Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan alasan pengerahan 20.980 personel TNI ke Jakarta pada awal November 2026.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan pasukan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

Agus mengatakan, TNI mengenal tiga tingkatan kesiapsiagaan atau status siaga, yakni siaga 3, siaga 2, dan siaga 1.

"Di dalam internal TNI kita menggunakan istilah siaga. Siaga ini digunakan untuk dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dari ancaman, berbagai ancaman yaitu ancaman itu ada dua, ancaman alam dan buatan," ujar Agus setelah memimpin pemakaman militer Letkol CPN Anumerta Dudi Firmansyah di TMP Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).

Video editor: Novaltri

#panglimatni #tni

Baca Juga Panglima TNI Berangkatkan 180 Prajurit ke Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah di https://www.kompas.tv/nasional/699606/panglima-tni-berangkatkan-180-prajurit-ke-misi-perdamaian-pbb-di-afrika-tengah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700199/panglima-tni-ungkap-alasan-kerahkan-20-980-personel-ke-jakarta-sebut-ada-3-tingkatan-siaga
Transkrip
00:00Di dalam internal TNI kita menggunakan istilah siaga.
00:06Siaga ini digunakan untuk dalam rangka
00:14pertahankan ketaulatan NKRI
00:19dari ancaman, berbagai ancaman.
00:22Yaitu ancaman itu ada dua, ancaman alam dan membuatan.
00:26Dan alam yang saya sampaikan, ada terjadi tanah alam, banjir,
00:35pekeran hutan, tsunami, dan sebagainya.
00:39Kemudian ancaman yang kedua buatan manusia yaitu konflik sosial,
00:46teroris, paradisme, makar, dan sebagainya.
00:53Biasa yang dilakukan oleh TNI yaitu memperlakukan siaga tiga.
01:00Kalau siaga tiga, situasinya dalam keadaan aman.
01:04Personil dan anusista stand-by di satuan masing-masing
01:09dan prajurit melaksanakan kegiatan rutin letihan di dalam satuan.
01:15Kemudian sudah diberlakukan, prajurit tidak boleh keluar ke satrian.
01:21Kemudian siaga dua.
01:23Siaga dua itu situasinya sudah waspada.
01:27Personil dan anusista.
01:29Tengah kekuatan sampai tiga perempat keadaan sudah masuk ke pos masing-masing.
01:34Siaga satu adalah situasinya yang eskalasinya meningkat
01:39dimana personil dan anusistanya sudah disiagakan dan masuk ke pos masing-masing.
01:45Tentunya personil, prajurit, tidak boleh keluar ke satuan.
01:51Itu yang biasa dilakukan oleh internal TNI.
01:58Tapi sampai kapan kali ini?
01:59Siaga itu tidak ada waktu.
02:03Konflik baru kita ada di siaga satu, kita kendorkan di siaga dua, dan siaga tiga.
02:08Artinya ada ancaman, Kak, di wilayah itu?
02:13Kita selalu menganticipasi setiap wilayah, kita berlakukan siaga tersusupaya siap-siagaan personil dan anusista tetap terjaga.
02:22Supaya kita berlakukan siaga tersus.
02:25Tapi kalau untuk siaga rencana, saya berlakukan siaga satu tersus.
02:31Karena ini sudah mulai mesin-mesin penghujan.
02:36Masih di beberapa wilayah belajah yang banjir.
02:38Kita sudah personil dengan anusista sudah siap di gerakan.
02:42Terima kasih.
02:43Terima kasih.
02:55Terima kasih.
03:11Terima kasih.
03:27Buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:29Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:32Pilih aplikasi, lalu install.
03:35Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:40Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan