- 4 jam yang lalu
- #penganiayaan
- #anak
- #sukabumi
- #ibutiri
- #kpai
KOMPAS.TV - Seorang anak berusia 13 tahun meninggal dunia dengan kondisi luka bakar dan diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.
Simak pembahasan kasus ini bersama Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSUD Jampangkulon, dr. Sulaiman Arigayota, serta Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Diyah Puspitarini.
Baca Juga Anak di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ibu Kandung Laporkan Mantan Suami ke Polisi di https://www.kompas.tv/nasional/652773/anak-di-sukabumi-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri-ibu-kandung-laporkan-mantan-suami-ke-polisi
#penganiayaan #anak #sukabumi #ibutiri #kpai
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652796/full-dokter-ungkap-kondisi-bocah-sukabumi-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri-kpai-pegang-bukti
Simak pembahasan kasus ini bersama Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSUD Jampangkulon, dr. Sulaiman Arigayota, serta Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Diyah Puspitarini.
Baca Juga Anak di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ibu Kandung Laporkan Mantan Suami ke Polisi di https://www.kompas.tv/nasional/652773/anak-di-sukabumi-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri-ibu-kandung-laporkan-mantan-suami-ke-polisi
#penganiayaan #anak #sukabumi #ibutiri #kpai
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652796/full-dokter-ungkap-kondisi-bocah-sukabumi-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri-kpai-pegang-bukti
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara diduga dianiaya Ibu Tiri, anak berusia 12 tahun meninggal dunia dengan kondisi luka bakar, saudara.
00:07Kita bahas bersama dengan dokter penanggung jawab pasien DPJP RSUD Jampang Kulon, dokter Suleman Arigayota.
00:15Selamat petang, dok.
00:20Oke, suara saya jelas?
00:23Jelas, mas.
00:24Dokter, sebagai penanggung jawab pasien saat itu pertama kali tiba kondisinya seperti apa, dok?
00:29Bisa diceritakan?
00:31Baik, mas.
00:32Jadi benar bahwa pasien atas nama Nijam ini datang ke IGD Rumah Sakit Umum daerah Jampang Kulon,
00:40di mana saat pertama sekali datang ke IGD, kita langsung ditangani oleh dokter Triase untuk memilah apakah ini mengalami kegawat
00:50daruratan atau tidak.
00:51Ternyata kita menemukan kegawat daruratan, kemudian selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh dokter IGD.
00:58Setelah dari dokter IGD baru ke saya sebagai dokter spesialis anak untuk menjadi sebagai dokter penanggung jawab pasien.
01:07Benar pasien ini saat datang ke IGD, kita melakukan pemeriksaan dan melakukan anamnesa, pemeriksaan terhadap pasien,
01:17kemudian menanyakan kondisi pasien kepada ibu dan bapak pasien yang datang saat itu mengantarkan pasien.
01:24Dari pemeriksaan memang kita menemukan keluhan utama yang disampaikan oleh keluarga adalah ada luka di tubuh pasien.
01:33Dari pemeriksaan yang kami dapatkan, memang kami temukan berbagai luka di beberapa posisi di tubuh pasien,
01:41murai dari wajah, sekitar mata, hidung, kemudian di beberapa posisi di tubuh, kemudian di anggota gerak tangan dan kaki.
01:50Di mana lukanya ini berbagai kondisi, ada yang sudah sedikit mengering, ada yang luka lebam, kemudian ada yang terkesan seperti
02:00luka bakar.
02:01Nah termasuk ada luka bakar begitu ya, karena informasinya korban ini meninggal akibat luka bakarnya derita begitu.
02:09Saya mau konfirmasi betul demikian, atau ada luka lain yang mengakibatkan akhirnya korban meninggal dunia?
02:15Baik Mas Yaskir, jadi kita belum dapat menyimpulkan bahwa ini benar apakah luka bakar atau ada luka yang lain.
02:26Karena dari pemeriksaan tidak sepenuhnya ini terkesan seperti luka bakar.
