Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - PDIP merespons impor kendaraan niaga asal India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Menurut PDIP, ada banyak perusahaan yang sudah penuhi syarat tingkat komponen dalam negeri atau TKDN, sehingga perusahaan tersebut seharusnya yang didahulukan.

Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Adian Napitupulu bilang partainya sepakat jika impor kendaraan niaga asal India untuk Koperasi Merah Putih ditunda.

Selain itu, Adian bilang ada banyak perusahaan kendaraan yang beroperasi di dalam negeri yang memenuhi standar TKDN.

Sehingga, jika ada kebutuhan untuk Koperasi Merah Putih, perusahaan tersebutlah yang harusnya diperhitungkan.

1.200 unit mobil dari India ternyata sudah berada di tanah air. Sebelumnya Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad telah meminta penundaan impor mobil 105 ribu mobil dari India.

Kita bahas polemik impor mobil dari India ini, kenapa usul penundaan muncul setelah pembelian mobil sudah terjadi.

Kita bahas bersama Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent dan Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies, Celios.

Baca Juga Celios Kritik Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India, Soroti Keuntungan yang Terancam Hilang di https://www.kompas.tv/ekonomi/653087/celios-kritik-rencana-impor-105-ribu-pikap-dari-india-soroti-keuntungan-yang-terancam-hilang

#mobilimpor #dasco #gerindra

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653095/jubir-gerindra-dan-celios-buka-suara-soal-polemik-1-200-mobil-impor-india-sudah-tiba-di-tanah-air
Transkrip
00:01Kembali Kompas Petang Saudara, PDI Perjuangan merespons impor kendaraan niaga asal India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
00:08Menurut PDIP, ada banyak perusahaan yang sudah memenuhi syarat tingkat komponen dalam negeri atau TKDN, sehingga perusahaan itu seharusnya yang
00:16didahulukan.
00:17Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Adian Napi Tupulu, bilang partainya sepakat jika impor kendaraan niaga asal India untuk kooperasi merah putih
00:26agar ditunda.
00:27Selain itu, Adian bilang ada banyak perusahaan kendaraan yang beroperasi di dalam negeri yang memenuhi standar TKDN, sehingga jika ada
00:35kebutuhan untuk kooperasi merah putih, perusahaan itulah yang seharusnya diperhitungkan.
00:44Mobil pick up India, kan kemarin dari PADASKU sudah menyampaikan untuk menunggu dari Presiden ya, terkaitan itu ya kita tunggu
00:54saja.
00:56Tapi sebenarnya kalau kita lihat, sebenarnya kan ada, apa sih isinya, kalau kita bikin mobil itu ada komponen lokal yang
01:05diproduksi lokal, TKDN.
01:06Apa itu TKDN, nama itu?
01:08Karuseri TKDN, kandungan dalam negerinya lah, gitu loh.
01:12Rata-rata kan kalau saya tidak salah ya, itu sudah rata-rata 40%.
01:16Apakah kemudian impor yang dari mana?
01:20India ini juga memenuhi kriteria itu.
01:23Jangan sampai kemudian pabrikan-pabrikan yang sudah membangun di Indonesia,
01:27yang sudah memenuhi 40% TKDN itu, kemudian kehilang kesempatan karena hal-hal lain.
01:36Rencana pemerintah melalui PT Agrinas Panganusantara, Agrinas, mengimpor 105.000 pick-up dan truk dari India,
01:43terdiri atas 35.000 mobil pick-up 4x4 dan 35.000 truk roda 6 dari Tata Motors.
01:51Sisanya adalah 35.000 pick-up 4x4 produksi Mahindra untuk mendukung target 70.000 koperasi desa merah putih,
01:59menuai polemik di tengah industri otomotif dalam negeri yang lesu.
02:03Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad, meminta pemerintah untuk menunda impor kendaraan-kendaraan niaga dari India.
02:10Posisi presiden yang masih berada di luar negeri menjadi pertimbangan.
02:15Jadi rencana untuk impor 105.000 mobil pick-up dari India.
02:21Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu,
02:30mengingat presiden masih di luar negeri.
02:34Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut.
02:47Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.
02:59Merespon permintaan itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara,
03:03Joao Anjelo de Sousamota mengatakan siap mematuhi apapun keputusan pemerintah dan DPR.
03:09Meski ada usul penundaan, tetapi Joao mengatakan ada 1.200 pick-up yang telah tiba di Indonesia.
03:15Apapun keputusan negara, keputusan DPR, itu adalah suara rakyat dan mengwakili rakyat.
03:26Saya sebagai Direktur Badan Nusantara negara, saya akan taat, saya akan loyal, dan saya akan manut.
03:36Tindak lantun yang unit yang sudah sampai, tetap kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR di mana mereka mengwakili
03:47rakyat.
03:48Jadi kalau memang disuruh bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan dipakai.
03:53Impor 105.000 unit mobil dari India juga diprotes oleh pelaku industri otomotif tanah air.
03:59Menurut Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia, produsen otomotif dalam negeri mampu menyediakan kebutuhan pick-up untuk kooperasi desa
04:07merah putih.
04:08Mobil pick-up untuk kebutuhan kooperasi desa itu kan dengan jumlah yang begitu besar kami menghimbau agar Bapak Presiden kalau
04:16bisa membatalkan rencana tersebut.
04:19Karena produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan.
04:27Yang perlu dipikirkan adalah nanti after salesnya.
04:31Kan itu kan begitu masuk tahun kedua kan pasti sudah membutuhkan suku cadang.
04:36Nah tentu diperlukan suku cadang kalau misalnya mobilnya itu impor bisa bayangkan berarti nanti mobilnya antar tinggal bangke.
04:44Lirut Agrinas menilai kebutuhan kendaraan mendesak seiring percepatan pembangunan kooperasi desa merah putih.
04:50Hingga saat ini 30.712 kooperasi telah dibangun dengan 1.357 bangunan sudah berdiri dan siap dioperasikan.
05:00Tim Liputan Kompas TV
05:06Ya saudara 1.200 unit mobil dari India sudah berada di tanah air.
05:11Sebelumnya Wakil Ketua DPR Sufmi Dasko Ahmad telah meminta penundaan impor mobil 105.000 mobil dari India.
