Perombakan alias reshuffle di jajaran kabinet Presiden Prabowo Subianto ternyata membuat Rocky Gerung ikut diprotes publik. Pengamat politik sekaligus pendiri Tumbuh Institute itu mengaku banyak menerima protes dari nomor telepon warga imbas Presiden Prabowo melakukan reshuffle.
Dalam siniar terbaru yang tayang di akun Youtube pribadinya, Rocky mengaku banjir protes yang masuk ke ponselnya itu setelah Rocky memprediksi bakal ada reshuffle jilid II yang dilakukan Prabowo.
Namun, menurutnya, nama-nama baru yang dipilih Prabowo untuk mengganti menteri yang dicopot tidak sesuai dengan ekspektasi publik.
Lebih lanjut, Rocky menyebut adanya bongkar-pasang di jajaran menteri sama sekali tidak menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam pemerintahan Prabowo. Bahkan, Rocky pun memberikan sindiran telak atas orang-orang baru yang dipilih Prabowo untuk bergabung dalam kabinetnya.
Lantaran dianggap tidak memenuhi ekspektasi publik, Rocky juga menyebut jika reshuffle jilid II menjadi bagian paling terburuk selama pemerintahan Prabowo.
Reshuffle kabinet yang baru saja dilakukan Presiden Prabowo Subianto dinilai gagal membawa perubahan signifikan.
Rocky juga menyebut bahwa perombakan yang dilakukan di jajaran Kabinet Merah Putih hanya sekedar dikocok ulang yang hasilnya tidak memenuhi harapan publik.
00:00Perombokan alias risafol di jajaran Kabinet Presiden Prabowo Subianto ternyata membuat Roky Gerung ikut di protes publik.
00:10Pengamat politik sekaligus pendiri tumbuh institut itu mengaku banyak menerima protes dari nomor telepon warga,
00:17Imbas Presiden Prabowo melakukan risafol.
00:21Dalam senior terbaru yang tayang di akun Youtube pribadinya,
00:24Roky mengaku banjir protes yang masuk ke ponselnya itu setelah Roky memprediksi bakal ada risafol jilid 2 yang dilakukan Prabowo Subianto.
00:35Namun, menurutnya, nama-nama baru yang dipilih Prabowo untuk mengganti prasedan yang dicopot tidak sesuai dengan ekspetasi publik.
00:44Lebih lanjut, Roky menyebut adanya bongkar pasang di jajaran menteri sama sekali tidak menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam pemerintahan Prabowo.
00:54Bahkan, Roky pun memberikan sindiran telak atas orang-orang baru yang dipilih Prabowo untuk bergabung dalam kabinetnya.
01:03Lantaran dianggap tidak memenuhi ekspetasi publik, Roky juga menyebut jika risafol jilid 2 menjadi bagian paling terburuk selama pemerintahan Prabowo.
01:14Risafol kabinet yang baru saja dilakukan Presiden Prabowo Subianto dinilai gagal membawa perubahan signifikan.
01:20Roky juga menyebutkan bahwa perombakan yang dilakukan di jajaran kabinet merah putih hanya sekedar dikocok ulang yang hasilnya tidak memenuhi harapan publik.
01:32Masyarakat sipil yang menantikan adanya radikal break atau perubahan drastis justru harus menelan kekecewaan.
01:38Roky juga menyoroti pergeseran Erik Thohir dari Menteri BUMN menjadi mentora sebagai contoh konkret.
01:48Menurutnya, langkah ini bukanlah sebuah perubahan fundamental, melainkan hanya adaptasi dalam periode transisi.
01:55Sorotan tajam juga diarahkan pada pengangkatan Muhammad Kodari sebagai kepala staf presiden yang dinilai tidak sejalan dengan semangat reformasi.
02:07Roky menilai kehadiran Kodari yang pernah mendukung wacana tiga periode justru berpotensi mengarahkan pemerintahan ke arah yang tidak demokratis.
02:15Kritik Roky terkait dengan rekam jejak Kodari yang tidak memegang teguh prinsip demokrasi karena pernah menggaungkan tiga periode saat kepemimpinan presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo.
02:30Menurutnya, masuknya Kodari dalam kabinet bisa menjadi blunder untuk Prabowo.
02:36Roky menganggap tren negatif dari wacana tiga periode yang digaungkan oleh Kodari bisa menempel kepada pemerintahan Prabowo.
02:43Dia pun menyayangkan keputusan Prabowo memasukkan nama Kodari di jajaran kabinet merah putih.
02:50Pasalnya, pemikiran Kodari dianggap konservatif atas wacana jabatan praseden tiga periode yang pernah digaungkannya.
02:59Meskipun secara resmi risafal ini bertujuan untuk optimalisasi kinerja kabinet,
03:04keputusan praseden Prabowo untuk menempatkan beberapa nama tertentu memicu beragam respons dan diskusi intens di kalangan publik dan pengamat politik.
Jadilah yang pertama berkomentar