Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mayor Pnb Marko Andersen mengatakan bahwa identitas menjadi bagian penting bagi perjalanan Indonesia.

Namun, kata Marko, dari semua identitas ada satu yang menyatukan yaitu Indonesia.

Oleh karena itu, baginya kebinekaan bukan sekadar slogan melainkan fondasi dari kepercayaan.

"Kebinekaan bukan sekadar slogan, tapi fondasi dari kepercayaan dan bangsa yang saling percaya adalah bangsa yang kuat," ujar Marko.

Baca Juga Mari Elka Pangestu Bersyukur Bisa Rayakan Imlek Secara Terbuka di Indonesia | GAGAS RI di https://www.kompas.tv/nasional/651584/mari-elka-pangestu-bersyukur-bisa-rayakan-imlek-secara-terbuka-di-indonesia-gagas-ri

#imlek #tniau #kebinekaan

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651585/jadi-pilot-tni-au-keturunan-tionghoa-marko-andersen-kebinekaan-bukan-sekadar-slogan-gagas-ri
Transkrip
00:00Sejarah dan pengalaman yang sifatnya personal tapi mencerminkan bagaimana perubahan yang terjadi di Indonesia,
00:07kita akan beralih ke dunia aviasi militer.
00:11Tak banyak keturunan Tionghoa yang memilih mengabdikan dirinya menjadi pilot pesawat tempur TNI Angkatan Udara.
00:19Namun, ada satu sosok pemuda keturunan Tionghoa yang sejak kecil bermimpi menjaga langit Nusantara.
00:27Mimpinya terwujud, ia kini dipercaya menjadi salah satu pilot andalan pesawat tempur TNI Angkatan Udara.
00:34Bersama dengan pesawat F-16, ia teguh menjaga kedaulatan langit Indonesia.
00:40Inilah pilot pesawat TNI Angkatan Udara, Mayor Penerbang Marco Anderson.
00:46Saya persilahkan.
00:57Mayor Penerbang Marco Anderson, salah satu penerbang elit TNI Angkatan Udara Keturunan Tionghoa yang menerbangkan F-16 Fighting Falcon,
01:06pesawat tempur andalan untuk misi latihan maupun pengamanan udara negara.
01:14Dari banyak perwira muda lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2012,
01:19hanya sedikit yang terpilih menjadi penerbang F-16 dan Marco Anderson adalah salah satunya.
01:26Mayor Marco Anderson setia mengabdi menjaga kedaulatan udara Indonesia.
01:36Perkenalkan, saya Mayor Penerbang Marco Anderson.
01:41Hari ini saya berdiri di sini bukan hanya sebagai prajurit TNI Angkatan Udara,
01:48tapi juga sebagai bagian dari anak bangsa yang percaya bahwa keminaikan adalah satu-satu kekuatan besar bagi bangsa Indonesia.
01:59Hari ini saya berdiri di sini sebagai bukti bahwa perbedaan bukanlah suatu pembatas dalam pengabdian,
02:09melainkan kekuatan untuk menjaga Indonesia.
02:15Izinkan saya berbagi sedikit perjalanan hidup,
02:20sebuah perjalanan yang membentuk pemahaman tentang pengabdian, kepercayaan, dan persatuan.
02:27Saya lahir dan besar di Jakarta.
02:29Ayah saya seorang wira usaha di bidang servis mesin.
02:33Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara,
02:36tidak ada background militer dalam keluarga saya sebelumnya.
02:40Dan saya berasal dari keluarga yang sederhana,
02:44yang menanamkan nilai-nilai kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab.
02:50Dari situlah saya belajar satu hal penting.
02:54Pengabdian tidak ditentukan oleh dari mana kita berasal,
02:58tetapi oleh keberanian kita untuk berdiri bagi Indonesia.
03:03Sejak skala dasar, saya bercita-cita untuk menjadi seorang pilot.
03:06Saya terkesan melihat atraksi pesawat udara melalui kecepatannya,
03:11serta presisian dalam bermanuver.
03:14Saya bercita-cita suatu hari nanti saya akan menerbangkan pesawat tersebut.
03:19Saya merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2012.
03:23Kemudian saya melaksanakan berkarir pertama sebagai penerbang pesawat Hawk 100-200.
03:30Kemudian saya juga dipercaya untuk menerbangkan pesawat F-16 Fighting Falcon
03:35untuk menjaga wilayah udara negara kesatuan Republik Indonesia.
03:40Melalui misi pertahanan udara, penjagaan tiap perbatasan, sampai dengan pulau terluar.
03:47Saya juga berkesempatan tidak hanya melaksanakan operasi, namun juga latihan.
03:52Latihan-latihan yang saya lakukan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.
03:57Berlatih dengan beberapa negara sahabat, negara-negara tetangga di sekitar Indonesia,
04:02baik dari Singapura, Australia, Thailand, bahkan sampai dengan Amerika Serikat.
04:08Dan latihan multinasional juga kami laksanakan,
04:12seperti latihan pitch black di Australia, Darwin.
04:15Di sana saya juga berkesempatan dipercaya untuk memimpin berbagai tipe pesawat
04:21dari berbagai negara untuk melaksanakan suatu simulasi pertempuran udara.
04:26Hingga hari ini saya telah mengantongi sekitar 2.700 jam terbang.
04:31Kemudian pengalaman kami di tahun 2022, kami lulus melaksanakan mengikuti Squadron Officer School di Amerika Serikat.
04:39Kemudian di tahun 2023, lulus sebagai Fighter Weapon Instructor.
04:45Kemudian di tahun 2025 kemarin, saya lulus menjadi instruktur penerbang di Sekolah Penerbang Teknik Angkatan Udara
04:52dengan predikat lulusan terbaik.
04:55Saat ini saya mengajar di Kewing Pendidikan 100 Terbang
05:01yang saya mengajarkan di sini kepada para calon-calon penerbang baru
05:07dengan harapan agar menyiapkan generasi muda menjadi penerbang yang profesional,
05:15terampil, serta siap melanjutkan ekstafet kepemimpinan,
05:18ekstafet pengabdian kepada bangsa Indonesia.
05:22Namun, bagi saya, seluruh perjalanan bukanlah tentang pencapaian pribadi,
05:29melainkan tentang kesiapan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar bagi bangsa dan negara Indonesia.
05:35Dan dari setiap pengalaman itulah, saya semakin memahami bahwa kekuatan sebuah bangsa
05:41tidak dibangun oleh teknologi atau kekuatan militer,
05:45tetapi oleh kepercayaan dan persatuan antar warga negara.
05:50Disitulah kemerdekaan menemukan maknanya.
05:53Dalam rangka merayakan Imlek, bagi saya Imlek bukanlah suatu perayaan budaya,
06:01tetapi momentum untuk melaksana refleksi tentang pengharapan,
06:08tentang pembaruan, tentang keluarga, dan tentang rasa syukur.
06:16Sebagai Tionghoa Indonesia, saya merayakan dengan penuh kesadaran
06:21bahwa identitas adalah bagian dari perjalanan bangsa ini.
06:26Namun, sebagai prajurit TNI Angkatan Udara,
06:29saya juga belajar bahwa di atas semua identitas,
06:33ada satu identitas yang mempersatukan kita semua, yaitu Indonesia.
06:37Dan dari sanalah saya memahami makna kebinekaan yang sesungguhnya.
06:42Kebinekaan bukan sekedar keberagaman yang hidup bersampingan.
06:48Kebinekaan adalah kesediaan untuk menempatkan Indonesia di atas kepentingan individual.
06:53Di dalam kokpit pesawat tempur, tidak ada ruang sekat untuk suku, agama,
07:00ataupun budaya lain, ataupun latar belakang.
07:05Yang ada hanyalah profesionalisme, disiplin, dan kepercayaan.
07:10Saling mempercayai dan menjaga satu sama lain, tanpa adanya perbedaan.
07:15Baik sesama penerbang, penerbang antar pesawat, maupun dengan ground crew.
07:19Yang memastikan pesawat kita akan siap terbang, dan akan kembali dengan selamat.
07:24Kepercayaan itu tidak dibangun oleh kesamaan, tetapi oleh komitmen dan integritas.
07:29Dan saya belajar satu hal yang tidak pernah berubah.
07:34Di ketinggian puluhan ribu kaki, kami tidak bertanya siapa Anda.
07:39Yang kami tahu, kita ada berada di langit yang sama, dan di tanah air yang sama.
07:45Disitulah memahami bahwa kebinekaan bukanlah sekedar slogan,
07:50ia adalah fondasi dari kepercayaan.
07:53Dan bangsa yang saling percaya adalah bangsa yang kuat.
07:56Dari pengalaman tersebut, izinkan saya untuk menyampaikan tiga gagasan sederhana
08:01dalam rangka merayakan dan menjaga kebinekaan.
08:06Yang pertama, melihat persamaan bukan perbedaan.
08:10Menjaga kebinekaan berawal dari cara pandang kita antara satu dengan yang lain.
08:14Terlalu sering kita fokus pada hal yang membedakan kita.
08:18Padahal jauh lebih penting, ada satu persamaan kita, yaitu yang lebih besar, kita adalah sama-sama anak bangsa Indonesia.
08:27Dan dari dalam dunia penerbangan militer, cara pandang bukanlah pilihan.
08:33Melainkan keharusan.
08:34Ketika kita melaksanakan suatu misi, kita tidak lagi memandang kita berbeda, tetapi kita fokus pada satu tujuan yang sama.
08:42Persatuan tumbuh ketika rasa saling menghargai menjadi kebiasaan, bukan menjadi wacana.
08:48Kemudian yang kedua, hadir untuk berkontribusi.
08:51Tidak semua orang harus menjadi prajurit.
08:54Tidak semua orang harus duduk di atas kokpit pesawat tempur.
08:57Namun, apapun profesi kita, setiap peran adalah ruang untuk pengabdian kita bagi Indonesia.
09:07Kebindekaan akan terasa kuat ketika setiap warga negara berkata dalam hatinya,
09:12negara ini adalah milik saya, dan saya ikut bertahun jawab untuk menjaganya.
09:17Karena ketika rasa memiliki tumbuh, persatuan akan mengikuti.
09:22Kemudian selanjutnya ketiga, keteladanan dalam tindakan.
09:26Kemudian, kebindekaan tidak cukup dirayakan dalam seremonia.
09:29Tidak cukup diucapkan dalam slogan.
09:32Ia juga harus dijaga dalam tindakan, baik dari tindakan yang sederhana.
09:36Dengan menunjukkan saring memberi rasa hormat, membangun kepercayaan, dan juga membuka ruang untuk kerjasama.
09:44Karena itu saya meyakini bahwa persatuan tidak lahir dari kata-kata besar,
09:50tetapi dari keteladanan yang konsisten.
09:52Jika setiap dari kita melihat kebersamaan, berkontribusi dengan tulus, dan memberikan teladan,
10:00maka kebindekaan tidak hanya akan kita jaga, tetapi akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan Indonesia.
10:07Imlek mengajarkan saya tentang harapan dan pembaruan.
10:10TNI mengajarkan saya tentang loyalitas dan pengabdian.
10:14Dalam pertemuan dua nilai inilah, saya menemukan makna kebindekaan.
10:18Bukan sekedar hidup berdampingan, tetapi berdiri bersama untuk tujuan yang sama, Indonesia.
10:24Jika di udara, kami saling mempercayai dan menjaga satu sama lain tanpa melihat perbedaan.
10:31Maka di darat pun kita pasti bisa saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa.
10:37Mari kita rayakan perbedaan bukan sebagai jarak, tetapi sebagai kekuatan.
10:43Mari kita jaga Indonesia dengan hati yang utuh.
10:46Selamat tahun baru Imlek, untuk Indonesia yang semakin kuat.
Komentar

Dianjurkan