00:00Kasus polisi bunuh polisi kembali terjadi.
00:04Kali ini senior menganiaya juniornya hingga berujung kematian di Makassar, Sulawesi Selatan.
00:11Mirisnya saudara, korban Bribda DP yang baru berusia 19 tahun adalah polisi muda yang baru lulus pendidikan dan baru bertugas
00:20di Satuan Sabara.
00:22Lalu apa yang melatar belakangi senior tega menganiaya juniornya?
00:30Duka mendalam dirasakan keluarga almarhum Bribda DP, personel Direktorat Samapta Polda, Sulawesi Selatan yang meregang nyawa di RSUD Dayakota, Makassar
00:42di usia yang masih sangat belia, yakni 19 tahun.
00:47Tangis haru keluarga tak terbendung saat melihat jenazah korban.
00:52Informasi awal, korban dikabarkan masuk rumah sakit jam 6 pagi karena sakit hingga dinyatakan meninggal.
01:00Tapi keluarga mendapati sejumlah kejanggalan.
01:03Di tubuh almarhum ditemukan sejumlah luka lebam.
01:10Orang tua Bribda DP beberapa kali histeris tidak menyangka anak keduanya pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.
01:20Ayah korban yang juga anggota Polri meyakini putranya tidak punya latar belakang penyakit tertentu.
01:28Pihak keluarga pun langsung meminta jenazah Bribda DP diotopsi agar kematiannya atau penyebab kematiannya bisa diusut.
01:41Tidak pernah sakit ya, tidak adalah latar belakang sakitnya.
01:43Dan semenjak di sini, semayang saya ada di sini, keluar darah terus, beri bulut.
01:50Dan di situasi ada yang mengatakan benturan kepala, luka kepalanya tapi tidak ada luka di kepala.
01:57Tidak ada, tidak ada luka di kepala.
02:00Kalau memang murni, memang bentuk di kepala, pasti ada luka di kepala.
02:03Nah ini, darah belakang tersebut kami akan proses mencintai adilat.
02:09Apabila memang ada penyelayaan, kami serahkan penyelidik polda untuk mengungkap tuntas siapa pelaku daripada penyelayaan.
02:20Propom Polda Sulawesi Selatan berjanji kepada keluarga Bribda DP untuk melakukan pengusutan dan memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional,
02:30guna mengungkap penyebab kematian korban.
02:32Terlebih, diduga korban meninggal akibat dianiaya seniornya saat berada di Asraba.
02:40Propom, insya Allah kita akan ungkap kalau memang ada kejadian yang di luar dari kejadian umum atau kejadian yang mencurigakan
02:50atau ada kekerasan di situ,
02:51insya Allah kita akan luruskan dan kita akan tebakkan aturan yang sesuai dengan aturan yang benar-benar berkomitmen kepada keluarganya
02:57untuk bertindak secara profesional.
03:00Minggu pagi 22 Februari 2026 menjadi memori kelam bagi keluarga Bribda DP.
03:08Kepergian mendadak lulusan Polri Angkatan 53 Tahun 2025 membuat syok keluarga.
03:14Karena beberapa jam sebelumnya, Bribda DP masih sempat menghubungi ibunya di pinrang, meminta dibawakan nasu paleko, makanan khas bugis favoritnya.
03:26Rencananya, makanan itu akan diantar ke asrama Nitsamapta dan disantap bersama seniornya.
03:32Pesan itu dikirim sekitar jam 5 pagi, namun saat ibunya membalas sekitar sejam kemudian tidak ada lagi respons.
03:42Padahal keluarga juga berencana mengirim sepeda motor milik korban ke lokasi tugasnya di Makassar.
03:47Keluarga yang khawatir telepon dan pesan tak lagi dijawab menghubungi rekan-rekan Bribda DP dan dapat informasi, Bribda DP sedang
03:58tidur.
03:58Tapi sekitar pukul 7 pagi, saudara keluarga menerima kabar Bribda DP dilarikan ke RSUD Daya dan dinyatakan meninggal dunia.
04:17Tangis ibunda Bribda DP pecah di hadapan Kapolda Sulawesi Selatan yang melayat ke rumah duka.
04:24Sebagai ibu yang melahirkan, hatinya hancur.
04:28Ia menjerit meminta keadilan agar kasus kematian putranya bisa diusut tuntas.
04:34Terima kasih.
04:35Tidak ada banyak penuntuan.
04:36Tidak ada banyak penuntuan.
04:36Tidak ada banyak penuntuan.
04:38Tidak ada banyak penuntuan.
04:40Ya.
04:40Ya.
04:41Ganti jika banyak penatuan.
04:42Ya.
04:43Tidak ada.
04:44Ganti dan kata Pak Kapolda diri dan dia,
04:46iya.umehkan
04:47jangan juga. Muttua
04:48dayah. Ya ampun.
04:49Tidak ada
04:50adaулиk. Dengit akan
04:51janji Pak Kapolda. Menjanji Pak
04:54Kapilda. Benda hanya supaya
04:56Rakyatnya satu.
04:57Tolong kasih per night save
04:59came HERE. Kemanlahills ke muchos
05:00para muda dan side bad cannée. Pa Jarrah.
05:07Bid Pro Pampolda Sulawesi Selatan periksa 6 saksi terkait meninggalnya Bribda DP terdiri dari rekan satu angkatan dan senior korban.
05:17Sempat ada laporan palsu mengenai penyebab kematian Bribda DP yang disebut meninggal akibat membentur-benturkan kepala.
05:25Tapi dari penyelidikan, salah satu polisi diduga kuat melakukan pengadiayaan kepada korban.
05:45Jenazah Bribda DP telah diotopsi di Dokpol Bidokes, Polda Sulawesi Selatan.
05:51Dari hasil medis dan pemeriksaan saksi, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Juhandani Rahar Jopuro memastikan kematian korban akibat pengadiayaan.
06:04Polisi menetapkan satu orang tersangka yang merupakan senior korban, yakni Bribda P.
06:12Polisi masih mengusut dugaan pelaku lain.
06:17Rangan salah seorang tersangka atas B itu dihubungkan dengan hasil pemeriksaan dari Bidokes itu ada persesuaian.
06:30Baik itu dengan cara memukul di bagian kepala dan bagian baton tubuh lainnya, ini sudah sinkron.
06:38Jadi dapat kita yakini bahwa saudara P adalah pelakunya dan kita akan melaksanakan proses lebih lanjut.
06:47Bribda DP baru satu tahun bertugas.
06:51Di mata keluarga, anak kedua dari tiga bersaudara itu dikenal baik.
06:55Ia diterima polisi tahun 2025 pada angkatan 53 dengan penempatan di Sabara, Polda Sulawesi Selatan.
07:03Namun karir Bribda DP teregut akibat ulah senior.
07:08Kapolda Sulawesi Selatan menjelaskan motifnya masalah hirarki senior-junior.
07:14Senior marah karena junior dipanggil tidak mau menghadap.
07:26Salah seorang keluarga Bribda DP histeris di atas pusara tak terima dengan nasib naas yang menimpa Bribda DP.
07:35Keluarga lega saat Kapolda Sulawesi Selatan berjanji mengusut tuntas kasus kematian Bribda DP.
07:42Perjuangan Bribda DP di institusi Polri kini diharapkan bisa diteruskan adik kembarnya.
07:49Keinginan itu disampaikan ayah korban yang juga personel Polres Pinra.
07:58Merespons kasus kekerasan yang melibatkan polisi,
08:02anggota Komisi 3 DPR RI Fraksi Demokrat Hinca Panjaitan memintakan Kapolri
08:08menindak dengan tegas pelaku dan juga mereformasi Polri secara total.
08:17Untuk segera mengambil tindakan cepat
08:21dengan cara menempatkan dipaksus, periksa, dan segera di sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
08:31Saya kira tidak ada ampun lagi, masyarakat sudah sangat gelisah
08:34dan ini adalah kultural yang harus segera diubah.
08:38Sikap perilaku polisi yang menyalahgunakan kewenangan.
08:44Dan ini meresahkan sekali.
08:47Kasus polisi muda tewas di tangan senior
08:50menambah daftar panjang kekerasan yang melibatkan polisi.
08:55Kompolnas meminta pendidikan Polri tidak lagi mengedepankan fisik
08:59dan tidak ada lagi senioritas, tetapi lebih menekankan sisi humanis.
09:04Polisi yang masuk sudah lah, tidak usah diajarin
09:08perihal-perihal yang sifatnya kekerasan fisik misalnya begitu ya.
09:15Apa namanya, budaya egois itu sudah tidak perlu lagi.
09:20Sekarang yang paling penting adalah
09:22bagaimana meletakkan pendidikan kepolisian menjadi pendidikan yang lebih humanis.
09:27Sekali lagi mengingatkan bahwa institusi kepolisian adalah institusi sipil
09:32bukan institusi dengan karakter militeristik.
09:35Oleh karenanya junior-senior sudah tidak ada lagi.
09:38Pendekatan kekerasan sudah tidak ada lagi.
09:41Harusnya begitu.
09:44Meski sudah menetapkan satu tersangka,
09:47Polda Sulawesi Selatan tidak menutup kemungkinan
09:50adanya keterlibatan pihak lain.
09:52Propam masih memeriksa anggota polisi lainnya
09:55yang diduga mengetahui atau terlibat dalam peristiwa penganiayaan
09:59yang berujung pada tewasnya Bribda DP.
Komentar