05:19Kita akan bahas polemik impor mobil dari India ini dan sudah bersama kami jurubicara Partai Gerindra Astrio Feligen dan juga
05:28Mas Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital dari SELU Selamat.
05:32Petang Bapak-Bapak, semoga sehat-sehat selamat.
05:34Selamat sore Mas Juno, Mas Nailul, selamat sore.
05:36Kita ke Mas Astrio dulu. Mas Astrio, ini tentu menjadi polemik dan menjadi sorotan publik terhadap ada usulan penundaan dari
05:44DPR bahwa impor mobil 105.000 dari India ini agar ditunda.
05:51Lalu mengapa ini muncul? Karena sudah ada proses pembelian dan pemesanan dan juga sudah ada 1.200 unit yang sampai
05:58di Indonesia.
06:00Ya, Mas Juno terima kasih. Memang seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Sumi Dasko selaku Wakil Ketua DPR RI bahwa
06:06keputusan untuk mengimpor ini nanti akan ditunda terlebih dahulu sampai menunggu ketibaan daripada Bapak Presiden.
06:12Kalau memang sudah ada unit yang tiba di Tanjung Priok itu memang karena kontrak pembelian itu sudah disepakati dari jauh
06:18-jauh hari dan ini memang bagian daripada batch, daripada delivery itu.
06:21Tapi keputusan finalnya tetap nanti akan menunggu keputusan dari Bapak Presiden.
06:24Tapi yang disampaikan di sini Mas Juno adalah kita harus mengerti dulu filosofi daripada impor itu sendiri.
06:29Bahwa memang semata-mata impor itu dilakukan, ditreat hanya sebagai last resort apabila baik itu dari segi harga maupun dari
06:38spek tidak terdapat atau tidak dapat dipenuhi di dalam negeri.
06:42Maupun kalau kita berbicara dari segi kapasitas produksi bagaimana kesangkupan industri dalam negeri kita.
06:47Dan ini tidak terjadi hanya untuk produk-produk otomotif.
06:49Kita kalau berbicara berbagai produk pertanian kita seperti kedele, seperti gandum, itu adalah komoditas yang tidak dapat diproduksi di Indonesia
06:55atau tidak cukup diproduksi di Indonesia.
06:57Sehingga sebagai last resortnya kita harus melakukan import.
06:59Tapi yang terakhir adalah Mas Juno, perlu disadari juga bahwa memang ini adalah sebuah posisi yang dilematis.
07:06Di mana pemerintah dalam hal ini ekskutif, BUMN Agri Nas Pangan juga harus mengambil keputusan strategis.
07:11Di mana keputusan itu harus tetap mengakomodasi apa yang kita sebut sebagai striking the balance.
07:15Striking the balance between salah satunya adalah efektivitas daripada panggunaan anggaran.
07:20Karena kita tahu harga yang ditawarkan oleh produsen dari India itu kurang lebih sekitar 50% lebih murah daripada yang
07:26bisa ditawarkan di dalam negeri.
07:27Tapi yang kedua di sisi lain juga kami juga sepakat dan kami berterima kasih kepada seluruh stakeholders yang telah menyampaikan
07:32keberatannya.
07:33Bahwa juga tidak kalah pentingnya untuk tetap menjaga ketahanan industri otomotif di dalam negeri.
07:38Nah artinya disini apakah ada mekanisme yang terlampaui karena pada intinya industri ekonomi nasional menjadi prioritas.
07:46Dan ini selalu digunakan oleh Pak Presiden Prabowo bahwa industri nasional harus berkembang dan tumbuh.
07:51Nah untuk saat ini mengapa akhirnya import ini dilakukan?
07:56Ya jadi begini Mas Juno, kalau seperti kita tahu kopdes merah putih itu dicanangkan akan berdiri di kurang lebih sekitar
08:01lebih dari 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
08:04Di mana target tahun ini sendiri ada sekitar 60 ribu koperasi yang sudah berdiri.
08:08Maka daripada itu sebagai bagian daripada equipment atau aset-aset yang akan diikutsertakan dari pendirian koperasi ini merupakan salah satunya
08:15adalah pickup.
08:16Merupakan salah satunya adalah truk beroda 6 yang memang digunakan untuk menunjang mobilitas maupun keperluan logistik daripada koperasi-koperasi desa
08:24Merah Putih yang ada di Indonesia.
08:25Sehingga mengkonsider bahwa ada kebutuhan untuk pengadaan dalam jumlah yang besar.
08:29Karena memang koperasi desa Merah Putih telah ditargetkan 60 ribu, maka dibutuhkan juga pengadaan truk aset-aset yang sesuai dengan
08:37jumlah yang sesuai juga.
08:39Dalam hal ini kalau kita berbicara, mayoritas daripada pickup truck di Indonesia masih 4x2.
08:43Ada beberapa yang 4x4 tapi memang secara harga kemarin konsiderasinya adalah lebih tinggi.
08:48Dan juga secara kapasitas produksi tidak dapat memenuhi target 60 ribu koperasi desa untuk mensupport 60 ribu koperasi desa Merah
08:55Putih yang akan berdiri.
08:56Sehingga kembali lagi Mas Juno, ini merupakan sebuah last resort.
09:00Tentu saja yang diberikan prioritas itu adalah perusahaan dalam energi terlebih dahulu.
09:05Tapi satu hal yang perlu kita catat Mas Juno, bahwa tata motor sendiri itu juga memang sudah berkomitmen untuk membuka
09:09pabrik manufacturing yang berada di Indonesia.
09:12Sehingga ini bukan hanya pure import tapi bagaimana caranya kita kedepannya juga membentuk ekosistem otomotif di mana basis manufacturing dan
09:18juga pembentukan suku cadangnya juga berada di Indonesia.
09:21Oke, saya ke Mas Nailo. Mas Nailo ini apakah Anda juga melihat untuk saat ini pembelian dan pengadaan impor dari
09:28mobil India yang CBU atau completely built up ini tentu akan merusak industri nasional.
09:34Seperti apa sebenarnya pengamatan Anda terutama terkait dengan potensi kerugian industri nasional?
09:40Ya, yang pertama seperti ini Mas Juno, bahwa kalau kita lihat kan disini ada pernyataan dari Kadin maupun dari Pak
09:52Agus Kumiwang ya pada pemerintah itu juga menyatakan bahwa industri dalam negeri itu siap.
09:59Nah, itu yang pertama.
10:00Nah, yang kedua adalah ini juga terkait dengan masalah TKDN.
10:04Dan kalau kita lihat apa yang diimpor dari India ini, dia fully CBU, artinya memang disitu sudah impor dalam bentuk
10:13jadi gitu.
10:14Nah, disinilah tidak ada nusur TKDN.
10:17Nah, kenapa kita kemarin menghitung terkait apabila ini diproduksi di dalam negeri, itu keuntungannya cukup besar.
10:23Karena apa? Karena disitu muncul multiplier efeknya Mas Juno.
10:28Multi multiplier efeknya ini kan bukan hanya dari sisi perdagangannya saja, tapi industri otomotif kita mampu berkembang.
10:36Dan disitu ada industri ban, ada industri kaca, dan sebagainya.
10:41Yang saya rasa itu ditopang ya, ditopang dengan permintaan.
10:46Yang seharusnya ditopang dengan permintaan dari program KDNP ini.
10:49Makanya kita salah satu yang memang menolak adanya impor mobil dari India ini.
10:55Nah, yang terkait juga dengan apakah spesifikasinya dia sudah empat kali empat ya.
11:03Nah, ini yang kalau kita lihat seharusnya juga disesuaikan.
11:06Mengapa butuh dengan spesifikasi tersebut dan sebagainya.
11:10Makanya inilah yang jadi perhatian publik bahwa apakah memang diputuhkan memimpor mobil yang cukup besar.
11:18Sedangkan di dalam negeri itu diklaim oleh pemerintah dan juga KADIN itu produksinya mencukupi.
11:24Ya, tapi tadi sebelumnya juga PT. Agrinas menyampaikan bahwa secara harga dan kemudian komparasi dari harga ini juga mobil dari
11:35India ini untuk diimpornya tentu lebih murah.
11:37Dan seperti apa sebenarnya pandangan Anda bahwa bila industri nasional ini kemudian juga dimanfaatkan untuk membangun mobil niaga ini untuk
11:46Indonesia seperti apa?
11:47Terutama tadi, Koperasi Merah Putih.
11:51Ya, makanya tadi sampaikan tuh Agrinas sampaikan untuk mobil dengan spesifikasi yang diimpor sama Agrinas itu lebih mahal.
11:59Nah, yang kita pertanyakan adalah mengapa kita butuh dengan spesifikasi tersebut.
12:03Apakah memang kita cukup butuh untuk 4x2, 4x2, 4x2, 4x4 gitu kan?
12:12Ini yang kita pertanyakan gitu kan?
12:16Apakah memang butuh dengan spesifikasi tersebut sehingga kita harus impor?
12:21Sedangkan kalau kita lihat ya, kita kan yang disampaikan oleh pemerintah ya bahwa disini angkutannya untuk yang bukan angkutan tambang
12:31kan?
12:32Tapi angkutan yang dia sifatnya kebutuhan petani, kebutuhan masyarakat, gas, dan sebagainya.
12:38Itu seperti itu, tidak kita mengangkut tambang dan sebagainya.
12:41Tapi Mas Nel, dari klaimnya PT Agrinas dapat menghemat sekitar 5 hingga 10 triliun atau 50 juta rupiah per mobil
12:49bila dibandingkan dengan industri emotif nasional?
12:54Ya, nah makanya kan ketika pede spesifikasinya itu lebih mahal mas.
12:58Nah, ini kan yang kita pertanyakan kan, mengapa butuh spesifikasi tersebut gitu?
13:02Nah, kalau dia 4x4 sih lebih mahal gitu kan?
13:05Dibandingkan dengan 4x2 gitu kan?
13:07Nah, apakah ini yang memang dibutuhkan gitu kan?
13:11Apakah kita cukup butuh yang dia 4x2 dan sebagainya?
13:14Itu kan yang sebenarnya kita butuh yang seperti apa gitu?
13:19Jangan kita cuma butuh yang spesifikasi di bawah itu, tapi pemerintah memaksakan itu untuk spesifikasi di atas itu,
13:28sehingga ya dia impor aja gitu.
13:30Karena kan ini kan rente kan termasuknya.
13:33Ya, kita ke Mas Astrio.
13:35Mas Astrio, sebenarnya seperti apa kebutuhan dari kooperasi merah putih ini,
13:38terutama kebutuhan mobil niaga, mobil pickup, ataupun truk yang tadi spesifikasinya 4x4 dan juga ada 4x6?
13:45Dan untuk industri otomotif nasional sendiri baru memenuhi 4x2?
13:50Ya, Mas Juno, sebenarnya saya juga sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Mas Nelul.
13:55Bahwa memang Partai Gerinda juga mendorong adanya asesmen lebih lanjut.
13:58Apakah memang dari keseluruhan KDMP ini semuanya memerlukan kendaraan dengan spesifikasi katakanlah 4x4?
14:05Kami yakin pasti ada area-area, daerah-daerah yang memang mutlak membutuhkan 4x4.
14:09Karena kita tahu sendiri, berbagai kontur daerah itu memiliki medan yang sangat menantang,
14:13yang tidak mungkin, bahkan untuk angkutan yang mungkin cukup lightweight sekalipun tidak bisa dilakukan dengan 4x2.
14:18Beberapa daerah di Kalimantan kita tahu sendiri, kalau tidak pakai mobil 4x4, jalan pun tidak bisa.
14:22Jadi memang pasti ada daerah yang butuh 4x4, tapi kami juga yakin tidak mungkin semua daerah itu membutuhkan 4x4.
14:28Tapi di sisi lain, kembali menyambung ke argumen daripada Last Resort, Mas Juno.
14:32Perlu kita pahami bahwa kooperasi desa merah putih ini merupakan instrumen program untuk menggencarkan pemerhatan ekonomi.
14:37Makanya program ini ditargetkan rampung 60 ribu kooperasi desa merah putih harus beroperasi pada tahun ini.
14:42Sehingga salah satu aspek kuncinya adalah kecepatan daripada delivery unit tersebut.
14:46Sehingga walaupun unit tersedia di dalam negeri, kemarin salah satu tantangan yang ada itu adalah kemampuan produksi dalam negeri itu
14:53belum cukup untuk mendeliver 100 ribu unit dalam satu tahun ini.
14:58Sehingga konsidrasinya adalah banyak, tapi kami sepakat bahwa ujung-ujungnya ini harus merupakan sebuah striking the balance, kembali lagi,
15:06dalam satu efektivitas dan efisiensi daripada penggunaan anggaran, agar dapat semaksimal mungkin dan dapat se-efisien mungkin.
15:11Tapi di sisi lain, kita juga harus mempertimbangkan kelangsungan daripada industri otomotif dalam negeri kita, Mas.
15:17Oke, terakhir ke Mas Naylo. Untuk saat ini seperti apa sebenarnya terkait dengan terjadinya ketidaksinkronan antara kementerian dan lembaga
15:24dan kemudian untuk pengadaan mobil impor ini dan juga terkait dengan investasi atau kepercayaan investasi dari pihak luar terhadap Indonesia
15:30dan juga menumbuhkan industri nasional?
15:33Iya, tadi saya sepakat juga sama Mas Atrio ya, terkait juga ini perlu ditelah lebih lanjut gitu kan, bahwa tidak
15:40semua daerah itu membutuhkan 4x4 gitu kan,
15:43dan itu harus dibuka secara luas ke publik gitu kan. Nah ini yang memang harus dilakukan oleh Agrinas gitu.
15:51Nah yang kedua adalah yang kita dorong, itu bukan hanya komitmen saja, tapi ya tata motor harus membuka pabriknya di
15:59sini gitu kan.
15:59Nah inilah yang sebenarnya kita dorong melalui kebijakan TKDN, makanya ketika kita bicara kebijakan TKDN, ya tata motor ataupun maeda
16:10memenuhinya atau tidak gitu kan.
16:12Nah ini kan impornya kan impor CBU gitu kan. Nah inilah yang memang kita sebutkan itu bisa merupakan ekonomi secara
16:18nasional.
16:19Karena apa? Karena yang sejatinya itu bisa diproduksi dalam negeri, ya walaupun ada yang ada sebagian yang butuh 4x4,
16:27tapi yang 4x2 itu sudah bisa gitu. Nah ini yang diripikan sebenarnya, makanya ini harus benar-benar kita tough kepada
16:36aturan bahwa
16:37ya dia harus melalui lokasi TKDN dan sebagainya yang harusnya, itu tidak hanya komitmen tapi juga tindakan yang nyata.
16:45Oke, terakhir ke Mas Astri untuk tengkat waktu yang untuk pembicaraan dan pembahasan dengan Pak Presiden sendiri,
16:50seperti apa nantinya untuk keputusan terkait dengan pengadaan mobil ini?
16:54Ya tentu saja kita sekarang masih menunggu kepulangan dari Pak Presiden, seperti kita tahu beliau masih menyelesaikan lawatannya
16:59mulai dari Amerika Serikat, lalu beliau bertolak ke Inggris dan sekarang beliau berada di Timur Tengah.
17:04Dan tentu saja ketika kita kembali ke tanah air ini akan menjadi salah satu periode utama untuk segera dibahas
17:09semua cost-nya apa, benefit-nya apa, plus-nya apa, minus-nya apa, dan kemudian nanti keputusan tersebut pasti akan
17:14diambil oleh Pak Presiden.
17:15Pertumbuhan terkait dengan industri nasional otomotif dan juga Koperasi Desa Merah Putih,
17:20pemenuhan terkait dengan kendaraan dan juga lokasi yang di mana tadi ada remote area atau daerah terpencil yang harus juga
17:25diperhatikan.
17:26Terima kasih atas insight-nya Juru Bicara Pak Teggerinda, Astrio Felgin, dan juga Mas Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital S
17:33.Elios.
17:33Sehat-sehat selalu, Bapak-Bapak.
17:35Terima kasih.
17:36Terima kasih.
17:36Terima kasih.
17:36Terima kasih.
17:37Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan