Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan harapannya kepada TNI agar patuh konstitusi dan tidak masuk politik praktis.

Ia pun berharap agar TNI tetap netral dalam kehidupan demokrasi.

Hal tersebut SBY sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Supermentor yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).

"Oleh karena itu sebagai mantan panglima tertinggi, saya mendoakan agar TNI kita ke depan makin berjaya, makin kuat untuk negara kita. Sebagai mantan pelaku reformasi ABRI, tetaplah pada tugas pokok sesuai dengan konstitusi. Jangan masuk dalam politik praktis. Tetaplah netral dalam kehidupan demokrasi, netral dalam pemilu supaya menjadi adil," katanya.

Baca Juga SBY Soroti Pentingnya Kepemimpinan dalam Krisis, Singgung Perdamaian Aceh hingga Konflik Global di https://www.kompas.tv/nasional/662941/sby-soroti-pentingnya-kepemimpinan-dalam-krisis-singgung-perdamaian-aceh-hingga-konflik-global

#sby #susilobambangyudhoyono #tni

Produser: Ikbal Maulana

Thumbnail: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663040/sby-ingatkan-tni-tidak-masuk-politik-praktis-dan-patuhi-konstitusi-tetaplah-netral
Transkrip
00:03Ini ada pelajaran besar, Indonesia bukan great power, apalagi super power.
00:11Tapi kita bisa menjadi contoh, menjadi model, bahwa dalam mengatasi penyandaraan tadi, kita mematuhi hukum internasional.
00:21Kita menjalankan konvensi perserikatan bangsa-bangsa.
00:25Proses di dalam negeri juga kita patuhi.
00:30Contohnya, Menteri Luar Negeri kita bertemu dengan Menlu Somalia di Dubai, mengatakan kami akan menyelamatkan kapal kami di perairan Anda.
00:44Apakah boleh? Oh silahkan.
00:46Kalau ternyata perompaknya dibawa masuk ke daratan, apakah kami boleh melaksanakan pengejaran?
00:53Kata mereka boleh, welcome. Kami juga malu ada kejadian itu.
00:58Kita lakukan itu. Kemudian kita menlu juga ke PBB, New York.
01:04Apakah yang kami lakukan ini, termasuk nanti kemungkinan hot pursuit, pengejaran dalam istilah militer,
01:11untuk memimpaskan sandera kita, itu dibenarkan oleh rules yang ada di perserikatan bangsa-bangsa.
01:19Kemudian ada tax force di perairan sana, itu international tax force.
01:25Kami melakukan kerjasama dan mereka menyambut dengan baik.
01:29So, semua langkah-langkah internasional kita patuhi di dalam negeri.
01:33Meskipun ini bukan perang.
01:34Dalam konstitusi Indonesia, kalau perang mau disetujui oleh DPR RI, it is not war.
01:41Tapi bagaimanapun ada pertemuan antara Menhan dengan Komisi 1 DPR RI.
01:47Dan mereka mendukung penuh dengan pesanan jangan kemana-mana nanti gagal, nanti anak buah kita jadi sasaran tembak.
01:55Proses itu kita lalui.
01:57Di dalam negeri sendiri, kami jalankan.
02:00Ada yang namanya, kalau di Amerika, National Security Council.
02:05Di Indonesia sama kemarin, Menlu ada, Menhan ada.
02:10Kemudian Kepala Badan Intelijen Strategis ada, Nasional ada.
02:15Kemudian ada Menko Polkam, baru para Jenderal Laksamana Marskal.
02:19Saya ada di situ.
02:20Menyatakan perang domen politik, pemimpin sipil, bukan domen para Jenderal.
02:27Tapi menjalankan perang yang ini, menjalankan operasi militer, domen para Jenderal Laksamana dan Marskal.
02:34Itulah yang mengatur kita, civil military relations.
02:38Kita penuhi, kita patuhi, supaya kita menjadi model.
02:43Dan itu buahnya nyata.
02:46Singkat kata, berhasil, saya mengambil risiko.
02:49Itu bisa gagal.
02:51Kalau gagal, karir politik saya finish.
02:54Tapi saya mengkalkulasikan.
02:57Ini kedaulatan kita, kita jaga.
02:59Harus kita selamatkan warga negara kita, kita selamatkan kapal kita.
03:05Dan itu selama sekian bulan, karena jauh sekali dari Indonesia ke Somalia,
03:10lebih jauh dibandingkan London ke Falkland atau Malfinas.
03:14Tapi kita bisa.
03:16Saya bangga dengan TNI yang melaksanakan tugas waktu itu.
03:22Karena profesional dan menjalankan amanah konstitusi.
03:27Oleh karena sebagai mantan panglima tertinggi, saya mendoakan agar TNI kita ke depan makin berjaya, makin kuat untuk negara kita.
03:37Sebagai mantan pelaku reformasi ABRI, tetaplah pada tugas pokok sesuai dengan konstitusi.
03:44Jangan masuk dalam politik praktis.
03:51Tetaplah netral dalam kehidupan demokrasi.
03:54Netral dalam pemilu.
03:57Supaya menjadi adil.
03:59Ingat TNI, Polri, Badan Intelijensi Negara itu milik rakyat.
04:07Milik kita semua.
04:08Kita akan bangga TNI-nya hebat, jago, tapi juga patuh pada demokrasi dan the rule of law.
04:18Yang terakhir, untuk generasi muda, untuk calon-calon pemimpin bangsa, saya ingin menyampaikan pesan sebagai orang tua.
04:29Pada saatnya kalian akan mengembang tugas.
04:32Sejarah akan memanggil kepada kalian semua.
04:35Oleh karena itu, saya berharap dan saya mendoakan kelak menjadi pemimpin-pemimpin yang sukses apapun pilihan profesinya.
04:49Apakah karir di, apapun lah karir apapun yang akan kalian pilih.
04:56Jadilah man of ideas dan man of action.
05:00Tentu ada woman-nya juga, man and woman of ideas dan action.
05:05Bangun karakter kalian.
05:07Menjadi manusia yang tough, tidak mudah menyerah.
05:12Selalu menjadi bagian dari solusi.
05:15Yang menjadi bagian dari masalah sudah banyak.
05:18Bagian dari solusi.
05:19Harus punya semangat, aku bisa.
05:23Can do spirit.
05:25Dan juga selalu do your best.
05:29Jangan takut gagal.
05:32Karena setelah itu, pintu sukses akan terbuka.
05:36Cintailah negeri kita.
05:38Indonesia.
05:40Tentu juga seluruh rakyat Indonesia, saudara-saudara kita semua.
05:44Itulah harapan saya.
05:46Mudah-mudahan ada Barokoh yang maha kuasa malam hari ini untuk kalian semua.
05:52Terima kasih Pak Dino.
05:54Saya sudah melaksanakan perintahnya.
05:57Thank you.
Komentar

Dianjurkan