00:00Provinsi Riau saat ini mulai memasuki musim kemarau periode pertama berdasarkan pola iklim normal tahunan.
00:07Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG,
00:12Pekanbaru mengingatkan bahwa kondisi ini perlu diwaspadai mengingat berisiko meningkatkan kebakaran hutan dan lahan,
00:17karhutlah, di sejumlah daerah.
00:20Forecaster BMKG Pekanbaru, Bibin S, menjelaskan dua musim kemarau dan dua musim hujan dalam satu tahun menandai
00:27bahwa Riau memiliki tipe hujan ekuatorial.
00:29Normalnya kemarau pertama terjadi pada Februari hingga pertengahan Maret,
00:33sedangkan kemarau kedua terjadi pada Juni hingga September, ujar Bibin, Sabtu, 7 Februari 2026.
00:40Di antara periode kemarau tersebut, kata Bibin,
00:43terdapat dua musim hujan yang diprediksi akan terjadi pada pertengahan Maret hingga Mei dan Oktober hingga Januari.
00:49Menurut Bibin, kewaspadaan terhadap potensi karhutlah perlu ditingkatkan airing mulai berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah.
00:56Terutama, daerah rawan kebakaran.
00:59Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran, BPBD,
01:04Riau juga mulai memperkuat koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kota sebagai langkah antisipasi menghadapi periode kemarau tahun ini.
01:11Kepala BPBD Damkar Riau, M.E.D. Afrizal, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan daerah untuk membahas kesiapan penanganan karhutlah,
01:20termasuk kemungkinan penetapan status siaga darurat di wilayah yang membutuhkan.
01:24Kami akan segera mengumpulkan BPBD Kabupaten Kota untuk koordinasi penanganan karhutlah, jelasnya.
01:30Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
01:34Jangan membuka lahan dengan cara membakar, tegasnya.
Komentar