Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Tersangka kasus ijazah Jokowi, Tifauzia Tyassuma, sempat membandingkan foto-foto Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, saat dihadirkan sebagai ahli oleh penggugat dalam sidang Citizen Lawsuit di Pengadilan Negeri Surakarta pada Selasa (24/2/2026).

"Hipotesis saya, hipotesis 0 dan hipotesis 1 mengenai foto ini. Hipotesis nol adalah bahwa foto yang ada pada ijazah yang diunggah oleh Dian Sandi ini adalah foto yang sama dengan mantan Presiden ketujuh, Joko Widodo," ujar Tifauzia Tyassuma.

"H1 (hipotesis 1), foto yang ada pada ijazah dengan nama Joko Widodo tidak sama dengan foto yang dimiliki oleh mantan Presiden ketujuh, Joko Widodo," lanjutnya.

Baca Juga [FULL] Keterangan dokter Tifa & Bonatua Jadi Ahli di Sidang CLS Kasus Ijazah Jokowi di PN Surakarta di https://www.kompas.tv/nasional/652900/full-keterangan-dokter-tifa-bonatua-jadi-ahli-di-sidang-cls-kasus-ijazah-jokowi-di-pn-surakarta

#jokowi #ijazahjokowi #tifa #pnsurakarta

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653081/depan-hakim-tifa-bandingkan-foto-jokowi-di-kasus-ijazah-sidang-cls-pn-surakarta
Transkrip
00:00Menilai usia dari foto ini bukan kompetensi saya
00:03Karena ini bidang terlalu tinggal yang digital financing
00:07Tentu saja doa di situ
00:08Nah kealian saya adalah pada bidang benda hidup dan ijazah ini
00:13Jadi ijazah ini ada dua komponen di situ
00:17Satu komponen berdapati, ya ini ijazah ini sendiri
00:21Kedua adalah komponen benda hidup yang manusia memiliki ijazah
00:25Dimana tertera foto di sini
00:28Pada soal foto inilah menjadi keajian saya
00:31Ada tiga keajian yang saya gunakan untuk melakukan analisis pengkajian terhadap foto ini
00:40Karena masyarakat dan tentu saja pada sidang ini perlu tahu
00:46Apakah foto ini pertama otentik
00:50Merupakan foto dari seseorang yang bernama Jokowi Dodo
00:55Yang mana namanya tertera di ijazah ini
00:59Dan apakah yang bersambutan ini adalah otentik
01:04Seseorang bernama Jokowi Dodo
01:07Yang kita permasalahkan
01:09Yaitu yang menjadi mantan presiden 7 Republik Indonesia
01:12Jadi disini saya membuat hipotesis
01:16Hipotesis saya, hipotesis 0 dan hipotesis 1
01:19Mengenai foto ini
01:21Hipotesis 0 adalah
01:23Bahwa foto yang ada pada ijazah
01:27Yang di-upload oleh Dian Sandi
01:29Ini adalah foto yang sama
01:31Dengan mantan presiden 7 Jokowi Dodo
01:35H0, yang hipotesis 0
01:37H1
01:38Foto yang ada pada ijazah
01:42Dengan nama Jokowi Dodo
01:44Tidak sama dengan foto yang dimiliki oleh mantan presiden ke-7 Jokowi Dodo
01:53Nah untuk itu maka saya mohon izin yang mulia
01:56Pak Jelis untuk menyampaikan slide
01:58Ya sudah, saya belum sampai situ
02:00Belum sampai situ
02:01Baik, mohon izin yang mulia untuk supaya jelas
02:05Saya membutuhkan slide
02:07Yang sudah disiapkan
02:09Ya, silahkan ada foto-foto yang ada pada ijazah ini
02:14Dengan foto-foto dari presiden
02:18Yang menggunakan dua ilmu
02:19Yang pertama yaitu facial action coding system
02:24Atau FACTS
02:25Ini ilmu tua
02:27Ditemukan pertama kali di tahun 1990
02:30Epidemiologi itu adalah ilmu matematikanya kedokteran
02:34Ilmu yang bertanggung jawab untuk menentukan akurasi
02:38Dari sebuah fenomena yang ada
02:41Dan fenomena itu mulia diwujudkan dengan angka
02:45Nanti kalau tiba angka
02:46Maka sudah-sudah dilakukan subjektifitas disitu
02:50Jadi saya membutuhkan kedua ilmu itu
02:53Agar saya menjauh dari analisis saya
02:58Sehingga yang keluar itu adalah hasil dari facial action coding system itu sendiri
03:03Dan keluar dari matematika model bayisnya untuk kamu
03:07Jadi saya berlepas sendiri sehingga
03:09Hasilnya apapun itu objektif
03:11Mohon untuk lanjut
03:20Jadi ada yang ada
03:23Ini dalam video digital
03:25Itu menunjukkan sebuah foto harus dilakukan penajaman terhadap foto ini
03:34Oleh karena itu maka saya menggunakan teknologi
03:37Untuk menggunakan noise ya
03:39Noises atau bayang-bayang atau
03:41Apa namanya kabut
03:44Ya ada fog ada noise dan sebagainya
03:47Sehingga kemudian muncul foto yang lebih clear
03:50Yang ada yaitu pada foto sebelah kanan
03:53Ya jadi ini basis teknologi
03:55Kemudian sebelum saya menggunakan foto hasil dari teknologi ini
04:01Kalau lebih dahulu saya akurasi dulu
04:03Saya akurasi dulu dengan penghitungan matematika
04:06Sebab kita tidak boleh begitu saja langsung menggunakan foto berbasis teknologi
04:12Kita harus melakukan akurasi dulu
04:15Maka saya lakukan akurasi
04:17Lanjut slide-nya
04:19Ini foto saya jadikan sebagai pegangan
04:22Foto yang sebelah kanan
04:24Bukan foto yang kabur
04:25Nah ini ya
04:26Jadi foto ini tidak bisa serta-merta dipakai untuk melakukan analisis
04:32Tetapi harus dilakukan enhancement teknologi terhadap foto pada ijazah yang di-upload oleh biasa ini
04:39Maka hasilnya
04:41Bahwa aku lakukan enhancement terhadap foto ini
04:4693%
04:48Dengan 93%
04:50Maka kita bisa gunakan foto hasil dari teknologi tersebut
04:55Untuk melakukan kunci komparasi terhadap foto-foto
04:59Yang saya menemukan
05:01Yaitu foto-foto dari mantan presiden Joko Widom
05:05Lanjut
05:13Saya mencari specimen-specimen foto
05:17Tidak lebih usia perbedaan usia 20 tahun
05:21Dengan foto yang ada di ijazah
05:24Dengan asumsi bahwa
05:26Sama Joko Widodo yang memiliki ijazah ini
05:30Ya lulus di tahun 1964
05:33Berarti misalnya usia 24-25 tahun
05:37Maka saya harus mencari foto yang kurang lebih mendekati
05:41Ternyata masih
05:42Dari waktu saya foto
05:44Yang diklaim sebagai foto dari
05:46Pak Joko Widodo
05:48Mata presiden
05:48Sulit sekali mendapatkan foto yang kurang lebih usianya sama
05:53Karena ternyata
05:55Ternyata ini tidak saya ungkapkan pada sidang ini
05:59Karena tidak terlalu relevant
06:00Tapi saya perlu sampaikan yang mudah
06:03Bahwa foto-foto yang kisaran usianya 24-25 tahun itu
06:08Bukan foto dari Pak Joko Widodo
06:11Jadi banyak di internet atau di media itu mengatakan
06:15Ini Pak Joko Widodo
06:16Ini Pak Joko Widodo
06:17Ternyata setelah saya akurasi
06:19Ternyata itu bukan fotonya Pak Joko Widodo
06:21Jadi banyak-banyak foto yang diklaim sebagai fotonya Pak Joko Widodo
06:30Menurut perlindungan matematika
06:32Kisaran usia dari foto-foto ini
06:34Antara 39 tahun hingga 42 tahun
06:38Artinya dengan matematika model
06:40Ketika kita komparasi antara foto yang kurang lebih berusia
06:45Yang bersambutan dengan foto itu berusia 95 tahun
06:48Maka kita masih diizinkan oleh matematika
06:51Untuk mengkomparasikannya dengan foto yang usianya
06:55Setitar 15 tahun
06:56Tidak akan berubah sama usia
07:02Tidak akan berubah sama usia
07:04Berkaitan dengan struktur anatomi morfologi dari tulang
07:07Pembelian desain supaya persidakan juga bisa menjaga dengan distripsi kalian
07:14Orang-orang yang matah atau bulatan lama yang paling dalam
07:18Ya, yang mulia
07:21Itu
07:21Artinya
07:23Bayesha berkata
07:25Memberikan simpulan
07:27Berbeda sebesar 86,6%
07:31Dengan foto-foto Presiden Joko Widodo Maramut
07:35Soto itu
07:36Yang ada di foto itu bukan Joko Widodo yang menjadi Presiden
07:40Saya harus menggunakan kalimat Joko Widodo
07:43Saya harus menggunakan kalimat Joko Widodo
07:44Makin
07:45Saya sudah membuat hipotesis 0 dan hipotesis 1
07:48Hipotesis 0 mengatakan bahwa
07:51Foto yang ada-ada di jasa
07:53Seseorang bernama Joko Widodo
07:55Bersama dengan foto dari
07:57Mata Joko Widodo
08:00Ternyata Bayesha membuktikan sebagian
08:02Bayesha membuktikan bahwa ada perbedaan
08:05Sebesar 88,6%
08:07Dan disini disimpulkan bahwa
08:10H0 atau hipotesis 0 patah
08:13Yang tegak adalah hipotesis 1 secara sentifik
08:18Artinya
08:19Bahwa foto yang ada pada ijasa Ketong Widodo
08:22Berbeda sebesar 86,6%
08:26Dengan foto-foto
08:28Mata versinya
08:29Foto Widodo
08:30Dengan Biasha model
08:32Biasa
08:33Jadi bukan teti vale Biasa
08:36Biasa
08:38Makin kan saya menggunakan foto
08:41Ushak kurang lebih sederhana jalan
08:4315 tahun
08:44Dari foto Ushak itu
08:46Ya kan sudah tahun
08:47Itu tidak saya menggunakan
08:49Ushak itu
08:50Karena saya mau membagikan
08:52Antara foto yang ada pada ijasa ini
08:55Dengan kuliah
08:55Kepanggian jurusan apa
08:56Dan sebagainya
08:58Maka bisa saja
08:59Akan agak mudah gitu
09:00Misalnya
09:00Tapi ingatan-ingatan yang benar-benar
09:03Bersifat biografis
09:04Tidak
09:05Karena pernah bisa hapus
09:06Jadi
09:07Dengan perhitungan Bayesha
09:08Matematika model
09:09Bagaimana
09:10Beda-beda
09:12Tidak
09:12Tidak
09:13Amin.
Komentar

Dianjurkan