Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch Ratings, merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, peringkat utang jangka panjang Indonesia tetap berada di level layak investasi (investment grade).

Bagaimana pengaruh sentimen dari lembaga pemeringkat Fitch yang menurunkan outlook utang RI dari stabil ke negatif? Apakah kondisi ini dapat menekan nilai tukar rupiah dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi?

Selain itu, seberapa besar dampak konflik Amerika Serikat-Israel versus Iran yang disusul penutupan Selat Hormuz terhadap pasar keuangan domestik?

Dialog KompasTV membahasnya bersama Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian.

Baca Juga [FULL] Analis Timur Tengah Ungkap Dampak Selat Hormuz Ditutup Imbas Perang AS Israel vs Iran di https://www.kompas.tv/internasional/654827/full-analis-timur-tengah-ungkap-dampak-selat-hormuz-ditutup-imbas-perang-as-israel-vs-iran

#fitchratings #ihsg #rupiah #utang

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/654833/full-outlook-utang-ri-jadi-negatif-seberapa-besar-tekan-rupiah-ihsg-begini-sorotan-ekonom
Transkrip
00:00Intro
00:03Anda masih bersama kami di Kompas Bismi, Saudara
00:05bagaimana pengaruh sentimen dari lembaga pemeringkat Fitch
00:08yang menurunkan outlook utang RI dari stabil ke negatif
00:12bisa mendekat rupiah dan membuat IHSG rontok
00:14seberapa besar dampak konflik Amerika Serikat Israel versus Iran
00:19di susu penutupan Selat Hormuz
00:21kita tanya kepada Kepala Ekonom Terimegas Sekuritas
00:23Fahru Fulfian
00:25Mas Fahru, selamat pagi
00:28Selamat pagi Mas
00:30Mas Fahru, ini kan Fitch baru saja ini merevisi outlook utang Republik Indonesia
00:34dari stabil ke negatif
00:36apakah hal ini turut berkontribusi ke pelemahan rupiah
00:39karena kita pantau hari kemarin saja di level Rp16.900an
00:46Iya, tentu saja ini berpengaruhnya sangat besar ya
00:49ini kalau kita lihat salah satu yang dikonsernkan oleh Fitch
00:53itu adalah terkait dengan ketidakpastian
00:56terkait dengan kebijakan
00:58dan juga memandat moneter yang kemungkinan lebih kompleks
01:02ini pada dasarnya kalau kita lihat
01:04Fitch dan juga Moody's kemarin yang menurunkan outlook
01:07itu menceritakan bukan masalahnya Indonesia hanya tidak bagus
01:10pertumbuhannya oke, ada resiko di revenue
01:13tapi tidak ada kejelasan terkait dengan kebijakannya
01:17apa saja yang hendak diambil dan apa saja target eksplisit yang hendak dicapai
01:23ini tidak kelihatan pada dasarnya Mas
01:25kira-kira seperti itu
01:27itu yang membuat hal ini mendatangkan ketidakpastian pada pasar
01:31karena pasar ini selalu forward looking
01:33kalau kondisi yang bagus saja tidak cukup untuk pasar
01:37pasar harus lihat adanya perkembangan kira-kira seperti itu
01:41oke, berarti fokusnya bukan di kondisi ekonomi
01:44tapi seolah kejelasan kebijakan dan juga target yang tidak eksplisit begitu ya
01:48kemudian kan ini Fitch juga menyorot kredibilitas fiskal artinya
01:51kalau menurunkan otot utang
01:53ini seberapa besar ini jadi warning bagi APBN?
01:58saya lihatnya ini merupakan sebuah warning yang signifikan ya
02:02ini membuat urgensi kepada tim kementerian keuangan
02:06harus mengeluarkan target yang eksplisit
02:09ini contohnya kan sudah banyak aksi yang dilakukan oleh pemerintah
02:16baik itu crackdown di beberapa industri
02:18terus penertiban, terus juga dicukai
02:21ada isu terkait penertiban di cerokok ilegal dan lain-lain
02:25pasar pada dasarnya itu ingin melihat
02:28kira-kira tahun ini, tahun depan dan berapa tahun ke depan
02:33dampak kepada fiskalnya seperti apa
02:35income-nya akan naik, naiknya berapa
02:37itu yang belum dikomunikasikan secara baik oleh kementerian keuangan
02:41harus ada target yang eksplisit
02:43nah tapi memang kita harus sadar
02:46di tengah kondisi disrupsi global di saat kondisi saat ini
02:49kita harus melakukan berbagai macam perubahan
02:53approach dalam kebijakan yang harus lebih pro-gro
02:57oke, oke, kementerian keuangan harus ada target yang eksplisit
03:01semacam apa Mas Lahrul, bisa dijelaskan lebih detail
03:06ya kita harus pemerintah harus menargetkan dengan perubahan dan reform yang sedang dilakukan
03:12misalnya dalam 2 tahun ke depan
03:14tax ratio akan naik sebanyak 1%
03:17itu kira-kira harus diceritakan
03:20harus dijelaskan kepada pasar
03:22dijelaskan pula ke rembaga rating bahwa reform yang akan kita lakukan
03:26itu akan memberikan dampak yang bagus
03:28harus diceritakan juga bagaimana cara kita mencapainya
03:32karena itu concern yang nomor 1 yang sedang dijalani
03:36jadi kebijakan yang baik saja tidak cukup
03:39harus ada komunikasi yang kuat
03:41ini yang saat ini miss dari tim pemerintah kita
03:45kira-kira seperti itu
03:46oke, harus ada komunikasi yang kuat juga
03:48ini kan yang jadi concern adalah percepatan perbaikan dalam kurun waktu 12 hingga 24 bulan ke depan
03:54ini harus dimulai dari mana dulu
03:56apakah seperti Anda sebutkan tadi soal target eksplisit dan juga komunikasi
03:59karena kan ancamannya ini penurunan rating ke non-investment grade
04:03yang membayangi begitu jangan sampai
04:06anyway, kalau pun turun kita belum keluar dari investment grade Mas
04:10kita sudah naik sudah 2 kali soalnya
04:11ini sudah to not above investment grade
04:14jadi memang apa namanya kita harus meng-avoid penurunan ini
04:19tapi kalau turun pun kita masih investment grade
04:22ini mesti diingat juga
04:23oke, oke
04:23kita sudah jauh lebih baik
04:25kira-kira seperti itu
04:27jadi apa dalam kurun waktu terdekat saja
04:30percepatan perbaikannya apa yang harus dilakukan
04:32tadi disebutkan soal target eksplisit dan juga komunikasi
04:37yang harus kita lihat
04:39apa namanya
04:41pasar keuangan dan lembaga rating harus lihat
04:44bahwa perbaikan pendapatan itu real
04:46ini harus kelihatan
04:47misalnya sudah mulai ada dari awal tahun
04:51pendapatan negara, pendapatan pajak rebound
04:54kita harus menceritakan dari mana reboundnya
04:56dan arahnya ke depan seperti apa
04:59dan juga harus diceritakan juga
05:01tentang terutama juga terkait bagaimana peran dan antara
05:05terhadap fiskal ini harus dibuat clear
05:08dan antara dan balance sheet APBN itu terpisah
05:11itu harus dibuat clear kepada lembaga rating
05:14karena lembaga rating masih berpikir
05:17itu resikonya masih sama
05:19ini harus diceritakan
05:20dan yang ketiga terkait dengan mandat bank sentral
05:23itu juga harus diperjelas dan diceritakan
05:27nah tidak boleh komunikasinya silo dan kucing-kucingan mas
05:31harus benar-benar clear
05:33apa yang hendak dicapai
05:35apa trade-off kebijakannya
05:37artinya transparansi ya
05:40transparansi benar
05:41harus diceritakan targetnya secara eksplisit
05:45dan itu memang membutuhkan kekompakan
05:47nah kekompakan
05:48jadi lembaga-lembaga yang ada di pemerintah
05:52baik dari sisi fiskal, moneter
05:54itu harus kompak mas
05:55harus kompak, harus menjelaskan
05:57hal yang kongruen
05:59halnya itu sejalan kongruen
06:01jadinya kita bisa mengerti
06:03karena memang kondisi sekarang jauh dari sempurna
06:06tapi kondisi yang tidak sempurna pun
06:08kalau dikomunikasikan dengan baik
06:11pasar akan mengerti
06:12kira-kira seperti itu
06:13ini masalah mengkomunikasikan apa yang inginkan?
06:16berarti yang harus digarisbawahi
06:17ada komunikasi, kekompakan
06:19dan juga transparansi
06:20kan kalau kita lihat
06:21tarik flashback sebelumnya
06:23sebelum fisk
06:24ada Moody's yang menurunkan outlook
06:26RI
06:26ada juga S&P yang juga memberikan warning
06:29kita masih tunggu bagaimana nantinya
06:30ramai-ramai ini lembaga internasional
06:32menyentil Indonesia
06:34apa sebetulnya yang salah menurut Anda?
06:36apakah tadi itu yang digarisbawahi
06:37komunikasi, kekompakan
06:39dan juga transparansi?
06:41saya lebih lihat ya
06:43kenapa belum bisa komunikasi
06:45belum bisa transparan
06:46karena belum kompak
06:48ini terkait dengan
06:50koordinasi fiskal-moneter
06:52yang harus eksplisit
06:53baik dari sisi moneter
06:54ataupun dari fiskal
06:56ketika kita belajar dari stimulus yang sama
06:59seperti Ibenomics di Jepang
07:00itu ada dokumen bersama
07:03yang dikeluarkan oleh otoritas fiskal
07:06dan moneter
07:06yang sama-sama menunjukkan
07:09target jangka menengahnya apa
07:11apa yang hendak diubah di Indonesia
07:13apa resikonya
07:14dan apa returnnya
07:15di kondisi saat ini
07:17dia tengah disrupsi global
07:19apakah terjadi peningkatan resiko?
07:21pasti
07:22tapi itu jangan menjadi hal yang ditutup-tutupi
07:25oleh otoritas fiskal
07:27ataupun moneter
07:28hal yang harus diceritakan pada market
07:30let's brace it
07:32bahwa Indonesia butuh perubahan
07:34benar
07:35bahwa kedua institusi ini
07:38harus harus apa namanya
07:40harus bergerak bersama
07:41harus mengkomunikasikan hal yang sejalan
07:43jangan sampai yang satu
07:46yang satu ekspansi
07:47yang satu mengetat
07:48nah dengan alasan bahwa
07:50untuk mempertahankan
07:53kredibilitas dan lain-lain
07:54ini tidak
07:55ini bukan kredibilitas lagi
07:56tapi egois
07:57nah ini yang
07:59ini yang tidak boleh terjadi lagi ini
08:01harus dua-duanya kompak
08:02harus punya target yang sama
08:04apakah ada trade-off?
08:06jelas
08:06tapi trade-off ini
08:07harus diambil
08:09untuk mengembalikan
08:10perekonomian
08:11dan mengembalikan juga
08:12kredibilitas
08:13pasar tidak alergi
08:15dengan perubahan
08:16tapi pasar itu
08:18alergi dengan hal yang
08:19tidak dikomunikasikan
08:20dengan baik
08:21jadi ini mesti jelas
08:22clear-nya
08:23oke
08:24sebelum fish kan ada mudis ya
08:26mas wahrul
08:26apakah yang dilihat
08:28oleh fish ini
08:29sama dengan yang dilihat
08:31oleh mudis sebelumnya
08:31ketika menurunkan
08:33upload kita
08:35more or less sama
08:36more or less sama
08:36more or less sama
08:39ini soal
08:40soal orang itu
08:41melihat ketidakpastian
08:42terkait dengan policy
08:43jadinya
08:44policy-nya itu
08:45ini kalau yang kita
08:46di pasar lihat
08:48dikomunikasikan oleh
08:48pemerintah mau
08:49pro-growth
08:50tapi belum kelihatan
08:51terlalu kelihatan
08:51pro-growth-nya
08:52seperti yang kemarin
08:53sepat ini
08:54ketika likuiditas
08:55ditambah
08:56eh SRBI-nya naik
08:57nah hal-hal seperti ini
08:58menunjukkan ini
09:00belum konsisten
09:01belum kompak
09:03Bapak Ibu
09:03kira-kira
09:04seperti itu
09:05oke
09:06makanya harus
09:06diselaraskan
09:08KPI-nya disamakan
09:09UUP2SK
09:10mungkin habisnya
09:11ada perubahan itu
09:12disamakan lagi
09:13baru kita bisa
09:14konsisten
09:15kalau tidak
09:16kalau ya
09:17kalau kata bahasa
09:18orang sini jadi
09:19podoai pak
09:19jadinya agak susah
09:20ini gimana
09:21buat kita bisa
09:22mengembangkan
09:23ini harus kompak
09:23ini era
09:24harus kompak
09:26harus kompak
09:27harus kompak
09:28berbagai institusi
09:29harus meng-alignkan
09:30KPI
09:31masing-masing pak
09:32jangan sampai
09:33ketika KPI
09:34yang satu tercapai
09:35itu berarti
09:36ekonominya lemah
09:37gak boleh itu
09:37harus kita harus
09:39kompak
09:40bagaimana kita
09:40mengembalikan ekonomi
09:41dan mengembalikan
09:42kredibilitas
09:43kira-kira seperti itu
09:44mas Fahru kan
09:44kalau di
09:46outlook utang
09:47gitu ya
09:47ada
09:48ada S&P
09:49kemudian
09:49ada Fitch
09:50ada juga Moody's
09:51kemudian di
09:52Bursa Efek
09:53kemarin
09:54juga ada
09:55sentilan
09:56begitu
09:56dari MSCI
09:57dan kemudian
09:58direspon oleh
09:58pemerintah
09:59dengan bernegosiasi
10:00ataupun berkomunikasi
10:01dengan MSCI
10:02apakah langkah-langkah
10:03itu juga perlu
10:04dilakukan oleh
10:05pemerintah Republik Indonesia
10:06dalam waktu dekat ini
10:08saya rasa
10:09kepada lembaga rating
10:10perlu
10:10tapi kalau
10:12lembaga rating itu
10:13mereka itu
10:14seeing is believing
10:15pak
10:15jadi sekalipun
10:16gak ketemu
10:17dengan kita
10:17lembaga rating itu
10:19selalu melihat
10:19apa yang sedang
10:20kita lakukan
10:21nah
10:21di periode
10:22mereka sedang melihat
10:24apa yang kita lakukan
10:25ini
10:25kita harus lakukan
10:26perubahan
10:26kira-kira seperti itu
10:28komunikasikan secara
10:29konsisten
10:31bagaimana
10:31framework fiskal
10:32nah ini belum muncul nih
10:33framework fiskalnya
10:34kita mau lihat
10:35targetnya apa
10:36baik itu di sisi
10:37inflasi
10:38pertumbuhan
10:39dan lain itu
10:39harus
10:40harus teli pak
10:41harus teli
10:41pokoknya harus bunyi
10:43statementnya
10:44dokumennya
10:45harus bunyi
10:45jadi kalau memang
10:47mau growth tinggi
10:48ini contohnya nih
10:48kalau memang mau growth tinggi
10:50inflasi gak mungkin rendah pak
10:51nah itu dong
10:52itu yang harus
10:54dikomunikasinya
10:55dibenarkan
10:55itu kira-kira
10:56oke
10:57karena
10:57outlook
10:58itu bukan soal
10:59bagus atau tidak
11:00tapi soal
11:02apakah jelas
11:03atau tidak
11:03masa depannya
11:04ini gimana
11:04kalau agak bagus
11:05tapi cloudy
11:06kemarin katanya
11:07ada income
11:08duitnya banyak
11:09tapi bisa berubah
11:10masih bisa oke gak ya
11:11tahun depannya
11:12itu hal yang terkait
11:13sama outlook
11:13bukan masalah
11:15sudah oke atau belum
11:16tapi bagaimana
11:17pandangan apa yang
11:19akan terjadi
11:196-12 bulan ke depan
11:21kira-kira seperti itu
11:22oke masih ada waktu
11:23untuk pemerintah
11:24untuk memperbaiki diri
11:25terkait juga tadi
11:26seperti disebutkan
11:27soal komunikasi
11:28juga transparansi
11:30dan juga kekompakan
11:31terima kasih
11:31Kepala Ekonom
11:32Terima kasih sekuritas
11:32Pak Rul Fulvian
11:33atas waktunya bersama kami
11:34di Kompas Bisnis
11:35sehat selalu
11:35terima kasih
Komentar

Dianjurkan