Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Artikel terkait:
https://www.suara.com/entertainment/2026/02/27/164000/viral-takjil-gratis-dengan-pesan-tuhan-yesus-sayang-kamu-toleransi-atau-ngawur

Takjil gratis dengan stiker bertuliskan “Tuhan Yesus Sayang Kamu” mendadak viral di media sosial setelah video pembagiannya beredar luas. Aksi berbagi di momen Ramadan itu langsung menarik perhatian warganet dan memicu perbincangan hangat di berbagai platform digital.

Sebagian netizen menilai pencantuman pesan bernuansa penginjilan pada kemasan takjil kurang tepat dalam konteks bulan suci Ramadan. Namun di sisi lain, ada juga yang beranggapan bahwa pesan tersebut merupakan bentuk kebebasan berekspresi dan tidak perlu dipermasalahkan. Perdebatan pun tak terhindarkan.

Lalu, apakah ini bentuk toleransi atau justru langkah yang keliru? Simak laporan lengkapnya dalam video berikut dan tuliskan pendapat kamu di kolom komentar!

Creative/Video Editor: Anura/Vanya
#Ramadan #Takjil #Toleransi
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Tajil gratis bertuliskan Tuhan Yesus Sayang Kamu viral picu perdebatan soal toleransi.
00:06Tajil gratis dengan stiker bertuliskan Tuhan Yesus Sayang Kamu menjadi viral di media sosial.
00:12Konten tersebut beredar setelah sebuah unggahan di platform TREATS
00:15menampilkan video pembagian tajil dengan pesan keagamaan itu,
00:19sehingga menarik perhatian luas warganet.
00:22Pembagian tajil yang dilakukan di momen Ramadan ini kemudian menuai perdebatan.
00:27Sejumlah netizen mempertanyakan pencantuman pesan bernuansa peninjilan
00:31pada kemasan makanan berbuka yang ditujukan bagi umat muslim,
00:35dan menilai hal tersebut kurang tepat dalam konteks bulan suci.
00:39Di kolom komentar, respon pabrik terbelah.
00:42Ada yang berpendapat aksi berbagi seharusnya dilakukan
00:45tanpa membawa simbol agama tertentu agar lebih netral.
00:49Sementara pihak lain menilai pesan tersebut merupakan bagian dari kebebasan berekspresi
00:54dan tidak perlu dipersoalkan.
00:57Peristiwa ini pun memicu diskusi lebih luas tentang batas toleransi
01:01serta etika berbagi di tengah masyarakat yang majemuk.
01:04Konten sederhana berupa pembagian tajil tersebut
01:07akhirnya berkembang menjadi polemik di ruang digital
01:10karena perbedaan pandangan mengenai niat dan cara penyampaiannya.
01:16Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan