00:00Sejarah dan pengalaman yang sifatnya personal tapi mencerminkan bagaimana perubahan yang terjadi di Indonesia,
00:07kita akan beralih ke dunia aviasi militer.
00:11Tak banyak keturunan Tionghoa yang memilih mengabdikan dirinya menjadi pilot pesawat tempur TNI Angkatan Udara.
00:19Namun, ada satu sosok pemuda keturunan Tionghoa yang sejak kecil bermimpi menjaga langit Nusantara.
00:27Mimpinya terwujud, ia kini dipercaya menjadi salah satu pilot andalan pesawat tempur TNI Angkatan Udara.
00:34Bersama dengan pesawat F-16, ia teguh menjaga kedaulatan langit Indonesia.
00:40Inilah pilot pesawat TNI Angkatan Udara, Mayor Penerbang Marco Anderson.
00:46Saya persilahkan.
00:57Mayor Penerbang Marco Anderson, salah satu penerbang elit TNI Angkatan Udara Keturunan Tionghoa yang menerbangkan F-16 Fighting Falcon,
01:06pesawat tempur andalan untuk misi latihan maupun pengamanan udara negara.
01:14Dari banyak perwira muda lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2012,
01:19hanya sedikit yang terpilih menjadi penerbang F-16 dan Marco Anderson adalah salah satunya.
01:26Mayor Marco Anderson setia mengabdi menjaga kedaulatan udara Indonesia.
01:36Perkenalkan, saya Mayor Penerbang Marco Anderson.
01:41Hari ini saya berdiri di sini bukan hanya sebagai prajurit TNI Angkatan Udara,
01:48tapi juga sebagai bagian dari anak bangsa yang percaya bahwa keminaikan adalah satu-satu kekuatan besar bagi bangsa Indonesia.
01:59Hari ini saya berdiri di sini sebagai bukti bahwa perbedaan bukanlah suatu pembatas dalam pengabdian,
02:09melainkan kekuatan untuk menjaga Indonesia.
02:15Izinkan saya berbagi sedikit perjalanan hidup,
02:20sebuah perjalanan yang membentuk pemahaman tentang pengabdian, kepercayaan, dan persatuan.
02:27Saya lahir dan besar di Jakarta.
02:29Ayah saya seorang wira usaha di bidang servis mesin.
02:33Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara,
02:36tidak ada background militer dalam keluarga saya sebelumnya.
02:40Dan saya berasal dari keluarga yang sederhana,
02:44yang menanamkan nilai-nilai kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab.
02:50Dari situlah saya belajar satu hal penting.
02:54Pengabdian tidak ditentukan oleh dari mana kita berasal,
02:58tetapi oleh keberanian kita untuk berdiri bagi Indonesia.
03:03Sejak skala dasar, saya bercita-cita untuk menjadi seorang pilot.
03:06Saya terkesan melihat atraksi pesawat udara melalui kecepatannya,
03:11serta presisian dalam bermanuver.
03:14Saya bercita-cita suatu hari nanti saya akan menerbangkan pesawat tersebut.
03:19Saya merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2012.
03:23Kemudian saya melaksanakan berkarir pertama sebagai penerbang pesawat Hawk 100-200.
03:30Kemudian saya juga dipercaya untuk menerbangkan pesawat F-16 Fighting Falcon
03:35untuk menjaga wilayah udara negara kesatuan Republik Indonesia.
03:40Melalui misi pertahanan udara, penjagaan tiap perbatasan, sampai dengan pulau terluar.
03:47Saya juga berkesempatan tidak hanya melaksanakan operasi, namun juga latihan.
03:52Latihan-latihan yang saya lakukan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.
03:57Berlatih dengan beberapa negara sahabat, negara-negara tetangga di sekitar Indonesia,
04:02baik dari Singapura, Australia, Thailand, bahkan sampai dengan Amerika Serikat.
04:08Dan latihan multinasional juga kami laksanakan,
04:12seperti latihan pitch black di Australia, Darwin.
04:15Di sana saya juga berkesempatan dipercaya untuk memimpin berbagai tipe pesawat
04:21dari berbagai negara untuk melaksanakan suatu simulasi pertempuran udara.
04:26Hingga hari ini saya telah mengantongi sekitar 2.700 jam terbang.
04:31Kemudian pengalaman kami di tahun 2022, kami lulus melaksanakan mengikuti Squadron Officer School di Amerika Serikat.
04:39Kemudian di tahun 2023, lulus sebagai Fighter Weapon Instructor.
04:45Kemudian di tahun 2025 kemarin, saya lulus menjadi instruktur penerbang di Sekolah Penerbang Teknik Angkatan Udara
04:52dengan predikat lulusan terbaik.
04:55Saat ini saya mengajar di Kewing Pendidikan 100 Terbang
05:01yang saya mengajarkan di sini kepada para calon-calon penerbang baru
05:07dengan harapan agar menyiapkan generasi muda menjadi penerbang yang profesional,
05:15terampil, serta siap melanjutkan ekstafet kepemimpinan,
05:18ekstafet pengabdian kepada bangsa Indonesia.
05:22Namun, bagi saya, seluruh perjalanan bukanlah tentang pencapaian pribadi,
05:29melainkan tentang kesiapan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar bagi bangsa dan negara Indonesia.
05:35Dan dari setiap pengalaman itulah, saya semakin memahami bahwa kekuatan sebuah bangsa
05:41tidak dibangun oleh teknologi atau kekuatan militer,
05:45tetapi oleh kepercayaan dan persatuan antar warga negara.
05:50Disitulah kemerdekaan menemukan maknanya.
05:53Dalam rangka merayakan Imlek, bagi saya Imlek bukanlah suatu perayaan budaya,
06:01tetapi momentum untuk melaksana refleksi tentang pengharapan,
06:08tentang pembaruan, tentang keluarga, dan tentang rasa syukur.
06:16Sebagai Tionghoa Indonesia, saya merayakan dengan penuh kesadaran
06:21bahwa identitas adalah bagian dari perjalanan bangsa ini.
06:26Namun, sebagai prajurit TNI Angkatan Udara,
06:29saya juga belajar bahwa di atas semua identitas,
06:33ada satu identitas yang mempersatukan kita semua, yaitu Indonesia.
06:37Dan dari sanalah saya memahami makna kebinekaan yang sesungguhnya.
06:42Kebinekaan bukan sekedar keberagaman yang hidup bersampingan.
06:48Kebinekaan adalah kesediaan untuk menempatkan Indonesia di atas kepentingan individual.
06:53Di dalam kokpit pesawat tempur, tidak ada ruang sekat untuk suku, agama,
07:00ataupun budaya lain, ataupun latar belakang.
07:05Yang ada hanyalah profesionalisme, disiplin, dan kepercayaan.
07:10Saling mempercayai dan menjaga satu sama lain, tanpa adanya perbedaan.
07:15Baik sesama penerbang, penerbang antar pesawat, maupun dengan ground crew.
07:19Yang memastikan pesawat kita akan siap terbang, dan akan kembali dengan selamat.
07:24Kepercayaan itu tidak dibangun oleh kesamaan, tetapi oleh komitmen dan integritas.
07:29Dan saya belajar satu hal yang tidak pernah berubah.
07:34Di ketinggian puluhan ribu kaki, kami tidak bertanya siapa Anda.
07:39Yang kami tahu, kita ada berada di langit yang sama, dan di tanah air yang sama.
07:45Disitulah memahami bahwa kebinekaan bukanlah sekedar slogan,
07:50ia adalah fondasi dari kepercayaan.
07:53Dan bangsa yang saling percaya adalah bangsa yang kuat.
07:56Dari pengalaman tersebut, izinkan saya untuk menyampaikan tiga gagasan sederhana
08:01dalam rangka merayakan dan menjaga kebinekaan.
08:06Yang pertama, melihat persamaan bukan perbedaan.
08:10Menjaga kebinekaan berawal dari cara pandang kita antara satu dengan yang lain.
08:14Terlalu sering kita fokus pada hal yang membedakan kita.
08:18Padahal jauh lebih penting, ada satu persamaan kita, yaitu yang lebih besar, kita adalah sama-sama anak bangsa Indonesia.
08:27Dan dari dalam dunia penerbangan militer, cara pandang bukanlah pilihan.
08:33Melainkan keharusan.
08:34Ketika kita melaksanakan suatu misi, kita tidak lagi memandang kita berbeda, tetapi kita fokus pada satu tujuan yang sama.
08:42Persatuan tumbuh ketika rasa saling menghargai menjadi kebiasaan, bukan menjadi wacana.
08:48Kemudian yang kedua, hadir untuk berkontribusi.
08:51Tidak semua orang harus menjadi prajurit.
08:54Tidak semua orang harus duduk di atas kokpit pesawat tempur.
08:57Namun, apapun profesi kita, setiap peran adalah ruang untuk pengabdian kita bagi Indonesia.
09:07Kebindekaan akan terasa kuat ketika setiap warga negara berkata dalam hatinya,
09:12negara ini adalah milik saya, dan saya ikut bertahun jawab untuk menjaganya.
09:17Karena ketika rasa memiliki tumbuh, persatuan akan mengikuti.
09:22Kemudian selanjutnya ketiga, keteladanan dalam tindakan.
09:26Kemudian, kebindekaan tidak cukup dirayakan dalam seremonia.
09:29Tidak cukup diucapkan dalam slogan.
09:32Ia juga harus dijaga dalam tindakan, baik dari tindakan yang sederhana.
09:36Dengan menunjukkan saring memberi rasa hormat, membangun kepercayaan, dan juga membuka ruang untuk kerjasama.
09:44Karena itu saya meyakini bahwa persatuan tidak lahir dari kata-kata besar,
09:50tetapi dari keteladanan yang konsisten.
09:52Jika setiap dari kita melihat kebersamaan, berkontribusi dengan tulus, dan memberikan teladan,
10:00maka kebindekaan tidak hanya akan kita jaga, tetapi akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan Indonesia.
10:07Imlek mengajarkan saya tentang harapan dan pembaruan.
10:10TNI mengajarkan saya tentang loyalitas dan pengabdian.
10:14Dalam pertemuan dua nilai inilah, saya menemukan makna kebindekaan.
10:18Bukan sekedar hidup berdampingan, tetapi berdiri bersama untuk tujuan yang sama, Indonesia.
10:24Jika di udara, kami saling mempercayai dan menjaga satu sama lain tanpa melihat perbedaan.
10:31Maka di darat pun kita pasti bisa saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa.
10:37Mari kita rayakan perbedaan bukan sebagai jarak, tetapi sebagai kekuatan.
10:43Mari kita jaga Indonesia dengan hati yang utuh.
10:46Selamat tahun baru Imlek, untuk Indonesia yang semakin kuat.
Komentar