Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Seorang oknum Brimob Polda Maluku diduga menganiaya seorang pelajar di Tual hingga tewas.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu perhatian terhadap penanganan aparat penegak hukum di daerah.

Untuk membahas lebih lanjut terkait peristiwa ini, simak pembahasan Kompas TV bersama Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, serta orang tua korban, Rijik Tawakal.

Baca Juga Brimob Penganiaya Pelajar hingga Tewas Minta Maaf: Saya Lalai, Saya Tak Punya Niat Menganiaya di https://www.kompas.tv/nasional/652782/brimob-penganiaya-pelajar-hingga-tewas-minta-maaf-saya-lalai-saya-tak-punya-niat-menganiaya

#brimob #penganiayaan #poldamaluku #tual #polisi #breakingnews

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652790/full-pelajar-di-tual-tewas-dianiaya-brimob-ayah-beri-kesaksian-kompolnas-sorot-kewenangan-polisi
Transkrip
00:04Seorang Oknum Brimopolda, Maluku diduga menganiaya seorang pelajar ditual hingga tewas lebih lengkap.
00:10Kita bahas bersama Komisioner Kompol Nasoyrul Anam dan orang tua korban, Rijik Tawakal.
00:15Selamat petang, Bapak-Bapak.
00:18Selamat petang.
00:20Selamat petang.
00:21Selamat petang.
00:22Pak Rijik, kami turut menyampaikan duka cita atas kehilangan Pak Rijik dan keluarga.
00:28Pak Rijik, kalau putra Bapak, satu lagi kakaknya Tawakal, kabarnya seperti apa Pak sekarang?
00:36Tadi saya berjalan...
00:43...jam...
00:44...jam...
00:45...jam...
00:45...jam 12, ada tanah...
00:50...ros, rongseng...
00:52...ya ini patah.
00:55Pelangannya patah?
00:57Pergelangan tangannya retak, dua.
01:01Pelangannya tangan, yang di...
01:03...pengarannya juga ada sedikit tergeser.
01:06Oke.
01:07Tapi Pak Rijik, kalau yang Bapak tahu, sebenarnya apa yang terjadi saat itu sampai dua putra Bapak bisa mengalami penganiayaan?
01:16Lagi yang saya tanya pada haknya yang selamat ini, bahwa waktu mereka itu dari arah rumah sakit mereng menuju ke
01:27kual, itu sampai di KKP itu ada seorang BIMOP.
01:35Ada seorang BIMOP, itu ada seorang BIMOP, itu ada seorang BIMOP, itu ada seorang BIMOP, itu turun dari seorang BIMOP,
01:48itu menyeberang jalan.
01:49Ini semua turun dari mobil, tapi yang satu menyeberang jalan.
01:52Di sebelah, lantung, dia menunggu-menunggu nih anak saya yang dua.
01:59Nah, karena yang satu yang di depan ini tidak dipukul sama Helen, nanti yang kedua.
02:16Jatuh, karena ada berkemahan dengan kakaknya, langsung motornya lari, apa kakaknya ya?
02:25Di depan.
02:27Kakaknya juga jatuh, kakak motornya jatuh juga.
02:32Selaku tapi satu orang ya Pak?
02:36Itu satu orang aja yang menyeberang jalan.
02:38Oke, kalau gitu saya ke Mas Anam.
02:40Mas Anam, anak di bawah umur menjadi korban hanya karena diduga ikut aksi yang tidak terbukti sebenarnya.
02:48Proses pertanggung jawabannya sudah sampai mana?
02:51Iya, yang pertama-tama kami mengucapkan pila sungkawa yang mendalam kepada bapak dan keluarga korban yang lain.
03:01Yang kedua, kami menyesalkan pindakan kekerasan oleh anggota kepolisian, BRIMOB dalam konteks ini.
03:08Nah, yang berikutnya bagaimana pertanggung jawaban?
03:12Saya kira, apa namanya ya, kalau kita lihat proses saat ini, yang pertama memang proses pidana dan proses etik berjalan.
03:20Dan itu, apa namanya, sudah dilakukan.
03:24Tapi ini harus dijamin bahwa prosesnya harus transparan.
03:29Nah, proses harus transparan itu salah satunya ya harus mengupdate kepada keluarga korban apa yang sudah dilakukan, apa statusnya.
03:38Salah satunya saat ini misalnya statusnya adalah tersangka.
03:43Ya, pelakunya sudah jadi tersangka di level pidana, di level etik ya sekarang sedang diproses.
03:49Etiknya, semoga gelar sedang etiknya segera berjalan.
03:54Nah, yang paling penting dari peristiwa ini adalah janganlah gunakan kewenangan secara berlebihan.
04:01Ya, apalagi dengan tindak kekerasan.
04:03Kalau dalam konteks dunia HAM, itu terkenal dengan excessive use of force.
04:08Penggunaan kewenangan secara berlebihan.
04:11Ini kan, apalagi ini menghadapi anak-anak ya.
04:14Karena anak-anak itu, kenakalan anak-anak dan sebagainya itu ada mekanismenya kalau dianggap nakal.
04:20Ya, bahkan kalau dianggap kejahatan juga ada mekanisme khusus.
04:25Jadi, tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang.
04:28Tapi, lepas dari itu, tindakan kekerasan harus dihindari apapun alasannya.
04:34Apalagi menghadapi anak-anak.
04:36Oke, saya tanya dulu ke Pak Rijik.
04:38Pak Rijik, tapi ketika kejadian, sebenarnya dua putra bapak ini sedang dalam perjalanan kemana?
04:43Atau sedang apa, Pak, sebenarnya?
04:45Jadi, mereka ini, bahwa motor ini katanya jalan-jalan.
04:51Menurut yang saya katanya, ini, dari rumah itu sekitar jam setiap tujuh itu, saya ini larang.
04:58Tidak boleh kemana-mana, tapi di luar rumah mereka sudah jalan, saya larang.
05:02Tapi, setahu saya itu mereka ini jalan saja.
05:05Mereka berdua saja.
05:07Oke.
05:08Jalan di rumah terperin, langsung balik.
05:10Oke, artinya dugaan balap liar menjadi alasan terduga pelaku ini melakukan pengenayaan itu tidak benar?
05:16Oh, itu tidak benar.
05:19Tidak benar.
05:20Tidak benar.
05:21Tidak benar.
05:22Oke, tapi Pak Rijik, kalau misalnya tadi kunci indikator dari transparansi adalah update yang terus dilakukan kepada keluarga.
05:30Anda mendapatkan itu secara reguler?
05:33Iya, iya, iya.
05:35Iya.
05:36Oke.
05:38Oke.
05:39Oke, Pak Anam, tapi juga Anda melihatnya sebenarnya sampai ada kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh anggota Brimopolda ini.
05:45Sebenarnya celahnya itu karena apa?
05:47Karena ada pengawasan yang lengah atau ada SOP yang diabaikan atau seperti apa?
05:54Kami lagi telusurin ya, tapi kalau lihat sekilas memang ada SOP yang dilanggar.
06:00Ada SOP yang dilanggar, satu itu.
06:02Yang kedua memang ada satu kebudayaan yang memang menjadi ancaman, masih menjadi tradisi di kita bahwa pendekatan itu selalu dengan
06:12kekerasan.
06:13Nah, ini enggak bisa kayak begitu.
06:16Oleh karenanya kita mengingatkan dan selalu mengingatkan anggota kepolisan untuk tidak menggunakan kekerasan.
06:23Polisi itu sudah berbenah banyak.
06:26Ya, mungkin ada satu dua yang masih gampang emosi terus kekerasan dan sebagainya.
06:33Fungsi dialog, fungsi pembinaan dan sebagainya kepada masyarakat harus dikedepankan.
06:41Karena transformasi kebudayaan jadi penting.
06:44Sekali lagi, jangan gampang menggunakan kekerasan.
06:49Oke, kalau gitu saya juga mau tanya ke Pak Rejik.
06:51Pak Rejik, kalau dari pemantauan Anda, sebenarnya penanganan dari polisi menurut Anda sudah sesuai ekspektasi belum?
07:00Ya, Alhamdulillah.
07:02Ya, dari yang kami pantau memang sudah dijadikan, ini sudah sesuai ekspektasi belum?
07:14Oke, sedikit Pak, berarti terakhir harapannya, sanksi seperti apa yang dijatuhkan kepada pelaku?
07:24Yang pertama ini, kami minta hukuman seberat-beratnya.
07:30Oke, hukuman berat yang adil sesuai dengan tindakan yang dilakukan.
07:34Pak Rejik Tawakal, terima kasih sudah berkenan berbagi bersama kami di Kompas Petang.
07:39Semoga segera pulih juga untuk putranya, Pak, dan Khoiru Anam, Komisioner Kompolnas juga terima kasih sudah berbagi bersama kami.
07:46Terima kasih.
07:47Ya, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan