00:05Terima kasih telah menonton
00:36Terima kasih telah menonton
01:22Terima kasih telah menonton
01:44Terima kasih telah menonton
02:09Terima kasih telah menonton
02:15Nah itu artinya godaan-godaan akan kekuasaan dan uang itu memang sangat menggoda polisi
02:25Dan tentunya kita melihat disitu kita kehilangan polisi yang menjadi harapan masyarakat, menjadi sandaran untuk mengayomi, menjaga keterpipan, menegakkan hukum
02:44Itu kita kehilangan sama sekali pada masa itu
02:48Dan saya kira sampai sekarang belum berakhir tuh masa-masa dimana polisi terkooptasi oleh kekuasaan gitu ya
02:56Nah juga saya perlu menyebutkan bagaimana anak-anak muda yang jenuin meminta agar tuntutan 17 plus 8 itu untuk melakukan
03:13perubahan-perubahan
03:14Yang menurut saya mereka mengakomodasi suara-suara rakyat ke dalam 17 plus 8 itu tetapi yang terjadi adalah mereka ditangkapi
03:25gitu
03:25Dalam jumlah yang banyak dan di berbagai kota di Pulau Jawa bahkan ada yang meninggal di penjara ya di Surabaya
03:33kalau gak salah
03:33Nah itu artinya polisi semakin-semakin jauh dari kita
03:38Jadi kenapa itu?
03:39Kenapa?
03:40Kepentingan kekuasaan politik itu sangat mengkooptasi polisi dan polisi kelihatannya terjebak tidak memiliki jalan keluar
03:48Karena tidak ada tokoh-tokoh yang bisa membuat mereka keluar
03:53Kalaupun ada tokoh-tokoh baik pasti kita melihat itu ya
03:56Tetapi tidak cukup punya bargaining power untuk ayo kita betul-betul standing lagi kepada mandat konstitusi
04:07Kepada
04:07Mengembalikan tugas utama polisi
04:09Saya ke Pak Yusuf, Pak Yusuf karena Kompolnas kan yang diberikan tugas
04:14Ketua Kompolnas ex officio ini kan menko ya
04:18Otomatis ya
04:19Pasti juga melihat reformasi, sorotan tadi disampaikan oleh Prof. Sulis
04:26Untuk mengembalikan fungsi, melindungi, mengayomi, menegakkan hukum, menjaga keterlibatan
04:31Susah sekali
04:33Kompolnas di internal juga sama
04:35Kalau lagi rapat internal bilang ini kayak susah sekali mengurus polisi
04:38Itu gimana?
04:39Ya tadi dalam bahasa yang saya sampaikan
04:42Secara konsepsi sebenarnya sudah ada itu di Mabes
04:46Tetapi?
04:47Tinggal komitmennya
04:48Nah komitmen itu yang paling penting
04:53Dari mana kira-kira soal komitmen itu tidak kunjung datang?
04:57Baru konsistensi
04:58Komitmen itu sambungannya adalah konsistensi
05:02Komitmen membuat yang di bawah ini paham bagaimana
05:07Kalau sudah terjadi seperti ini kan misalnya kembali ke sekolah aja lagi
05:12Kembali ke sekolah?
05:13Iya
05:14Disekolahkan lagi kan begitu
05:16Menjadi pelindung itu sebagaimana?
05:18Di tengah kompleksitas persoalan
05:20Ancaman kejahatan, rawan kejahatan
05:23Itu sekolah dalam konteks apa?
05:25Kira-kira pengaturannya?
05:27Ini kan secara simbolik artinya
05:30Sekolah itu kan dipahamin mendidik kembali
05:34Dalam hari-harinya yang mendidik itu siapa?
