00:00Dua institusi negara, KPU dan Satnek mengeluarkan dua data riwayat pendidikan yang berbeda untuk orang yang sama, yakni Gibran Raka Buming Raka.
00:11Temuan mengejutkan ini dibongkar oleh peneliti Dr. Tifa yang menyoroti kejangkalan fatal yang membuat publik bertanya-tanya soal keabsahan ijazah sahwa pres.
00:21Polimik yang sempat meredah kini kembali membara setelah Dr. Tifa memaparkan perbandingan data tersebut di mana tahun sekolah, nama institusi hingga jenjang pendidikan tercatat tidak sinkron.
00:36Kegencilan ini memicu spekulasi liar dan meruntuhkan kepercayaan pada dokumen resmi negara.
00:43Menurut Dr. Tifa, anomali tidak berhenti di situ.
00:46Dalam dokumen KPU, Gibran tercatat menempuh pendidikan di Orchard Park Skandary School pada 2002 hingga 2004, yang kemudian dilanjutkan di University of Technology Sydney Insights pada 2004 hingga 2007.
01:01Keduanya ditulis setara dengan SMA.
01:05Hal inilah yang memunculkan pertanyaan logika yang sederhana namun krusia.
01:10Keanehan semakin menjadi ketika status UTS Insights dipertanyakan.
01:15Menurut Dr. Tifa, UTS pada dasarnya adalah sebuah lembaga kursus persiapan untuk masuk universitas, bukan sekolah setara SMA yang ditemuh selama tiga tahun penuh.
01:28Pakar hukum Tata Negara Refli Harun yang menjadi tuan rumah diskusi tersebut menegaskan bahwa masalah ini jauh lebih serius dari sekedar salah ketik.
01:39Menurutnya, semakin data tersebut ditelaas semakin terlihat kerancuannya.
01:43Dr. Tifa menambahkan data versi Setnek justru membuat alur pendidikan Gibran semakin kacau.
01:51Dengan penempatan UTS setelah MDES, urutannya menjadi tidak logis dan menyerupai pendidikan tingkat pasca sarjana.
01:59Ia menduga kuat bahwa Setnek telah mengubah data awal yang diserahkan oleh KPU.
02:04Upaya untuk mendapatkan klarifikasi pun seakan menemui jalan buntu.
02:10Abdullah Al-Katiri, kuasa hukum Dr. Tifa mengaku telah meminta informasi resmi ke KPU Surakarta, KPU DKI hingga KPU Pusat.
02:19Namun, jawaban yang diterima tidak konsisten dan terkesan menghindar.
02:23Selain itu, Dr. Tifa juga menggunakan senjata lain berupa jejak digital yang diduga milik Gibran dari masa lalu.
02:31Sebuah cuitan dari akun fenomenal kaskus Fufu Valfa.
02:35Melalui PlatformX, ia tanpa ragu membagikan tangkapan layar cuitan lama dari akun yang diakini milik Gibran tersebut.
02:43Cuitan tersebut berisi sebuah kalimat singkat namun menohok yang seolah menyindir kondisi seseorang dengan pendidikan rendah namun berambisi tinggi.
02:53Lulusan SD SMP dengan keterampilan terbatas pengen hidup mewah.
02:58Tulis akun Fufu Valfa dalam cuitan lawas tersebut.
03:03Cuitan ini yang menjadi amunisi bagi Dr. Tifa untuk menyindir Gibran.
03:08Ia menganggap tulisan itu sebagai cerminan dari penulisnya sendiri.
03:13Dr. Tifa berjanji akan terus menelusuri masalah ini hingga tuntas karena menurutnya ini bukan lagi soal Gibran semata,
03:20melainkan menyangkut integritas dan kepercayaan publik terhadap negara.
03:43Terima kasih.
Komentar