Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan akan terjadi krisis ekonomi global apabila perang AS-Israel melawan Iran tidak segera berakhir.

Hal itu disampaikan SBY saat menjadi pembicara dalam acara Supermentor yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).

"Sekarang hati-hati kalau perang tidak segera berakhir di Timur Tengah. Barangkali nasib dunia, terutama perekonomian dunia akan sungguh buruk," ujar SBY.

Baca Juga Trump Yakin Perang Segera Berakhir, Singgung Perundingan Babak Kedua dengan Iran di https://www.kompas.tv/internasional/663019/trump-yakin-perang-segera-berakhir-singgung-perundingan-babak-kedua-dengan-iran

#perangiran #ekonomi #sby

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663041/sby-wanti-wanti-risiko-krisis-ekonomi-global-jika-perang-as-iran-tak-segera-berakhir
Transkrip
00:00Saya kenyang dalam bisnis negosiasi, saya juga pernah menjadi peacekeeper di Bosnia,
00:06bahwa memang diperlukan ketangguhan, kesabaran dalam sebuah peace process, dalam perundingan.
00:16Mudah-mudahan yang sekarang sedang berlangsung di Islamabad Pakistan,
00:21antara delegasi Amerika dan delegasi Iran, itu bisa menghasilkan kesepakatan, deal, to end the war.
00:28Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena.
00:33Ekonomi akan berantakan di seluruh dunia.
00:36Dan memang semua tahu, tidak ada resep yang ajaib, untuk sebuah deal kesepakatan perlu ada take and give, compromise.
00:47Kesediaan itu mundur satu langkah ke belakang masing-masing pihak yang sedang berunding.
00:51Kemudian kita lihat tadi, saya masih ingat hari kedua, terbang dari Jayapura sudah sampai di Lok Sumauwe, Aceh Timur.
01:03Suasanya sungguh luar biasa, tangis pecah di mana-mana.
01:08Ribuan jenazah masih ada di lapangan.
01:10Yang TNI siang dan malam melakukan evakuasi korban.
01:16Tapi yang saya teritakan bukan itu.
01:18Saya langsung mengambil keputusan.
01:21Kita hentikan operasi militer tanpa harus minta persetujuan pihak GAM waktu itu.
01:31Saya ambil risiko itu.
01:33Saya bisa salah.
01:34Tetapi ternyata sekali lagi, Allahu Akbar, ternyata pihak GAM juga menghentikan operasinya.
01:41Mereka bersama-sama TNI bergandengan untuk menyelamatkan nyawa yang masih bisa kita selamatkan dan mengekfokasi jenazah yang jumlahnya banyak sekali.
01:53Tetapi, terima kasih.
01:56Tetapi yang ingin saya sampaikan, menghadapi seperti itu saya pun juga mendapatkan tekanan batin yang luar biasa.
02:05Mampukah saya?
02:06Bisakah kita bangkit?
02:08Karena hancur lebur, luluh lantak.
02:11Pemerintahan daerah tidak berfungsi lagi.
02:15Infrastruktur, listrik, air, semua sudah hancur.
02:20Oleh karena itu, yang ada di pikiran saya, saya pemimpin.
02:23Saya tidak boleh cengeng, saya tidak boleh takut, saya tidak boleh gamang.
02:28Maka sejak day one, hari pertama sudah kita jalankan manajemen krisis.
02:34Yang saya lakukan adalah crisis action leadership.
02:38Langsung di lapangan, saya ambil alih karena pemerintahan daerah lumpuh.
02:43Saya tetapkan sebagai bencana nasional.
02:45Dengan demikian, emergency relief operations bisa dilaksanakan dengan baik.
02:51Tiga bulan selesai.
02:52Kemudian dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi tiga tahun berikutnya lagi.
02:59Aceh damai setelah itu dan kemudian bisa dibangun kembali.
03:02Bahkan sebagian lebih baik dibandingkan sebelum terjadi tsunami.
03:07Lantas, pelajaran yang dapat kita pertik lagi adalah
03:17in times of crisis, itu pemimpin harus menjadi contoh,
03:26menunjukkan arah, memberikan ketenangan,
03:29tapi terus bekerja dengan serius.
03:32Mereka akan tenang terduh kalau pemerintahnya, pemimpinnya secara all out, secara serius
03:39mengatasi masalah itu bersama-sama mereka.
03:43Dan kalau dilihat tadi ada foto,
03:47itu luar biasa.
03:49Banyak tragedi kemanusiaan yang tidak perlu saya sampaikan,
03:53tetapi kita sudah melampaui ujian Tuhan yang maha besar.
03:57We were tested by history.
04:00Dan kita bangkit kembali,
04:02dan kemudian ada bonusnya,
04:04Aceh menjadi damai.
04:06Sehingga ini sesuatu yang indah menurut saya.
04:09Sekali lagi faktor kepemimpinan penting,
04:13faktor kebersamaan penting,
04:15faktor melibatkan orang-orang yang cekatan,
04:18yang profesional,
04:19yang mahir dalam bidangnya,
04:21juga penting.
04:23Berikut ini adalah
04:25tahun 2007
04:30Indonesia menjadi tuan rumah
04:33untuk konferensi perserikatan bangsa-bangsa
04:36tentang perubahan iklim.
04:38UN Conference on Climate Change.
04:41Saya bersama Sekjen PBB yang baru,
04:44Ban Ki-moon.
04:45Kebetulan saya bersahabat dengan dua-duanya,
04:49Sekjen PBB Kofi Anan,
04:50itu adalah bos saya waktu di Bosnia.
04:53Kemudian hubungan kami baik,
04:55dengan Ban Ki-moon juga dekat.
04:57Singkat kata,
04:59ada belasan ribu delegasi dari seluruh dunia,
05:03negara maju,
05:04emerging market,
05:05developing nations,
05:07least developed countries,
05:08semua mengirimkan delegasinya
05:10ke Bali
05:11untuk melakukan negosiasi
05:14dengan harapan menghasilkan deklarasi,
05:18kesepakatan,
05:19deal.
05:20Apa yang terjadi?
05:22Sudah berhari-hari deadlock.
05:25Sepertinya suram.
05:27Sepertinya akan gagal
05:29konferensi di Bali tersebut.
05:31Sebagaimana gagalnya
05:33konferensi-konferensi serupa
05:35di negara-negara lain.
05:36Waktu itu sebagian sudah beli tiket,
05:39mau pulang ke negaranya masing-masing,
05:42saya bersama Bung Dino masih ada di situ,
05:44dengan para menteri yang mendampingi saya,
05:47never give up.
05:49Jangan begitu.
05:50Saya masih melihat window of opportunity,
05:53meskipun sempit.
05:55mengapa kita tidak
05:56try our best
05:58untuk menghidupkan kembali,
06:01memberikan semangat lagi.
06:02Oleh karena itu,
06:04kami langsung reach out
06:06Sergeant Ban Ki-moon
06:08yang sedang ada di Dili,
06:09di Timor Leste.
06:11Ban Ki-moon juga sudah,
06:12waduh, gagal ya.
06:14Bersiap-siap untuk kembali
06:16ke New York.
06:18I told him,
06:20siapa yang mengatakan gagal?
06:21Tidak gagal.
06:23Singkat kata,
06:24beliau kembali ke Denpasar Bali,
06:27dan kemudian kami berembuk dulu,
06:29ayo kita intervensi.
06:32Kita bicara sama jururunding itu
06:35yang nampak lelah,
06:36kehilangan harapan.
06:38We have to motivate them all.
06:41Sepakat,
06:42akhirnya,
06:43baik Sergeant Ban Ki-moon
06:44maupun saya bicara hanya
06:46tiga menit.
06:48Three minutes speech.
06:51Tetapi apa yang terjadi?
06:53dengan tampilnya kami berdua,
06:55dengan bringing hope,
06:56dan kemudian betapa pentingnya
06:58konferensi di Bali tersebut,
07:01akhirnya mereka bersemangat lagi,
07:04berunding lagi,
07:05dan yang tadinya alat,
07:07tidak setuju,
07:09termasuk negara-negara besar,
07:10termasuk Amerika Serikat,
07:12mereka menjadi on board.
07:13Join the club.
07:15dan sisanya adalah di Bali itu,
07:18yang diperkirakan akan gagal total,
07:21kita lahirkan Bali Roadmap.
07:26Bali Roadmap itu menjadi rujukan utama
07:30untuk konferensi-konferensi berikutnya
07:33di negara-negara tertentu,
07:35leading to,
07:36disepakatinya,
07:38Paris Climate Agreement.
07:40tahun 2015 di Paris,
07:43mengubah jalannya sejarah.
07:45Mudah-mudahan kita tetap
07:48menjalankan kesepakatan itu
07:49untuk menyelamatkan bumi kita.
07:51Kalau iklim tidak kita atasi,
07:55tidak ada jalan tengah,
07:56pilih hanya
07:59aman atau tidak aman.
08:01Kalau kita fail,
08:03gagal,
08:04untuk menuju
08:05net zero world
08:06by 2060,
08:08gelap masa depan kita.
08:10Anak cucu kita juga,
08:12apakah punya kehidupan
08:13yang baik,
08:15karena dunia akan mengalami
08:17disaster yang luar biasa.
08:19Ini
08:19mata rantai.
08:21Ini
08:21satu
08:22event,
08:24satu titik dalam proses
08:25bersama menyelamatkan bumi kita.
08:28Lagi-lagi pelajaran yang
08:29kita bisa berdek,
08:31kalau yang lain sudah menyerah,
08:33leader never give up.
08:36Kemudian
08:37bukan hanya never give up,
08:40tapi think about it.
08:42Thinking outside the box.
08:44Cari solusi.
08:46Kembangkan pemikirannya.
08:48Yang kita perlukan opsi
08:49and solution.
08:51Kemudian tell them,
08:53para negosiator itu,
08:54barangkali ini jalannya.
08:56Dan Alhamdulillah memang waktu itu
08:58yang tadinya
09:00suram
09:01menjadi terang.
09:02Ini salah satu contoh
09:04dalam keadaan krisis,
09:07leadership itu matters.
09:09Needed
09:10untuk
09:11mencapai tujuan yang telah kita
09:13tetapkan.
09:15Nah, dari sini
09:15kita akan simak
09:17kejadian berikutnya lagi
09:19adalah pada tahun 2008.
09:23Saya kira semua tahu.
09:24Terima kasih.
09:25selamat menikmati.
09:25Selamat menikmati.
09:25selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan