negosiator itu,
08:54barangkali ini jalannya.
08:56Dan Alhamdulillah memang waktu itu
08:58yang tadinya
09:00suram
09:01menjadi terang.
09:02Ini salah satu contoh
09:04dalam keadaan krisis,
09:07leadership itu matters.
09:09Needed
09:10untuk
09:11mencapai tujuan yang telah kita
09:13tetapkan.
09:15Nah, dari sini
09:15kita akan simak
09:17kejadian berikutnya lagi
09:19adalah pada tahun 2008.
09:23Saya kira semua tahu.
09:24Terima kasih.
09:25selamat menikmati.
09:25Selamat menikmati.
09:25selamat menikmati.
Komentar