Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Seorang anak laki-laki di Sukabumi meninggal dunia diduga setelah dianiaya ibu tirinya.

Membahas kasus dugaan penganiayaan seorang anak di Sukabumi hingga tewas, simak pembahasan KompasTV bersama ayah kandung korban, Anwar Satibi.

Baca Juga [FULL] Dokter Ungkap Kondisi Bocah Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, KPAI Pegang Bukti? di https://www.kompas.tv/nasional/652796/full-dokter-ungkap-kondisi-bocah-sukabumi-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri-kpai-pegang-bukti

#anak #sukabumi #penganiayaan #ibutiri

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652799/full-fakta-bocah-sukabumi-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri-ayah-ungkap-momen-terakhir-korban
Transkrip
00:00Seorang anak laki-laki meninggal diduga usai dianihai ibu tiri dan membahas soal kasus dugaan pengenian seorang anak di Sukabumi,
00:07saudara hingga tewas.
00:08Kita sudah bersama dengan ayah korban, Pak Anwar Satibi, dan kami juga di layar menghadirkan Pak Isep Danang Sukmana, kakek
00:17korban.
00:17Tadi kami juga sempat mencoba menghubungi polisi yang menangani kasus ini, namun belum mendapatkan respon.
00:23Assalamualaikum Pak Anwar, Pak Isep.
00:27Waalaikumsalam.
00:30Pertama kami ingin mengucapkan turut berbela sungkawa tentunya yang pertama.
00:34Pak Anwar, kami melihat di videonya, jadi saat itu apa saja yang disampaikan oleh korban kepada Bapak, Pak?
00:44Dia tidak menyampaikan apa-apa pas saya datang dari Sukabumi, ya.
00:49Cuman dia ke saya, pegang pipi saya sambil dia minta maaf.
00:55Dia bilang, ayah maafin dia beri ya.
01:00Cuman itu saja.
01:01Lalu saya kasih uang 50 ribu, uang itu dia dikesinikan sama dia.
01:07Dia bilang, Alhamdulillah, ini buat nanti bekali pesantren.
01:12Tapi kalau saya tanya, apapun dia nggak jawab.
01:15Tapi dia ngomong ke saya.
01:18Yang membuat saya sakit.
01:21Anak ini memang aneh dengan anak-anak pada umumnya.
01:25Kalau anak-anak pada umumnya, cita-citanya ingin jadi apa-apa.
01:30Tapi dia, cita-cita-cita itu ingin jadi kiai.
01:33Ingin jadi ulama.
01:36Ini yang membuat saya sakit.
01:41Jadi anak saya, cita-cita yang muria.
01:45Bapak sempat bertanya juga, kenapa korban sakit diapakan?
01:52Karena kita lihat di video, Bapak sempat marah-marah juga kepada Ibu Tiri korban.
01:59Betul, sebetulnya dia sering ngomong ke saya.
02:03Kalau setahun ini, dia kan dikesantren dulu waktu barang.
02:11Kesantren sebelum setahun yang lalu.
02:15Dia sering ngadu ke saya.
02:17Tapi tanggapan saya positif aja.
02:20Kalau dia ngomong, Ayah, Abi, saya dijawer, dikuntir.
02:25Saya positif aja.
02:27Saya pikir didikan istri saya untuk menjadikan anak saya lebih baik, disiplin, sering aduk ke saya.
02:34Terus saya ngobrol sama Ayah saya.
02:38Ini sebetulnya Ayah angkat.
02:40Tapi saya udah nggak ngerasa Ayah angkat.
02:41Ini Ayah saya.
02:43Ayah saya ngobrol ke saya.
02:44Ya, kita masukkan ke kesantren sambil sekolah, sambil ngaji.
02:51Bener-bener diperhatikan sama Ayah saya.
02:53Termasuk sama saya.
02:54Jadi sekarang gue udah ngasih rumah sama saya.
02:56Kemarin dia memang mau pulang puasa.
03:01Ibaratnya kalau di sini bahasanya apa?
03:05Mau munggah.
03:06Kalau ibaratnya bahasanya mau munggah.
03:08Jadi saat kejadian itu, Pak Anwar tidak bersama dengan korban?
03:15Saat kejadian kemarin sama korban.
03:18Karena korban kan balik dulu ke rumah.
03:20Semuanya sempat santri balik dulu ke rumah.
03:23Saya ke Sukabumi.
03:25Ada panggilan.
03:26Kebetulan saya akan ahli gigi ya.
03:29Ahli gigi panggilan.
03:30Nah, saya ke Sukabumi.
03:33Sebelum keberangkatan, kondisi anak saya itu...
03:36Sehat.
03:37Baik-baik saja ya.
03:39Berarti 28 jam.
03:42Pak Puri saya, anak saya sudah sangat...
03:45Sudah sangat...
03:47Luar biasa mengenaskan, Pak.
03:51Saya di video juga melihat Pak Isep bagaimana menenangkan Pak Anwar ya.
03:56Pak Isep yang Pak Isep tahu soal dugaan penganian ini apa?
04:00Karena kan katanya sebelumnya juga Pak Isep yang sempat menenangkan Pak Anwar soal kasus ini.
04:07Agar tidak lapor ke polisi atau seperti apa saat itu Pak Isep?
04:38Gini ya.
04:39Saya sebetulnya waktu itu tidak tahu.
04:42Nah, begitu saya terima, lihat videonya itu.
04:47Saya telepon langsung Pak Anwar lagi ada di rumah sakit.
04:52Nah, setelah itu saya datang ke rumah sakit.
04:55Dan pas ketemu sama Pak Anwar, dia bilang...
04:59Kan sama ibu diri bilangnya itu masuk ke rumah sakit itu adalah sakit panas.
05:03Nah, tapi ada kabar dari Pak Anwar bahwa dokter membicarakan...
05:10...ini bukan sakit panas.
05:16Tapi disitu menyatakan...
05:22...indikasi kekerasan.
05:25Ya, makanya saya itu jadi penasaran.
05:27Korban mengaku Pak Isep?
05:29Penasaran untuk mempertanyakan ini betul gak ada...
05:32Korban mengaku dianiaya ibu tirinya?
05:38Jadi gini, pas saya tanya, korban mengaku bahwa...
05:45...waktu itu disuruh minum air panas.
05:49Katanya dia tanya, itu suruh siapa?
05:51Suruh mamah katanya.
05:53Dan awal mulanya, memang dia cerita...
05:57...tentang masalah bapaknya itu sering bertengkar sama...
06:01...ibunya, ibu tirinya.
06:03Nah, terus kemarin waktu saya, betul ini apa dipukul...
06:06...apa di...
06:07...apak pakai air?
06:08Katanya dia itu menjawab...
06:10...dikasih minum air panas.
06:13Pak Anwar, korban mengaku...
06:17...diminta minum air panas, mau dianiaya.
06:20Bagaimana proses hukumnya ke depan, Pak Anwar?
06:24Kalau untuk urusan proses hukum...
06:26...saya serahkan sepuluhnya kepada pihak keklusian, Pak.
06:30Sejauh ini sudah...
06:32Harapan saya, kalau memang terbukti bersalah...
06:36...siapapun itu yang sudah melakukan kejahatan...
06:38...tapi anak saya, saya mau dihukum yang seberat-beratnya.
06:41...bila perlu hukuman mati.
06:43Sekarang prosesnya lagi apa di kepolisian, Pak?
06:48Udah lagi berjalan, Pak.
06:50Udah lagi berjalan, barusan juga...
06:52...saya dengan Pak Anwar...
06:53...habis di BAP, ini juga baru pulang.
06:57Alhamdulillah, sekarang masih banyak yang diperiksa...
06:59...untuk saksi-saksinya.
07:01Termasuk ibu tiri korban juga diperiksa, Pak? Sudah?
07:04Diperiksa, diperiksa.
07:06Diperiksa.
07:06Baik.
07:07Ini bagaimana perjalanan nanti proses hukum?
07:09Tentu kita menantikan seperti apa ke depannya.
07:12Tapi terima kasih.
07:13Sekali lagi kami ucapkan turut berduka.
07:15Pak Anwar, Pak Isep untuk kasus ini.
07:17Terima kasih telah bergabung di Kepas Malam hari ini.
Komentar

Dianjurkan