00:00Hari ini tim KPK melakukan pengledahan terkait dengan dugaan tindak pedana korupsi,
00:15terkait dengan pembangunan proyek di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara,
00:22dan juga proyek-proyek preservasi jalan di PCN Wilayah Satu Sumut.
00:32Tim melakukan pengledahan di rumah tersangka TOP.
00:41Dalam pengledahan tersebut, tim mengamankan sejumlah uang,
00:47senilai sekitar Rp2,8 miliar.
00:53Tim juga mengamankan dua senjata api yang tentu nanti juga akan dikoordinasikan oleh KPK dengan pihak kepolisian.
01:07Sebelumnya KPK juga telah melakukan pengledahan di kantor dan diamankan sejumlah dokumen terkait
01:21yang tentu juga dibutuhkan sebagai bukti-bukti yang mendukung penanganan perkara ini.
01:30Mas, itu kalau boleh tahu senjata apinya hasil pembelian si TOP atau TOP di Barat Pak Kesehatan?
01:39Untuk jenisnya, yang pertama pistol bareta dengan amunisi 7 butir,
02:06dan jenis kedua senapan angin
02:11dengan jumlah amunisi air gun pellets sejumlah dua Pak.
02:21Mengenai asal dari senjata api tersebut nanti akan didalami oleh penyidik
02:29dan dikoordinasikan dengan pihak terkait dalam hal ini pihak kepolisian.
02:36Dari rumah TOP, jadi di lokasi tersebut ditemukan uang cash ya,
02:50sejumlah 28 Pak begitu ya, dengan nilai total sekitar 2,8 miliar.
03:00Mas, itu uang yang ditemukan itu nantinya akan dihusus,
03:04nggak misalnya mau di store kemana gitu,
03:08apa atasannya atau kemana gitu, nanti kira-kira akan ditelusuri nggak?
03:12Tentunya, semua akan didalami,
03:14baik asal-muasal dari uang tersebut,
03:17ataupun uang tersebut nanti akan dialirkan kemana.
03:21Dan KPK masih akan terus menelusuri terkait dengan bukti-bukti yang mungkin nanti juga berada di tempat-tempat lainnya,
03:34sehingga KPK masih akan terus melakukan pengledaan.
03:37Mas, di sosial media itu setelah bukti yang dihususkan akan nantinya kemungkinan akan dipanggil itu,
03:47kemudian dipanggil itu ada beberapa warganya itu menyeloti kayak emang KPK berani gitu.
03:53Seberapa sih berani ya KPK?
03:55Kayak gitu-gitu lah.
03:56Nah, ini ditanggalkan KPK untuk merespons kekhawatiran atau skeptiknya masyarakat itu gimana sih?
04:04Tentu KPK dalam melakukan tindakan-tindakan penyidikan berdasarkan alat bukti,
04:12semuanya akan didalami dan ditelusuri dan KPK membuka peluang siapapun pihaknya.
04:19Jika memang diduga mengetahui konstruksi perkara ini dan dibutuhkan informasi dan keterangannya,
04:28maka penyidik tentu akan melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan.
04:32Tim masih melakukan pendalaman terhadap setiap informasi dan keterangan,
04:59baik yang diperoleh dari pemeriksaan para pihak yang sudah dilakukan pasca kegiatan tangkap tangan
05:07dan tentu juga dari hasil pengledahan yang dilakukan di lapangan.
05:14Nah, dari kegiatan-kegiatan tersebut nanti kemudian akan dilihat bukti-bukti dan petunjuknya.
05:22Tentu KPK akan menelusuri dan berkomitmen untuk melacak pihak-pihak yang berperan dalam dugaan tindak bidana korupsi ini.
05:34Dan dalam kesempatan ini KPK juga menyampaikan apresiasi karena masyarakat begitu tinggi memberikan dukungan kepada KPK,
05:47baik masyarakat di wilayah Sumatera Utara ataupun masyarakat secara luas.
05:53Oleh karena itu, KPK mengajak bagi masyarakat yang mengetahui menemukan adanya dugaan tindak bidana korupsi,
06:02tidak hanya terkait dengan proyek-proyek pembangunan jalan,
06:06tapi juga dugaan-dugaan korupsi di sektor lainnya,
06:10silakan untuk menyampaikan laporan pengaduan,
06:15baik kepada KPK ataupun kepada aparat penegak hukum lainnya.
06:19Informasi itu tidak kami dapatkan.
06:40BBE tentu semua yang sudah diamankan ya, tentu akan didalami setiap informasi di dalamnya,
07:01namun informasi apa saja dalam BBE itu tentu belum bisa kami sampaikan dalam kesempatan ini.
07:08Semuanya masih ditelusuri karena terbuka kemungkinan,
07:34tidak hanya ngunci di proyek-proyek yang telah kami sampaikan dalam konvers sebelumnya.
07:42KPK tentu terbuka, membuka peluang ya,
07:45untuk mendalami, menelusuri proyek-proyek lainnya.
07:50Mas proyek lainnya itu termasuk di Kota Medan nggak sih?
07:53Soalnya kan ada beberapa kebetulan di daerah yang menyebut,
07:57kalau si TUP ini dulunya bukas TNT Sekda gitu-gitulah.
08:01Itu nggak ada kemungkinan mampu masuk di Kota Medan yang dulu?
08:05Semua peluang tentu terbuka ya, untuk kemudian ditelusuri oleh KPK.
08:11Namun saat ini kita masih fokus terkait dengan perkara di PUPR Pemprov Sumatera Utara
08:19dan juga di PJN Wilayat 1 Sumatera Utara.
08:23Mas kalau yang pengelolaan di kantor IPR, di JINAS,
08:26di JINAS, di JINAS, di JINAS, di JINAS, di JINAS,
08:28beberapa dokumen terkait.
08:30Mas, kasus lain, Mas, untuk BRI, pengadaan EJC itu,
08:37apa benar yang dicegah salah satu?
Komentar