Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ratusan siswa di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, serta Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit karena diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat lebih dari 5.000 kasus keracunan sejak program ini dimulai pada awal tahun.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, KompasTV sudah terhubung dengan Jurnalis Ridwan Mustopa di Garut, Jawa Barat. Sahabat KompasTV, bagaimana menurut kalian, apa langkah yang sebaiknya dilakukan agar program makanan bergizi gratis tetap aman bagi anak-anak?

#makanbergizigratis #prabowo #keracunan

Baca Juga [FULL] Asiknya Berakhir Pekan Belajar Buat Matcha, Gimana Cara Kalian? | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/618535/full-asiknya-berakhir-pekan-belajar-buat-matcha-gimana-cara-kalian-sapa-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/618536/full-penyebab-respons-pemerintah-para-siswa-di-daerah-keracunan-makan-bergizi-gratis-sapa-pagi
Transkrip
00:00Dan untuk mengetahui informasi lebih lengkap, kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Ritwan Nustopa di Garut, Cewo Barat.
00:12Salam pagi, Ritwan. Ritwan, jadi hingga saat ini berapa jumlah korban yang diduga mengalami keracunan makan bergizi gratis?
00:19Ya, Oktar dan juga saudara bahwa per hari ini, tepatnya di hari Sabtu, bahwa jumlah korban yang diduga mengalami keracunan akibat menyantap makanan di sekolah.
00:37Dimana sebelumnya Kecamatan Kadukora, tepatnya Puskespas Kadukora, telah menangani atau telah merawat sebanyak 30 siswa yang diduga mengalami keracunan.
00:47Dari 30 orang tersebut, 11 telah pulang pada hari Kamis lalu dan 9 orang telah pulang pada hari Jumat kemarin dan sekarang 10 orang ini masih mengalami mual-mual dan juga mual-mual seperti itu.
01:01Namun demikian, apabila kondisinya terus membaik, nanti siang atau sore menarikkan 10 orang tersebut akan bisa dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
01:09Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada mual-mual di sekolah satu hari setelahnya mereka mengalami mual-mual, mualas, BAB dan juga pusim-pusim hingga akhirnya 30 orang dilarikan ke Puskespas, Kadukora, Kabupaten Garutumikan, Oktar.
01:31Oke, berarti masih ada beberapa yang dirawat tentu nanti melihat bagaimana kondisi dan bisa dipastikan untuk pulang.
01:41Rituan, bagaimana hasil penyelidikan? Apakah sudah ada hasil uji sampel makanan?
01:46Pasca kasus ini mencuat dan pasca keracuran ini terjadi, koalisi dari Kepulisan Resort Garut melakukan penyelidikan dan telah memeriksa sejumlah saksi
01:59mulai dari pihak sekolah, penjaga sekolah hingga pihak-pihak lain termasuk dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah mengirimkan sampel makanan untuk di uji laboratorium di Bandung, Jawa Barat.
02:11Tempun demikian, untuk hasil sampel makanan tersebut nanti bisa diperoleh 10 hari yang akan datang seperti itu.
02:17Jadi saat ini memang pihak Kepulisan Sample belum bisa memastikan penyebab pasti dari keracunan tersebut dan menunggu dari hasil laboratorium di Bandung.
02:26Seperti itu, Pak Pak.
02:28Oke, baik. Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Rituan Mustopam, laporkan dari Garut, Jawa Barat.
Komentar

Dianjurkan