00:00Seorang anak laki-laki meninggal diduga usai dianihai ibu tiri dan membahas soal kasus dugaan pengenian seorang anak di Sukabumi,
00:07saudara hingga tewas.
00:08Kita sudah bersama dengan ayah korban, Pak Anwar Satibi, dan kami juga di layar menghadirkan Pak Isep Danang Sukmana, kakek
00:17korban.
00:17Tadi kami juga sempat mencoba menghubungi polisi yang menangani kasus ini, namun belum mendapatkan respon.
00:23Assalamualaikum Pak Anwar, Pak Isep.
00:27Waalaikumsalam.
00:30Pertama kami ingin mengucapkan turut berbela sungkawa tentunya yang pertama.
00:34Pak Anwar, kami melihat di videonya, jadi saat itu apa saja yang disampaikan oleh korban kepada Bapak, Pak?
00:44Dia tidak menyampaikan apa-apa pas saya datang dari Sukabumi, ya.
00:49Cuman dia ke saya, pegang pipi saya sambil dia minta maaf.
00:55Dia bilang, ayah maafin dia beri ya.
01:00Cuman itu saja.
01:01Lalu saya kasih uang 50 ribu, uang itu dia dikesinikan sama dia.
01:07Dia bilang, Alhamdulillah, ini buat nanti bekali pesantren.
01:12Tapi kalau saya tanya, apapun dia nggak jawab.
01:15Tapi dia ngomong ke saya.
01:18Yang membuat saya sakit.
01:21Anak ini memang aneh dengan anak-anak pada umumnya.
01:25Kalau anak-anak pada umumnya, cita-citanya ingin jadi apa-apa.
01:30Tapi dia, cita-cita-cita itu ingin jadi kiai.
01:33Ingin jadi ulama.
01:36Ini yang membuat saya sakit.
01:41Jadi anak saya, cita-cita yang muria.
01:45Bapak sempat bertanya juga, kenapa korban sakit diapakan?
01:52Karena kita lihat di video, Bapak sempat marah-marah juga kepada Ibu Tiri korban.
01:59Betul, sebetulnya dia sering ngomong ke saya.
02:03Kalau setahun ini, dia kan dikesantren dulu waktu barang.
02:11Kesantren sebelum setahun yang lalu.
02:15Dia sering ngadu ke saya.
02:17Tapi tanggapan saya positif aja.
02:20Kalau dia ngomong, Ayah, Abi, saya dijawer, dikuntir.
02:25Saya positif aja.
02:27Saya pikir didikan istri saya untuk menjadikan anak saya lebih baik, disiplin, sering aduk ke saya.
02:34Terus saya ngobrol sama Ayah saya.
02:38Ini sebetulnya Ayah angkat.
02:40Tapi saya udah nggak ngerasa Ayah angkat.
02:41Ini Ayah saya.
02:43Ayah saya ngobrol ke saya.
02:44Ya, kita masukkan ke kesantren sambil sekolah, sambil ngaji.
02:51Bener-bener diperhatikan sama Ayah saya.
02:53Termasuk sama saya.
02:54Jadi sekarang gue udah ngasih rumah sama saya.
02:56Kemarin dia memang mau pulang puasa.
03:01Ibaratnya kalau di sini bahasanya apa?
03:05Mau munggah.
03:06Kalau ibaratnya bahasanya mau munggah.
03:08Jadi saat kejadian itu, Pak Anwar tidak bersama dengan korban?
03:15Saat kejadian kemarin sama korban.
03:18Karena korban kan balik dulu ke rumah.
03:20Semuanya sempat santri balik dulu ke rumah.
03:23Saya ke Sukabumi.
03:25Ada panggilan.
03:26Kebetulan saya akan ahli gigi ya.
03:29Ahli gigi panggilan.
03:30Nah, saya ke Sukabumi.
03:33Sebelum keberangkatan, kondisi anak saya itu...
03:36Sehat.
03:37Baik-baik saja ya.
03:39Berarti 28 jam.
03:42Pak Puri saya, anak saya sudah sangat...
03:45Sudah sangat...
03:47Luar biasa mengenaskan, Pak.
03:51Saya di video juga melihat Pak Isep bagaimana menenangkan Pak Anwar ya.
03:56Pak Isep yang Pak Isep tahu soal dugaan penganian ini apa?
04:00Karena kan katanya sebelumnya juga Pak Isep yang sempat menenangkan Pak Anwar soal kasus ini.
04:07Agar tidak lapor ke polisi atau seperti apa saat itu Pak Isep?
04:38Gini ya.
04:39Saya sebetulnya waktu itu tidak tahu.
04:42Nah, begitu saya terima, lihat videonya itu.
04:47Saya telepon langsung Pak Anwar lagi ada di rumah sakit.
04:52Nah, setelah itu saya datang ke rumah sakit.
04:55Dan pas ketemu sama Pak Anwar, dia bilang...
04:59Kan sama ibu diri bilangnya itu masuk ke rumah sakit itu adalah sakit panas.
05:03Nah, tapi ada kabar dari Pak Anwar bahwa dokter membicarakan...
05:10...ini bukan sakit panas.
05:16Tapi disitu menyatakan...
05:22...indikasi kekerasan.
05:25Ya, makanya saya itu jadi penasaran.
05:27Korban mengaku Pak Isep?
05:29Penasaran untuk mempertanyakan ini betul gak ada...
05:32Korban mengaku dianiaya ibu tirinya?
05:38Jadi gini, pas saya tanya, korban mengaku bahwa...
05:45...waktu itu disuruh minum air panas.
05:49Katanya dia tanya, itu suruh siapa?
05:51Suruh mamah katanya.
05:53Dan awal mulanya, memang dia cerita...
05:57...tentang masalah bapaknya itu sering bertengkar sama...
06:01...ibunya, ibu tirinya.
06:03Nah, terus kemarin waktu saya, betul ini apa dipukul...
06:06...apa di...
06:07...apak pakai air?
06:08Katanya dia itu menjawab...
06:10...dikasih minum air panas.
06:13Pak Anwar, korban mengaku...
06:17...diminta minum air panas, mau dianiaya.
06:20Bagaimana proses hukumnya ke depan, Pak Anwar?
06:24Kalau untuk urusan proses hukum...
06:26...saya serahkan sepuluhnya kepada pihak keklusian, Pak.
06:30Sejauh ini sudah...
06:32Harapan saya, kalau memang terbukti bersalah...
06:36...siapapun itu yang sudah melakukan kejahatan...
06:38...tapi anak saya, saya mau dihukum yang seberat-beratnya.
06:41...bila perlu hukuman mati.
06:43Sekarang prosesnya lagi apa di kepolisian, Pak?
06:48Udah lagi berjalan, Pak.
06:50Udah lagi berjalan, barusan juga...
06:52...saya dengan Pak Anwar...
06:53...habis di BAP, ini juga baru pulang.
06:57Alhamdulillah, sekarang masih banyak yang diperiksa...
06:59...untuk saksi-saksinya.
07:01Termasuk ibu tiri korban juga diperiksa, Pak? Sudah?
07:04Diperiksa, diperiksa.
07:06Diperiksa.
07:06Baik.
07:07Ini bagaimana perjalanan nanti proses hukum?
07:09Tentu kita menantikan seperti apa ke depannya.
07:12Tapi terima kasih.
07:13Sekali lagi kami ucapkan turut berduka.
07:15Pak Anwar, Pak Isep untuk kasus ini.
07:17Terima kasih telah bergabung di Kepas Malam hari ini.
Komentar