- 14 jam yang lalu
- #tual
- #brimob
- #reformasipolri
- #polri
TUAL, KOMPAS.TV - Tewasnya pelajar di Tual oleh anggota Brimob menambah daftar kelam penyalahgunaan kewenangan di institusi Polri.
Kini masyarakat kembali mempertanyakan janji reformasi Polri yang tak kunjung memberikan hasil.
Tragedi demi tragedi yang kembali melibatkan anggota kepolisian selama beberapa pekan terakhir menimbulkan banyak tanya, khususnya terkait wacana reformasi Polri yang kian menciut dari permukaan.
Lalu apakah langkah yang paling tepat dilakukan saat ini, dan apakah reformasi Polri bisa benar-benar memperbaiki struktural internal tubuh Polri.
Untuk membahasnya kita sudah bergabung dengan Komjen Pol purnawirawan Ito Sumardi, Kabareskrim periode 2009 hingga 2011 dan ada juga Bambang Rukminto selaku pengamat kepolisian melalui sambungan virtual.
Baca Juga Brimob Tewaskan Pelajar Terancam 15 Tahun Penjara, Berkas Dilimpahkan ke Kejari Tual di https://www.kompas.tv/regional/653090/brimob-tewaskan-pelajar-terancam-15-tahun-penjara-berkas-dilimpahkan-ke-kejari-tual
#tual #brimob #reformasipolri #polri
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653097/ito-sumardi-dan-pengamat-kepolisian-buka-bukaan-soal-reformasi-polri-sudah-jalan-atau-belum
Kini masyarakat kembali mempertanyakan janji reformasi Polri yang tak kunjung memberikan hasil.
Tragedi demi tragedi yang kembali melibatkan anggota kepolisian selama beberapa pekan terakhir menimbulkan banyak tanya, khususnya terkait wacana reformasi Polri yang kian menciut dari permukaan.
Lalu apakah langkah yang paling tepat dilakukan saat ini, dan apakah reformasi Polri bisa benar-benar memperbaiki struktural internal tubuh Polri.
Untuk membahasnya kita sudah bergabung dengan Komjen Pol purnawirawan Ito Sumardi, Kabareskrim periode 2009 hingga 2011 dan ada juga Bambang Rukminto selaku pengamat kepolisian melalui sambungan virtual.
Baca Juga Brimob Tewaskan Pelajar Terancam 15 Tahun Penjara, Berkas Dilimpahkan ke Kejari Tual di https://www.kompas.tv/regional/653090/brimob-tewaskan-pelajar-terancam-15-tahun-penjara-berkas-dilimpahkan-ke-kejari-tual
#tual #brimob #reformasipolri #polri
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653097/ito-sumardi-dan-pengamat-kepolisian-buka-bukaan-soal-reformasi-polri-sudah-jalan-atau-belum
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Diskusi utama Sapa Indonesia malam, tewasnya pelajar di Tual Maluku oleh anggota BRIMOP
00:05menambah daftar kelam penyalahgunaan kewenangan di institusi Polri.
00:09Kini masyarakat kembali mempertanyakan janji reformasi Polri yang tak kunjung memberikan hasil.
00:19Tuntutan untuk segera mungkin melakukan reformasi Polri kembali disuarakan mahasiswa.
00:24Kali ini di Sleman, Yogyakarta pada selasa malam,
00:27sejumlah mahasiswa menggelar aksi demo di depan markas Kolda DII
00:32dan mengecam aksi kekerasan yang kembali dilakukan polisi.
00:54Sempat ricu beberapa saat sebelum akhirnya dibubarkan polisi.
00:59Reformasi Polri memang kembali disorot,
01:02usai kasus Oknum BRIMOP Bribda Masiyah Siahaya yang menganiaya pelajar hingga tewas di Tual.
01:09Pelaku pun akhirnya diberhentikan tidak dengan hormat
01:12dan bakal menjalani proses pidana yang akan berlangsung di Polda Maluku.
