00:00Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahyapurnama alias Ahok menanggapi rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menarik utang sekitar 700 triliun rupiah pada era PBN 2020.
00:14Menurutnya kebijakan ini terbilang suka-suka dan tidak baik di mata investor.
00:18Hal ini disampaikan Ahok dalam seminar nasional dengan tema Golden Visa antara harapan dan realita dalam investasi Indonesia di Jakarta pada Sabtu 23 Agustus.
00:31Ahok menyebut jika dalam dunia bisnis cara menarik utang baru untuk membayar utang lama bisa dianggap bisnis yang tengah dijalankan sedang bangkrut.
00:41Ia pun menilai pengelolaan negara saat ini buruk karena dalam menyusun anggaran yang asal-asalan.
00:47Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana menarik utang baru senilai Rp781,87 triliun rupiah pada 2026.
00:59Hal ini terungkap dalam buku 2 Nota Keuangan Beserta RAPBN 2026.
01:04Pemerintah mengklaim pengelolaan utang dipastikan tetap memperhatikan prinsip kehatian-hatian mengutamakan pembiayaan inovatif dan berkelanjutan.
01:13Dokumen itu menjelaskan APBN dirancang untuk mengemban dua agenda utama, yaitu merenam gejolak sekaligus mendukung agenda pembangunan.
01:24APBN dipastikan dapat melaksanakan program-program pembangunan prioritas di tengah resiko perekonomian yang meningkat karena kondisi global yang syarat ketidakpastian.
01:34Dokumen itu juga memamarkan pembiayaan utang dalam lima tahun terakhir, yaitu Rp870,5 triliun rupiah pada 2021,
01:45Rp696,6 triliun rupiah pada 2022, Rp404 triliun rupiah pada 2023, Rp558,1 triliun rupiah pada 2024,
01:59serta Rp715,5 triliun rupiah pada tahun 2025.
02:05Kemudian diungkap rencana pembiayaan utang sebesar Rp781,87 triliun rupiah pada 2026.
02:14Artinya angka itu menjadi yang tertinggi setelah 2021 atau era pandemi COVID-19 yang memang memperlukan pembiayaan besar.
02:25Dalam era PBN 2026, pembiayaan utang yang bersumber dari SBN direncanakan sebesar Rp749,19 triliun rupiah atau naik jika dibandingkan dengan Outlock APBN tahun 2025.
02:39Sedangkan pembiayaan pinjaman pada era PBN tahun anggaran 2026 direncanakan sebesar Rp32,6 triliun rupiah turun menjadi 74,9 persen dibandingkan Outlock tahun 2025 sebesar Rp130,3 triliun rupiah.
02:58Dalam rapat kerja dengan Komisi 11 DPR di Gedung DPR di Jakarta pada Jumat 22 Agustus 2025,
03:06Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan,
03:09target asumsi ekonomi makro termasuk pembiayaan utang pada 2026 telah dikalkulasi secara hati-hati.
03:17Ia optimis komponen APBN 2026 dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
03:23Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Misbah Hasan, mengingatkan,
03:30risiko utama dari peningkatan utang hingga Rp781,87 triliun rupiah adalah semakin tingginya rasio pembayaran utang terhadap penerimaan negara.
03:41Risiko lain dari tambahan utang, Misbah menambahkan, adalah ketergantungan pada pinjaman berdenominasi valuta asing.
03:49Ia menilai kondisi ini rentan terhadap gejolak nilai tukar dan kenaikan suku bunga global,
03:55sehingga bisa memicu krisis fiskal jika tidak dikelola dengan hati-hati.
04:00Terima kasih telah menonton!
Komentar