00:00Saudara konflik Iran versus Israel dan Amerika Serikat yang saling serang hingga ke negara kawasan semenanjung Arab masih berlanjut.
00:08Lalu apa dampaknya bagi Indonesia dilihat dari perspektif geopolitik, foreign policy hingga perekonomian?
00:15Kita akan bergabung dengan dosen hubungan internasional BINUS University, Tia Mariatul Kiptia.
00:21Selamat siang. Assalamualaikum Mbak Tia.
00:24Selamat siang, waalaikumsalam Mas Iksan.
00:27Mbak Tia dari sudut pandang foreign policy Iran, apakah pembalasan yang dilakukan oleh Iran ke basis militer Amerika Serikat di
00:36negara-negara teluk seperti Saudi Bahrain menadakan pergeseran ke perang regional penuh di semenanjung Arab?
00:43Lalu bagaimana ini memengaruhi kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan non-alignment?
00:50Ya tentu saja ini akan memberikan dampak bukan hanya pada konflik regional.
00:56Middle East itu center meskipun di Indonesia mungkin yang expert dan fokus dalam penelitian-penelitian Middle East sangat sedikit.
01:05Tapi secara politik global itu adalah sentral karena efeknya akan kemana-mana.
01:10Jadi hanya satu area konflik maka efeknya atau imbasnya adalah ke berbagai negara.
01:18Salah satunya adalah ketika ada konflik antara Amerika Serikat dengan Iran, maka beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di
01:25beberapa negara di Timur Tengah itu terkena dampak.
01:28Karena memang strategi Iran ini, Mas Iksan berubah begitu ya, tidak langsung secara face to face, tapi justru menggempur beberapa
01:36kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
01:40Nah ini justru negara-negara kawasan teluk di kawasan Timur Tengah itu seperti berada di dua sisi.
01:46Artinya kalau mereka join dengan Amerika Serikat, mereka bertolak belakang dengan kebijakan luar negerinya tentang Palestina, karena seperti memberikan ruang
01:58kepada Israel untuk terus menyerang Iran.
02:03Karena Iran memang dianggap satu-satunya negara menjadi batu sandungan di Timur Tengah untuk Israel, serta didukung oleh Amerika Serikat.
02:10Tapi kalau juga mereka mendukung pihak Iran, justru negara mereka diserang, walaupun militer basenya begitu ya, Mas Iksan.
02:20Tapi tetap penyerangan itu kan ke negara-negara teluk begitu.
02:23Lalu efeknya apa terhadap Indonesia?
02:26Saya pikir secara teritori memang kita tidak terkena dampak secara langsung, karena memang secara teritori, letak geografis juga kita jauh
02:34ya, dari kawasan Timur Tengah.
02:37Hanya saja mungkin yang sangat signifikan, ini memberikan efek terhadap perekonomian Indonesia.
02:43Karena walau bagaimanapun, Indonesia sampai hari ini masih sangat tergantung secara energi dari impor.
02:49Nah impor inilah yang kita lihat dari data, mostly adalah dari Singapur.
02:55Itu kan tidak mungkin dari Singapur, Singapur tidak punya resource.
02:58Artinya memang Singapur ini adalah negara distributor yang memberikan ekspor energi ke Indonesia, minyak ke Indonesia, juga dari negara-negara
03:06Timur Tengah.
03:07Itu pertama ya, jelas ini akan terjadi inflasi.
03:10Kalau konflik ini, perang ini terus berlanjut sedemikian lama begitu.
03:14Yang kedua, hormus sampai hari ini kan tidak dibuka.
03:17Artinya jalur tanker minyak dari Timur Tengah ke Asia, termasuk ke Indonesia yang sampai 80% itu tentu juga akan
03:25memberikan dampak terhadap kenaikan minyak.
03:28Maka yang kenaikan minyak itu sendiri akan memberikan dampak pada kenaikan-kenaikan harga bahan pokok di kawasan Asia, juga termasuk
03:36Asia Tenggara.
03:37Termasuk di kita begitu.
03:39Jadi jelas ini dampaknya akan sangat besar begitu ya.
03:42Dengan dua komponen itu, dengan dua komponen ini.
03:45Yaitu regional makin memanas.
03:47Yang kedua, hormus juga sampai hari ini tidak ada tanda-tanda untuk dibuka.
03:50Ya, ancaman Iran terhadap kapal tanker yang melintas di Teluk Persia ataupun Selat Hormuz ini juga menjadi satu yang sangat
03:58diantisipasi oleh negara-negara di dunia.
04:02Termasuk Indonesia.
04:03Dan implikasi geopolitik dari penutupan Selat Hormuz ini sebesar apa terhadap Indonesia, Mbak Tia?
04:09Lalu, seharusnya Indonesia bagaimana merespons sebagai negara kepulauan juga yang tentunya harus menjaga keamanan jalur perdagangannya?
04:17Saya tidak tahu ya. Indonesia mempunyai cadangan energi sampai seberapa lama, Mas Iksan?
04:23Karena kita kalau tergantung konflik ini akan panjang, dampaknya terhadap perekonomian kita cukup signifikan.
04:31Sementara secara polenplesi kita tidak bisa banyak berbuat karena kita bukan aktor yang masuk ke dalam konflik mereka, pertama.
04:39Yang kedua, kita juga mengandung sistem non-block, begitu ya.
04:42Di mana kita memang harus senetral-netralnya, begitu tidak bisa kita salah satu memihak, begitu ya.
04:49Kemudian secara kebijakan luar negeri ke depan, kita berharap bahwa perang ini segera bisa diakhiri.
04:57Bagaimana Indonesia dalam percaturan politik global itu bisa memberikan kontribusi,
05:02misalnya ya, dicoba bicara misalnya kepada pihak Trump, karena saya tetap pada analisis saya semula bahwa
05:10yang bisa men-stop ini hanya Amerika Serikat, dalam hal ini Trump, begitu ya.
05:14Hanya saja Iran itu kan sekarang masalahnya sudah tidak percaya.
05:18Karena mereka sedang merunding, tiba-tiba ada serangan dari Israel.
05:21Makanya saya selalu bilang bahwa ini provokator, provokatif dari pihak Israel.
05:25Karena mereka sedang merunding, menuju ke arah positif, tiba-tiba Israel menyerang, begitu.
05:30Nah sekarang bagaimana mengembalikan kepercayaan Iran, supaya mau ke meja perundingan.
05:36Maka kementerian luar negeri kita, Pak Sugiono, menyatakan,
05:39Iran harus mau kembali ke meja perundingan, ke meja diplomasi.
05:42Masalahnya apa taruhannya?
05:44Kalau Iran kembali ke meja perundingan, mereka tidak ikan janji lagi.
05:48Atau tiba-tiba mereka sedang merunding lagi, Israel menyerang lagi.
05:51Nah ini kan harus dikuatkan dari kedua belah pihak.
05:54Jangan hanya kita seolah seperti pro terhadap Amerika Serikat,
05:57tapi tanpa mempertimbangkan pihak Iran.
05:59Kalau memang kita mempunyai bilateral yang baik dengan kedua belah pihak,
06:03dengan Amerika Serikat kita baik, dengan Iran kita baik,
06:06ya kita juga harus neutral dong.
06:07Tidak bisa kita memaksa Iran untuk mengembalikan sikapnya terhadap meja perundingan.
06:13Sementara kita tidak bisa memberikan kritik apapun terhadap Amerika Serikat.
06:17Kalau balik ke perundingan, diserang lagi nggak?
06:20Kan mereka juga kemarin itu sedang berunding.
06:22Tiba-tiba Israel menyerang.
06:23That's the point.
06:24Itu yang harus diperhatikan oleh pihak kementerian luar negeri kita, Mas Iksan.
06:29Oke, berarti tampaknya berat untuk meyakinkan Iran untuk kembali berdialog,
06:35karena apa yang dilakukan oleh Israel dan juga Amerika Serikat ditegah perundingan mereka.
06:41Lalu, siapa kira-kira yang bisa meyakinkan Iran?
06:46Tidak ada.
06:48Tidak ada.
06:49Satu-satunya bisa men-stop perang ini adalah Trump sendiri.
06:53Netanyahu memulai, Trump mendukung.
06:55Kalau dia terus berambisi memperpanjang perang,
06:58kondisi perang juga akan panjang.
07:00Karena Iran adalah bangsa Persia yang saya pikir bukan mentalnya untuk berhenti,
07:04apalagi pimpinan tertingginya.
07:06Ini bukan masalah pimpinan tertinggi negara saja,
07:08tapi ini sudah menyangkut pimpinan tertinggi mazhab Syiah.
07:13Jadi, pimpinan tertinggi agama mereka,
07:16muslim Syiah mereka,
07:18pimpinan tertinggi negara mereka,
07:19itu dibunuh.
07:21Bagaimana rasanya begitu ya?
07:23Jadi, artinya bagaimana bisa meyakinkan Iran?