01:18Kapolri Jenderalistio Sigit Prabowo telah menginstruksikan penuntasan kasus tersebut
01:23dengan tindakan tegas dan transparan.
01:26Jenderalistio juga memerintahkan hukuman seberat-beratnya untuk pelaku.
01:30Memerintahkan kepada Kapolda, Adip Rupam,
01:37ambil tindakan tegas, proses kuntas,
01:42beri rasa keadilan bagi keluarga Kolda Maluku,
01:44dan mencabat informasinya, prosesnya transparan.
01:50Kita berintahkan untuk diberikan tindakan berat-beratnya.
01:55Merespons adanya tindak kekerasan oleh polisi yang kembali terulang,
02:00Komisioner Kompolnas Yusuf Warsi mengatakan,
02:03reformasi kultur di internal Polri harus segera dilakukan.
02:08Paradigmanya itu penguasa, dia akan cenderung ya,
02:12sudah kekerasan tanpa melihat fakta-fakta bahwa orang harus dilindungi.
02:17Maka di sini kita desakkan, yang itu sudah sering kami sampaikan,
02:20dan kami juga melihat sebenarnya Polri sudah ada komitmen untuk kesana.
02:25Paradigma dari penguasa hukum menjadi pelayan hukum.
02:28Sementara YLBHI mendesak perbaikan struktural menyeluruh di institusi Polri,
02:35seperti membatasi peran BRIMOB dalam hal yang berhubungan langsung dengan masyarakat,
02:40seperti penanganan demo atau sengketa lahan.
02:44Khusus, yang ditujukan untuk kepentingan khusus ya.
02:47Jadi jangan sampai BRIMOB digunakan untuk menghadapi masyarakat,
02:50menghadapi demonstran ya, menghadapi warga,
02:53menghadapi yang sedang melindungi tanah dan lingkungannya.
02:56Jadi tarik semua pasukan BRIMOB dari urusan-urusan dengan masyarakat.
03:01Anggota Komisi 3 DPR RI dari fraksi Partai Demokrat,
03:05Hinca Panjaitan pun menyampaikan hal yang senada.
03:07Dirinya meminta reformasi Polri dilakukan secara total.
03:12Saya minta Saudara Kalpolri untuk segera mengambil tindakan cepat
03:20dengan cara menempatkan dipaksus, periksa, dan segera di sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
03:30Saya kira tidak ada ampun lagi, masyarakat sudah sangat gelisah,
03:33dan ini adalah kultural yang harus segera diubah.
03:37Sikap perilaku polisi yang menyalahgunakan kewenangan.
03:43Kini reformasi Polri kembali dipertanyakan.
03:46Meskipun anggota BRIMOB Masyias telah dipecat dan diproses pidana,
03:50namun dibalik tindakannya tercermin pekerjaan rumah yang menumpuk bagi institusi kepolisian.
03:57Tim Liputan, Kompas TV.
04:04Tragedi demi tragedi yang kembali melibatkan anggota polisi selama beberapa pekan terakhir
04:09memicu banyak tanya, khususnya terkait wacana reformasi Polri yang kian menciut di permukaan.
04:16Lalu apakah langkah yang paling tepat atau apa yang paling tepat dilakukan saat ini
04:21dan apapunlah bentuk reformasi Polri yang bisa benar-benar menyelesaikan unsur struktural internal tubuh kepolisian.
04:28Kita akan diskusikan bersama dengan para narasumber bergabung saat ini, Komjen Paul Purnawirawan Ito Sumardi
04:33kabar es krim periode 2009 hingga 2011 dan Bambang Rukminto selaku pengamat kepolisian lewat sambungan dalam jaringan.
04:41Selamat malam Bapak-Bapak dengan Tifal di sini.
04:44Selamat malam Mas Tifal.
04:45Terima kasih.
04:46Terima kasih.
04:46Terima kasih. Sudah bergabung bersama kami. Kabar saya sehat.
04:49Semoga Anda berdua juga dalam keadaan sehat.
04:51Pak Ito, begini.
04:53Yang saya ingat betul dari Kapolri waktu itu membentuk tim reformasi Polri
04:58dengan waktu itu Kalemdiklat yang menjadi pimpinannya September 2025
05:02semangatnya untuk mereformasi struktural dan kultural yang ada di internal Polri.
05:07Tapi kalau berkaca dari kejadian-kejadian seperti yang ditual, ada penyerangan terhadap siswa,
05:13kemudian polisi terlibat kasus narkoba,
05:15sesungguhnya Pak, reformasi Polri ini sudah jalan atau belum sih?
05:21Ya, gini Mas Tifal ya.
05:22Pertama adalah reformasi Polri tidak sepenuhnya jalan di tempat ya.
05:27Karena saya kan kebetulan sebagai penasihat ahli Kapolri juga.
05:31Tapi masih sangat bertumpu pada level wacana atau konsep regulasi dan desain kelembagaan ya.
05:38Serta implementasi di kultur dan praktek di lapangan yang harus diakui masih lambat ya
05:44untuk berubah.
05:45Khusus untuk kasus tual, dengan mengucapkan duka cita mendalam,
05:50tentunya saya juga berhubungan langsung dengan Bapak Kapolda,
05:52mendapatkan penjelasan kenapa sampai anggota BRIMOB di tempat terlibat dalam masa itu.
05:59Rupanya ada perkelian dua kampung, kan kita hanya melihat akibat saja, tidak melihat sebabnya ya.
06:04Kemudian dari perkelian itu, di sana memang ada anak-anak muda ya,
06:08biasalah kalau namanya menjelang sahur itu, mereka menggunakan sepeda motor,
06:14anak-anak yang tingkat sekolah mereka tidak menggunakan helm.
06:17Nah, di sini yang sangat disesarkan adalah SUP.
06:20Jadi sebetulnya anggota BRIMOB itu pulang dari pengamanan dari perkelian kampung ya.
06:25Sehingga nah, kemudian terjadilah tragedi.
06:28Ini yang tentu kita tidak bisa benarkan ya, karena tidak ada SUP untuk menghentikan anak yang menggunakan motor
06:35dengan kecepatan tinggi, kemudian dilempar misalnya dengan helm ya, meskipun helmnya dari Kevlar.
06:41Tapi ini sangat berbahaya kan, itu harusnya sudah dipikirkan akibatnya jangan mengedepankan emosi ya.
06:48Emosi ataupun mungkin kekesalahan, banyak faktor yang saat ini didalami.
06:52Tapi ini sangat tidak dimenarkan ya, Mas Dival ya.
06:54Kemudian yang kedua, tentunya kita juga jangan sampai terpengaruh dengan berita-berita yang tidak benar.
07:01Karena komporna sudah turun langsung ke tual saat ini ya.
07:04Pak Khodul Anam, kemudian juga dari lembaga terkait lainnya untuk bisa mempelajari mengapa ini bisa terjadi.
07:13Kembali kepada masalah kejadian-kejadian yang saat ini menimpa anggota atau oknum kepolisian ya.
07:19Memang kita sangat sesatkan kan, ada di Sulawesi Selatan, anggota yang junior itu juga meninggal di aneh ya,
07:26juga di aneh ya seniornya, dan lain sebagainya.
07:29Nah, ini memang pekerjaan rumah yang tadi dikatakan oleh Pak Hinca ya, anggota Komisi 3 DPR.
07:36Terutama di bidang kultur ya.
07:38Merubah struktur, merubah struktur dan juga doktrin itu tidak sulit.
07:44Tetapi merubah kultur ini masih ada.
07:47Di sinilah tentunya Polri harus mempelajari setiap kasus.
07:51Kami di Mambes Polri ya, kebetulan ada 32 penasihat Alikap Polri.
07:56Setiap isu-isu kasus ini kita pelajari.
07:59Mengapa ini bisa terjadi?
08:01Bagaimana ini supaya tidak terjadi lagi?
08:03Dan Anda sepakat tidak dengan pendapat dari, sorry saya potong Pak.
08:06Anda sepakat tidak dengan pernyataan Pak Sugeng Teguh Santoso dari IPW kepada kompas.com
08:10yang menyampaikan bahwa kasus-kasus itu disebutkan masih menunjukkan kuatnya pendekatan kekerasan dalam praktik kepolisian.
08:17Anda sepakat soal itu?
08:19Saya bukan mengatakan tidak sepakat, tapi memang itu mewarnai sebagiannya.
08:24Jadi kalau kita hanya melihat kejadiannya, pastilah ya itu dikatakan.
08:28Tapi kan kita juga harus melihat mengapa itu bisa terjadi dengan kasus-kasus kausalitas ya Mas Tifal ya.
08:34Ada sebab, tentu ada akibat.
08:36Jadi jangan hanya dilihat akibatnya saja.
08:38Tetapi juga kita sekarang melihat yang kita khawatirkan Mas Tifal,
08:42kalau anggota ragu dalam bertindak, ini yang sangat berbahaya.
08:46Dia mencari selamat, ah daripada nanti saya kena sindang kode etik, lebih baik kita tidak berbuat apa-apa.
08:52Ini kita melihat bagaimana tingkat kepatuhan masyarakat saat ini ya.
08:56Tingkat kekerasan di lingkungan masyarakat juga sangat tinggi ya.
08:59Jadi saya kira ini pun juga harus berimbang.
09:02Jangan sampai anggota ragu dalam bertindak,
09:04sehingga dia tidak mencari selamat yang akan rugi siapa?
09:07Masyarakat juga.
09:08Kita nanti bisa yang menjadi sasaran misalnya fasilitas sosial, kemudian FASOS, FASUM ya.
09:15Kita tentunya kalau melihat satu masalah harus secara komprehensif.
09:18Demikian Mas Tifal.
09:19Mas Bambang, ada pandangan juga dari Amnesty International, dari Usman Hamid,
09:23yang menunjukkan dari kasus-kasus tadi, terutama di kasus dual itu,
09:26ada potensi pelanggaran hak asasi manusia.
09:28Dalam penindakan dilakukan polisi, terutama sudah dituding duluan melakukan balap liar,
09:35namun pada faktanya dari keluarga korban, siswa yang terkena jadi korban di dual itu,
09:39ternyata membantah dia ikut terlibat dalam balap liar itu.
09:42Sehingga, belajar dari kasus itu setidaknya Mas Bambang,
09:45buat Anda dari semangat reformasi Polri yang sudah ditunjukkan dari institusi Polri,
09:50dari pemerintah juga punya komisi,
09:53sesungguhnya reformasi itu sudah kelihatan atau belum menurut Anda Mas Bambang?
09:57Ya, reformasi Polri ini kan sebenarnya sudah pemisahan Polri dan Polri ya,
10:04artinya sudah 26 tahun yang lalu digaungkan.
10:08Tapi, berjalan ke sini, ini memang masyarakat melihat,
10:13ini semakin menjauh dari semangat reformasi yang diamanatkan Gerakan 98.
10:21Reformasi kultural, ini tentu seperti yang disampaikan Pak Ito tadi,
10:25tidak bisa secara instan, adalah butuh waktu yang lama gitu.
10:32Idealnya berapa lama menurut Anda?
10:34Sekarang problemnya, selama 26 tahun ini,
10:37ini kan semakin menjauh nih dari,
10:39tidak ada fakta-fakta yang menunjukkan bahwa reformasi kultural ini berjalan dengan,
10:45sesuai dengan harapan.
10:46Artinya, ada problem terkait dengan upaya reformasi kultural di tubuh Polri.
10:51Mengapa itu terjadi?
10:53Banyak hal.
10:54Kalau di kepolisian ini, reformasi instrumentalnya sudah jalan,
10:59instrumennya sudah banyak, peraturan Kapolri, peraturan Polri,
11:02dan yang lain-lain itu sudah banyak.
11:05Cuma problemnya kan konsistensi terkait dengan penegaan peraturan itu sendiri, itu satu.
11:10Kemudian terkait dengan, belum adanya pembinaan yang sesuai dengan amanat reformasi.
11:19Budaya kekerasan itu muncul juga salah satunya,
11:23karena pendidikan, pelatihan masih mengedepankan pelatihan fisik atau jasmani.
11:29Termasuk juga saat rekrutmen.
11:32Rekrutmen ujian juga lebih banyak pada kompetensi jasmani.
11:36Padahal yang dibutuhkan polisi modern, ini adalah intelektualitas, mentalitas.
11:43Ini yang selama ini tidak didorong, tidak dominan dalam pendidikan maupun rekrutmen.
11:53Yang tampak seperti itu.
11:55Makanya kemudian budaya kekerasan itu masih muncul,
11:59salah satunya disebabkan karena sejak rekrutmen, pendidikan,
12:04ini tidak ada unsur-unsur humanisme,
12:07hak asasi manusia yang seperti sampaikan Cak Usman,
12:11ini belum mengakar di tubuh personil kepolisian.
12:15Seperti itu.
12:15Sehingga mengukur bahwa perbaikan kultural itu bisa berjalan
12:19dengan kasus yang kelihatan sekarang depan mata ini,
12:22Mas Bambang, sulit nggak tuh kira-kira?
12:25Ya, artinya reformasi kultural itu tidak berjalan,
12:29bahkan kalau saya mengatakan gagal gitu loh.
12:32Tetapi ini problemnya kan bukan problem di kepolisian ini,
12:36bukan hanya tanggung jawab polri saja,
12:38tapi adalah tanggung jawab negara gitu loh.
12:40Kalau kita melihat komisi reformasi yang sudah dibentuk presiden,
12:44yang sudah berjalan tiga bulan,
12:46sampai sekarang juga belum menyampaikan,
12:49belum dibuka ke publik apa rekomendasinya.
12:52Bahkan kalau saya melihat kemarin presiden malah memberikan bintang maha putra
12:58kepada elit kepolisian.
13:00Ini malah menambah luka,
13:02sementara problem-problem kepolisian terkait masalah kultural ini belum terselesaikan,
13:09malah presiden memberikan penghargaan.
13:12Ini kan malah jadi antitesis dari upaya reformasi itu.
13:16Ini yang akan menambah luka masyarakat, seperti itu.
13:19Oke, karena Anda sudah menyinggung soal itu,
13:22saya juga mengutip pernyataan Menkokum Hamimipas Yussel Iza Mahendra
13:25kepada wartawan tanggal 22 Februari lalu,
13:29karena ia juga bagian dari Komisi Reformasi Polri Bentukan Presiden,
13:32ia menyampaikan bahwa saat ini sudah masuk dalam tahap finalisasi.
13:36Finalisasi untuk hasil dari rekomendasi yang akan disampaikan komisi.
13:39Ada empat fokus, masalah pola rekrutmen, pendidikan, disiplin, dan pengawasan.
13:44Sehingga mana yang perlu jadi prioritas utama agar reformasi Polri ini betul-betul bisa berjalan.
13:49Jawabnya nanti, kita jeda dulu.
13:51Tetap di Kompas TV.
13:55Muncul pertanyaan begini Pak Ito,
13:57di internal Polri kan sudah dibentuk tim reformasi Polri juga,
14:01dipimpin Kalim Diklat Polri, Komisi Krishnanda Dwi Laksana.
14:04Belajar dari kasus ini, sesungguhnya dari tim internal reformasi Polri di tubuh kepolisian,
14:10sudah memberikan rekomendasi,
14:12apa kira-kira yang rasanya paling krusial diperbaiki,
14:15dan paling memungkinkan agar akar masalah di tubuh Polri yang masalah kultural di tubuh-tubu bisa diperbaiki.
14:21Ya, jadi pada saat dibentuknya tim reformasi Polri internal di bawah Pak Krishnanda,
14:29kan saya sudah terlibat itu ya, Mas Tiffal,
14:31sebagai penasihat ahli Kapolri bersama 32 penasihat yang lain.
14:36Nah, di sana memang setiap isu-isu atau kasus ini kita pelajari,
14:40kita kaji secara mendalam,
14:42apa yang menjadi faktor penyebabnya, ya, mengapa itu bisa terjadi.
14:46Kemudian kita tuangkan dalam satu konsep buku yang namanya do and don, ya.
14:51Do itu apa yang boleh dilakukan, don apa yang tidak boleh dilakukan.
14:55Nah, ini belum terinternalisasi, belum tersosialisasi sampai ke bawah.
14:59Dan belum masuk ke dalam seluruh anggota, ya.
15:03Dan kita melihat sekarang memang kita juga tidak bisa membandingkan apple to apple
15:07pada saat reformasi terjadi dulu, kemudian dengan saat ini.
15:11Karena sifat masyarakat berbeda-beda, ya, Mas Tiffal, ya.
15:15Kan tingkat kepatuhan masyarakat, itu sekarang kita lihat sifat bagaimana masyarakat
15:20yang dipengaruhi masalah sosial, masalah kesejahteraan, dan lain sebagainya.
15:24Selain itu juga, sekarang kita katakan yang ada di Kepolisian ini adalah generasi yang terdahulu, ya.
15:29Yang mungkin dalam proses pendidikannya masih memumadai,
15:32seperti yang Mas Bambang sampaikan tadi,
15:35Meri Kutok Kastri belum berjalan.
15:36Nah, yang kita harapkan ada dari hasil kajian reformasi puari ini,
15:43ke depannya mulai perbaikan daripada proses pendidikan,
15:47meritokrasi, dengan pengawasan.
15:49Ini yang kita harapkan nanti akan menjadi generasi yang akan bisa
15:52membawa istilahnya nilai-nilai reformasi secara optimal, ya.
15:58Jadi memang sekarang pelan-pelan, ya,
16:00kita tidak bisa mengharapkan perubahan kultural seperti membalik telapak tangan.
16:04Saya sangat tertentu-sertu pendapat dengan Pak Bambang tadi, ya,
16:08bahwa generasi yang ada ini sekarang harus dirobah dan merobahnya juga tidak mudah.
16:12Tetapi kalau generasi yang akan datang,
16:14yang dibentuk dari mulai proses penerimaan anggota,
16:18kemudian bagaimana proses meningkatkan profesionalismenya itu,
16:22itu akan kita harapkan bisa membawa nilai-nilai reformasi polri secara optimal,
16:28sehingga masyarakat akan bisa menghormati, ya.
16:32Belajar dari kasus tual, Pak,
16:35YLBHI menyarankan agar BRIMOB itu tidak dilibatkan lagi dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
16:40Apakah dari tim reformasi polri di internal polri juga punya rekomendasi yang sama?
16:44Atau kepikiran ke arah sana juga?
16:46Sama.
16:47Kan sekarang BRIMOB yang ditual itu bukan kegiatan kemasyarakatan,
16:51Mas, itu dalam rangka menangani kasus perkelahian antar kampung.
16:55Dua kampung.
16:56Makanya dikirim BRIMOB.
16:57Karena kalau bukan BRIMOB, mereka tidak punya kemampuan untuk bisa menangani masalah keras.
17:02Nah, kebetulan saat itu juga ada kegiatan lain yang ada mengejebatkan masyarakat.
17:07Jadi memang kita harus melihat kasusnya secara objektif,
17:11tidak hanya berdasarkan narasi-narasi,
17:13ataupun mungkin berita-berita yang ada di luar.
17:16Ya, saya kira mungkin dari Komnas HAM juga perlu turun ke sana ya,
17:19melihat apa sih yang sebenarnya terjadi ya.
17:21Dan kalau memang ada rekomendasi yang terkait dengan masalah pelanggaran,
17:26kita sangat senang ya menerima.
17:27Saya kira saya pun di penasihat Alikapoli ada tokoh-tokoh Komnas HAM dulu, Mas, ya.
17:34Misalnya ada Pak Nurkoli, dan lain sebagainya.
17:36Setiap permasalahan ini kita kaji secara komprehensif.
17:39Jadi kita harapkan generasi yang akan datang,
17:41Polri ini tentunya bisa membawa warna reformasi secara utuh ya.
17:46Tapi yang sekarang ya kita harus memperbagi sedikit-sedikit lah ya, Mas,
17:50Mas, karena tidak mudah merubah culture yang sudah terbentuk ya.
17:55Demikian.
17:55Mas Bambang, pernyataan Menko Kumham Imipas, Yusri Liza Mahendra,
18:00yang juga bagian dari Komisi Reformasi Polri Bentukan Presiden,
18:04menyampaikan saat ini sedang dalam menggarap laporan akhir,
18:07rekomendasi dari tim untuk upaya reformasi Polri itu.
18:10Dan ada empat fokus, pola rekrutmen, pendidikan, disiplin, dan pengawasan.
18:15Menurut Anda, Mas Bambang, mana yang paling krusial berkaca dari kasus-kasus yang ada sekarang?
18:20Ya, berkaca dengan kasus yang ditual di Sulawesi Selatan ini terkait dengan kutur.
18:27Itu harus dimulai dari pembinaan, pembinaan ini termasuk pendidikan dan pelatihan ya.
18:36Meriturkasi mungkin juga termasuk di situ, tetapi fokusnya tentu terkait dengan pendidikan.
18:44Tadi saya sampaikan di awal, ini terkait dengan...
18:52Mas Bambang?
18:55Mas Bambang, sorry, sorry, sorry, saya potong dulu.
18:58Karena tadi sempat ada gangguan komunikasi, mungkin bisa diulang lagi dari empat poin tadi,
19:04kira-kira mana yang paling krusial?
19:07Ya, ini karena kontaknya kasus Tual dan kasus Sulawesi Selatan,
19:11Tentu terkait dengan kultural.
19:14Kultural ini menyangkut pendidikan, pelatihan, dan pembinaan.
19:19Tadi sudah saya sampaikan di awal, selama ini saya melihat bahwa pendidikan maupun pelatihan ini lebih fokus pada pendidikan,
19:31lebih fokus pada, lebih, sorry, lebih dominan pada pelatihan fisik.
19:36Ini yang seharusnya dirubah untuk lebih memasukkan unsur-unsur terkait dengan pengetahuan
19:46terkait dengan kondisi sosial masyarakat, budaya masyarakat,
19:50termasuk juga memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia, pendidikan hak asasi manusia.
19:55Kalau itu bisa dilakukan, harapannya praktek-praktek arogansi yang seperti yang terjadi di Tual,
20:01maupun di Sulawesi Selatan, ini tidak terjadi lagi seperti itu.
20:05Tapi itu saja tentu tidak bisa lepas dari pengawasan.
20:10Pengawasan ini menyangkut juga terkait dengan konsistensi penegaan aturan di intral Polri.
20:17Selama ini kita melihat mengapa sanksi-sanksi tidak memberikan efek jerah,
20:22salah satunya karena tidak ada konsistensi.
20:25Yang satu diberikan sanksi berat, tapi kemudian dianulir, bahkan dipromosikan, seperti itu.
20:31Ini yang akhirnya tidak membentuk budaya profesi Polri yang tinggi.
20:39Etika dan disini Polri menjadi abu-abu disini.
20:44Sehingga menurut Anda dengan 4 poin yang kemungkinan akan digarap dalam laporan akhir
20:50Komisi Reformasi Polri Bentukan Presiden ini,
20:53butuh waktu berapa lama agar perbaikan di tubuh Polri ini,
20:57reformasi di tubuh Polri ini bisa dirasakan oleh masyarakat?
21:01Kalau secara kultural, karena menyangkut ini pendidikan,
21:05efeknya tentu tidak bisa secara insan,
21:07tetapi hal-hal itu bisa tampak dari perubahan-perubahan struktur di internal kepolisian.
21:14Masyarakat tentu akan melihat apakah ini reformasi Polri ini dilakukan dengan benar,
21:20atau sekedar konsensus-konsensus saja untuk mengalihkan masyarakat dari substansi problem di kepolisian.
21:30Kalau hal ini yang terjadi, ini malah akan memunculkan beban pada institusi Polri,
21:35institusi Polri akan semakin terbebani dengan hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan,
21:41dan sorotan, karena sorotan masyarakat tentu akan terus mendesak Polri diperbaiki secepatnya, seperti itu.
21:49Pak Ito, Anda menilai bahwa perbaikan atau reformasi Polri ini bisa dipercepat prosesnya,
21:56agar masalah kultural ini tidak terulang lagi,
21:59atau justru memang ya butuh waktu lama dan semuanya harus ya wait and see lagi?
22:04Saya kira yang paling penting sekarang masifal bahwa setiap tindakan anggota harus bisa dipertanggungjawabkan
22:12dalam koridor kode etik dan sanksi hukum yang tadi dikatakan Mas Bambang,
22:17itu betul-betul harus diterapkan secara konsekuen.
22:20Jadi sehingga anggota memiliki satu keterikatan apabila dia melakukan kesalahan,
22:26maka dia akan menghadapi konsekuensi yang akan menghilangkan misalnya masa depan dia.
22:32Tentunya kan kalau diberhentikan dengan tidak hormat,
22:35itu berdampak bukan hanya kepada yang bersangkutan, tapi kepada keluarga yang bersangkutan.
22:39Nah hal-hal yang ini tentunya sudah menjadi juga perhatian kita dari tim reformasi internal Polri,
22:46yang saat ini kita terus ya masifal dan kita baru dengar,
22:49kalau tidak salah yang rekomendasi dari Komisi Percepatan Reformasi sudah diterima,
22:54dan kita akan bekerja untuk bagaimana menindaklanjuti ya.
22:58Hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, hal-hal yang sudah kita lakukan tapi belum dilaksanakan,
23:03hal-hal yang sudah kita lakukan dan mungkin ada hal-hal yang tidak terkait,
23:07tidak relevan yang mungkin bisa kita kesampingkan ya.
23:11Tapi prioritas betul kata Pak Bambang,
23:14bagaimana pembinaan sumber daya manusia itu yang kita utamakan melalui daripada sistem pendidikan,
23:19kemudian juga sistem bagaimana untuk memberikan profesionalisme,
23:23yang kedua adalah masalah bagaimana kita merubah kultur saat ini.
23:27Jangan sampai ini terjadi lagi.
23:29Itu yang fokus dari kita ya mas ya.
23:32Pak Ito, Mas Bambang, terima kasih banyak sudah mau berdiskusi dan berbagi pandangan bersama kami kali ini.
23:37Selamat malam.
23:39Baik, terima kasih.
23:40Tidak, Pak Lamp.
23:41selamat menikmati
Komentar