Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam program Satu Meja, Staf Ahli Polri Aryanto Sutadi berbicara blak-blakan berdasarkan pengalamannya sejak menjadi polisi pada 1971.

Ia mengungkap realitas pahit: apa yang diajarkan di pendidikan sering kali berbeda dengan praktik di lapangan. Pendidikan enam bulan dengan kewenangan besar, ditambah kultur lingkungan yang tak selalu mendukung, melahirkan subkultur negatif dalam tubuh Polri.

Sementara itu Guru Besar Fakultas Hukum UI Sulistyowati Irianto menyoroti persoalan mendasar: kooptasi kekuasaan terhadap institusi kepolisian.

Ia mengingatkan, dalam momentum politik sebelumnya, publik menyaksikan mobilisasi aparat untuk kepentingan kekuasaan. Godaan politik dan uang, menurutnya, menjadi faktor yang membuat polisi menjauh dari mandat konstitusional sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim mengakui, secara konsepsi reformasi sebenarnya sudah ada. Paradigma pelayanan telah dirumuskan. Namun persoalan terletak pada komitmen dan konsistensi.

Ia bahkan menyebut perlunya "kembali ke sekolah" secara simbolikbukan sekadar pendidikan formal, tetapi proses pembinaan berkelanjutan yang menanamkan kembali jati diri polisi sebagai pelindung, bukan sekadar penindak.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/cRN1XXfgOrc

#polisi #reformasi #kapolri

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/653102/staf-ahli-polri-bongkar-realita-pendidikan-polisi-dan-praktik-di-lapangan-satu-meja
Transkrip
00:05Terima kasih telah menonton
00:36Terima kasih telah menonton
01:22Terima kasih telah menonton
01:44Terima kasih telah menonton
02:09Terima kasih telah menonton
02:15Nah itu artinya godaan-godaan akan kekuasaan dan uang itu memang sangat menggoda polisi
02:25Dan tentunya kita melihat disitu kita kehilangan polisi yang menjadi harapan masyarakat, menjadi sandaran untuk mengayomi, menjaga keterpipan, menegakkan hukum
02:44Itu kita kehilangan sama sekali pada masa itu
02:48Dan saya kira sampai sekarang belum berakhir tuh masa-masa dimana polisi terkooptasi oleh kekuasaan gitu ya
02:56Nah juga saya perlu menyebutkan bagaimana anak-anak muda yang jenuin meminta agar tuntutan 17 plus 8 itu untuk melakukan
03:13perubahan-perubahan
03:14Yang menurut saya mereka mengakomodasi suara-suara rakyat ke dalam 17 plus 8 itu tetapi yang terjadi adalah mereka ditangkapi
03:25gitu
03:25Dalam jumlah yang banyak dan di berbagai kota di Pulau Jawa bahkan ada yang meninggal di penjara ya di Surabaya
03:33kalau gak salah
03:33Nah itu artinya polisi semakin-semakin jauh dari kita
03:38Jadi kenapa itu?
03:39Kenapa?
03:40Kepentingan kekuasaan politik itu sangat mengkooptasi polisi dan polisi kelihatannya terjebak tidak memiliki jalan keluar
03:48Karena tidak ada tokoh-tokoh yang bisa membuat mereka keluar
03:53Kalaupun ada tokoh-tokoh baik pasti kita melihat itu ya
03:56Tetapi tidak cukup punya bargaining power untuk ayo kita betul-betul standing lagi kepada mandat konstitusi
04:07Kepada
04:07Mengembalikan tugas utama polisi
04:09Saya ke Pak Yusuf, Pak Yusuf karena Kompolnas kan yang diberikan tugas
04:14Ketua Kompolnas ex officio ini kan menko ya
04:18Otomatis ya
04:19Pasti juga melihat reformasi, sorotan tadi disampaikan oleh Prof. Sulis
04:26Untuk mengembalikan fungsi, melindungi, mengayomi, menegakkan hukum, menjaga keterlibatan
04:31Susah sekali
04:33Kompolnas di internal juga sama
04:35Kalau lagi rapat internal bilang ini kayak susah sekali mengurus polisi
04:38Itu gimana?
04:39Ya tadi dalam bahasa yang saya sampaikan
04:42Secara konsepsi sebenarnya sudah ada itu di Mabes
04:46Tetapi?
04:47Tinggal komitmennya
04:48Nah komitmen itu yang paling penting
04:53Dari mana kira-kira soal komitmen itu tidak kunjung datang?
04:57Baru konsistensi
04:58Komitmen itu sambungannya adalah konsistensi
05:02Komitmen membuat yang di bawah ini paham bagaimana
05:07Kalau sudah terjadi seperti ini kan misalnya kembali ke sekolah aja lagi
05:12Kembali ke sekolah?
05:13Iya
05:14Disekolahkan lagi kan begitu
05:16Menjadi pelindung itu sebagaimana?
05:18Di tengah kompleksitas persoalan
05:20Ancaman kejahatan, rawan kejahatan
05:23Itu sekolah dalam konteks apa?
05:25Kira-kira pengaturannya?
05:27Ini kan secara simbolik artinya
05:30Sekolah itu kan dipahamin mendidik kembali
05:34Dalam hari-harinya yang mendidik itu siapa?
05:37Dalam hari-hari anggota polisi ini
05:39Pak Arianto pasti sudah paham
05:41Itu pimpinannya
05:42Nah maka komitmen pimpinan
05:44Komitmen setiap pimpinan
05:46Komitmen setiap pimpinan
05:48Baru dia konsisten
05:50Konsisten
05:51Bagaimana menghapus
05:52Setiap pimpinan memberikan teladan gitu
05:55Betul
05:56Ini yang tidak
05:57Ya
05:59Inilah yang masih belum
06:01Masih menjadi teladan
06:04Saya ke Pak Arianto ya
06:06Pak sebagai
06:08Setahulika Polri
06:10Ini ternyata dari tadi kita
06:11Putar-putar diskusi
06:12Ternyata soal teladan
06:14Jangan-jangan itu yang dimaksud Pak Arianto
06:15Saya ingin menyampaikan ya tadi
06:18Kenapa kepolisi ini
06:19Seperti itu sekarang itu ya
06:21Saya tidak melihat seperti Ibu
06:23Yang belakangan
06:24Saya melihat
06:25Saya menjadi polisi tahun 1971 Pak
06:27Mulai dari pangkat Barada
06:30Paling terendah
06:32Dan ketika saya masuk itu Pak
06:34Saya kaget
06:35Karena begini
06:36Saya pikir ya
06:37Polisi itu kan
06:37Wah sebagai ini ya
06:39Pelindung masyarakat
06:41Oh saat
06:43Bapak menjadi masyarakat
06:44Biasa melihat polisi itu
06:45Ya saya pikir kan gitu
06:46Pendekat hukum dan sebagainya
06:47Tetapi setelah saya masuk
06:49Saya di pendidikan
06:50Kebetulan saya Pak
06:51Di pendidikan selama 6 bulan itu
06:53Saya bisa lulus terbaik Pak
06:54Saya tidak memakan diri
06:56Tapi saya menguasai hukum
06:58Pemahaman apa ajaran-ajaran
07:00Yang disampaikan oleh
07:01Polisi itu ya
07:02Mulai dari profesional
07:03Sampai pembinaan mental
07:05Dan keterampilan
07:06Itu saya paling menguasai
07:07Dibandingkan dengan yang lain kan
07:08Nah
07:09Dengan modal seperti itu
07:11Saya kan begitu masuk tugas
07:12Kok tidak seperti itu
07:15Oh berbeda
07:16Iya gitu
07:16Jadi itu polisi itu ya
07:19Saya dididik 6 bulan
07:20Kemudian dikasih
07:21Diskresi
07:22Jadi bayangkan
07:24Mbak saya hanya dididik 6 bulan
07:26Kemudian dikasih kewenangan
07:27Di lapangan
07:28Bisa menangkap orang
07:29Bisa
07:30Memenjarakan
07:31Waktu itu ya
07:32Waktu itu
07:32Gue belum ada
07:34Kemudian bisa memutus
07:35Seperti hakim kan
07:36Seperti itu
07:37Itulah
07:38Polisi sesungguhnya
07:39Yang ada di lapangan itu Pak
07:41Dengan modal yang segitu itu
07:43Kemudian harus ditugaskan di lapangan
07:45Nah sayangnya lagi Pak
07:47Mestinya tadi kan
07:48Di sekolah itu tadi ya Pak
07:50Tidak hanya di pendidikan kan
07:51Tapi sekolah reguler
07:52Tetap berjalan kan
07:53Nggak maksudnya sekolah itu
07:54Akhirnya pendidikan itu
07:56Tidak hanya di sekolah doang
07:57Oke
07:58Di lapangan
07:58Di lapangan
07:59Gimana Pak cara praktisnya itu
08:01Di lapangan itu Pak
08:02Kita justru mendapatkan
08:03Pengajaran-pengajaran
08:04Yang tidak sama dengan
08:06Yang diajarkan di pendidikan
08:08Nah itulah akibatnya
08:09Maka terjadilah
08:12Subkultur polisi itu Pak
08:13Budaya negatif dari bulan
08:14Itu yang
08:16Selama ini ya
08:17Saya lihat itu
08:17Bukan hanya terjadi
08:19Di level bawah saja
08:20Sampai ke atas pun
08:21Lingkungan kita itu
08:22Kadang-kadang tidak mendukung
08:23Untuk memberikan pendidikan yang baik
08:25Termasuk nomor satu
08:26Keteladanan itu
08:27Keteladanan ya
08:28Ada itu
08:28Dan itu
08:29Itu ya
08:30Itu gambaran
08:31Perkembangan polisi Pak
08:32Dan kemudian
08:33Polisi itu kok
08:34Kenapa sih kayak gitu
08:35Polisi Pak
08:36Sekalang kan
08:37Lambangnya itu kan
08:38Ras-rasi waktu
08:39Ada di kepala itu
08:40Itu artinya adalah
08:42Abdi utama dari
08:43Bandar nusat dan bangsa
08:44Sebagai saya
08:45Adalah
08:46Pelayan
08:48Itu kan
08:49Itu mestinya kan
08:50Diayati
08:51Dan di setiap pendidikan
08:53Di level bawah
08:53Sampai tengah
08:54Sampai atas pun
08:54Itu tetap dikasih
08:56Cuman pemahaman
08:57Seperti itu Pak
08:58Itu kemudian kemarin
08:59Menjadi mudah
09:00Ketika kita
09:01Di bawah
09:03Abdi
09:03Dulu kan kita
09:05Sebagai abdi utama
09:06Kemudian sebagai
09:07Penang hukum
09:08Dan kamtif mas
09:09Nah ketika kita
09:10Di bawah abdi
09:11Yang diutamakan
09:12Yang didulukan
09:13Adalah penindakan
09:14Lama 32 itu
09:16Kita di bawah abdi
09:17Tercetaklah
09:18Kita menjadi militer
09:19Jadi tidak mengayomi
09:21Tapi tidak berlaku
09:22Baik dengan orang
09:23Nah kemarin kembali
09:25Teleformasi pertama kali
09:26Itu mengubah
09:27Sipil
09:28Apa
09:28Abdi menjadi sipil
09:29Nah itu
09:30Sampai sekarang itu
09:31Masih
09:32Belum bisa hilang
09:33Buktinya
09:34Manggil dan
09:34Siap
09:35Itu contoh
09:37Tapi yang terakhir
09:39Yang saya ingin sampaikan
09:40Sayangnya itu ya
09:41Pembinaan untuk
09:42Menjadi abdi utama
09:44Daripada masyarakat itu
09:45Kurang intensif
09:46Di langganan polisi
09:47Karena apa
09:47Satu
09:48Karena pengawasan
09:49Di lingkungan itu
09:50Lemah sekali
09:51Pengawasan lemah
09:52Tidak ada terhadang
09:53Kenapa pengawasan lemah
09:54Karena atasannya yang menjadikan
09:55Apa
09:56Sarana untuk
09:57Pengawasan yang paling
10:00Bagus itu
10:00Itu tidak jalan
10:02Karena atasannya pun
10:03Kurang baik
10:03Oke
10:04Itu yang terjadi
10:05Jadi
10:06Karena pengawasan yang
10:07Sangat lemah ini
10:08Lampak
10:08Kemudian ya
10:09Akhirnya seperti ini
10:10Oke
10:11Apa
10:11Polisi sekarang
10:12Waktu saya masuk dulu
10:13Cuman waktu 50 ribu
10:15Sekarang udah 500 ribu
10:16Jadi untuk merbaiki
10:18Yang sebetulnya
10:19Banyak gitu
10:19Tidak mampu
10:20Pembinaan yang ada
10:21Sekarang ini
10:22Makanya harus ada
10:22Keras program itu
10:23Mas Muradi
10:25Ya kan
10:25Ya tadi
10:26Semua udah bicara
10:27Ada kata kunci teladan
10:29Tidak pimpinan
10:30Tidak memberikan contoh
10:31Tapi
10:31Banyak masukan
10:33Termasuk juga
10:34Reformasi ada dua versi
10:35Ada internal
10:36Ada bentukan presiden
10:37Sorotan publik
10:38Media gak kurang-kurang
10:39Ini
10:41Munculnya
10:42Reformasi
10:42Inisiatif ini
10:43Sekedar untuk
10:44Menurunkan tensi
10:45Protes dari masyarakat
10:47Atau
10:47Apa
10:48Tapi
10:49Jangan dijawab dulu
10:50Kita akan
10:51Kembali setelah
10:52Yang satu ini
10:52Tetaplah di
10:53Satu menjadi forum
Komentar

Dianjurkan