00:01Halo apa kabar saudara, selain 5 informasi utama tadi kami juga akan hadirkan perkembangan terkini Perang Iran
00:07dengan wawancara langsung bersama salah satu warga negara Indonesia di Doha, Qatar.
00:12Ada juga informasi inspiratif saudara dari Bengkulu,
00:15di mana tulang ikan yang biasa jadi limbah berhasil diolah menjadi kerupuk yang bernilai ekonomi.
00:23Selengkapnya bersama saya Lintang Budiastuti.
00:25Dan saya Arjuno Pramudito, kita jelang kompas yang selengkapnya hanya di Kompas TV independen untuk percaya.
00:37Pemerintah Kabupaten Sumarang menyiapkan lahan seluas 2,6 hektare untuk lokasi hunian sementara atau huntara warga terdampak longsor.
00:47Dari hasil identifikasi, 22 keluarga terdampak longsor di Dusun Bandungan dan 24 keluarga di Dusun Dampu.
00:55Monitoring dilakukan tim gabungan pemerintah desa, pemerintah kecamatan Ungaran Timur, BPBD maupun DPU Kabupaten Sumarang.
01:04Dan sementara untuk mitigasi telah terpasang alat sistem peringatan dini.
01:09Bupati Sumarang menyebut, bencana tanah bergerak yang terjadi sejak tahun 2022 lalu,
01:14kini telah mencapai lebih dari 5 hektare dan mengancam permukiman warga.
01:25Kita juga lakukan monitoring bersama baik dari desa, kesamatan, BPBD, dari DPU.
01:32Ini kita bersama-sama dengan dukungan TNI dan Polri juga melakukan monitoring setiap saat.
01:38Sampai seperti apa, kira-kira kalau sangat bahaya, tentunya nanti masyarakat yang berdekatan akan kita pindahkan dulu.
01:47Kemudian kita berharap tidak ada masalah dengan masyarakat,
01:54tapi seandainya nanti terjadi suatu permasalahan, ini kami juga menyiapkan lahan seandainya akan dibangun dunia sementara,
02:01yaitu yang ada juga di kalongan sana, ada tanah milik pemerintah dera yang masih kurang lebih 2,6 hektare.
02:09Warga terdampak longsor mengaku siap direlokasi.
02:13Mereka juga berharap pemerintah menangani langsung ke titik longsoran,
02:16guna mencegah longsoran kini kian melebar dan siap untuk direlokasi.
02:21Pergerakan tanah mencapai lebih dari 5 hektare, sehingga ditakutkan membahayakan warga di sekitar lokasi.
02:27Diketahui jarak antara permukiman dengan titik longsor hanya sekitar 15 meter, membuat warga semakin cemas.
02:3822 sampai sekarang, sampai 2026 berarti sudah 4 tahun,
02:44dia minta, kita sebagai warga meminta agar bisa apa itu yang dekat pemukiman bisa dibenerin seperti awal.
03:03Kalau untuk relokasi, apabila emang itu sudah keputusan dari pemerintah pusat,
03:13kita sebagai warga tetap manut, tetap ikut wacana dari pemerintah.
03:20Terima kasih telah menonton!
Komentar