Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Keselamatan warga sipil perlu mendapat perhatian serius akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Terlebih bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran maupun sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah disebut telah menyiapkan skema evakuasi WNI, meskipun banyak di antara mereka yang belum merasakan dampak langsung dari konflik yang terjadi di wilayah tersebut.

Isu ini dibahas bersama Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, serta analis geopolitik Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Yulianti Sulaeman.

Baca Juga Serba-Serbi Wacana Indonesia Jadi Mediator Israel AS Iran, Analis Timur Tengah: Apa Kapasitasnya? di https://www.kompas.tv/nasional/654830/serba-serbi-wacana-indonesia-jadi-mediator-israel-as-iran-analis-timur-tengah-apa-kapasitasnya

#iran #israel #wni #amerikaserikat #evakuasiwni

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654832/full-dpr-analis-soroti-diplomasi-ri-keselamatan-wni-di-tengah-panasnya-perang-as-israel-vs-iran
Transkrip
00:00Saudara keselamatan warga sipil atau warga negara Indonesia harus mendapat perhatian akibat perang Amerika Serikat Israel dengan Iran.
00:09Terlebih bagi warga negara Indonesia kita yang berada di Iran atau sejumlah negara lain di Timur Tengah.
00:16Evakuasi WNI sudah disiapkan meski banyak yang belum merasakan dampak langsung konflik di sana.
00:22Kami akan ulas bersama dengan Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI dari fraksi PKS telah bergabung bersama kami melalui sambungan
00:30daring Pak Sukamta dan juga ada analis geopolitik Timur Tengah dari Universitas Pajajaran Budina Yulianti.
00:37Selamat pagi, Assalamualaikum Pak Sukamta dan juga Budina.
00:42Selamat pagi, Assalamualaikum Mbak Adisti.
00:45Ya, saya ingin ke Pak Sukamta dulu Pak Sukamta dari Komisi 1 DPR RI.
00:51Apa yang kemudian bisa didorong dari DPR RI kepada pemerintah kita begitu Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri soal desakan evakuasi
01:01terhadap warga negara kita yang ada di Iran yang saat ini masih menunggu dan juga informasinya evakuasi akan dilakukan secara
01:10bertahap.
01:13Baik, terima kasih.
01:15Prioritas utama di dalam konflik ini bagi kita, pemerintah Indonesia adalah penyelamatan WNI.
01:24Situasinya di berbagai negara beda-beda, ada WNI yang tinggal di wilayah yang terdampak langsung dan ada WNI yang walaupun
01:35di negara-negara itu terdampak tapi tempat tinggalnya masih jauh dari wilayah-wilayah yang diperkirakan menjadi ajang konflik.
01:44Nah, ini akan didekati dengan pendekatan yang berbeda-beda, persuasif, kasus per kasus.
01:53Tapi secara umum kita dorong supaya Kemlu, Kedutaan-Kedutaan atau KJRI-KJRI itu melakukan persiapan yang cukup untuk melakukan evakuasi.
02:07Misalnya kemarin di Bahrain, di Manama ketika terjadi pemboman, kemudian warga berbondong-bondong via darat naik mobil mereka pergi ke
02:23wilayah Saudi.
02:24Nah, jadi Kedutaan di Riyad, KBRI kita di Saudi, di Riyad sudah menyiapkan persiapan-persiapan untuk menampung WNI maupun staf
02:38Kedutaan yang memang harus mengungsi dari negara-negara teluk
02:42seperti Kuwait, Qatar, Abu Dhabi atau Emirat dan juga Bahrain.
02:48Dan juga di Saudi sendiri, karena di kebetulan kan Saudi bagian timur yang wilayah teluk itu yang juga terancam, diserang
03:00oleh pihak-pihak yang berkonflik itu,
03:03itu juga banyak WNI-nya.
03:05Jadi memang ini terpadu.
03:08Untuk yang di Iran sendiri, memang jalur yang biasa dipakai dan disiapkan itu via darat, via Azerbaijan ya.
03:18Nah ini saya kemarin sudah pantau dengan KBRI terkait, mereka menyiapkan jalur evakuasi ini,
03:28walaupun memang tidak semua WNI itu mau langsung pulang ke Indonesia.
03:34Ya, ada yang pengen keluar bertahan saja di Azerbaijan nanti kalau kondusif masuk lagi.
03:41Jadi situasinya ya setiap WNI punya kondisi dan niat yang beda-beda.
03:47Oke, setiap WNI punya case yang berbeda-beda, tapi kemudian kita juga melihat bagaimana eskalasi konflik yang terjadi di Timur
03:54Tengah ini,
03:55trennya belum ada terlihat penurunan begitu ya, Budina ya.
03:59Tadi disebutkan oleh Pak Sukamta, yang paling make sense begitu adalah skemanya melalui jalur darat dengan negara tetangga,
04:08ke negara tetangga adalah Azerbaijan.
04:11Nah apa yang kemudian perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia, diplomasi politik atau seperti apa,
04:18agar kemudian negara tetangga Azerbaijan dan juga negara tetangga lainnya juga bisa bekerja sama untuk melakukan apa ya,
04:27atau menerima WNI kita untuk bisa dievakuasi.
04:32Budina.
04:34Ya baik, memang kalau dari sisi teknis yang terdekat tentu ke Azerbaijan lewat jalan darat,
04:40lalu dari Baku itu bisa terbang ke Turki.
04:43Kalau sebelumnya di bulan Juni yang lalu itu bisa opsinya ke lewat Qatar atau lewat Saudi,
04:51tapi kan sekarang Qatar dan Saudi juga bermasalah gitu ya,
04:55jadi sepertinya opsinya adalah Turki.
04:58Yang perlu dilakukan kalau langkah diplomatik tentu yang pertama diplomatik konsuler ya,
05:04sesegera mungkin melakukan mitigasi di lapangan,
05:07lalu bekerja sama dengan pihak Azerbaijan tentu saja,
05:14ya itu masalah prosedur yang saya pikir pihak Kementerian Luar Negeri sudah sangat mahir ya dalam hal ini ya,
05:21sangat memahami bagaimana langkah-langkahnya.
05:23Tapi kemudian yang perlu saya berikan catatan adalah selain mitigasi situasi ini,
05:31juga kita perlu melakukan diplomasi di level global.
05:35Bagaimana caranya agar perang ini segera selesai gitu ya.
05:40Kalau perang tidak selesai, artinya kita seolah-olah hanya memadamkan api ya,
05:46oh sekarang ada masalah lalu dicari solusinya,
05:49tapi masalahnya enggak selesai-selesai juga gitu.
05:53Sehingga kita memang perlu merumuskan dengan cermat,
05:57sebenarnya apa sih akar masalahnya,
06:00dan langkah apa yang kita bisa lakukan yang berdampak gitu ya.
06:04Kalau sebatas seruan atau himbawan ya,
06:09saya pikir dalam situasi yang sudah sedemikian panas
06:12antara Israel, Amerika Serikat versus Iran,
06:16itu upaya-upaya diplomatik atau negosiasi itu belum ya,
06:21belum pada tahap itu.
06:22Sehingga harus ada dicari jalan yang gimana caranya supaya
06:27ada pihak sebenarnya kan yang agresor itu Amerika Serikat dan Israel ya.
06:31Gimana supaya pihak agresor ini akhirnya mau menghentikan agresinya.
06:35Sementara pihak Iran kan membalas ya.
06:37Ketika pihak yang berhenti menyerang,
06:40tentu Iran tidak akan menyerang lagi.
06:42Dan kemudian catatan saya juga dari sisi skala serangan.
06:46Saya pikir kalau warga negara Indonesia di negara-negara selain Iran,
06:54itu relatif aman dari sisi bahwa Iran sendiri ketika melakukan serangan balasan itu
07:00disiplin ya, dia yang ditargetkan adalah fasilitas militer.
07:06Nah, fasilitas militer.
07:09Jadi pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
07:12Tapi sebaliknya, Amerika Serikat dan Israel ketika membombardir Iran,
07:18itu sebagian besar justru fasilitas publik, sipil, rumah sakit, sekolah, perkantoran,
07:25gedung-gedung apartemen.
07:26Sehingga memang resiko yang dihadapi warga negara Indonesia di Iran
07:30memang jauh lebih besar saya pikir.
07:32Tapi kemudian juga tadi ada pernyataan ya, ada yang nggak mau evakuasi misalnya.
07:38Saya pikir ini juga bisa dipahami apalagi kalau pelajar.
07:41Sebagian besar orang Indonesia di Iran itu kan pelajar atau mahasiswa maksudnya.
07:46Seringkali kita tuh, ya saya merasakan juga ya,
07:48kalau mahasiswa sebentar lagi mau ujian ini.
07:51Kalau pulang, gimana nanti kelulusan terlambat dan lain-lain ya.
07:55Saya pikir itu di antara pertimbangan ya,
07:58kenapa kalau mahasiswa ada sebagian yang memang tidak mau pulang
08:02karena memikirkan studinya.
08:04Mahasiswa kalau kuliah kan tentu inginnya segera lulus
08:07dan pulang ke Indonesia dan bisa berkarir gitu ya.
08:10Oke, ini juga menjadi perhatian begitu ya.
08:12Karena apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga Israel,
08:16serangan ini menyasar ke fasilitas-fasilitas publik yang tadi Anda sebutkan.
08:20Ada apartemen, kemudian ada rumah sakit, sekolah.
08:23Nah, tentu ini menjadi resiko besar bagi warga negara kita
08:27yang masih belum bisa dievakuasi dari Iran,
08:31untuk keluar dari Iran menuju ke Azerbaijan
08:33dan juga negara tetangga lainnya yang dekat dari Iran.
08:37Nah, kalaupun apakah tidak ada keharusan begitu?
08:42Tadi kan ada opsi, ya kalau mau ya dievakuasi,
08:47kalau enggak ya sudah di negara tetangga saja.
08:49Harus ada keharusan begitu?
08:52Atau seperti apa?
08:54Saya pikir kalau dari sisi hukum tidak ada keharusan ya.
08:59Itu kan sebenarnya pilihan dari warga kita sendiri.
09:04WNI sendiri kalau memang mau bertahan,
09:06saya pikir selalu saja ada alasan ya kenapa kok ada yang bertahan.
09:11Berarti ada hal yang penting yang harus dilakukan.
09:14Dan sebenarnya kan harapannya kalau kita ingat di Juni 2025
09:19sudah terlanjur pulang gitu kan, ada mahasiswa yang terlanjur pulang ketika mau kembali lagi ke Iran.
09:25Harus berpikir lagi soal biaya, soal visa.
09:28Nah, itu kan juga sangat merepotkan ya.
09:30Ya, saya pikir orang-orang Indonesia di sana punya pertimbangan.
09:36Tapi kalau mereka memang mempertimbangkan ingin segera pulang,
09:40tentu memang pemerintah punya kewajiban ya,
09:43melindungi warga negaranya yang berada di daerah-daerah konflik.
09:47Sehingga langkah-langkah mitigasi, koordinasi dengan Azerbaijan
09:51dan kemudian dari Azerbaijan kemungkinan bisa terbang ke Turki,
09:54dari Turki ke Jakarta.
09:55Nah, berarti kan kerjasama juga dengan pihak Turki
09:59untuk bisa mempermudah ya, terutama masalah visa dan lain-lain.
10:04Oke, saya ke Pak Sukamta.
10:06Pak Sukamta, tentu ini menjadi prioritas utama,
10:10keselamatan dan juga keamanan dari warga negara Indonesia kita di Iran.
10:17Walaupun memang tadi disebutkan oleh Budina
10:21untuk wilayah-wilayah atau negara-negara yang juga terdampak
10:24belum dirasa urgen untuk bisa dievakuasi.
10:29Anda sepakat dengan ini, Pak Sukamta?
10:31Ya, memang situasinya harus dilakukan evaluasi lapangan.