07:25Jika pertanyaannya adalah siapa yang bisa meyakinkan Iran,
07:27tidak ada saat ini.
07:28Luka Iran sangat begitu dalam,
07:30dalam posisi ini.
07:31Jadi, memang harus dicari strategi bagaimana
07:34konflik ini segera berakhir karena efeknya akan ke kita.
07:37Sangat kena ke kita, Mas Iksan.
07:39Kalau itu tergantung Amerika Serikat,
07:43apa yang bisa menekan Donald Trump
07:45untuk menghentikan invasi ke Iran?
07:49Masalahnya ambisi ini kan didukung juga
07:51oleh negara-negara aliansinya.
07:52Perancis tiba-tiba berubah sikap,
07:54yang tadinya tidak masuk BOP
07:56dan juga mendukung terhadap kemerdekaan Palestina,
07:59sempat juga mengkritisi Benjamin Tanyahu.
08:03Kenyataannya sekarang Perancis juga join.
08:05Gulf countries juga join.
08:07Ditambah lagi pertemuan terbaru adalah dengan Jerman,
08:09dengan beberapa negara Eropa,
08:10juga mendukung keinginan ambisinya Trump.
08:13Susah.
08:14Kecuali ada negara yang cukup besar,
08:16yang disegani Amerika Serikat,
08:18mengkritisi bahwa dia harus men-stop.
08:20Ini kan tidak ada.
08:22Uni Eropa yang kemarin kasus Greenland saja
08:25tidak menjadi pelajaran buat mereka.
08:27Harusnya kan mereka paham bagaimana
08:29tiba-tiba Trump ingin menyerang Greenland.
08:32Harusnya menjadi pelajaran untuk Uni Eropa.
08:35Tapi nyatanya tidak.
08:36Dalam kasus ini,
08:37mereka malah mendukung Trump.
08:39Perancis mendukung Trump.
08:41Negara-negara teluk mendukung Trump.
08:42Makin menjadi-jadi lah itu.
08:43Jadi harus ada satu negara yang cukup kuat
08:46untuk bisa menghentikan kegilaan Trump ini
08:49supaya dia mau menyatakan diri,
08:51men-stop perang,
08:52dan berjanji meyakinkan Iran
08:54untuk kembali ke meja perundingan.
08:56Bagaimana dengan Rusia dan China
08:58dengan kekuatan militer yang juga bersaing
09:01dengan Amerika Serikat?
09:02Harapannya itu.
09:04Tinggal dua negara ini,
09:05itu pun masih abu-abu.
09:07Rusia abu-abu,
09:08China abu-abu,
09:09tapi dibanding dengan negara lain masih mending lah.
09:11Artinya ada kritik di situ
09:13bahwa penyerangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran
09:17itu jelas menyalahi international law
09:19dan kedaulatan negara orang lain.
09:22Ada kritiknya,
09:23tapi secara tegas
09:25bahwa China di samping Iran itu tidak ada.
09:28Belum tegas juga.
09:29Saya pikir,
09:30saya melihat Rusia dan China ini cukup hati-hati.
09:33Karena ini akan memicu perang,
09:36bukan hanya di regional,
09:38tapi juga secara global.
09:40khawatirnya demikian.
09:41Jadi saya lihat sikap mereka berdua itu hati-hati,
09:43tapi harapannya
09:44dari kita,
09:46publik internasional,
09:48hanya dua negara itu yang
09:49siapa tahu bisa bicara
09:51dengan Trump untuk stop
09:53ambisi dia untuk stop perang ini
09:55dan bagaimana meyakinkan Iran,
09:58Rusia meyakinkan Iran,
09:59China meyakinkan Iran
10:00supaya mau kembali ke
10:01meja perundingan.
10:02Kita sih tidak bisa.
10:03Kalau Indonesia tidak bisa.
10:05Ya,
10:06Mbak Tia,
10:07kalau Trump statementnya kan ada
10:08empat minggu
10:09waktu yang dibiliki oleh
10:11atau mereka siap
10:12untuk berperang selama
10:13empat minggu ke depan
10:14dan ini Anda melihatnya
10:16analisisnya seperti apa.
10:17Apakah tidak akan ada
10:18upaya damai
10:20dari Donald Trump
10:21dan juga Israel?
10:22Tunggu dulu,
10:23jangan dijawab.
10:23Nanti kami akan kembali lagi
10:24di Breaking News Kompas TV.
10:25dan sampai jumpa di video selanjutnya.
10:26dan sampai jumpa di video selanjutnya.
10:26dan sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar