Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Semarang menyiapkan lahan seluas 2,6 hektare untuk lokasi hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak longsor.

Dari hasil identifikasi, terdapat 22 keluarga terdampak longsor di Dusun Bandungan dan 24 keluarga di Dusun Dampu.

Monitoring dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan Ungaran Timur, BPBD, serta DPU Kabupaten Semarang. Sementara untuk mitigasi, telah dipasang alat sistem peringatan dini.

Bupati Semarang menyebut bencana tanah bergerak yang terjadi sejak tahun 2022 kini telah mencapai lebih dari 5 hektare dan mengancam permukiman warga.

#pemerintah #pekalongan #huntara

Baca Juga DPR Ungkap Perlindungan WNI di Tengah Perang Iran di https://www.kompas.tv/regional/654844/dpr-ungkap-perlindungan-wni-di-tengah-perang-iran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/654846/pemkab-semarang-siapkan-lahan-2-6-hektare-untuk-huntara-warga-terdampak-longsor-kompas-siang
Transkrip
00:01Halo apa kabar saudara, selain 5 informasi utama tadi kami juga akan hadirkan perkembangan terkini Perang Iran
00:07dengan wawancara langsung bersama salah satu warga negara Indonesia di Doha, Qatar.
00:12Ada juga informasi inspiratif saudara dari Bengkulu,
00:15di mana tulang ikan yang biasa jadi limbah berhasil diolah menjadi kerupuk yang bernilai ekonomi.
00:23Selengkapnya bersama saya Lintang Budiastuti.
00:25Dan saya Arjuno Pramudito, kita jelang kompas yang selengkapnya hanya di Kompas TV independen untuk percaya.
00:37Pemerintah Kabupaten Sumarang menyiapkan lahan seluas 2,6 hektare untuk lokasi hunian sementara atau huntara warga terdampak longsor.
00:47Dari hasil identifikasi, 22 keluarga terdampak longsor di Dusun Bandungan dan 24 keluarga di Dusun Dampu.
00:55Monitoring dilakukan tim gabungan pemerintah desa, pemerintah kecamatan Ungaran Timur, BPBD maupun DPU Kabupaten Sumarang.
01:04Dan sementara untuk mitigasi telah terpasang alat sistem peringatan dini.
01:09Bupati Sumarang menyebut, bencana tanah bergerak yang terjadi sejak tahun 2022 lalu,
01:14kini telah mencapai lebih dari 5 hektare dan mengancam permukiman warga.
01:25Kita juga lakukan monitoring bersama baik dari desa, kesamatan, BPBD, dari DPU.
01:32Ini kita bersama-sama dengan dukungan TNI dan Polri juga melakukan monitoring setiap saat.
01:38Sampai seperti apa, kira-kira kalau sangat bahaya, tentunya nanti masyarakat yang berdekatan akan kita pindahkan dulu.
01:47Kemudian kita berharap tidak ada masalah dengan masyarakat,
01:54tapi seandainya nanti terjadi suatu permasalahan, ini kami juga menyiapkan lahan seandainya akan dibangun dunia sementara,
02:01yaitu yang ada juga di kalongan sana, ada tanah milik pemerintah dera yang masih kurang lebih 2,6 hektare.
02:09Warga terdampak longsor mengaku siap direlokasi.
02:13Mereka juga berharap pemerintah menangani langsung ke titik longsoran,
02:16guna mencegah longsoran kini kian melebar dan siap untuk direlokasi.
02:21Pergerakan tanah mencapai lebih dari 5 hektare, sehingga ditakutkan membahayakan warga di sekitar lokasi.
02:27Diketahui jarak antara permukiman dengan titik longsor hanya sekitar 15 meter, membuat warga semakin cemas.
02:3822 sampai sekarang, sampai 2026 berarti sudah 4 tahun,
02:44dia minta, kita sebagai warga meminta agar bisa apa itu yang dekat pemukiman bisa dibenerin seperti awal.
03:03Kalau untuk relokasi, apabila emang itu sudah keputusan dari pemerintah pusat,
03:13kita sebagai warga tetap manut, tetap ikut wacana dari pemerintah.
03:20Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan