Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta rencana impor mobil dari India untuk Koperasi Merah Putih ditunda.

Sementara itu, Kadin meminta pemerintah membatalkan impor mobil India tersebut.

Kita ulas soal impor mobil India ini bersama Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay, dan Wakil Ketua Kadin, Sarman Simanjorang.

#mobilindia #dpr #koperasi

Baca Juga [FULL]Bakom RI & Wakil Ketua Komisi X DPR RI Bicara soal Penerima Beasiswa LPDP Bangga Anak Jadi WNA di https://www.kompas.tv/nasional/652769/full-bakom-ri-wakil-ketua-komisi-x-dpr-ri-bicara-soal-penerima-beasiswa-lpdp-bangga-anak-jadi-wna



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652776/full-dpr-soroti-impor-mobil-india-pemerintah-diminta-tinjau-ulang-sapa-malam
Transkrip
00:00Jadi resikonya clear, gak ada tambahan resikasi fiskal, karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang dana desa.
00:08Jadi setiap tahun pun emang kita belanja segitu, cuman sekarang cara belanjanya berubah.
00:14Saudara Wakil Ketua DPR Sufmi Dasko Ahmad meminta rencana impor mobil India untuk koperasi merah putih ditunda.
00:21Sementara Kadin meminta pemerintah batalkan impor mobil India tersebut.
00:26Kita ulas soal impor mobil India ini bersama Ketua Komisi 7 DPR RI Saleh Daulai, serta Wakil Ketua Kadin Sarman
00:34Simancorang.
00:35Selamat malam Bang Saleh, juga Bang Sarman.
00:39Selamat malam dengan Friska di sini.
00:44Saya ke Bang Saleh dulu, jadi sejauh ini keputusannya ditunda ya Bang Saleh ya, bukan dibatalkan.
00:51Jadi kalau untuk sementara ini kan apa yang disampaikan oleh pimpinan DPR itu adalah untuk menunda sampai Presiden melakukan kajian
01:05dan juga memberikan putusan.
01:07Apa yang paling baik untuk dilakukan terkait dengan pengadaan mobil ini.
01:11Dan saya melihat bahwa nanti pada akhirnya kan pilihannya itu ada dua, jadi itu dibatalkan atau ditunda.
01:19Nah ditunda itu berarti ada dua juga.
01:21Ditunda untuk pembeliannya, nanti untuk selanjutnya mungkin bisa jadi lanjut,
01:27tapi atau ditunda untuk sementara beli sekarang dan pada akhirnya juga ditunda atau dibatalkan sehingga tidak jadi dibeli.
01:34Nah tetapi melihat dari opini yang berkembang di masyarakat kita,
01:41terutama dari teman-teman yang mengerti bagaimana soal pengadaan mobil ini,
01:48itu saya lihat bahwa hampir semua mengatakan bahwa sebaiknya kita berorientasi bagaimana agar pengadaan mobil seperti ini
01:59mempergunakan sebanyak mungkin, semaksimal mungkin apa yang ada di dalam negeri.
02:05Nah untuk sementara ini, dari penjelasan yang kami dapatkan dari Kementerian Perindustrian,
02:11bahwa industri otomotif di Indonesia sebetulnya sanggup untuk mengadakan mobil tersebut.
02:18Dan karena memang sudah sanggup, semestinya kita memaksimalkan potensi yang ada di dalam negeri,
02:25sehingga dengan demikian manfaat daripada pengadaan tersebut tidak hanya dirasakan oleh mereka yang melakukan importasi,
02:34tetapi juga memang betul-betul bermanfaat untuk masyarakat kita di dalam negeri.
02:38Sebab mereka yang bekerja di industri-industri otomotif itu adalah warga negara Indonesia,
02:43dan dengan demikian kalau produksi semakin tinggi,
02:49maka tentu mereka juga bekerja akan semakin baik.
02:51Nah yang paling penting sebetulnya di amati atau di analisis dalam persoalan ini adalah soal harga.
03:00Karena salah satu alasan dari Agrinas katanya melakukan importasi itu adalah bahwa ada keuntungan besar
03:07yang akan diperoleh dari selisih harga.
03:10Katanya harganya lebih murah dari India.
03:12Kalau betul bahwa harganya lebih murah, maka tentu harus dikaji lagi lebih dalam.
03:17Misalnya, apakah misalnya nanti setelah kita melakukan importasi produk tersebut sampai ke Indonesia,
03:24apakah itu nanti tetap akan lebih murah?
03:26Sebab kalau misalnya spare part-nya, kemudian bengkel-bengkelnya di Indonesia tidak tersedia,
03:34maka yang terjadi adalah setelah pemakaian 3, 6, sampai beberapa tahun kemudian,
03:39itu mobil-mobil kan harus dipelihara.
03:42Nah soal purna jualnya ini sebetulnya juga akan menjadi perhitungan.
03:47Sehingga dengan demikian perhitungan itu bukan pada saat pembeliannya saja,
03:51tetapi secara utuh dan komprehensif itu bisa dikaji dan didalami.
03:57Kemudian yang kedua, kita juga harus melakukan tentu negosiasi dengan produsen dan industri-industri otomotif dalam negeri.
04:06Kalau misalnya memang ada kategoran negosiasi dan juga tawanan-tawar seperti itu,
04:13bisa jadi industri otomotif kita juga mungkin bisa memberikan sesuatu yang baik, terutama dalam pengurangan harga.
04:22Dan dengan demikian, alasan untuk mengimportasi mobil itu dari indiakan harga itu bisa kita antisipasi sejati ini.
04:31Oke, kalau dari Kadin kenapa harus dibatalkan Bang Sarman?
04:34Sementara kan ini proses pengadaannya sudah berlanjut.
04:36Tadi kami juga berbincang dengan Dirut Agrinas bilang bahwa saat ini masih bertahap
04:41dan sudah ada sebagian mobil yang datang, bertahap akan datang juga dalam beberapa bulan ke depan.
04:46Kenapa harus dibatalkan?
04:48Ya, tentu kami dari Kadin kan sangat mendukung ya keberadaan daripada Koperasi Merah Putih
04:54yang akan dibentuk di dalam 10 ribu desa.
04:58Nah tentu kan juga akan mampu menggerakkan ekonomi akar rumput,
05:03akan mampu menjahterakan masyarakat di desa, dan juga akan menjalankan pekerjaan.
05:09Dan kita tahu bahwa ada tujukan yang namanya usaha daripada Koperasi Merah Putih ini kan,
05:18yaitu ada gerai, ada tebako, ada apotik, ada klinik, dan lain-lain.
05:22Nah tentu ini kan memerlukan infrastruktur pendukung.
05:25Salah satunya adalah kenderaan niaga yang untuk mengangkut logistiknya.
05:31Nah yang kami pertanyakan adalah mengapa ini harus diimport dari India?
05:36Tadi Pak Dauloy bilang, apakah industri otomotif dalam negeri
05:42tidak mampu memproduksi hanya sejenis angkutan di desa?
05:47Ya kan? Karena kita tahu kan angkutan di desa juga paling mengangkut beras,
05:52alat pertanian, punggung, dan segala macam.
05:56Masa dengan kualitas industri otomotif kita tidak mampu memproduksi si jenis itu?
06:02Itu satu.
06:03Yang kedua, ini kan jumlahnya sangat besar.
06:07Kalau tidak salah hampir 70 ribu unit pick up 4 ke 4 dan juga 35 ribu unit untuk 6 dalam
06:15hal ini.
06:15Dan untuknya adalah completed build up.
06:18Jadi artinya bahwa kenderaan itu utuh dikirim ke Indonesia dalam hal ini.
06:24Berarti 0 TKDN.
06:25Nah yang menjadi pertanyaan kami adalah dengan dana 24 triliun lebih.
06:33Kalau itu bisa berputar di Indonesia maka multi efeknya itu luar biasa.
06:42Pertama misalnya UKM-UKM kita pendukung komponen-komponennya.
06:48Ada mesin, ada kan, ada kata spion, ada dan lain-lain.
06:54Ada kursi dan segala macam, casis dan segala macam.
06:58Itu kan multi efeknya kan sudah dirasakan bahwa berbagai industri yang lain ikut juga ikut produktif.
07:05Nah kemudian dari sisi tenaga kerja, itu akan menjamin kelangsungan ribuan tenaga kerja kita.
07:12Jadi kami dari tadi melihat bahwa kenapa kita berusaha meyakinkan supaya investor masuk ke Indonesia bawa uang.
07:24Malah uang itu malah kita kirim ke luar negeri gitu.
07:29Jadi artinya kalau uang itu berputar dalam negeri, ini kan sangat produktif.
07:33Apalagi yang namanya target pertumbuhan ekonomi kita kan di tahun ini 5,4% dan 2029 8% ya.
07:42Itu kalau berputar di Indonesia efeknya kan luar biasa gitu.
07:45Saya mau tanya soal ini ya ke Bang Saleh.
07:48Tadi kalau dari Agringas bilang, satu ini pengadaannya sudah sejak akhir Desember.
07:53Dan sudah juga menghubungi beberapa penyedia kendaraan otomotif di dalam negeri.
07:59Tapi tidak menyanggupi dengan jumlah itu dengan waktu yang ditentukan.
08:01Nah DPR melihatnya apa sih ini yang miss?
08:04Proses apa sih yang luput sehingga jadi polemik sekarang Bang Saleh?
08:10Jadi saya sebetulnya kan perlu melekukkan klarifikasi juga ya ke pihak Agringas yang akan mengadakan mobil ini.
08:19Sebab apa?
08:20Dari keterangan Kementerian Perindustrian yang akan diperoleh bahwa Indonesia itu sanggup mengadakan mobil yang mereka sampaikan itu.
08:29Speknya seperti itu, itu malah hampir 1 juta satu tahun.
08:34Memang yang diadakan di Indonesia itu modelnya ada PTP kali 2.
08:39Kalau yang sekarang kan kelihatannya speknya kan 4 kali 5.
08:42Ya, 4x4.
08:43Atau yang 4 kali 2.
08:44Indonesia sanggup gitu loh.
08:46Jadi ini yang perlu diklarifikasi sebetulnya.
08:49Karena saya suruh mendengar pengadaan yang dilakukan PT Agingas ini belum melakukan konsolidasi internal di tingkat pemerintah dan dalam hal
08:57ini itu Kementerian Perindustrian soal pengadaan ini.
09:00Kemudian tentu dengan Kementerian lain ya terkait dalam hal ini misalnya seperti Kementerian Perdagangan.
09:05Dan juga tentu adalah bagaimana semua komponen-komponen yang berkaitan dengan pengadaan ini akan diklarikan dengan Kementerian Lembaga yang ada
09:18gitu.
09:19Nah, dalam konteks inilah maka saya kira kalau misalnya dikatakan Indonesia tidak sanggup.
09:25Sementara Kementerian Perdagangan mengatakan sanggup ini sekiranya ada miskomunikasi yang harus diluruhkan antara Kementerian Perindustrian dan juga PT Agingas yang
09:37akan mengatakan itu.
09:38Nah, kemudian ada catatan khusus saya terkait ini.
09:41Mbak Rizka.
09:42Saya lihat Presiden itu keberpihakannya kepada industri dalam negeri itu sangat tinggi.
09:48Sebagai contoh, beliau kan sekarang memakai mobil-mobil produksi dalam negeri.
09:52Itu mobil Maung itu, Maung Garuda.
09:55Itu kan sebetulnya sangat membanggakan sekali dan beliau memakai itu kemana-mana.
09:59Dan beliau juga dalam beberapa waktu yang lalu sudah menyampaikan seluruh pejabat dari Kementerian dan juga pejabat di daerah.
10:08Itu diminta untuk secara kolektif akan memakai mobil yang sama.
10:13Yang itu produk dalam negeri.
10:15Nah, ini kan juga adalah kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia kalau misalnya produksi seperti itu bisa.
10:20Dan kita sudah memilih industri industri yang saya kira sudah punya nama.
10:27Kalau di ASEAN malah saya kira Indonesia tidak kalah ya untuk soal memproduksi mobil-mobil seperti ini.
10:33Dan kita dengan jumlah penduduk yang besar seperti ini kan sudah terbukti.
10:37Mobil-mobil yang diputuhkan oleh masyarakat kita bisa dipenuhi oleh produsen-produsen yang tadi itu.
10:42Saya ke Bung Sarman soal tadi pertanyaan TKDN yang diragukan oleh Kadin.
10:48Kalau dari Agrinas bilang yang sudah disiapkan juga skemanya adalah akan membuka pabrik di sini termasuk juga soal purna jualnya.
10:56Menurut Anda itu tidak cukup Bung Sarman?
10:59Ya, sebenarnya kan kita harus memiliki pemahaman yang sama.
11:03Bahwa produk Indonesia itu harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri gitu kan.
11:07Itu harus kita utamakan gitu.
11:10Tapi memang ya apa yang disampaikan tadi bahwasannya produksi dalam negeri kita tidak mampu.
11:17Saya rasa itu tidak mungkin ya.
11:19Karena kita tahu sampai saat ini kan kalau tidak salah tipe yang diminta oleh dari Agrinas itu sekitar 400 ribu
11:27per tahun.
11:28Tipe yang sama.
11:29Berarti cuma kalau 105 ribu kan saya rasa juga sangat-sangat memungkinkan untuk itu.
11:35Nah, katakanlah misalnya begini bahwa mereka akan membangun di Indonesia.
11:42Katakanlah misalnya begini.
11:43Saya rasa itu masih lebih memungkinkan daripada langsung diimport melalui CBU misalnya.
11:51Karena kalau misalnya dalam hal ini mereka buka pabrik di Indonesia.
11:55Pertama, berarti tingkat TKDN-nya itu akan bisa dikontrol oleh pemerintah.
11:59Dan itu juga akan menurunkan daripada pabrik-pabrik komponen yang lain, mensupply-nya.
12:04Nah, satu yang kedua artinya bahwa penyerapan tenaga kerja kita akan terjamin juga.
12:09Karena bagaimanapun kalau mereka membuka pabrik di Indonesia, tenaga kerja kita juga akan tersedia.
12:14Jadi multi-efeknya itu kita rasakan.
12:16Daripada murni-murni itu diimport dari India.
12:20Ya, mereka yang pestapora padahal itu uang kita.
12:22Dan ada dampaknya ke kita dalam hal ini.
12:24Apalagi misalnya kalau sampai purna jualnya juga nanti tidak bisa, itu akan menjadi besi-besi mangkrak yang nantinya juga akan
12:30mengganggu lingkungan kita.
12:32Jadi hal-hal seperti ini yang memang menjadi satu pertimbangan bagi pemerintah dalam hal ini.
12:38Bagaimanapun berbagai kebutuhan-kebutuhan kooperasi desa, perah putih, bukan hanya mungkin kenderaan ini ya.
12:46Tapi mungkin masih ada lagi karena mungkin ada call storage dan segala macam.
12:50Ya, kita berharap utamakanlah industri dalam negeri dalam hal ini.
12:55Supaya dana itu berputar dalam negeri, mampu dari pertumbuhan ekonomi kita, dan tentu akan mampu mendorong apa yang menjadi target
13:04pemerintah bagaimana industrialisasi ini kita semakin meningkat dalam hal ini.
13:09Nah, jadi Bang Saleh kalau dari DPR, karena pertanyaan publik ini masih belum terjawab.
13:15Artinya pasti ada yang mist antara Agrinas, juga dengan Kementerian Perindustrian bagaimana proses pengadaannya.
13:22Karena tadi juga Agrinas bilang bahwa sudah ada tender yang dilakukan terhadap produsen otomotif di dalam negeri, tapi tidak menyanggupi.
13:28Jadi, seperti apa prosesnya ke depan? Apakah menunggu Presiden pulang baru nanti DPR akan mengklarifikasi Agrinas?
13:34Atau seperti apa Bang Saleh?
13:37Jadi kalau di DPR itu sebetulnya, jujur saja saya sendiri baru tahu akan ada pengadaan sebanyak 105 ribu unit kenderaan
13:46itu dari media awalnya itu kan.
13:49Kemudian setelah itu kan muncul komentar dari banyak pihak.
13:53Nah, karena itu tentu ini kelihatan bahwa memang tadi seperti saya katakan tadi, koordinasi dan konsolidasi di tingkat pemerintah dalam
14:02hal ini tentu dengan Kementerian Perindustrian.
14:05Itu menurut saya belum terjalin dengan baik. Saya tidak tahu ada komunikasi apa tidak.
14:10Nah, kami kan mitra kerja kami itu adalah Kementerian Perindustrian.
14:14Dan kami sudah berbicara juga dengan Kementerian Perindustrian terkait itu.
14:18Salah satu poin yang kami tanya adalah benar nggak kalau mereka tidak sanggup atau industri otomotif di Indonesia tidak sanggup
14:24mengadakan mobil seperti itu.
14:26Mereka menjawab sebetulnya bisa dan sangat bisa gitu loh.
14:28Dan bahkan saya lihat mereka secara sungguh-sungguh mengatakan sebetulnya sangat disayangkan kalau misalnya pengadaan mobil seperti ini malah justru
14:37diberikan ke India gitu.
14:39Dan tentu kita berharap semestinya memang diupayakan semaksimal mungkin dulu diadakan di dalam negeri.
14:48Dan menurut saya kalau memang benar bahwa itu sudah ada lang katakan seperti itu di dalam negeri, itu mestinya kan
14:55kita bisa dengar kapan dan dimana dan berapa dan mestinya itu sampai batas waktu kapan misalnya seperti itu.
15:05Nah, kalau yang saya tahu itu malah belum ada. Yang ada malah justru ada klaim bahwa Indonesia juga sebetulnya sangat
15:14sanggup untuk mengadakan ini.
15:16Dan ada kebanggaan tersendiri jika kita mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita sendiri.
15:23Jangan kan kenderaan seperti itu, pangan saja sekarang kita berupaya untuk kita bisa suasana pada pangan.
15:28Apalagi misalnya kenderaan seperti ini yang diperuntukkan untuk kooperasi, di mana kooperasi-kooperasi nanti yang ada di seluruh Indonesia.
15:35Itu mungkin medan infrastrukturnya itu tidak sesulit yang dibayangkan.
15:40Harus memakai 4x4. Kalau 4x4 itu kan mobil kebun yang dipakai di luar.
15:46Emang kooperasi kita itu pergi ke kebun-kebun yang lahannya itu becek, berlumpur, misalnya seperti itu, sehingga perlu sekali harus
15:544x4.
15:55Kan tidak. Mungkin kooperasi-kooperasi kita yang di daerah-daerah itu pun nanti akan melihat.
16:01Berarti jalan-jalan yang tidak sumit yang kita bayangkan.
16:04Karena itu tidak berimajinasi terlalu jauh bahwa mobil-mobil yang akan dipakai nanti itu betul-betul harus yang speknya seperti
16:12yang ditawarkan.
16:13Kemudian yang berikutnya, saya berpikir dari awal bahwa seluruh APBN atau uang yang ada di dalam negeri kita ini,
16:22baik yang punya himbara maupun yang APBN murni, itu semestinya memang dipergunakan semaksimal mungkin untuk menggerakkan roda ekonomi memakai kita.
16:32Kalau roda ekonomi pada tingkat industri itu berjalan dengan baik, maka pasti akan turun secara lahan itu ke masyarakat.
16:41Dan nanti pada akhirnya masyarakat kita dari sisi ekonomi juga akan terbantu.
16:46Jadi saya berpikiran memang sudah benar ini ditunda, kita kaji lagi secara komprehensif dan tidak perlu waktu lama untuk menetapkan
16:55apakah dilanjutkan atau tidak lanjutkan perjalanan yang akan dilaksanakan dengan India itu.
17:03Menurut saya, pemikiran terkait dengan pengadaan ini itu tidak perlu melakukan kajian bahkan mengundang para ahli yang betul-betul memiliki
17:17ilmu pengetahuan yang dalam terkait ini.
17:18Secara umum saja masyarakat sudah mengerti bahwa pengadaan di dalam negeri pasti akan lebih baik dibandingkan dengan pengadaan yang ada
17:26di, yaitu seperti itu.
17:27Nah terakhir kalau Bang Sarman, karena ini kan kalau dibatalkan sementara mobilnya sudah ada yang datang ke Indonesia, sepertinya apa
17:35skema yang ada di bayangan Kadin?
17:38Ya kalau kami sih sebenarnya ya ini akan kembali kepada kebijakan pemerintah, ya kan?
17:45Bahwa kami dari Kadin kan komitmen bagaimana supaya industri-industri kita ini produktif.
17:52Apalagi ini yang bersumber daripada APBN. Sejogjanya kalau dana APBN, ya biarlah itu berputar dalam negeri, selanjutnya itu mampu meningkatkan
18:02produktivitas daripada industri otomotif kita.
18:05Kalau masalahnya ketidakmampuan, saya yakin tidak mungkin tidak mampu. Tinggal dibentuk konsorsium.
18:10Karena industri otomotif kita kan bukan satu. Ada banyak itu.
18:14Kalau dijadikan satu konsorsium dengan target tertentu, sangat saya yakin itu bisa dalam hal ini.
18:20Nah sehingga kami memang kembalikan kepada kebijakan pemerintah supaya itu dipertimbangkan kembali.
18:26Nah bagaimana skemanya yang terbaru karena ini sudah mungkin sudah ada perjanjian.
18:31Ya tentu kita lagi tidak tahu isi perjanjiannya bagaimana.
18:33Tapi kami sangat berharap supaya kue APBN ini juga dikembalikan kepada pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia.
18:41Itu syatatan kami.
18:42Oke jadi kita akan tunggu apakah ditunda atau dibatalkan impor mobil dari India 105.000 unit ini.
18:48Terima kasih Ketua Komisi 7 DPR RI Saleh Daulai dan Wakil Ketua Kadin Sarman Simanjorang.
18:53Terima kasih Bang Saleh, terima kasih Bang Sarman. Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan