Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Ketua TPUA, Eggi Sudjana tidak terima atas tudingan Roy Suryo terkait penghentian penyidikan atau SP3 yang didapatkannya dalam kasus ijazah Jokowi.

Meski begitu, Eggi mengatakan akan memaafkan Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin namun proses hukum tetap berjalan.

"Roy loe jangan ngeles-ngeles maksudnya, maksudnya loe. Pakai satir, satir. Loe lagi ribut sama gue. Aku tidak mau ribut antar begini apalagi teman, itu anak buah kita si Ahmad Khozinudin, dia dulu yang keluar dari TPUA. Diframing gue meninggalkan perjuangan, siapa yang meninggalkan perjuangan. Poin pentingnya dengan segala hormat menjelang Ramadan saya tidak mau terbawa emosional saya. Jadi secara umum, perilaku mereka, walaupun mereka tidak pernah mau minta maaf, sudahlah saya pakai moral Islam saya maafkan mereka, tapi hukum jalan terus," ujar Eggi ditemui di Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (18/2/2026).

Baca Juga Keberatan! Pengacara Jokowi Tolak Keterangan Roy Suryo dan Rismon di Sidang CLS Kasus Ijazah di https://www.kompas.tv/nasional/651577/keberatan-pengacara-jokowi-tolak-keterangan-roy-suryo-dan-rismon-di-sidang-cls-kasus-ijazah

#eggisudjana #roysuryo #ijazahjokowi

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651580/dituding-sp3-produk-solo-eggi-ke-roy-suryo-jangan-ngeles-loe-lagi-ribut-sama-gue
Transkrip
00:00Jangan main-main dengan masalah hukum, jangan pakai maksudnya, maksudnya apa?
00:05Kenapa nggak dijelasin maksudnya waktu itu?
00:08Ditambah lagi di timpe sama si Roy Syurya, datang dua tuyul menemui Jin Iprid.
00:16Jadi dua tuyul itu saya sama dia.
00:19Jin Iprid, eh Jokowi, ah Roy lu jangan ngeles-ngeles maksudnya-maksudnya lu, pakai satir-satir.
00:25Lu lagi ribut sama gua, gitu.
00:27Jadi lu jelaskan lah.
00:30Aku tidak mau ribut antar begini, apalagi teman.
00:33Bukan teman, itu anak buah kita itu, si Ahmad Kuzinudin.
00:37Dia dulu yang keluar dari TPU, bikin sendiri.
00:41Di framing-framing, gua meninggalkan perjuangan.
00:43Siapa yang meninggalkan perjuangan?
00:45Nah, poin pentingnya, dengan segala hormat,
00:49jelang Ramadan ini saya tidak mau terbawa emosional saya.
00:53Jadi, secara umum, perilaku mereka, walaupun mereka tidak pernah minta maaf dan merasa belagu,
01:02Sudahlah, saya pakai moral Islam, saya maafkan mereka.
01:07Tapi hukum jalan terus.
01:09Kan si Koji Dunia juga begitu.
01:10Maaf, itu cuma pengurangan saja, tapi substansinya harus jalan terus.
01:16Kalau jalan terus, kau buktikanlah.
01:19Kau jagoan, kau bisa hebat, pengacara terkenal.
01:23Lawanlah laporan saya ini.
01:25Dan pihak polisi, saya tidak ingin ada di tunda-tunda.
01:29Kalau memang cukup bukti hukum, lakukanlah.
01:34Jadi, everybody jangan salah paham kalau terjadi penahanan dan lain sebagainya kepada mereka itu,
01:42bukan soal ijazah, ini salah satunya, soal saya.
01:45Kenapa dia belagu?
01:47Sok tahu.
01:49Padahal kalau dia minta maaf, udah saya maafkan.
01:52Tapi dia tidak pernah minta maaf.
01:54Saya kira gitu, selanjutnya DHL.
01:57Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:59Sesuai yang Bang Ege katakan tadi,
02:02beliau bergabung kepada komando koordinator pelaporan Bera Islam.
02:10Ketua umumnya saya, memang dari dulu kita ini tandem,
02:14artinya saya sebagai senior, orang yang hormati, adab,
02:18secara budaya maupun secara agama,
02:22saya memang harus hormati beliau.
02:26Sehingga saya majukan TPWA,
02:28karena saya juga sempat sekjen.
02:30Nah, kebetulan ini, karena ada peristiwa tadi,
02:33yang disampaikan oleh Bang Ege,
02:35nah, sekarang saya sampaikan keterkaitannya kepada Korlabi saat ini.
02:40Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
02:42puji syukur terhadirat Allah SWT,
02:44dan salam salawat kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
02:49Bismillahirrahmanirrahim, hari ini Rabu,
02:50tepatnya di Gedung Mabespori, Jalan Teruno Joyo, Jalan Selatan,
02:54kami atas nama Korlabi,
02:56komando koordinator pelaporan Bera Islam,
02:58menyampaikan, terharu dan bahagia,
03:01oleh karena organisasi kami,
03:03TPWA, telah diambil kembali oleh pemilik.
03:05Kami ikhlas, mandatnya diambil,
03:08oleh sebab yang disampaikan oleh Bang Ege tadi,
03:11ada kekiseruan, ada kekacauan,
03:13yang tidak bisa dibina lagi.
03:16Sehingga,
03:18Ketua Pembina dan Pendiri,
03:22Imam Besar Umat Islam di negeri ini,
03:26Ailsi, Dokter HRS, Habib Rizik Sihab,
03:30MA, PHD,
03:32oleh karena suatu hal yang bisa merupakan umat Islam,
03:35dan perjuangan di negeri ini,
03:37sehingga TPWA dibekukan untuk sementara,
03:39tanpa batas waktu yang ditentukan.
03:42Untuk itu,
03:43kami sekali lagi,
03:44atas nama pengurus Korlabi,
03:46komando koordinator pelaporan Bera Islam,
03:48berterima kasih kepada
03:49Badan Pembina Utama,
03:51LC, Dokter HRS,
03:53MA, PHD,
03:55telah menerima BES,
03:56menjadi salah seorang
03:58pembina di tubuh Korlabi,
04:00yang mana cukup kami tembuskan
04:02melalui
04:03tangan kanan beliau.
04:07Semoga Korlabi semakin bermanfaat
04:10dan bermartabat
04:11bagi umat Islam
04:12dari sisi perjuangan membela agama.
04:14Dan tentu saja,
04:15tetap melekat filosofi Pancasila
04:17yang dalam makna agama
04:18apapun tidak boleh dihinakan
04:20atau dinistakan di negeri
04:22yang tercinta ini.
04:24Demikian,
04:25khawat kami,
04:25dengan tanda bergabungnya BES adalah
04:27dengan tanda kode
04:29selaku Ketua Umum Korlabi
04:31dan Sekjen Arpit,
04:32yang benar-benar ada di luar negeri,
04:36berjabat dengan beliau.
04:38Salam hormat kami kepada
04:39segenap bangsa ini.
04:40Wabilahi Taufik,
04:41walilayahu wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:44Terima kasih.
04:46Nah, sekarang saya berfungsi
04:50sebagai pembina Korlabi.
Komentar

Dianjurkan