Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran global. Selat yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab ini selama ini menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.

Iran menutup Selat Hormuz sejak Sabtu, 28 Februari 2026, sebagai aksi balasan atas serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Penutupan Selat Hormuz sontak mengguncang pasar energi global.

Pasalnya, jalur yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab tersebut selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak mentah dunia.

Apa dampaknya bagi Indonesia jika dilihat dari perspektif geopolitik, kebijakan luar negeri (foreign policy), hingga perekonomian?

Untuk membahas hal tersebut, kami akan bergabung dengan dosen Hubungan Internasional BINUS University, Tia Mariatul Qibtiyah.

Baca Juga Bongkar Perang Iran vs Israel-AS hingga Selat Hormuz Ditutup, Praktisi HI: Awas Krisis Global! di https://www.kompas.tv/internasional/654825/bongkar-perang-iran-vs-israel-as-hingga-selat-hormuz-ditutup-praktisi-hi-awas-krisis-global

#selathormuz #iran #israel #perang #breakingnews

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654827/full-analis-timur-tengah-ungkap-dampak-selat-hormuz-ditutup-imbas-perang-as-israel-vs-iran
Transkrip
00:00Saudara konflik Iran versus Israel dan Amerika Serikat yang saling serang hingga ke negara kawasan semenanjung Arab masih berlanjut.
00:08Lalu apa dampaknya bagi Indonesia dilihat dari perspektif geopolitik, foreign policy hingga perekonomian?
00:15Kita akan bergabung dengan dosen hubungan internasional BINUS University, Tia Mariatul Kiptia.
00:21Selamat siang. Assalamualaikum Mbak Tia.
00:24Selamat siang, waalaikumsalam Mas Iksan.
00:27Mbak Tia dari sudut pandang foreign policy Iran, apakah pembalasan yang dilakukan oleh Iran ke basis militer Amerika Serikat di
00:36negara-negara teluk seperti Saudi Bahrain menadakan pergeseran ke perang regional penuh di semenanjung Arab?
00:43Lalu bagaimana ini memengaruhi kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan non-alignment?
00:50Ya tentu saja ini akan memberikan dampak bukan hanya pada konflik regional.
00:56Middle East itu center meskipun di Indonesia mungkin yang expert dan fokus dalam penelitian-penelitian Middle East sangat sedikit.
01:05Tapi secara politik global itu adalah sentral karena efeknya akan kemana-mana.
01:10Jadi hanya satu area konflik maka efeknya atau imbasnya adalah ke berbagai negara.
01:18Salah satunya adalah ketika ada konflik antara Amerika Serikat dengan Iran, maka beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di
01:25beberapa negara di Timur Tengah itu terkena dampak.
01:28Karena memang strategi Iran ini, Mas Iksan berubah begitu ya, tidak langsung secara face to face, tapi justru menggempur beberapa
01:36kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
01:40Nah ini justru negara-negara kawasan teluk di kawasan Timur Tengah itu seperti berada di dua sisi.
01:46Artinya kalau mereka join dengan Amerika Serikat, mereka bertolak belakang dengan kebijakan luar negerinya tentang Palestina, karena seperti memberikan ruang
01:58kepada Israel untuk terus menyerang Iran.
02:03Karena Iran memang dianggap satu-satunya negara menjadi batu sandungan di Timur Tengah untuk Israel, serta didukung oleh Amerika Serikat.
02:10Tapi kalau juga mereka mendukung pihak Iran, justru negara mereka diserang, walaupun militer basenya begitu ya, Mas Iksan.
02:20Tapi tetap penyerangan itu kan ke negara-negara teluk begitu.
02:23Lalu efeknya apa terhadap Indonesia?
02:26Saya pikir secara teritori memang kita tidak terkena dampak secara langsung, karena memang secara teritori, letak geografis juga kita jauh
02:34ya, dari kawasan Timur Tengah.
02:37Hanya saja mungkin yang sangat signifikan, ini memberikan efek terhadap perekonomian Indonesia.
02:43Karena walau bagaimanapun, Indonesia sampai hari ini masih sangat tergantung secara energi dari impor.
02:49Nah impor inilah yang kita lihat dari data, mostly adalah dari Singapur.
02:55Itu kan tidak mungkin dari Singapur, Singapur tidak punya resource.
02:58Artinya memang Singapur ini adalah negara distributor yang memberikan ekspor energi ke Indonesia, minyak ke Indonesia, juga dari negara-negara
03:06Timur Tengah.
03:07Itu pertama ya, jelas ini akan terjadi inflasi.
03:10Kalau konflik ini, perang ini terus berlanjut sedemikian lama begitu.
03:14Yang kedua, hormus sampai hari ini kan tidak dibuka.
03:17Artinya jalur tanker minyak dari Timur Tengah ke Asia, termasuk ke Indonesia yang sampai 80% itu tentu juga akan
03:25memberikan dampak terhadap kenaikan minyak.
03:28Maka yang kenaikan minyak itu sendiri akan memberikan dampak pada kenaikan-kenaikan harga bahan pokok di kawasan Asia, juga termasuk
03:36Asia Tenggara.
03:37Termasuk di kita begitu.
03:39Jadi jelas ini dampaknya akan sangat besar begitu ya.
03:42Dengan dua komponen itu, dengan dua komponen ini.
03:45Yaitu regional makin memanas.
03:47Yang kedua, hormus juga sampai hari ini tidak ada tanda-tanda untuk dibuka.
03:50Ya, ancaman Iran terhadap kapal tanker yang melintas di Teluk Persia ataupun Selat Hormuz ini juga menjadi satu yang sangat
03:58diantisipasi oleh negara-negara di dunia.
04:02Termasuk Indonesia.
04:03Dan implikasi geopolitik dari penutupan Selat Hormuz ini sebesar apa terhadap Indonesia, Mbak Tia?
04:09Lalu, seharusnya Indonesia bagaimana merespons sebagai negara kepulauan juga yang tentunya harus menjaga keamanan jalur perdagangannya?
04:17Saya tidak tahu ya. Indonesia mempunyai cadangan energi sampai seberapa lama, Mas Iksan?
04:23Karena kita kalau tergantung konflik ini akan panjang, dampaknya terhadap perekonomian kita cukup signifikan.
04:31Sementara secara polenplesi kita tidak bisa banyak berbuat karena kita bukan aktor yang masuk ke dalam konflik mereka, pertama.
04:39Yang kedua, kita juga mengandung sistem non-block, begitu ya.
04:42Di mana kita memang harus senetral-netralnya, begitu tidak bisa kita salah satu memihak, begitu ya.
04:49Kemudian secara kebijakan luar negeri ke depan, kita berharap bahwa perang ini segera bisa diakhiri.
04:57Bagaimana Indonesia dalam percaturan politik global itu bisa memberikan kontribusi,
05:02misalnya ya, dicoba bicara misalnya kepada pihak Trump, karena saya tetap pada analisis saya semula bahwa
05:10yang bisa men-stop ini hanya Amerika Serikat, dalam hal ini Trump, begitu ya.
05:14Hanya saja Iran itu kan sekarang masalahnya sudah tidak percaya.
05:18Karena mereka sedang merunding, tiba-tiba ada serangan dari Israel.
05:21Makanya saya selalu bilang bahwa ini provokator, provokatif dari pihak Israel.
05:25Karena mereka sedang merunding, menuju ke arah positif, tiba-tiba Israel menyerang, begitu.
05:30Nah sekarang bagaimana mengembalikan kepercayaan Iran, supaya mau ke meja perundingan.
05:36Maka kementerian luar negeri kita, Pak Sugiono, menyatakan,
05:39Iran harus mau kembali ke meja perundingan, ke meja diplomasi.
05:42Masalahnya apa taruhannya?
05:44Kalau Iran kembali ke meja perundingan, mereka tidak ikan janji lagi.
05:48Atau tiba-tiba mereka sedang merunding lagi, Israel menyerang lagi.
05:51Nah ini kan harus dikuatkan dari kedua belah pihak.
05:54Jangan hanya kita seolah seperti pro terhadap Amerika Serikat,
05:57tapi tanpa mempertimbangkan pihak Iran.
05:59Kalau memang kita mempunyai bilateral yang baik dengan kedua belah pihak,
06:03dengan Amerika Serikat kita baik, dengan Iran kita baik,
06:06ya kita juga harus neutral dong.
06:07Tidak bisa kita memaksa Iran untuk mengembalikan sikapnya terhadap meja perundingan.
06:13Sementara kita tidak bisa memberikan kritik apapun terhadap Amerika Serikat.
06:17Kalau balik ke perundingan, diserang lagi nggak?
06:20Kan mereka juga kemarin itu sedang berunding.
06:22Tiba-tiba Israel menyerang.
06:23That's the point.
06:24Itu yang harus diperhatikan oleh pihak kementerian luar negeri kita, Mas Iksan.
06:29Oke, berarti tampaknya berat untuk meyakinkan Iran untuk kembali berdialog,
06:35karena apa yang dilakukan oleh Israel dan juga Amerika Serikat ditegah perundingan mereka.
06:41Lalu, siapa kira-kira yang bisa meyakinkan Iran?
06:46Tidak ada.
06:48Tidak ada.
06:49Satu-satunya bisa men-stop perang ini adalah Trump sendiri.
06:53Netanyahu memulai, Trump mendukung.
06:55Kalau dia terus berambisi memperpanjang perang,
06:58kondisi perang juga akan panjang.
07:00Karena Iran adalah bangsa Persia yang saya pikir bukan mentalnya untuk berhenti,
07:04apalagi pimpinan tertingginya.
07:06Ini bukan masalah pimpinan tertinggi negara saja,
07:08tapi ini sudah menyangkut pimpinan tertinggi mazhab Syiah.
07:13Jadi, pimpinan tertinggi agama mereka,
07:16muslim Syiah mereka,
07:18pimpinan tertinggi negara mereka,
07:19itu dibunuh.
07:21Bagaimana rasanya begitu ya?
07:23Jadi, artinya bagaimana bisa meyakinkan Iran?
07:25Jika pertanyaannya adalah siapa yang bisa meyakinkan Iran,
07:27tidak ada saat ini.
07:28Luka Iran sangat begitu dalam,
07:30dalam posisi ini.
07:31Jadi, memang harus dicari strategi bagaimana
07:34konflik ini segera berakhir karena efeknya akan ke kita.
07:37Sangat kena ke kita, Mas Iksan.
07:39Kalau itu tergantung Amerika Serikat,
07:43apa yang bisa menekan Donald Trump
07:45untuk menghentikan invasi ke Iran?
07:49Masalahnya ambisi ini kan didukung juga
07:51oleh negara-negara aliansinya.
07:52Perancis tiba-tiba berubah sikap,
07:54yang tadinya tidak masuk BOP
07:56dan juga mendukung terhadap kemerdekaan Palestina,
07:59sempat juga mengkritisi Benjamin Tanyahu.
08:03Kenyataannya sekarang Perancis juga join.
08:05Gulf countries juga join.
08:07Ditambah lagi pertemuan terbaru adalah dengan Jerman,
08:09dengan beberapa negara Eropa,
08:10juga mendukung keinginan ambisinya Trump.
08:13Susah.
08:14Kecuali ada negara yang cukup besar,
08:16yang disegani Amerika Serikat,
08:18mengkritisi bahwa dia harus men-stop.
08:20Ini kan tidak ada.
08:22Uni Eropa yang kemarin kasus Greenland saja
08:25tidak menjadi pelajaran buat mereka.
08:27Harusnya kan mereka paham bagaimana
08:29tiba-tiba Trump ingin menyerang Greenland.
08:32Harusnya menjadi pelajaran untuk Uni Eropa.
08:35Tapi nyatanya tidak.
08:36Dalam kasus ini,
08:37mereka malah mendukung Trump.
08:39Perancis mendukung Trump.
08:41Negara-negara teluk mendukung Trump.
08:42Makin menjadi-jadi lah itu.
08:43Jadi harus ada satu negara yang cukup kuat
08:46untuk bisa menghentikan kegilaan Trump ini
08:49supaya dia mau menyatakan diri,
08:51men-stop perang,
08:52dan berjanji meyakinkan Iran
08:54untuk kembali ke meja perundingan.
08:56Bagaimana dengan Rusia dan China
08:58dengan kekuatan militer yang juga bersaing
09:01dengan Amerika Serikat?
09:02Harapannya itu.
09:04Tinggal dua negara ini,
09:05itu pun masih abu-abu.
09:07Rusia abu-abu,
09:08China abu-abu,
09:09tapi dibanding dengan negara lain masih mending lah.
09:11Artinya ada kritik di situ
09:13bahwa penyerangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran
09:17itu jelas menyalahi international law
09:19dan kedaulatan negara orang lain.
09:22Ada kritiknya,
09:23tapi secara tegas
09:25bahwa China di samping Iran itu tidak ada.
09:28Belum tegas juga.
09:29Saya pikir,
09:30saya melihat Rusia dan China ini cukup hati-hati.
09:33Karena ini akan memicu perang,
09:36bukan hanya di regional,
09:38tapi juga secara global.
09:40khawatirnya demikian.
09:41Jadi saya lihat sikap mereka berdua itu hati-hati,
09:43tapi harapannya
09:44dari kita,
09:46publik internasional,
09:48hanya dua negara itu yang
09:49siapa tahu bisa bicara
09:51dengan Trump untuk stop
09:53ambisi dia untuk stop perang ini
09:55dan bagaimana meyakinkan Iran,
09:58Rusia meyakinkan Iran,
09:59China meyakinkan Iran
10:00supaya mau kembali ke
10:01meja perundingan.
10:02Kita sih tidak bisa.
10:03Kalau Indonesia tidak bisa.
10:05Ya,
10:06Mbak Tia,
10:07kalau Trump statementnya kan ada
10:08empat minggu
10:09waktu yang dibiliki oleh
10:11atau mereka siap
10:12untuk berperang selama
10:13empat minggu ke depan
10:14dan ini Anda melihatnya
10:16analisisnya seperti apa.
10:17Apakah tidak akan ada
10:18upaya damai
10:20dari Donald Trump
10:21dan juga Israel?
10:22Tunggu dulu,
10:23jangan dijawab.
10:23Nanti kami akan kembali lagi
10:24di Breaking News Kompas TV.
10:25dan sampai jumpa di video selanjutnya.
10:26dan sampai jumpa di video selanjutnya.
10:26dan sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan