Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Presentasi di Hadapan Tim Kemendagri, Pesona Gubernur Sherly Tjoanda Curi Perhatian

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mempresentasikan dua program inovasi utama Pemprov Maluku Utara di depan tim penilai. Paparan tersebut berfokus pada langkah strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan keuangan serta memperluas cakupan jaminan kesehatan bagi warga.

Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah sistem digital Kalesang Papi (Kawal Langsung Penggunaan Air Permukaan). Terobosan berbasis teknologi ini dibuat untuk memantau pemanfaatan air permukaan secara presisi, mendorong tata kelola yang lebih terbuka, sekaligus memaksimalkan potensi pajak daerah.

Hasilnya, realisasi pajak air permukaan Maluku Utara melesat 35 persen, dari semula Rp161 miliar menjadi Rp220 miliar. Kenaikan pesat ini turut menopang total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku Utara hingga menembus angka Rp1,5 triliun.

#SherlyTjoanda #MalukuUtara #GubernurMalukuUtara

Creative/Video Editor: Icha/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Ya, 15 menit, Bu. Silahkan.
00:02Selamat pagi.
00:03Pagi.
00:04Chelsea.
00:08Bentar, Pak.
00:11Mana presentasinya?
00:13Kamu belum masukin ke IP?
00:34Ini berhormat siapa?
00:36Selamat pagi.
00:38Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas waktunya yang saya hormati perwakilan dari Kemendagri dan perwakilan dari Akademisi.
00:48Ya, langsung.
00:49Jadi, Maluku Utara dari ada sekitar 136 sekian inovasi.
00:55Jadi, hari ini akan kita presentasikan hanya dua inovasi, yaitu digital dan non-digital.
01:06Kok hilang lagi?
01:08Oh ya.
01:09Yang pertama, tujuannya yaitu untuk memperkuat fiskal daerah dan memastikan perlindungan kesehatan masyarakat.
01:15Yang pertama yaitu kalesang papi, kawal langsung penggunaan air permukaan.
01:19Ini adalah inovasi digital dengan roma registrasi terlampir.
01:22Dan yang kedua adalah sahabat BBI-JKN, solusi aktifasi, harmonisasi, dan bantuan administrasi terpadu.
01:28Ini adalah inovasi non-digital dengan nomor registrasi terlampir.
01:32Satu tujuan yaitu untuk pemerintah yang lebih akuntabel, responsif, dan berdampak nyata bagi Maluku Utara.
01:41Ini gimana, Cal?
01:44Secara umum bisa dilihat bahwa mengapa kita mengambil inovasi terkait dengan permukaan air,
01:54karena pajak air permukaan itu mengambil porsi yang signifikan dalam PAD kita.
02:01PAD Maluku Utara ada grafik dari 2021 sampai dengan 2026.
02:06Per 2 November ada kenaikan yang cukup signifikan.
02:11Di November 2026 sudah 1,5.
02:16Mohon maaf itu ada kesalahan, harusnya 1,5 T.
02:20Dan kemudian di tahun 2025 pajak air permukaan itu 33% dari total PAD.
02:31Dan karena ada kenaikan yang cukup signifikan PAD di 2026,
02:36di tahun 2026 pun pajak air permukaan itu dari tadinya Rp161 miliar naik menjadi Rp220 miliar atau sekitar 35%.
02:47Karena target kita sekarang APBD Maluku Utara dari tadinya fiskal menengah,
02:53sekarang sudah fiskal kuat.
02:54Per hari ini PAD Maluku Utara adalah 51% dari total APBD-P.
03:12Tujuan inovasi yaitu untuk mengukur pemanfaatan air, meningkatkan penerimaan pajak,
03:17kemudian mewujudkan keadilan usaha dan keputusan wajib pajak,
03:19dan menjaga keperlanjutan sumber daya air.
03:23Dan manfaatnya terasa nyata bisa dilihat di graf yang tadi,
03:27bahwa ada kenaikan dari 2025 ke 2026 sekitar 35%, yaitu Rp160 miliar,
03:34dan per 2 November sudah Rp220 miliar.
03:38Alurnya yaitu kita ukur, kita verifikasi, kita rekonsiliasi, dan kita tetapkan,
03:43dan dia menggunakan tagihan dan pengukurannya semua menggunakan secara digital.
03:53Kemudian inovasi berikutnya adalah sahabat PBI-JKN,
03:58solusi aktifasi harmonisasi dan bantuan administrasi terpadu.