02:30Tapi seperti yang tadi saya sampaikan bahwa di tubuh pasien ini ada beberapa luka dengan berbagai kondisi.
02:36Jadi tidak bisa kita menyimpulkan bahwa ini murni sebagai luka bakar saja.
02:41Oke, sekalian juga saya mau konfirmasi informasi yang beredar bahwa kondisi paru-paru korban ini juga dalam kondisi yang memang
02:50sudah rusak akibat meminum air panas.
02:53Saya ingin konfirmasi betul demikian yang ditemukan.
02:56Ya, jadi saat kami melakukan triase untuk memilah kegawat daruratan pasien ini, justru kami menemukan kegawat daruratannya adalah gangguan di
03:07pola napas.
03:08Tetapi apakah gangguan pola napas ini disebabkan oleh luka-luka yang dialami pasien tidak bisa langsung kita simpulkan.
03:18Jadi mungkin ada kondisi penyakit lain yang bisa menyebabkan kondisi napas pasien mengalami pola napas yang tidak adekuat atau tidak
03:27baik seperti itu.
03:28Jadi tindakan yang kami lakukan adalah penanganan untuk memberikan jalan napas yang terbaik.
03:33Jadi apakah ini suatu kondisi akibat meminum air panas belum bisa kita pastikan begitu Mas Yasin.
03:42Yang jelas ada gangguan di pola napas ya menjadi salah satu penyebab begitu ya akhirnya korban meninggal dunia.
03:48Ini bisa disimpulkan seperti itu atau apa hasil anamnesa ataupun kesimpulan dari dokter penyebab dari kematian korban?
04:00Mungkin untuk menyimpulkan langsung penyebab kematiannya kita tidak bisa memastikan tetapi butuh pemeriksaan tingkat lanjut tentunya.
04:09Yang jelas memang pola napas tidak seperti napas yang seharusnya.
04:14Jadi membutuhkan alat bantu napas seperti oksigen dengan tingkat alat yang butuh yang intensif.
04:21Sehingga saat itu saya memang memutuskan pasien ini untuk dirawat di ruang intensif.
04:27Tetapi tidak bisa kita simpulkan kerusakan paru ini apakah karena meminum atau karena sesuatu zat yang terminum seperti itu
04:35atau memang ini adalah kondisi penyakit yang sudah ada sebelumnya yang dialami pasien.
04:41Kita belum bisa menyimpulkan karena butuh pemeriksaan dan butuh telahah untuk menilai atau mencari tahu
04:48sebelumnya pasien ini sebenarnya punya riwayat sakit apa seperti itu Mas Yasir.
04:52Oke jadi hasil anamnesa awal itu ada ditemukan sejumlah luka termasuk luka bakar
04:58dan juga ada gangguan di saluran pernafasannya begitu ya dokter ya?
05:03Untuk gangguan di saluran pernafasannya juga tidak bisa kita pastikan.
05:07Yang jelas pola napasnya terganggu.
05:09Pola napasnya terganggu ini beda hal ya?
05:11Pola napasnya terganggu ini apakah juga pada saat anamnesa awal ini juga diketahui
05:16sebenarnya korban ini memiliki penyakit bawaan atau seperti apa?
05:22Kalau kita langsung memastikan tentu belum bisa secepat itu Mas Yasir.
05:27Masih butuh pemeriksaan tingkat lanjut seperti pemeriksaan radiologi.
05:31Misalnya ada pemeriksaan ronsen, kemudian pemeriksaan laboratorium dasar
05:36dan tentu pemeriksaan laboratorium tingkat lanjut seperti itu.
05:39Dan itu belum sempat kita lakukan karena kita masih menangani kegawat daruratan saja.
05:45Andai kegawat daruratan telah terlewati, pasien sudah tenang,
05:48barulah kita melakukan pemeriksaan tingkat lanjut
05:51untuk mencari tahu sebenarnya penyebab kematiannya apa seperti itu Mas Yasir.
05:59Ya ini ingin saya dalami juga tentu adalah terkait dengan seperti apa begitu?