05:37Dalam hari-hari anggota polisi ini
05:39Pak Arianto pasti sudah paham
05:41Itu pimpinannya
05:42Nah maka komitmen pimpinan
05:44Komitmen setiap pimpinan
05:46Komitmen setiap pimpinan
05:48Baru dia konsisten
05:50Konsisten
05:51Bagaimana menghapus
05:52Setiap pimpinan memberikan teladan gitu
05:55Betul
05:56Ini yang tidak
05:57Ya
05:59Inilah yang masih belum
06:01Masih menjadi teladan
06:04Saya ke Pak Arianto ya
06:06Pak sebagai
06:08Setahulika Polri
06:10Ini ternyata dari tadi kita
06:11Putar-putar diskusi
06:12Ternyata soal teladan
06:14Jangan-jangan itu yang dimaksud Pak Arianto
06:15Saya ingin menyampaikan ya tadi
06:18Kenapa kepolisi ini
06:19Seperti itu sekarang itu ya
06:21Saya tidak melihat seperti Ibu
06:23Yang belakangan
06:24Saya melihat
06:25Saya menjadi polisi tahun 1971 Pak
06:27Mulai dari pangkat Barada
06:30Paling terendah
06:32Dan ketika saya masuk itu Pak
06:34Saya kaget
06:35Karena begini
06:36Saya pikir ya
06:37Polisi itu kan
06:37Wah sebagai ini ya
06:39Pelindung masyarakat
06:41Oh saat
06:43Bapak menjadi masyarakat
06:44Biasa melihat polisi itu
06:45Ya saya pikir kan gitu
06:46Pendekat hukum dan sebagainya
06:47Tetapi setelah saya masuk
06:49Saya di pendidikan
06:50Kebetulan saya Pak
06:51Di pendidikan selama 6 bulan itu
06:53Saya bisa lulus terbaik Pak
06:54Saya tidak memakan diri
06:56Tapi saya menguasai hukum
06:58Pemahaman apa ajaran-ajaran
07:00Yang disampaikan oleh
07:01Polisi itu ya
07:02Mulai dari profesional
07:03Sampai pembinaan mental
07:05Dan keterampilan
07:06Itu saya paling menguasai
07:07Dibandingkan dengan yang lain kan
07:08Nah
07:09Dengan modal seperti itu
07:11Saya kan begitu masuk tugas
07:12Kok tidak seperti itu
07:15Oh berbeda
07:16Iya gitu
07:16Jadi itu polisi itu ya
07:19Saya dididik 6 bulan
07:20Kemudian dikasih
07:21Diskresi
07:22Jadi bayangkan
07:24Mbak saya hanya dididik 6 bulan
07:26Kemudian dikasih kewenangan
07:27Di lapangan
07:28Bisa menangkap orang
07:29Bisa
07:30Memenjarakan
07:31Waktu itu ya
07:32Waktu itu
07:32Gue belum ada
07:34Kemudian bisa memutus
07:35Seperti hakim kan
07:36Seperti itu
07:37Itulah
07:38Polisi sesungguhnya
07:39Yang ada di lapangan itu Pak
07:41Dengan modal yang segitu itu
07:43Kemudian harus ditugaskan di lapangan
07:45Nah sayangnya lagi Pak
07:47Mestinya tadi kan
07:48Di sekolah itu tadi ya Pak
07:50Tidak hanya di pendidikan kan
07:51Tapi sekolah reguler
07:52Tetap berjalan kan
07:53Nggak maksudnya sekolah itu
07:54Akhirnya pendidikan itu
07:56Tidak hanya di sekolah doang
07:57Oke
07:58Di lapangan
07:58Di lapangan
07:59Gimana Pak cara praktisnya itu
08:01Di lapangan itu Pak
08:02Kita justru mendapatkan
08:03Pengajaran-pengajaran
08:04Yang tidak sama dengan
08:06Yang diajarkan di pendidikan
08:08Nah itulah akibatnya
08:09Maka terjadilah
08:12Subkultur polisi itu Pak
08:13Budaya negatif dari bulan
08:14Itu yang
08:16Selama ini ya
08:17Saya lihat itu
08:17Bukan hanya terjadi
08:19Di level bawah saja
08:20Sampai ke atas pun
08:21Lingkungan kita itu
08:22Kadang-kadang tidak mendukung
08:23Untuk memberikan pendidikan yang baik
08:25Termasuk nomor satu
08:26Keteladanan itu
08:27Keteladanan ya
08:28Ada itu
08:28Dan itu
08:29Itu ya
08:30Itu gambaran
08:31Perkembangan polisi Pak
08:32Dan kemudian
08:33Polisi itu kok
08:34Kenapa sih kayak gitu
08:35Polisi Pak
08:36Sekalang kan
08:37Lambangnya itu kan
08:38Ras-rasi waktu
08:39Ada di kepala itu
08:40Itu artinya adalah
08:42Abdi utama dari
08:43Bandar nusat dan bangsa
08:44Sebagai saya
08:45Adalah
08:46Pelayan
08:48Itu kan
08:49Itu mestinya kan
08:50Diayati
08:51Dan di setiap pendidikan
08:53Di level bawah
08:53Sampai tengah
08:54Sampai atas pun
08:54Itu tetap dikasih
08:56Cuman pemahaman
08:57Seperti itu Pak
08:58Itu kemudian kemarin
08:59Menjadi mudah
09:00Ketika kita
09:01Di bawah
09:03Abdi
09:03Dulu kan kita
09:05Sebagai abdi utama
09:06Kemudian sebagai
09:07Penang hukum
09:08Dan kamtif mas
09:09Nah ketika kita
09:10Di bawah abdi
09:11Yang diutamakan
09:12Yang didulukan
09:13Adalah penindakan
09:14Lama 32 itu
09:16Kita di bawah abdi
09:17Tercetaklah
09:18Kita menjadi militer
09:19Jadi tidak mengayomi
09:21Tapi tidak berlaku
09:22Baik dengan orang
09:23Nah kemarin kembali
09:25Teleformasi pertama kali
09:26Itu mengubah
09:27Sipil
09:28Apa
09:28Abdi menjadi sipil
09:29Nah itu
09:30Sampai sekarang itu
09:31Masih
09:32Belum bisa hilang
09:33Buktinya
09:34Manggil dan
09:34Siap
09:35Itu contoh
09:37Tapi yang terakhir
09:39Yang saya ingin sampaikan
09:40Sayangnya itu ya
09:41Pembinaan untuk
09:42Menjadi abdi utama
09:44Daripada masyarakat itu
09:45Kurang intensif
09:46Di langganan polisi
09:47Karena apa
09:47Satu
09:48Karena pengawasan
09:49Di lingkungan itu
09:50Lemah sekali
09:51Pengawasan lemah
09:52Tidak ada terhadang
09:53Kenapa pengawasan lemah
09:54Karena atasannya yang menjadikan
09:55Apa
09:56Sarana untuk
09:57Pengawasan yang paling
10:00Bagus itu
10:00Itu tidak jalan
10:02Karena atasannya pun
10:03Kurang baik
10:03Oke
10:04Itu yang terjadi
10:05Jadi
10:06Karena pengawasan yang
10:07Sangat lemah ini
10:08Lampak
10:08Kemudian ya
10:09Akhirnya seperti ini
10:10Oke
10:11Apa
10:11Polisi sekarang
10:12Waktu saya masuk dulu
10:13Cuman waktu 50 ribu
10:15Sekarang udah 500 ribu
10:16Jadi untuk merbaiki
10:18Yang sebetulnya
10:19Banyak gitu
10:19Tidak mampu
10:20Pembinaan yang ada
10:21Sekarang ini
10:22Makanya harus ada
10:22Keras program itu
10:23Mas Muradi
10:25Ya kan
10:25Ya tadi
10:26Semua udah bicara
10:27Ada kata kunci teladan
10:29Tidak pimpinan
10:30Tidak memberikan contoh
10:31Tapi
10:31Banyak masukan
10:33Termasuk juga
10:34Reformasi ada dua versi
10:35Ada internal
10:36Ada bentukan presiden
10:37Sorotan publik
10:38Media gak kurang-kurang
10:39Ini
10:41Munculnya
10:42Reformasi
10:42Inisiatif ini
10:43Sekedar untuk
10:44Menurunkan tensi
10:45Protes dari masyarakat
10:47Atau
10:47Apa
10:48Tapi
10:49Jangan dijawab dulu
10:50Kita akan
10:51Kembali setelah
10:52Yang satu ini
10:52Tetaplah di
10:53Satu menjadi forum
Komentar