04:02Manfaat untuk masyarakat, kepersetuaan PBI-JKN lebih cepat aktif kembali,
04:07mengurangi biaya dan beban administrasi,
04:09akses layanan kesehatan lebih mudah, aman, dan pasti,
04:12serta meningkatkan perlindungan kesehatan bagi keluarga rentan.
04:18Bisa dilihat di sini perjalanan UHC Maluku Utara dari 2020 sampai dengan 2025,
04:25ada kenaikan yang cukup signifikan dengan implementasinya hal ini.
04:32Per data di sini, 2025, kita sudah 97% keikutan sertaan BPJS Kesehatan.
04:40Dan per angka 2026, kita sudah ada di angka 98%.
04:51Alur inovasinya itu dengan deteksi, validasi, dampingi,
04:54dan kita pastikan bahwa kepersetuaan bisa aktif kembali.
04:59Tujuan inovasi yaitu untuk memastikan kepersetuaan PBI-JKN aktif dan tepat sasaran,
05:04dan yang kemudian mempercepat penyelesaian masalah administrasi
05:07dan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat rentan.
05:16Keberlanjutan dari inovasi menjadi sistem.
05:19Kita menganggarkan perencanaan di RKPD dan APBD,
05:22serta pertanggung jawaban dari OPD terkait.
05:25Kemudian untuk kolaborasi pun, untuk Kalesang Papi,
05:28kolaborasi antara Bapenda, Instansi Teknis, Wajib Pajak,
05:32dan untuk sahabat TBI-JKN, koordinasi, kolaborasi dengan Dinsos, BPJS Kesehatan,
05:38Dukcapil, Dinkes, Kabupaten Kota.
05:40Khusus untuk sahabat TBI-JKN itu,
05:43bagaimana kita bisa mencapai UHC itu dengan biaya yurannya kita proporsional.
05:5115 persen dibayar oleh Pemprov, 85 persen dibayar oleh Kabupaten Kota masing-masing.
05:56Untuk Kabupaten Kota masing-masing, ketika kami dilantik menjadi gubernur,
06:00ada banyak tunggakan dan secara fiskal dalam penganggaran APBD mereka itu
06:05tidak mereka anggarkan untuk membayar BPJS Kesehatan dengan target mencapai UHC.
06:11Yang kita lakukan adalah karena Pemprov punya hutang DBH terhadap Kabupaten Kota,
06:18kami membayar piutang DBH ke Kabupaten Kota
06:24sehingga mereka bisa melunasi hutang-hutang BPJS Kesehatan di masa lalu.
06:29Dan setiap penganggaran APBD, kita pastikan bahwa mereka menganggarkan
06:32anggaran untuk membayar BPJS Kesehatan,
06:35porsi 85 persen mereka,
06:38untuk memastikan bahwa 10 Kabupaten Kota itu
06:41ikut sertaan BPJS Kesehatan yang mereka selalu di atas 98 persen.
06:46Kemudian untuk monitoring dan evaluasi pengukuran verifikasi kepatuhan VAT,
06:53kemudian status kasus dan pindah lanjut BPJKN.
06:57Ini menjadi salah satu indikator KPI bagi ISN di OPD terkait.
07:04Dan replikasi SOP tersandar dan adaptasi sesuai dengan kewenangan daerah.
07:10Untuk membuktikan bahwa inovasi ini berhasil atau tidak,
07:13untuk pajak air permukaan dengan adanya kenaikan penerimaan yang cukup signifikan 35 persen,
07:20dan untuk sahabat BPI juga keikut sertaan BPJS Kesehatan pun naik saat ini,
07:29kita sudah di 98 persen sekian.
07:34Dasar hukum dan dukungan pemerintah untuk Kalesang Papi,
07:39tentu ada Undang-Undang nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan pusat dengan daerah,
07:44PP nomor 35 tahun 2023.
07:46Untuk dokumen daerah, kita ada Perda Malaukutara tahun 2024,
07:49Pergup Malut nomor 5 tahun 2025, dan SK Kepala Bapenda.
07:53Kemudian untuk sahabat BPI JKN, ada Undang-Undang nomor 4 tahun 2004,
08:00dan Perpres, Permensos.
08:06Kemudian, ini kurang lebih sudah dijelaskan tadi.
08:11Next.
08:13Inovasi bukan sekedar program baru,
08:15tapi cara menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.
