00:00Dan untuk mengetahui informasi lebih lengkap, kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Ritwan Nustopa di Garut, Cewo Barat.
00:12Salam pagi, Ritwan. Ritwan, jadi hingga saat ini berapa jumlah korban yang diduga mengalami keracunan makan bergizi gratis?
00:19Ya, Oktar dan juga saudara bahwa per hari ini, tepatnya di hari Sabtu, bahwa jumlah korban yang diduga mengalami keracunan akibat menyantap makanan di sekolah.
00:37Dimana sebelumnya Kecamatan Kadukora, tepatnya Puskespas Kadukora, telah menangani atau telah merawat sebanyak 30 siswa yang diduga mengalami keracunan.
00:47Dari 30 orang tersebut, 11 telah pulang pada hari Kamis lalu dan 9 orang telah pulang pada hari Jumat kemarin dan sekarang 10 orang ini masih mengalami mual-mual dan juga mual-mual seperti itu.
01:01Namun demikian, apabila kondisinya terus membaik, nanti siang atau sore menarikkan 10 orang tersebut akan bisa dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
01:09Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada mual-mual di sekolah satu hari setelahnya mereka mengalami mual-mual, mualas, BAB dan juga pusim-pusim hingga akhirnya 30 orang dilarikan ke Puskespas, Kadukora, Kabupaten Garutumikan, Oktar.
01:31Oke, berarti masih ada beberapa yang dirawat tentu nanti melihat bagaimana kondisi dan bisa dipastikan untuk pulang.
01:41Rituan, bagaimana hasil penyelidikan? Apakah sudah ada hasil uji sampel makanan?
01:46Pasca kasus ini mencuat dan pasca keracuran ini terjadi, koalisi dari Kepulisan Resort Garut melakukan penyelidikan dan telah memeriksa sejumlah saksi
01:59mulai dari pihak sekolah, penjaga sekolah hingga pihak-pihak lain termasuk dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah mengirimkan sampel makanan untuk di uji laboratorium di Bandung, Jawa Barat.
02:11Tempun demikian, untuk hasil sampel makanan tersebut nanti bisa diperoleh 10 hari yang akan datang seperti itu.
02:17Jadi saat ini memang pihak Kepulisan Sample belum bisa memastikan penyebab pasti dari keracunan tersebut dan menunggu dari hasil laboratorium di Bandung.
02:26Seperti itu, Pak Pak.
02:28Oke, baik. Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Rituan Mustopam, laporkan dari Garut, Jawa Barat.
Komentar