Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Festival Cian Cui atau yang dikenal sebagai “Perang Air” berlangsung meriah di Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tradisi tahunan ini menjadi simbol masyarakat pesisir dalam merawat warisan leluhur sekaligus mempererat persaudaraan.

Festival digelar bertepatan dengan perayaan Imlek 2026. Tidak hanya warga keturunan Tionghoa, masyarakat dari berbagai latar belakang juga turut memeriahkan kegiatan tersebut.


Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #festivalperangair #meranti

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Festival Perang Air di Meranti meriah, simbol persaudaraan dan pelestarian budaya.
00:05Festival Ciancuy atau yang dikenal sebagai Perang Air berlangsung meriah di Jalan Merdeka.
00:10Kelurahan Selat Panjang Kota Kecamatan Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti.
00:15Tradisi tahunan ini menjadi simbol masyarakat pesisir dalam merawat warisan leluhur sekaligus mempererat persaudaraan.
00:22Festival digelar bertepatan dengan Perayaan Imlek 2026.
00:26Tidak hanya warga keturunan Tionghoa, masyarakat dari berbagai latar belakang juga turut memeriahkan kegiatan tersebut.
00:33Warga berkonvoy menggunakan becak motor di sepanjang jalan,
00:37sementara sebagian lainnya menunggu di pinggir jalan untuk ikut dalam tradisi saling menyeram air.
00:43Para peserta menggunakan ember maupun pistol air untuk berperang secara penuh keceriaan.
00:48Kapolda Riau, Dirjen Pol Heri-Heriawan bersama Wakapolda Brigjen Henki Hariadi turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
00:55Kapolda menegaskan Festival Cian Cui merupakan gambaran nyata, tradisi yang mampu menyatukan masyarakat dalam harmoni dengan alam,
01:03serta semangat kutong royong.
01:05Dalam sambutannya, Irjen Heri-Heri-Heriawan menyampaikan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan,
01:12terutama karena wilayah desa Bokor dikelilingi ekosistem mangrove sebagai benteng pesisir.
01:17Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menggelorakan semangat program Green Policing,
01:23yakni konsep kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan,
01:26tetapi juga berperan aktif dalam perlindungan ekosistem demi kesejahteraan masyarakat.
01:31Melalui program itu, Polda Riau mengajak seluruh elemen masyarakat ke Pulau Meranti
01:35menjadi garda terdepan dalam merawat budaya lokal,
01:39sekaligus melindungi kekayaan alam.
01:41Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong ekonomi kreatif melalui perwisata budaya,
01:46tanpa merusak ekosistem pesisir.
01:49Selain meraihkan tradisi, kehadiran jajaran,
01:51Polda Riau juga dimanfaatkan untuk memperkuat suatu rahmi,
01:55dengan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
01:58Suasana kekeluargaan sepanjang festival menunjukkan hubungan harmonis
02:02antara aparat dan masyarakat sebagai fondasi keamanan di wilayah perbatasan.
02:07Festival Cian Cui tahun ini menjadi pengingat bahwa di balik percikan airnya,
02:12tersimpan semangat menjaga kedaulatan budaya dan kelestarian alam meranti.
Komentar

Dianjurkan