08:18Dengan inovasi digital Kalesang Papi,
08:22kita mengelola sumber daya air secara terukur, adil,
08:24dan menambah pajak daerah guna memperkuat pembiayaan pembangunan daerah.
08:30Dan dengan inovasi sahabat BPI JKN, inovasi non-digital,
08:33kita mendekatkan layanan,
08:34memastikan hak kesehatan masyarakat miskin,
08:36rentan, dan tetap terlindungi.
08:38Dua inovasi, satu komitmen,
08:40menjaga hak negara, memastikan hak rakyat.
08:42Demikian presentasi dari saya. Terima kasih.
08:56Waktu yang diberikan 15 menit, tapi...
08:59Ada tanya-jawab ya?
09:01Ya, setelah ini, Ibu Gubernur,
09:04ada pertanyaan dari...
09:07diberikan waktu 15 menit,
09:08tapi Ibu Sherly mampu menyelesaikan itu
09:10di bawah 10 menit.
09:12Terima kasih sekali lagi, Ibu Sherly.
09:13Ya, terima kasih.
09:15Ya, Ibu Gubernur yang saya hormati,
09:17tim penilai yang saya banggakan.
09:21Ini ada satu pertanyaan,
09:23eh ada dua pertanyaan dari dua lembaga.
09:27Ada dua lembaga yang ingin bertanya, Ibu.
09:29Yang pertama itu dari
09:33Kementerian Dalam Negeri,
09:35dan juga nanti ada dari
09:37Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi.
09:41Kesempatan pertama saya berikan kepada Pak Rektor
09:46Institut Pemerintahan Dalam Negeri
09:48yang amat terpelajar,
09:50Bapak Dr. Hailul Hairi, MSI.
09:53Silakan, Pak Rektor.
09:55Mohon maaf.
09:56Terima kasih, pembinaan.
09:57Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:59Selamat pagi.
10:00Selamat pagi, Ibu Gubernur.
10:02Ya, selamat pagi.
10:03Terima kasih banyak.
10:04Ini presentasi luar biasa
10:05dan komitmen Ibu untuk hadir langsung
10:07pada presentasi pagi ini
10:09sangat membanggakan kami
10:11dan suatu kehormatan bagi kami
10:12untuk mendapat presentasi dari Ibu.
10:16Ada dua, saya kira satu tadi soal
10:20digitalisasi air pemukaan
10:21dan yang kedua adalah sahabat PBI.
10:24Saya kira dua-duanya ini
10:26bermanfaat bagi masyarakat
10:28dan mungkin saya kira soal kemanfaatannya
10:31saya tidak mempertanyakan.
10:33Tetapi mungkin yang ingin saya dalami Ibu
10:35adalah soal kebaruannya.
10:38Jadi, kalau kelasan PBI
10:40saya melihat lebih jarang mendengar lah.
10:43Ini mungkin baru memang ada di sana.
10:47Tapi, saya tadi melihat
10:49dalam presentasi Ibu
10:51ketika ada digitalisasi
10:54kemudian masih ada survei lapangan
10:57kemudian ada pengukuran
10:59apakah pengukurannya itu
11:01pakai digital juga dipakai alat pengukur
11:04di dalam air itu
11:05kemudian dia melaporkan
11:06berapa debit air
11:08yang terpakai oleh si pengguna
11:10atau kita datang mengukur secara manual
11:13habis itu dimasukkan ke aplikasi digital
11:15lalu dibayar.
11:17Ini tadi saya belum kelihatan struktur ini
11:19bagus sebetulnya
11:20kalau bisa dipaparkan juga
11:22karena mungkin
11:23seluruh provinsi kan punya
11:24pajak air permukaan ini.
11:27Jadi, kedua sahabat PBI.
11:29Saya melihat di sahabat PBI
11:31ini isu yang memang
11:34dulu sangat keras sekali
11:36dimana orang susah sekali berobat
11:37karena tidak punya biaya.
11:38Sekarang dengan ada PBI
11:40baik yang pusat maupun
11:41oleh daerah
11:42hampir semua rakyat Indonesia
11:43mampu mengakses
11:44kesehatan
11:45tanpa memikirkan biaya.
11:47Ini kemajuan kita
11:49sudah mau
11:51mendekati negara-negara
11:52di Skandinavia ini
11:53kemampuan kita.
11:55Nah, tetapi Ibu
11:56sekali lagi di sisi kebaruan
11:58tadi dari penjelasan Ibu
12:02karena semua daerah juga
12:03membayar PBI gitu.
12:04Ya, saya jelaskan
12:06kebaruan ini.
12:07Ya, nanti kira-kira
12:08itu yang kita perlukan
12:09supaya nanti bisa
12:10direplakasi
12:12dimananya
12:12sehingga nanti kita melihat.
12:13Dan capaian baru 97 Ibu
12:15tapi saya lihat
12:16beberapa daerah
12:17sudah banyak yang
12:18seratus ya
12:19terutama beberapa di Jawa
12:20sudah seratus
12:21Surabaya seratus
12:22mungkin Jawa Timur seratus gitu.
12:24Nah, itu mungkin perlu
12:24untuk penegasan saja.
12:25sisi kemanfaatan
12:27saya sudah luar biasa
12:28bagus sekali.
12:29Demikian pimpinan
12:30dan Bu Gubernur
12:32terima kasih.
12:33Masuk di presentasi, Nggak.
12:35Ya, saya langsung menjawab
12:37atau
12:37saya masuk di presentasi.
12:59saya lihat menjawab untuk yang
13:04pajak air permukaan
13:06inovasinya dilakukan.
13:09Pertama, jumlah flowmeternya
13:12ditambah pemasangannya.
13:15Memastikan bahwa
13:16semua kawasan industri
13:17dan semua daerah-daerah
13:18yang memiliki smelter
13:19semuanya memiliki
13:21flowmeter.
13:23Kemudian,
13:24tadi ditanya teknisnya
13:26bagaimana
13:26mereka turun di lapangan
13:29verifikasi mengecek
13:30flowmeternya.
13:31selama ini pencatatnya dilakukan
13:33tidak rutin,
13:34kemudian tanpa ada bukti flowmeternya,
13:36perhitungannya manual,
13:38sehingga monitoringnya menjadi sulit.
13:41Kenaikan dari Rp160 miliar
13:43ke Rp220 miliar
13:45per 2 November itu
13:47peningkatannya didapat
13:49dari penambahan flowmeter,
13:51kemudian pencatatannya
13:53melakukan digital,
13:55dan dilakukan verifikasi ke lapangan
13:58secara rutin,
14:00sehingga
14:01lebih transparan
14:03dan terintegrasi,
14:04dan hasilnya
14:05meningkat.
14:08Verifikasi data dilakukan oleh
14:09petugas dari Bapenda,
14:11kemudian menyampaikan tagihan
14:13secara e-text,
14:14dan pembayaran bisa dilakukan
14:15online oleh
14:17wajib pajak.
14:19Pembaruannya
14:20di versi kita
14:22dengan pencatatan digital,
14:24dan
14:26tata kelolaannya lebih baik
14:28karena rutin turun ke lapangan
14:30untuk mengecek.
14:31Kemudian untuk
14:32sahabat BBIJKN,
14:34tadinya di Maluku Utara itu
14:36pada saat kami
14:37dilantik itu
14:39belum UHC.
14:40Provinsi Maluku Utara itu
14:41belum UHC.
14:42Bahwa ada satu atau dua
14:43kabupaten kota
14:44sudah UHC,
14:46iya, tetapi
14:46tidak merata di
14:4710 kabupaten kota.
14:49Jadi langkah pertama
14:49yang kami lakukan
14:50adalah bertemu dengan
14:52BPJS Kesehatan,
14:53menginventaris
14:54berapa banyak
14:55kabupaten kota
14:56yang belum UHC,
14:58dan penjelasannya
14:59semua karena
15:00banyak tunggakan
15:02di masa lalu
15:03yang belum dibayarkan.
15:05Setelah diinventaris
15:06hutangnya semua,
15:07kami provinsi
15:08membantu bayar
15:09kabupaten kota terkait
15:10dengan
15:11mempercepat
15:12pembayaran
15:13di hutang DBH.
15:15Dan kemudian
15:15kita memastikan
15:17di dalam
15:18APBD
15:18tahun berjalan
15:20di perubahan
15:20dan tahun
15:212026
15:22waktu itu
15:23bahwa setiap
15:24kabupaten kota
15:24mengalokasikan
15:26anggarannya
15:26untuk membayar
15:28yuran
15:29BPJS
15:30Kesehatannya.
15:31Dan juga
15:33kita membuka
15:33posko-posko
15:34di RSUD.
15:35BPJS
15:38B.

Dianjurkan