00:00IPM dan lingkungan membaik, tapi orang di Riau justru susah dapat kerja?
00:05Orang di Riau masih susah dapat kerja karena ketersediaan lapangan pekerjaan masih sangat terbatas.
00:11Hal itu dapat dilihat dari paparan PLT Gubernur Riau SF Haryanto soal capaian indikator makro dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan
00:19Awal RKPD Provinsi Riau tahun 2027
00:22di Menara Dangmerdu Bank Riau Keprisyariah, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Rabu 17 Februari 2026.
00:31Dalam paparannya, sejumlah indikator makro menunjukkan Provinsi Riau terus bergerak ke arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
00:39Indeks pembangunan manusia meningkat, angka kemiskinan dan ketimpangan menurun, serta kualitas lingkungan hidup membaik.
00:47Namun di sisi lain, tantangan penciptaan lapangan kerja masih menjadi pekerjaan rumah.
00:52Dari paparan tersebut, PLT Gubernur Riau merujuk pada data Badan Pusat Statistik yang mencatat bahwa IPM Riau terus naik dalam
01:00lima tahun terakhir
01:01yang mencerminkan perbaikan akses pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
01:06Tahun 2021, IPM Riau berada di angka 73,89 poin dan meningkat menjadi 76,31 poin pada 2025.
01:17Angka tersebut konsisten berada di atas rata-rata nasional, ujarnya.
01:22Di sisi kemiskinan, Riau juga menunjukkan tren positif.
01:26Tingkat kemiskinan turun dari 7,00 persen pada 2021 menjadi 6,30 persen pada 2025,
01:35atau lebih rendah dari rata-rata nasional yang berada di kisaran 8,25 persen pada 2025.
01:44Sementara itu, ketimpangan pendapatan di Riau juga semakin mengecil.
01:48Gini rasio turun dari 0,327 poin pada 2021 menjadi 0,304 poin pada 2025.
01:57Angka ini lebih rendah dibandingkan gini rasio nasional yang berada di level 0,363 poin
02:03menjadi indikator bahwa distribusi pendapatan di Riau tergolong semakin merata, katanya.
02:09Dari sisi lingkungan, indeks kualitas lingkungan hidup Riau menunjukkan perbaikan signifikan.
02:15Setelah berada di angka 70,72 poin pada 2021 dan sempat turun pada 2023,
02:22IKLH melonjak menjadi 74,82 poin pada 2024.
02:27Tak hanya itu, persentase penurunan intensitas emisi gas rumah kaca di Riau juga meningkat tajam.
02:33Pada 2021, penurunan intensitas emisi tercatat 55,39 poin dan naik menjadi 66,9 poin pada 2024,
02:44atau lebih tinggi dibanding capaian nasional yang berada di level 43,72 poin pada 2024.
02:52Meski demikian, tantangan masih terlihat pada indikator ketenaga kerjaan.
02:57Tingkat pengangguran terbuka Riau sempat turun menjadi 3,70 persen pada 2024,
03:03namun kembali naik menjadi 4,06 persen pada 2025.
03:09Meski masih lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 4,74 persen,
03:14kenaikan ini menjadi sinyal bahwa orang di Riau masih sulit untuk mendapatkan pekerjaan,
03:19sehingga perlunya perluasan lapangan kerja baru.
03:22Palti Gubernur Riau menegaskan bahwa kondisi ini dapat dipengaruhi oleh pertumbuhan angkatan kerja
03:28yang lebih cepat dibanding penciptaan lapangan kerja.
03:31Perubahan struktur ekonomi dan fluktuasi sektor komoditas juga berpotensi memengaruhi serapan tenaga kerja di Riau.
03:39Secara keseluruhan, indikator makro menunjukkan Riau berada pada jalur pembangunan yang relatif stabil.
03:45Namun, pemerintah daerah tetap perlu mendorong investasi, hilirisasi industri, dan pengembangan sektor padat karya
03:52agar pertumbuhan ekonomi mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
03:56Terima kasih telah menonton!
Komentar