JAWA BARAT, KOMPAS.TV - Masjid Al Imtizaj di Bandung bukan sekadar bangunan, tetapi juga memukau. Atapnya menyerupai bangunan tradisional Tionghoa yang didominasi warna merah dan kuning, namun tetap menegaskan identitasnya sebagai masjid.
Kaligrafi Arab berdampingan dengan aksara Mandarin, menjadi simbol toleransi dan dialog dua budaya. Pilihan warna dan bentuk bukan sekadar estetika, tetapi juga cara menghargai akar budaya jemaah Tionghoa yang beribadah di sini.
Dibangun pada tahun 2010, masjid ini berfungsi sebagai ruang ibadah sekaligus pusat pembinaan mualaf Tionghoa di Bandung. Nama Al Imtizaj berarti "berbaur" atau "menyatu", menjadi pesan kuat bagi masyarakat Indonesia yang hidup dalam keberagaman.
Masjid Al Imtizaj mampu menampung hingga 200 jemaah. Tempat ibadah ini bukan hanya simbol arsitektur, tetapi juga simbol persatuan dan keharmonisan budaya di tengah Kota Bandung.
#masjid #bandung #jawabarat
Baca Juga Roti Kukus Khas Kampung Arab Manado Jadi Takjil Favorit Saat Ramadan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/654861/roti-kukus-khas-kampung-arab-manado-jadi-takjil-favorit-saat-ramadan-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/654862/masjid-al-imtizaj-bandung-perpaduan-arsitektur-tionghoa-islam-simbol-toleransi-kompas-siang
Komentar