10:37Jadi, ada negara-negara yang rawan banget seperti di Iran,
10:43ada yang punya potensi rawan,
10:46terus kemudian sekali lagi di negara yang rawan kayak Iran pun
10:51nggak semua wilayah terancam.
10:53Nah, jadi situasinya beda-beda.
10:56Jadi harus di-evaluasi,
10:59tetapi yang penting adalah
11:00KBRI kita, KCRI kita,
11:03itu punya infrastruktur untuk penyelamatan WNI dengan baik.
11:08Nah, sehingga kalau diperlukan rasa-rasanya evaluasi itu
11:13mengharuskan evakuasi,
11:16tidak harus nunggu bahaya sudah depan mata baru evakuasi.
11:20Nah, mereka sudah punya kesiapan infrastruktur.
11:25Punya orangnya, punya administrasinya,
11:28punya prosedurnya,
11:31dan juga peralatan, apa namanya,
11:35terkait dengan transportasi.
11:38Apakah darat, BFB,
11:40atau nanti pakai pesawat,
11:42apakah charter,
11:44apakah pakai maskapai Indonesia,
11:46atau beli tiket.
11:48Nah, ini semua kan harus disiapkan semua,
11:50nggak bisa mendadak,
11:51dan itu anggarannya juga besar.
11:54Nah, sehingga dari KEMLU,
11:57dari pemerintah,
11:59dari KBRI, KCRI,
12:00harus menyiapkan kontingensi plan
12:03untuk evakuasi ini.
12:05Dan mereka sudah melakukan,
12:07saya pantau itu,
12:10tinggal mudah-mudahan nanti evaluasi di lapangannya itu
12:15tidak telat, tidak terlambat,
12:17itu harapan kita.
12:18Oke, kita juga berharap ini jangan sampai terlambat,
12:21begitu ya upaya mitigasi terus harus dilakukan,
12:23begitu dengan cepat.
12:24Sudah ada informasi,
12:25apakah proses evakuasi ini sudah berjalan,
12:27mulai hari ini, atau kemarin,
12:29atau seperti apa, Pak Sukamta,
12:30yang anggapkan?
12:31Ya, sejak hari Sabtu itu sudah,
12:35prosesnya sudah berjalan.
12:37Jadi, nah cuman angkanya,
12:40terus berapa orang kemana,
12:44itu dinamika harian harus dipantau terus.
12:49Oke, sebenarnya kami juga sudah mengundang
12:51dari pihak Kementerian Luar Negeri
12:54untuk bisa kemudian memberikan informasi terkini
12:56bagaimana soal proses evakuasi perkembangannya
12:59terkait dengan 329 warga negara Indonesia,
13:02kita yang dievakuasi dari Iran
13:05menuju ke negara tetangga, begitu ya.
13:07Nah, tapi tidak apa,
13:09belum ada konfirmasi sampai saat ini.
13:12Tapi yang kemudian menarik juga,
13:14tadi disebutkan oleh Budina,
13:16soal diplomasi secara global,
13:19yang kemudian juga bisa dilakukan oleh negara-negara,
13:23salah satunya adalah Indonesia,
13:25yang kita tahu Indonesia merupakan
13:27negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia,
13:32begitu ya.
13:33Diplomasi global seperti apa,
13:35yang kemudian bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia,
13:38posisi tawar apa yang bisa ditampilkan oleh kita
13:45dalam hal ini untuk bisa mewujudkan
13:47adanya gencatan senjata
13:50antara konflik di tiga negara ini,
13:52kalau menurut Anda Budina?
13:54Baik, yang pertama perlu kita sadari bersama ya
13:59bahwa konflik ini,
14:01kalaupun kita terlibat menjadi mediator
14:04atau katakanlah kita berusaha melakukan langkah diplomatik
14:10untuk peradaan konflik,
14:11itu adalah kepentingan nasional kita loh gitu ya.
14:14Jadi kita tidak sekedar hanya tampil sebagai juru damai atau apa,
14:20tapi ingat bahwa ini adalah kepentingan nasional kita.
14:23Kalau perang ini berkepanjangan,
14:24pertama kita terancam secara ekonomi,
14:27karena masalah migas,
14:29kenaikan harga BBM dan lain-lain.
14:31Dan kedua tadi kita sudah bahas juga
14:33bagaimana sangat banyak mahasiswa Indonesia di Timur Tengah.
14:36Kalau mereka studinya terhambat,
14:37tentu juga merugikan kita juga.
14:40Lalu belum lagi kita bicara soal WNI
14:42yang menjadi tenaga kerja di Timur Tengah.
14:44Mereka mengirimkan banyak devisa ke Indonesia.
14:47Artinya kita tuh berkepentingan
14:49dengan berhentinya konflik ini.
14:50Ketika sudut pandangnya bahwa
14:53ini juga kepentingan nasional kita,
14:56bahwa konflik ini harus berhenti
14:57demi Indonesia juga,
14:59maka artinya langkah-langkah kita juga
15:01betul-betul langkah yang serius,
15:02bukan hanya formalitas.
15:04Yang pertama saya pikir yang perlu dilakukan adalah
15:06kembali menggunakan PBB,
15:09forum PBB untuk menggalang dukungan internasional
15:13agar menekan Amerika Serikat dan Israel
15:15untuk menghentikan serangan.
15:17BOP saya pikir sudah nggak bisa lagi dipakai,
15:20tidak ada harapan dipakai untuk masalah ini,
15:22meskipun judulnya kan Board of Peace,
15:24tapi kan ketuanya Trump.
15:25Dengan cara apa?
15:26Meminta BOP untuk mengurus ini.
15:29Berarti kembali kepada PBB.
15:30Yang kedua, kita perlu melakukan
15:34mungkin istilah back channel diplomasi ya,
15:36kita diplomasi diam-diam,
15:39tanda kutip,
15:39untuk menghubungi negara-negara Arab,
15:42negara-negara monarki di kawasan Teluk ini,
15:45supaya mereka juga punya keberanian gitu ya,
15:48mendorong mereka supaya punya keberanian
15:50untuk menekan Amerika Serikat.
15:51Kenapa Iran menyerang negara-negara ini?
15:55Kan sebenarnya diserang pangkalan militer
15:56yang ada di wilayah mereka ya.
15:59Artinya sebenarnya mereka punya power ya,
16:02untuk menghentikan serangan Amerika kepada Iran ini.
16:06Mereka bisa menekan Amerika,
16:07supaya tidak lagi menggunakan tanahnya,
16:09untuk menjadikan basis serangan kepada Iran.
16:13Ya, karena tadi sudah Mbak Adistri bilang,
16:17kita sebagai negara Muslim,
16:18ya berarti kita punya kedekatan emosional,
16:21kita punya kedekatan hubungan
16:23dengan negara-negara Teluk ini,
16:25dan kita bisa bicara,
16:27memberikan dukungan,
16:28memberikan dorongan,
16:29supaya mereka berani untuk
16:31mengambil langkah yang tegas,
16:34agar Amerika tidak lagi menggunakan
16:35pangkalan militer Amerika
16:37yang ada di kawasan tersebut.
16:39Oke, bagaimana dengan pandangan Anda Pak Sukamenta
16:41dari DPR,
16:42terkait dengan diplomasi global
16:44yang bisa dilakukan oleh pemerintah,
16:47jangan hanya sekedar formalitas,
16:50tapi kemudian harus ada upaya keseriusan.
16:56Ya, memang ini menjadi tugas
17:00dan tantangan pemerintah Republik Indonesia.
17:03Kita punya amanah konstitusi
17:05untuk ikut menjaga perdamaian dunia.
17:08Jadi,
17:11upaya untuk mengakhiri konflik
17:14di mana saja,
17:14termasuk konflik besar
17:16yang punya dampak sangat luar biasa besar ini,
17:20itu menjadi organ untuk dilakukan.
17:23Dan,
17:24baik melalui forum-forum multilateral,
17:27PBB, OKI, non-block,
17:30nah, walaupun kita tahu bahwa
17:33situasinya sekarang ini
17:35tidak mudah,
17:37karena yang ikut terlibat,
17:40terseret di dalam konflik itu
17:41adalah negara-negara
17:43anggota OKI semua.
17:45Nah, tapi justru disitulah
17:47peran Indonesia
17:48untuk mendorong
17:50supaya OKI bisa
17:53juga
17:55mengupayakan ya,
17:58diplomasi,
17:59baik itu Iran, Saudi,
18:02negara-negara teluk
18:03bisa bicara dengan Amerika.
18:05Dan,
18:06Pak Presiden kita,
18:07Pak Prabowo kemarin
18:08juga menyampaikan
18:10yang kita dengar lewat publikan,
18:13beliau ingin ikut terlibat
18:16menampaikan
18:17pihak-pihak yang terkait.
18:19Kita tahu ini persoalannya
18:21tidak mudah,
18:22Amerika punya target sendiri
18:25dengan
18:25yang dilakukan sekarang ini,
18:28tapi,
18:30setidak-tidaknya,
18:31Pak Prabowo bisa
18:32berkomunikasi dengan
18:33Presiden Trump,
18:35selama ini,
18:36ya,
18:37dalam kaitan
18:38dengan banyak hal,
18:40Pak Prabowo juga
18:41berhubungan
18:42dengan
18:43Pak Trump
18:44secara langsung,
18:47berhubungan dengan
18:48pemimpin-pemimpin
18:50di Teluk,
18:52di Saudi,
18:53Qatar,
18:53Emirat,
18:54juga,
18:55Pak Prabowo langsung,
18:57kemarin belum lama
18:58ketemu dengan mereka-mereka,
19:00dan,
19:01Pak Prabowo juga
19:02bisa berkomunikasi
19:04dengan Iran.
19:05Saya kira,
19:05posisi unik Pak Prabowo ini
19:08tidak dimiliki oleh
19:09kepala-kepala negara
19:11yang lain.
19:12Nah,
19:13ini potensi besar
19:14dan beliau punya niat,
19:16ya,
19:16saya kira itu
19:17perlu dicoba,
19:18ya,
19:19apa yang dilakukan,
19:21yang bisa dilakukan oleh
19:22Presiden Republik Indonesia
19:24dan Kementerian Luar Negeri.
19:25Dan,
19:26kalau itu bisa berhasil,
19:28saya kira itu akan
19:29menaikkan leverage Indonesia.
19:32Walaupun saya tahu
19:33ini tidak mudah,
19:34tapi,
19:35tidak lagi
19:37perlu dicoba.
19:39Dan harus dicoba.
19:41Oke,
19:42apapun harus dicoba
19:43untuk kemudian
19:44bisa meredam,
19:46begitu ya,
19:47meredam
19:48eskalasi
19:49aksi saling balas serang
19:50antara
19:51Amerika Serikat,
19:53Israel,
19:53kepada Iran,
19:54dan juga sebaliknya,
19:55begitu.
19:55Tapi yang kemudian,
19:56tadi disinggung juga
19:57soal
19:58di bawah naungan PBB.
20:00Tapi yang kita tahu juga kan,
20:02Amerika Serikat punya hak veto,
20:03Budidah.
20:04Bagaimana ini?
20:06Iya,
20:07memang ada masalah besar ya
20:09di PBB.
20:10PBB ini bukan lembaga yang demokratis,
20:12karena keputusan yang terkait dengan
20:15keamanan global itu
20:17diambilnya di Dewan Keamanan.
20:19Tapi,
20:20biar bagaimanapun,
20:22inilah satu-satunya
20:24lembaga internasional
20:26yang berbasis konsensus ya.
20:28Jadi memang,
20:29ya sudah,
20:30memang
20:31terus berusaha
20:32gitu ya,
20:36dibanding tidak melakukan apapun gitu ya.
20:39Ketika
20:41suara-suara
20:42di
20:42PBB,
20:44misalnya bisa mengumpulkan
20:46ratusan negara,
20:47150 negara,
20:48misalnya
20:48sama-sama bersuara
20:50untuk meminta
20:50Amerika Serikat dan Israel,
20:52saya pikir
20:52itu ada tekanan.
20:54Dibanding sekarang
20:55masih belum ada apa-apa gitu ya.
20:57Nah,
20:58sikap diam ini justru yang memberikan
21:01seolah-olah lampu hijau
21:03kepada Israel dan Amerika Serikat.
21:05Kita lihat sedikit sekali ya,
21:06negara yang
21:07benar-benar berani mengecam,
21:09benar-benar berani
21:10meminta
21:11agar Amerika Serikat dan Israel itu
21:13menghentikan serangannya.
21:14Dan ini kan sudah jelas
21:15sebenarnya dari sisi hukum.
21:17Ini pelanggaran hukum internasional.
21:19Pelanggaran pasal 2 PBB,
21:21biagam PBB,
21:22berarti
21:22seharusnya negara-negara itu
21:24tidak apa ya,
21:26tidak takut-takut lah
21:27untuk bersuara,
21:29meminta,
21:30mengecam,
21:31dan menuntut
21:32Amerika Serikat dan Israel
21:33untuk menghentikan serangan ini.
21:35Nah,
21:35saya pikir
21:36meskipun memang
21:37strukturnya seperti itu,
21:39tapi minimalnya
21:40ketika
21:40ada ratusan negara
21:42yang bersuara,
21:43tentu
21:43suara ini
21:45akan terdengar juga ya.
21:47Dibanding yang sekarang ini kok
21:48ada ma'ayam aja gitu ya.
21:51Nah,
21:52saya pikir ini
21:52yang peran yang penting
21:53dilakukan oleh Indonesia
21:55dan di masa lalu
21:56itu juga sudah ditunjukkan
21:58waktu tahun-tahun
22:00di 2014-2015
22:02itu kan
22:04perhatian dunia
22:04pada Palestina
22:05tidak terlalu besar.
22:07Waktu itu
22:07Kementerian Luar Negeri
22:08sangat aktif,
22:09Menteri Luar Negeri
22:09juga sangat aktif
22:10untuk membawa lagi
22:11isu Palestina ke tengah.
22:13Akhirnya,
22:13kemudian negara-negara
22:14membicarakan lagi
22:15Palestina
22:16berusaha mencari
22:17solusi lagi.
22:18Nah, ini juga penting juga
22:19kita lakukan gitu ya.
22:21Dan satu lagi
22:23yang saya
22:24berikan catatan
22:25adalah
22:26masalah
22:27pentingnya
22:29diplomasi tertutup tadi ya.
22:30Bukan hanya PBB
22:32tapi diplomasi tertutup
22:33itu maksudnya
22:33betul-betul ditemui
22:34satu persatu
22:35ini negara-negara
22:36negara-negara
22:38monarki Arab ini
22:40dan kita berikan
22:41dukungan penuh gitu
22:42kepada mereka
22:43untuk bersikap berani
22:45terhadap Amerika Serikat.
22:47Oke.
22:47Terakhir saya ke
22:48Pasukamta.
22:49Pasukamta, kita
22:50yakin betul
22:51begitu Kementerian Luar Negeri
22:52saat ini sedang bekerja
22:53begitu untuk melakukan
22:55evakuasi
22:56upaya evakuasi
22:57kepada 329
22:59warga negara Indonesia
22:59kita yang berada di Iran
23:01untuk bisa memprioritaskan
23:02keselamatan
23:03dan juga keamanan
23:04saudara-saudara kita
23:06di sana.
23:06Tapi
23:07apakah ada
23:08langkah selanjutnya
23:10yang kemudian
23:11dilakukan oleh
23:12DPR?
23:13Misalkan
23:14salah satunya adalah
23:15memanggil dari
23:16Kementerian Luar Negeri
23:17untuk bisa memberikan
23:19penjelasan
23:19soal bagaimana
23:21evakuasi
23:22termasuk juga
23:22soal kondisi saat ini
23:24termasuk juga
23:25posisi pemerintah Indonesia
23:27di
23:28konflik di tiga negara ini.
23:30Silahkan.
23:31Mekan depan
23:31atau seperti apa?
23:34ya kalau
23:35urusan
23:36penyelamatan BNI
23:38saya kira
23:39kita DPR
23:40tidak perlu
23:40memanggil
23:41Kemlu
23:42karena kita
23:42sudah tahu
23:43mereka sedang
23:44bekerja
23:44kami berkomunikasi
23:47secara langsung
23:48dengan Kemlu
23:49setiap saat
23:50untuk
23:51memantau
23:51keselamatan
23:52BNI kita
23:53jadi
23:54tidak perlu
23:55dirapatkan
23:56itu
23:56terus kita
23:57lakukan
23:58pemantauan
23:58bersama-sama
23:59karena ini
24:00persoalannya
24:01persoalan nyawa
24:02persoalan
24:03emergensi
24:03jadi
24:04oke saya kira
24:06itu lanjut terus
24:07nah kalau
24:08urusan
24:09diplomasi
24:10ya saya kira
24:11kita akan
24:12memberikan support
24:13kepada
24:14pemerintah
24:15kepada
24:16presiden
24:17untuk
24:19mengambil
24:19peran-peran
24:20yang lebih
24:21aktif
24:22lebih konstruktif
24:23apapun
24:24peluang yang
24:25bisa dilakukan
24:26oleh
24:27pemerintah
24:28Republik Indonesia
24:29kita dorong
24:30kita dukung
24:31secara
24:32positif
24:32jadi
24:33pada prinsipnya
24:35DPR
24:35memberikan support
24:37penuh
24:37supaya
24:38pemerintah
24:38tidak ragu-ragu
24:39untuk mengambil
24:40inisiatif
24:41untuk
24:44berperan
24:45lah
24:45kita tahu
24:46bahwa
24:47Amerika ini
24:48cenderung
24:49unilateral
24:51tidak
24:51mengindahkan lagi
24:52lembaga-lembaga
24:54normal
24:55kayak
24:55PBB
24:56trendnya
24:57yang terjadi
24:58seperti
24:58di Venezuela
24:59sekarang
25:00di Iran
25:01ya ini
25:02tantangan
25:02baru
25:03lembaga-lembaga
25:04multilateral
25:05cenderung
25:06tidak lagi
25:06digunakan
25:07dan
25:08tidak
25:08didengarkan
25:09nah
25:12itu menjadi
25:13trend baru
25:14ke depan
25:15dan kita
25:16negara menengah
25:17kayak Indonesia
25:18harus menyiapkan diri
25:19negara-negara lain
25:21juga harus
25:22adaptasi
25:22dengan
25:23trend baru
25:24ini
25:24saya kira
25:25ini
25:25bisa menjadi
25:26diskusi
25:27yang akan
25:28datang
25:28untuk
25:28Komplas TV
25:29bagaimana
25:30trend ke depan
25:31ini
25:31oke
25:32baik
25:33tetapi
25:34saat ini
25:34adalah
25:36keselamatan
25:36dan juga
25:37keamanan warga negara
25:38Indonesia kita
25:39yang di Iran
25:39itu yang
25:40paling penting
25:40diupayakan
25:41begitu
25:42kami yakin
25:43Kementerian Luar Negeri
25:44saat ini
25:44sedang berupaya
25:45secara maksimal
25:46untuk menyelamatkan
25:47saudara-saudara kita
25:48di sana
25:48di Iran
25:49kita tunggu
25:50bagaimana
25:50perkembangan
25:51informasi
25:52yang nanti
25:52dihadirkan oleh
25:53Kementerian Luar Negeri
25:54kepada publik
25:56soal
25:56perkembangan
25:57evakuasi
25:58terima kasih
25:58Wakil Ketua Komisi
26:001 DPR RI
26:01dari fraksi
26:01PKS
26:02Pak Sukamta
26:03dan juga ada
26:04Analis Geopolitik
26:05Timur Tengah
26:05Universitas Pajajaran
26:06Budina Yulianti
26:08telah bergabung
26:08bersama kami
26:09sehat selalu
26:10Budina
26:10sehat selalu
26:11Pak Sukamta
26:12Assalamualaikum
26:12selamat pagi
26:13ya sama-sama
26:14terima kasih
Komentar

Dianjurkan