Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono menekankan kekuatan udara atau air power kini menjadi faktor yang sangat menentukan dalam konteks ancaman dan perang modern.

SBY menyatakan bahwa doktrin lama yang cenderung mengutamakan angkatan darat kini harus bergeser karena peran air power yang sangat krusial.

Doktrin pertahanan konvensional seperti pertahanan pantai dan gerilya dinilai kurang relevan menghadapi sistem persenjataan modern yang mampu menyerang dari jarak jauh lewat udara.

Baca Juga Saat SBY Buka Suara soal Kemungkinan Perang Dunia Ketiga di https://www.kompas.tv/nasional/652621/saat-sby-buka-suara-soal-kemungkinan-perang-dunia-ketiga

#sby #perang #angkatanudara

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652810/sby-tekankan-air-power-jadi-penentu-utama-dalam-perang-modern
Transkrip
00:00Sorotan lain Saudara Presiden K6RI, Susilo Bambang Yudhoyono menekankan kekuatan udara atau air power kini menjadi faktor yang sangat menentukan
00:08dalam konteks ancaman dan perang modern.
00:12SBA menyatakan doktrin lama yang cenderung mengutamakan Angkatan Darat kini harus bergeser karena peran dari air power sangat krusial.
00:20doktrin pertahanan konvensional seperti pertahanan pantai dan juga gerilia dinilai kurang relevan menghadapi sistem persenjataan modern yang mampu menyerang dari
00:29jarak jauh lewat udara.
00:31Hal ini Saudara disampaikan oleh SBA saat memberikan kuliah umum di Lemhanas RI Jakarta.
00:51Jadi kalau dulu handam rata kita, kalau akan diserang kita serang di negaranya, mungkin tidak mudah, kita handam ini sepanjang
01:02perjalanan,
01:02pertahanan pantai, pertahanan pulau-pulau besar, perang gelirian, serangan balas.
01:08Itu kan pentingan dulu.
01:11Sekarang, begitu ada air strike menghancurkan Jakarta, pindah di Bandung, Paldi, Surabaya, kota-kota yang lain-lain, apa yang kita
01:21rakamkan?
01:22Ayo!
Komentar

Dianjurkan