00:28KOMUNITAS MASYARAKAT DAYAK
00:30Martin Billa
00:31Sekretaris Jenderal, Jakobus Kumis, pada 10 Februari 2026 dan acara serupa dilakukan simultan di seluruh wilayah Kalimantan.
00:39Diawali ritualnya ngahat tepung tawar dipimpin Erdi, sesuai religi daya kanayan di Provinsi Kalimantan Barat.
00:46Masyarakat daya merasakan ketidakadilan karena penghilangan falsafah daya dinilai bentuk pelecehan negara terhadap suku daya.
00:53Berikut penjelasan Jakobus Kumis sebelum orasi digelar di dalam ruangan rumah adat daya Jalan Sutoyo, Pontianak, Kamis,
01:0026 Februari 2026.
01:03Saya Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional pada hari ini, hari Kamis, tanggal 26 Februari 2026,
01:11tepat pada pukul 13.30, berada di rumah adat daya atau rumah betang Sutoyo, Jalan Sutoyo, Pontianak.
01:21Hari ini kami berada di sini Bapak Ibu segera sekalian dalam rangka sebagai sebuah anak bangsa bahwa kami merasa prihatin
01:32atas beberapa peristiwa yang terjadi.
01:35Yang pertama adalah hilangnya salam daya atau falsafah hidup daya yang ada di IKN, yang ada di IKN, yang sudah
01:45berdiri 2-3 tahun yang lalu.
01:48Tiba-tiba saat ini salam daya yang terpancak di sana berserta penjelasannya itu hilang.
01:56Nah karena itu kita pertanyakan kenapa bisa dihilangkan.
02:02Nah kita minta tentu pertanggung jawaban Kepala Otorita IKN.
02:06Kita tahu bahwa Pak Basuki itu orang kerja, orang bagus, tetapi kita tidak tahu siapa anak buah di bawahnya yang
02:16mungkin memberikan saran ataupun menghilangkan itu tanpa pengetahuan Kepala Otorita IKN.
02:22Tapi karena beliau adalah Kepala Otorita, beliau harus bertanggung jawab atas hilangnya salam atau falsafah atau jati diri masyarakat adat
02:33daya.
02:33Nah salam itu bukan hanya sekedar tulisan, bagi kami salam itu adalah pemersatu, jati diri, harga kemertapan, harga diri kami
02:43ada di dalam salam itu.
02:45Karena salam itu adalah merupakan falsafah hidup sama dengan Pancasila.
02:49Bagi kami sebagai sebuah benoman dalam berkehidupan bermasyarakat sebagai masyarakat adat maupun sebagai masyarakat berbangsa dan bernegara.
02:58Nah karena itu kami pertanyakan itu, sudah lah kami tidak ada satu jabatan strategis apapun di dalam Otorita IKN yang
03:07ada orang daya, tidak ada.
03:09Mulai dari Kepala, Wakil Kepala Otorita IKN, Deputi, Sekjen, dan 27 Kepala Milo dan Kepala, dan setingkat Direktur itu tidak
03:20ada orang daya.
03:21Belum lagi berbicara persoalan banyak, misalnya sekarang di dalam Kabinet Prabowo yang gemuk, satu pun tidak ada orang daya, apakah
03:30dia jadi menteri atau wakil.
03:32Tidak ada orang daya di kedutaan yang menjadi konsul duta, tidak ada orang daya menduduki jabatan-jabatan setingkat menteri atau
03:40lembaga-lembaga tinggi.
03:41Bahkan kita perhatikan sampai hari ini, tidak ada satu putera putri pun orang daya yang saat ini menjadi jeneral, terutama
03:51yang TNI.
03:52Kalau yang Polri ada, tapi sudah pensiun semua.
03:55Nah karena itu, itu adalah sebuah keprihatinan kita sebagai anak bangsa.
04:01Ibarat negara ini, negara ini kan kita anggap misalnya kita orang daya ini adalah anak-anak Indonesia.
04:09Bali, Kalimantan ini anak-anak Indonesia.
04:12Indonesia ini orang tuanya.
04:15Kalau dia punya anak Jawa, dia punya anak Sulawesi, punya anak Bali, punya anak Madura, punya anak Aceh, punya anak
04:23Jawa, punya anak misalnya Nusa Tenggara.
04:27Kita Kalimantan juga anak Indonesia.
04:29Tetapi apa yang kita rasakan, selama 38 tahun pemerintahan Orde Baru, daya termarginalkan, Kalimantan tidak dipedulikan.
04:38Karena waktu itu adalah jawa sentris.
04:42Pembangunan tidak merata.
04:43Begitu reformasi kita berjuang, dan kita mendapatkan orang-orang kita yang duduk di legislatif dan di eksekutif pemerintah itu,
04:53hasil perjuangan kita, bukan dikasih adil oleh orang lain, kita berjuang.
04:57Baru mulai muncul.
04:58Nah ketika baru mulai muncul ini, kita melihat bahwa ternyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat daya, khususnya di Kalimantan ini, juga
05:09sangat-sangat minim.
05:11Dan kita merasa masih belum merasa kemerdekaan yang sesungguhnya.
05:16Karena ternyata Kalimantan sebagai penghasil yang bisa terbesar juga, SDA-nya yang besar, tetapi perimbangan keuangan pusat dan daerah sampai
05:27hari ini tidak kita rasakan.
05:34Karena itu terjadi kebincangan, terjadi ketidak merataan pembangunan yang ada di Indonesia ini, terutama yang dialami oleh Kalimantan.
05:45Padahal Kalimantan ini adalah daerah yang paling kaya, sumber daya alam, sumber lautnya, sumber baiknya perkebunan maupun mineralnya.
05:55Karena itu pada kesempatan ini, kita mau menyampaikan kepada pemerintah pusat, kepada presiden, kepala-kepala otorita IKN, bahwa kami tolong,
06:05kami juga anak.
06:06Kalau ada misalnya serat 10 anak di Indonesia ini, atau orang tua memiliki anak 10, kalau ada 1 atau 2
06:15anak yang tidak diperhatikan, yang tidak dilihat pendidikan, yang tidak dilihat kesejahteraan, yang tidak dilihat kesehatannya.
06:22Tentu ini akan menjadi beban bagi anak-anak yang lain, dan menjadi beban bagi orang tua.
06:28Nah karena itu harapan kita bahwa negara ini ibarat orang tua kita, kita adalah anaknya, tolong kami juga orang Kalimantan
06:37perlu diperhatikan.
06:39Dari segi perimbangan keuangan pusat dan daerah, dari segi jabatan-jabatan strategis yang ada pemerintahan.
06:46Belum lagi kita berbicara persoalan saat ini, bahwa dunia memerlukan oksigen.
06:51Sehingga di mana-mana berbicara tentang klimaging, tentang karbon trading.
06:59Kita tahu bahwa Kalimantan, Papua dan juga mungkin Brasil, itu adalah paru-paru dunia yang saat ini harus dijaga.
07:08Kita disuruh menjaga hutan, tetapi kompensasi terhadap masyarakat daya menjaga hutan, sampai hari ini tidak ada kita resahkan.
07:19Di mana dana-dana kompensasi yang diberikan oleh NGO-NGO dunia yang membeli karbon itu.
07:28Kita hanya disuruh menjaga, kita mau nebang pohon satu pun, kadang dipersoalkan.
07:34Kita tinggal di areal yang justru sudah turun-temurun, selama ini kita berkubun pun dipersoalkan.
07:41Nah, karena itu pada kesempatan ini, terkait juga dengan tim PKH, kita mendukung.
07:48Kalau tujuan tim PKH itu adalah ingin menata, terutama kooperasi-kooperasi yang nakal.
07:55Kita dukung, karena memang negara harus didukung ketika ada perusahaan-perusaha nakal,
08:02di mana areal dia berada di luar HGU, atau areal dia, perizinan dia, melebihi kapasitas seperti yang tertera di dalam
08:10perizinannya,
08:11yang selama ini kita lihat masih banyak sekali, dan pemerintah mau melakukan penataan, silakan.
08:16Tetapi, masyarakat yang membuat kebun satu dua itar, di lahan HP, atau di lahan milik mereka, keturunan mereka berkubungan di
08:26situ,
08:26tolong itu jangan diganggu, karena kami juga mau hidup.
08:31Jangan daya ini dipunahkan, jangan daya dimusnahkan di muka bumi ini, di pulau Kalimantan ini.
08:37Karena kami juga adalah anak Indonesia yang perlu diperhatikan, yang perlu juga mendapat keadilan.
08:43Terima kasih, saya kira seperti itu, hari ini intinya kita menuntut Kepala Autorita IKN untuk mengklarifikasi,
08:52untuk membangun kembali, selain salam, tugu salam Adil Katalino Bacuraminkasarugabasingan Gajubata,
08:59kita juga menuntut janji Kepala Autorita IKN kepada Presiden MADN,
09:04bahwa bulan April 2025 lalu, beliau berjanji tiga empat bulan akan direspon dan akan, apa namanya, diwujudkan.
09:14IMPian itu, tapi sampai dengan pada bulan Februari, berarti sudah sekitar hampir setahun, itu juga tidak ada kejelasan.
09:22Demikian yang bisa saya sampaikan dan saya menghimbau kepada seluruh saudara-saudara di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan Utara,
09:33mungkin di luar Kalimantan, mari kita juga bersama-sama menyuarakan ini.
09:38Karena ini adalah salam ini milik daya, bukan hanya milik daya di Indonesia,
09:43tapi juga milik daya yang ada di Pulau Borneo Indonesia, Masyarakat Purnal Darussalam,
09:49dan banyak juga orang-orang kita di luar negeri yang juga menggunakan salam ini sebagai salam persatun daya,
09:57sebagai pangsa pahidup masyarakat daya.
09:59Saya kira demikian, Adil Katalino Bacuraminkasarugabasingan Gajubata.
10:04Secara antropologis, sengaja dilangkan identitas kelompok, suku, atau komunitas sosial peradaban politik modern.
10:11Bukan sekadar perubahan administratif,
10:14tetapi merupakan proses transformasi mendalam eksistensi manusia sebagai makhluk sosial.
10:19Identitas kolektif adalah fondasi makna, memori, dan posisi seseorang dalam dunia.
10:25Ketika identitas dihapus atau disamarkan,
10:28implikasi sentuh dimensi ontologis, epistemologis, dan politik sekaligus.
10:33Berimplikasi kematian simboli komunitas suku daya.
10:37Tidak dianggap ada dari pemerintah Republik Indonesia.
10:39Dalam antropologi memahami identitas kelompok sebagai sistem simbol yang memberi manusia orientasi eksistensial.
10:46Ditekankan budaya adalah jaring makna manusia sendiri.
10:50Menghapus identitas kelompok berarti merusak jaring makna suku daya.
10:54Implikasi secara individu, kehilangan referensi tentang siapa dirinya.
10:59Terjadi disorientasi sosial dan psikologis.
11:02Mengalami kematian simbolik komunitas suku daya, meskipun anggotanya masih hidup secara biologis.
11:09Ini sering disebut sebagai etaice, penghancuran identitas budaya tanpa harus memusnahkan fisik manusia.
11:15Produksi manusia netral sebagai proyek kekuasaan modern.
11:19Negara modern cenderung menginginkan populasi seragam, mudah diklasifikasi.
11:23Mudah dikendalikan, negara Republik Indonesia berusaha sederhanakan kompleksitas sosial agar masyarakat terbaca oleh birokrasi.
11:31Identitas lokal suku dayak dalam falsafah dayak dianggap hambatan administrasi.
11:37Negara mengganti identitas plural dengan identitas nasional tunggal.
11:41Keanekaragaman dianggap ancaman terhadap stabilitas politik.
11:45Penghapusan identitas bukan kecelakaan, tetapi strategi.
11:49Bentuk kekerasan epistemik.
11:51Menghilangkan cara komunitas suku dayak memahami dunia dan alam sekitar.
11:56Menghilangkan falsafah dayak di pintu gerbang IKN,
11:59bukti kekuasaan tidak hanya mengontrol tubuh, tetapi juga pengetahuan.
12:04Sejarah lokal, menghapus cara berpikir alternatif.
12:08Akibatnya, hanya satu versi realitas yang diakui, versi negara atau kekuasaan dominan.
12:14Ini disebut kekerasan epistemik, penghapusan cara lain memahami realitas sosial budaya di masyarakat.
12:21Saya, David Undun, Ketua Umum Garda Pornio Kalimantan Barat.
12:27Pada hari ini, tanggal 26 Februari tahun 2026, pada jam 1 setiang,
12:36Kami, masyarakat adat dayak, khususnya di Pulau Pornio,
12:43merasa marah dan tidak terima dengan perlakuan-perlakuan dari pemerintah yang pertama,
12:51tidak memberikan kontribusi yang baik terhadap hadirnya investor yang berinvestasi di tanah Pornio.
13:00Tidak memberikan kesejahteraan, baik pendidikan, ekonomi, dan budaya.
13:06Mengambil lahan kami, mengerampas hak kami, tetapi tidak memberikan kontribusi dalam kehidupan bersosialisasi untuk masyarakat kami.
13:16Yang kedua, kami masyarakat adat, masyarakat dayak, yang memiliki pulau, tanah, dan air di tanah Pornio ini,
13:26merasa tidak mendapatkan hak yang baik dalam mengelola dan memberikan investasi di tanahnya sendiri.
13:34Kami, kami melakukan kegiatan, kami yang ditangkap.
13:38Kami melakukan kehidupan, kami yang disiksa.
13:43Orang-orang kami peladang ditangkap, yang mekerja sebagai peti, ditangkap.
13:50Mengapa tidak kamu tangkap cukung-cukung cina itu?
13:54Kalian bakal saja duitnya.
13:56Kalian penanggap-penanggap hukum yang tidak bekerja dengan baik,
13:59berpihak kepada masyarakat adat Kalimantan Barat, khususnya masyarakat dayak di Pulau Bordeo.
14:05Yang ketiga, kami masyarakat adat dayak sangat marah dan beradang pada hari ini
14:14oleh karena maruah tulisan ucapan kami yang berjudul Adil Katalino Bacuramin Kalsaruga Basingat Kajubata
14:25sebagai palsapah budaya adat salam kami.
14:29Kami hilang, tidak diketemukan kemanapun oleh pelakunya.
14:34Kami menuntut kepada otoritasi IKN dan kepada aparat pemerintah daerah, kabupaten, provinsi
14:42termasuk juga penguasa di pusat, presiden dan lainnya
14:47segera melakukan tindakan penangkapan terhadap pelaku tersebut.
14:52Apabila tidak, Kalimantan akan bergerak secara meluruh
14:57melalui lembaga Dewan Adat dan Majelis Adat Dayak Nasional.
15:03Terima kasih.
15:05Salam dayak, merah selalu.
15:08Daya jaya, dayak abadi.
15:10Salam satu darah.
15:11Adil Katalino Bacuramin Kalsaruga Basingat Kajubata
15:17Sebanyak 21 komunitas masyarakat adat dayak di IKN di Provinsi Kalimantan Timur.
15:22Ada 19 komunitas adat di Kabupaten Penajam Pasir Utara,
15:26dan 2 di Kutai Kartanegara,
15:28serta ditemukan 11 komunitas adat di dalam zona inti.
15:31Dari 252.204 hektare luas kawasan IKN,
15:35mayoritas, yaitu 235.667 hektare terbukti rampas tanah adat dayak.
15:42Hanya 16.333 hektare kawasan IKN bukan areal milik masyarakat adat.
15:47Dari 252.204 hektare IKN,
15:51cakup tiga bagian,
15:52kawasan IKN seluas 49.859 hektare.
15:56Inti pusat pemerintahan IKN seluas 6.925 hektare
16:01dan kawasan perluasan IKN seluas 197.420 hektare.
16:06Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023,
16:09Biang Krok Legalisasi Marginalisasi Diskriminasi Kriminalisasi Warga.
16:13Sejak awal kalangan elit politik asal Kalimantan
16:16yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Hati-Hati Masalah IKN.
16:20Dalam berbagai jejak digital,
16:22belum terlihat ada anggota DPR asal pemilihan Kalimantan
16:24secara terbuka dukung IKN.
16:31Bungi website biotv.com
16:33Terima kasih.
16:33Terima kasih.