06:03Luka lebam maupun luka bakar yang diderita oleh korban.
06:06Ini yang masih ingin saya tanyakan dok, tapi nanti akan kita bahas usai jeda.
06:10Dan usai jeda saya juga akan mengajak komisioner KPI Budia Puspitarini
06:14untuk bergabung bersama kami untuk membahas terkait dengan kasus ini.
06:18Tetaplah bersama kami di Kompas Petang, Saudara.
06:33Diduga dia niaya Ibu Tiri, seorang anak bursia 12 tahun meninggal dunia saudara ini
06:37yang masih kita bahas bersama dengan dokter penanggung jawaban pasien DPJPRSUD Jampang Kulon,
06:44dokter Sulaiman dan juga bergabung bersama kami komisioner Kompolnas,
06:48eh maksud kami komisioner KPI Ibu Diyah Puspitarini.
06:51Selamat petang, Ibu Diyah.
06:54Saya ke dokter Sulaiman dulu dok, pada saat korban datang,
06:59bisa tergambarkah bagaimana kondisi psikis korban, kemudian ia didamping oleh siapa saja?
07:08Jadi saat datang ke IGD, pasien ini atau korban didampingi oleh ibu dan ayah korban.
07:16Saat itu kondisi pasien memang terlihat mengalami gangguan nafas,
07:22jadi untuk psikologis seperti agak terganggu tetapi kita tidak bisa menyimpulkan
07:27ini apakah murni gangguan psikologis atau karena sedang menahan rasa sakit.
07:31Jadi terkesan memang sedikit ada permasalahan psikologis,
07:36tapi kesimpulan saya, saya tidak bisa menyimpulkan ini murni mengalami gangguan psikologis
07:41atau memang karena sedang menahan rasa nyeri sehingga tidak mampu menjawab pertanyaan kita dengan baik.
07:47Seperti itu Mas Yashir.
07:48Yang mendampingi siapa saja saat itu terpantau?
07:52Saat di IGD yang mendampingi ibu dan ayah pasien Mas Yashir.
07:57Ibu yang dimaksud ibu tiri begitu ya?
08:00Iya, ibu tiri.
08:01Oke.
08:02Baik.
08:03Saya ke ibu Diyah.
08:05Ibu Diyah, tentu kita masih menunggu hasil penyelidikan dari polisi,
08:08otopsi juga hasilnya belum keluar,
08:10tapi kemungkinan seperti apa yang dilakukan oleh ibu sambung terhadap seorang anak ini?
08:16Karena diduganya memang dia dianiaya oleh ibu tiri.
08:21Jadi yang pertama kami turut prihatin dan menyampaikan duka yang mendalam
08:26atas meninggalnya Ananda N yang tentu saja kita masih mencari tahu ya penyebab kematiannya.
08:33Namun yang jelas kalau kami melihat apakah ini ada kaitannya dengan KDRT ya?
08:39Dalam KDRT, kerasan dalam rumah tangga itu ada beberapa jenis.
08:41Kemudian kalau kami mesti nyalir, kami juga berkomunikasi ya,
08:45mencoba berkomunikasi dengan pihak kepolisian Polres Sukabumi.
08:49Kami mesti nyalir ini ada kaitan dengan filisi damas,
08:53yakni pembunuhan yang dilakukan oleh orang tua kepada anak.
08:57Walaupun mungkin atas dasar ketidak sengajaan.
09:00Tetapi gejala ini atau mungkin statement ini kami ungkapkan
09:06karena kami melihat dari riwayat ya.
09:09Riwayat si anak ini juga mengalami kekerasan berkali-kali oleh orang yang sama.
09:13Kemudian yang kedua, ayahnya pernah melaporkan ya.
09:17Pernah melaporkan setahun yang lalu, tahun yang lalu atas dugaan kekerasan.
09:22Dan sebenarnya kalau kita melihat foto-foto saja itu sudah bukti ya,
09:28salah satu bukti bagaimana si anak ini juga mengalami kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga.
09:33Jadi mohon maaf saya potong, Mbak Dia, berarti dari KPS sendiri sudah dapat informasi betul
09:39bahwa korban ini sebelumnya sudah mengalami penganiayaan dari orang yang sama?
09:45Ya betul, kami mendapatkan informasi demikian, Mas.
09:47Oke, kemudian salah satu bukti yang akhirnya menyebut bahwa ibu tirinya atau ibu sambungnya
09:54yang diduga melakukan pengennya adalah video yang tersebar.
09:58Mungkin dokter dan juga Mbak Dia juga sudah melihat ketika ditanyakan
10:02siapa yang melakukan pemukulan secara terbata-bata dengan kondisi yang sakit.
10:08Begitu ironi begitu kita melihat video tersebut, ia menyebut sang ibu, ibunya lah melakukan kekerasan itu.
10:14Dari potongan video ini sejauh mana akhirnya polisi bisa menjadikan hal ini sebagai bukti awal?
10:20Ya, saya kira ini itu sudah salah satu alat bukti ya, karena kan pengakuan dari anak yang bersangkutan ya.
10:27Terus yang kedua, ini juga harus ditunjukkan dengan otopsi.
10:31Makanya tadi perlu saya menekankan kembali dokter dan juga kepada pihak yang berwajib.
10:37Otopsi ini otopsi dalam.
10:39Ya, memang waktu untuk otopsi dalam agak lama, tetapi ingat, saya khawatir ini nanti juga agak lama ya dok.
10:48Jadi kami juga berharap ada apsifor yang diturunkan mas, asosiasi psikolog forensik.
10:53Untuk apa? Untuk menggali dan lebih jauh ya, kenapa si anak ini, apa yang terjadi,
11:00dan ini juga bisa menjadi alat bukti yang kuat selain otopsi.
11:04Walaupun otopsi itu sebenarnya sudah alat bukti yang sangat kuat dan video kemarin ya,
11:11itu dua alat bukti yang bisa kuat.
11:13Nah, kami melihat begini mas, fenomena di Indonesia ini,
11:16dan kami mengkaji filisida, pembunuhan yang terjadi pada anak dan dilakukan oleh orang terdekat.
11:23Ini memang paling banyak adalah maternal filisida.
11:25Tahun 2024 itu ada 60 kasus, ya, filisida.
11:31Dengan pelaku ibu itu paling banyak.
11:34Dan ibu ini juga ada ibu kandung, ada ibu tiri, gitu ya.
11:37Nah, kemudian di tahun 2025 ada 40-an kasus, ya.
11:41Ada datanya, kami punya datanya lengkap, by name by itris juga.
11:46Tetap menarik di kasus ini, Mas Yashir.
11:48Ya, menarik di kasus, karena di kasus-kasus filisida, itu biasanya anaknya ini usianya balita atau di bawah 6 tahun.
11:55Namun berbeda dengan kasus ini ya, anaknya sudah remaja, begitu.
11:59Sehingga menjadi concern dari KPI sendiri.
12:01Saya ke Dr. Sulaiman.
12:03Dr. Sulaiman, pada saat memeriksa atau melakukan amnesia dengan korban,
12:09tentu berbincang, begitu, menggali informasi.
12:11Saat itu adakah pertanyaan kepada korban, siapa yang melakukan, siapa yang membuat korban sehingga mendapatkan kondisi seperti itu?
12:25Terima kasih, Mas Yashir.
12:26Jadi, kita Dr. Triasul saat itu melakukan anamnesia, sempat menanyakan kenapa keluhan ini sempat terjadi.
12:36Sempat tersebut dari mulut korban bahwa sempat menyebutkan nama teman dan ibu, hanya sekedar seperti itu.
12:43Karena kondisi gawat darurat, jadi kami tidak mendalami anamnesanya,
12:48tetapi kami lebih terfokus kepada penanganan kegawat daruratan, seperti itu, Mas Yashir.
12:53Jadi, tidak ada pertanyaan spesifik yang kami ajukan,
12:58kenapa kondisi luka-luka dialami itu disebabkan oleh apa, seperti itu, Mas Yashir.
13:03Tapi, tadi sempat bertanya ya, dan jawabannya ada secara tidak anak, teman, dan juga ibunya, begitu ya.
13:12Benar.
13:14Mbak Dia melihatnya bagaimana ini, akhirnya nanti konstruksi hukumnya itu betul-betul jelas,
13:19sehingga keadilan untuk almarhum bocah bursia 13 tahun ini ditegalkan.
13:25Ya, kalau saya begini, menyampaikan bahwa salah satu tugas KPI adalah memastikan Undang-Undang Pelindungan Anak ya, Mas Yashir.
13:32Dan kalau tidak, ini kan jelas sekali, mau dia, anak ini meninggal atau tidak,
13:39tetap diterapkan tuntutan di pasal 75, Juntuh 80C.
13:45Jadi, 76C, Juntuh 80C.
13:49Pasal itu jelas bahwa ada penyebab kekerasan.
13:52Nah, kalau kemudian nanti ternyata proses hukum ini masih, masih ini ya, ini kan sudah jelas anak sampai meninggal.
13:58Maka kami meminta pertambahan, ya, tuntutan dari pelanggaran Undang-Undang PKDRT, penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.
14:06Sehingga, apalagi kalau kelaku adalah orang terdekat, itu ditambah sepertika hukuman, Mas.
14:13Baik.
14:14Jadi, lebih tinggi, begitu.
14:16Tetap mengawal kasus ini.
14:18Saya masih ke Dr. Suleiman.
14:19Dr. Suleiman, berarti keterangannya juga sudah dimintain oleh polisi terkait kasus ini?
14:25Sudah, Mas Sese.
14:28Dan, yang ingin saya tanyakan juga, biasanya untuk luka lebam ataupun luka bakar, begitu, dari pemeriksaan awal itu bisa tergambarkan
14:38tidak?
14:39Ini ini karena apa, begitu? Apakah karena ini kena pukulan benda tumpul atau karena kekerasan?
14:45Bisa tergambarkan atau bisa disimpulkan awal tidak, dok?
14:49Ya, jadi seperti saya sampaikan di awal, Mas Yasir, bahwa luka yang dialami oleh pasien ini ada dalam beberapa kondisi.
14:58Ada yang terkesan seperti masih baru, ada yang sudah terkesan mering, ada yang hanya bengkak, lebam, ada yang melepuh seperti
15:07terkesan luka bakar.
15:08Jadi, saya tidak bisa meyakinkan itu benar suatu luka bakar.
15:12Dan, apakah ini suatu benturan benda tumpul, juga sulit untuk dipastikan karena luka yang dialami itu ada dalam beberapa bentuk,
15:22seperti itu, Mas Yasir.
15:23Oke, termasuk tadi luka bakar ini ya?
15:25Luka bakar ini itu luka bakar.
15:27Gimana, Mas?
15:30Jadi, kita tidak bisa menyimpulkan, kami ya, kami tidak bisa menyimpulkan itu murni luka bakar, seperti itu, Mas Yasir.
15:37Masih harus butuh pemeriksaan tingkat lanjut untuk memastikan apakah ini benar suatu luka bakar, atau karena luka traumatik benda tumpul,
15:47seperti itu, Mas Yasir.
15:49Bisa dipresentasikan lukanya seberapa banyak di bagian tubuhnya?
15:53Ada lebih dari 12 tempat di beberapa area tubuh.
15:58Ada yang luka, luka yang sudah terkesan sedikit mengering, berkeropeng begitu di sekitar mata, kiri dan kanan, kemudian di hidung,
16:09di leher, kemudian di pundak, ada beberapa bagian di tangan dan kaki, seperti itu, Mas Yasir.
16:15Oke, ini bisa jadi mengkonfirmasi apa yang disampaikan oleh Bu Dia tadi, bahwa sebenarnya kekerasan yang dialami oleh korban ini
16:25sudah beberapa kali oleh orang yang sama.
16:27Bisa dikatakan begitu, Bu Dia?
16:30Ya, secara tidak langsung begitu.
16:32Jadi begini, Felicida itu sebenarnya bisa dilihat, Mas, sebelum kejadian.
16:37Apa tanda-tanda ini?
16:38Salah satunya adalah si anak ini sering sekali mengalami kekerasan, ya, berulang-ulang oleh orang yang sama.
16:46Sekarang pertanyaannya gini, dok.
16:48Maaf, saya jadi pertanyaan sama dokter, ya.
16:50Gak apa-apa, silahkan.
16:50Sekarang pertanyaan, apa mungkin anak demikian ini menyakiti dirinya sejauh itu?
16:57Mohon maaf ya, kalau luka leher, dan selama ini kami mendampingi beberapa kasus luka leher, kemudian ada di bagian agak
17:06dalam.
17:06Itu apa mungkin juga dia sendiri?
17:09Itu kan agak aneh, ya.
17:11Kalau memang pertanyaan.
17:12Ya, terima kasih, Bu Dia.
17:14Pertanyaan yang bagus sekali, Bu.
17:15Tapi yang namanya mungkin, tetap saja mungkin, ya, Bu.
17:19Tetapi kalau kita melihat, kalau bercerita mungkin, apa saja pasti mungkin, Bu.
17:24Tetapi pada kasus ini, kalau terkesan, misalnya pasien mencederai dirinya sendiri,
17:31menurut informasi, keluhan itu baru muncul.
17:34Jadi, sangat tidak mungkin untuk mencederai diri sendiri.
17:38Tetapi saya tidak bisa juga menyimpulkan bahwa ini itu akibat dari traumatik,
17:44benturan benda atau benda panas yang menyebabkan luka bakar,
17:50atau justru mungkin masih ada hubungannya dengan penyakit medis yang sudah dialami pasien,
17:56yang kebetulan saat ini menjadi koinsiden atau penyakit yang muncul,
18:00keluhannya secara, muncul beberapa hari sebelum dibawa ke rumah sakit.
18:07Seperti itu, Bu.
18:08Mas Yasir, mohon maaf.
18:10Boleh saya berstatement, Mas?
18:12Boleh, boleh. Silahkan.
18:14Jadi begini, di beberapa kasus filisida, ataupun juga kasus kekerasan pada anak,
18:21ini memang barangkali si anak ini sampai meninggal dunia ya,
18:25di Sukabung juga pernah ada anak ini meninggal dunia,
18:29ya memang ada pendapat dokter yang mengatakan bahwa si anak ini sudah punya penyakit.
18:34Tetapi bahwa kita tidak boleh menghilangkan,
18:37ada kejadian kekerasan yang terjadi pada anak ini.
18:40Dan salah satunya itu menjadi pemicu kenapa penyakit ini kemudian menjadi parah.
18:45Setidaknya itu jadi di beberapa kasus filisida sebelumnya.
18:50Nah, saya berharap, kami berharap kepada aparat penegak hukum
18:53untuk betul-betul mengungkap, ya.
18:57Mengungkap dengan separan, kemudian juga memproses hukum ini dengan cepat,
19:01sehingga diskursus ataupun kebingungan masyarakat ini tidak berlarut
19:06dan kita harus mencari ini, segera ditegah.
19:08Jangan sampai kejadian ini terulang lagi, gitu kan Mas?
19:11Baik, ini harapan kita bersama ya, jangan sampai kejadian ini terulang kembali
19:15dan KPI juga, dan kita bersama ya begitu ya, tetap mengawal kasus ini
19:19karena sungguh ironi begitu ya, bocah yang masih bursa 13 tahun ini
19:23meninggal dunia, diduga, dianiaya oleh Ibu Tirinya.
19:26Terima kasih Dr. Sulaiman, terima kasih Budiah telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
19:30Salam sehat semuanya.
Komentar