- 3 jam yang lalu
- #israel
- #pemilu
- #palestina
KOMPAS.TV - Demonstrasi besar memprotes pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terjadi di Tel Aviv, Israel.
Demonstrasi itu jadi yang terakhir menjelang pemilu yang dianggap paling penting dalam sejarah negara itu.
Para pengunjuk rasa menyebut ingin mengubah wajah pemerintahan dan berharap ada perdamaian dan keamanan di Israel.
Mereka menyebut pemilu merupakan peluang yang bagus untuk membebaskan rakyat Israel dari siklus perang, korupsi, dan pelanggaran hak asasi manusia.
Menjelang pemilihan umum Israel pada Selasa (27/10/2026), warga Gaza berharap hasil pemilu akan membawa perubahan nyata dalam kehidupan mereka.
Namun, warga Palestina tetap ragu pemilu di Israel akan membawa perubahan berarti bagi mereka.
Warga berharap para pemimpin Israel berhenti melibatkan Palestina dalam politik dan menekankan bahwa Palestina hanya ingin hidup damai.
Di tengah persiapan menggelar pemilu, Israel masih saja membombardir Gaza, Palestina.
Lantas, apakah pemilu yang bakal digelar bakal membawa hasil yang bisa memengaruhi nasib warga Gaza dan politik di kawasan?
Kita akan bahas bersama Pakar Hukum Internasional yang juga guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana dan Peneliti Asia Middle East Center, Pizaro Gozali.
Baca Juga Serangan Udara Israel di Gaza, Rumah di Nuseirat Terbakar dan 3 Orang Tewas di Gaza Selatan | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/697794/serangan-udara-israel-di-gaza-rumah-di-nuseirat-terbakar-dan-3-orang-tewas-di-gaza-selatan-berut
#israel #pemilu #palestina
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/698367/full-analisis-pakar-dan-peneliti-soal-dampak-pemilu-israel-ke-palestina-sapa-malam
Demonstrasi itu jadi yang terakhir menjelang pemilu yang dianggap paling penting dalam sejarah negara itu.
Para pengunjuk rasa menyebut ingin mengubah wajah pemerintahan dan berharap ada perdamaian dan keamanan di Israel.
Mereka menyebut pemilu merupakan peluang yang bagus untuk membebaskan rakyat Israel dari siklus perang, korupsi, dan pelanggaran hak asasi manusia.
Menjelang pemilihan umum Israel pada Selasa (27/10/2026), warga Gaza berharap hasil pemilu akan membawa perubahan nyata dalam kehidupan mereka.
Namun, warga Palestina tetap ragu pemilu di Israel akan membawa perubahan berarti bagi mereka.
Warga berharap para pemimpin Israel berhenti melibatkan Palestina dalam politik dan menekankan bahwa Palestina hanya ingin hidup damai.
Di tengah persiapan menggelar pemilu, Israel masih saja membombardir Gaza, Palestina.
Lantas, apakah pemilu yang bakal digelar bakal membawa hasil yang bisa memengaruhi nasib warga Gaza dan politik di kawasan?
Kita akan bahas bersama Pakar Hukum Internasional yang juga guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana dan Peneliti Asia Middle East Center, Pizaro Gozali.
Baca Juga Serangan Udara Israel di Gaza, Rumah di Nuseirat Terbakar dan 3 Orang Tewas di Gaza Selatan | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/697794/serangan-udara-israel-di-gaza-rumah-di-nuseirat-terbakar-dan-3-orang-tewas-di-gaza-selatan-berut
#israel #pemilu #palestina
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/698367/full-analisis-pakar-dan-peneliti-soal-dampak-pemilu-israel-ke-palestina-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Di sisi lain ada demonstrasi besar yang memprotes pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang terjadi di Tal Afif, Israel.
00:06Demonstrasi itu jadi yang terakhir menjelang pemilu yang dianggap paling penting dalam sejarah negara itu.
00:15Para pengunjuk rasa menyebut ingin mengubah wajah pemerintahan dan berharap ada perdamaian dan keamanan di Israel.
00:22Mereka menyebut pemilu merupakan peluang yang bagus untuk membebaskan rakyat Israel dari siklus perang, korupsi, dan pelanggaran hak asasi manusia.
00:58Menjelang pemilihan umum Israel pada selasa, warga Gaza berharap hasil pemilu akan membawa perubahan nyata dalam kehidupan mereka.
01:06Namun warga Palestina tetap ragu pemilu di Israel akan membawa perubahan berarti bagi mereka.
01:12Warga berharap para pemimpin Israel berhenti melibatkan Palestina dalam politik dan menekankan bahwa Palestina hanya ingin hidup damai.
01:49Di tengah persiapan menggelar pemilu,
01:52Israel masih saja membombardir Gaza, Palestina.
01:55Lantas apakah pemilu yang bakal digelar akan membawa hasil yang bisa memengaruhi nasib warga Gaza dan politik di kawasan?
02:03Kita akan bahas bersama pakar hukum internasional yang juga guru besar fakultas hukum Universitas Indonesia,
02:08Profesor Hikmahanto Juwana, dan peneliti Asia Middle East Center, Pizarro Ghazali.
02:14Selamat malam Prof Hik, Mas Pizarro.
02:16Selamat malam, Mas Radi.
02:17Mas Radi.
02:18Oke, nah kalau tadi ada ekspektasi dari warga Palestina bahwa warga Palestina hanya ingin kedamaian begitu, Prof.
02:26Saya ke Prof Hik dulu.
02:27Hanya ingin kedamaian dan masih merasa pesimis ketika pemilu Israel ini bisa menghasilkan perubahan
02:33dan terutama kedamaian di kawasan Gaza, di Palestina.
02:37Nah kalau menurut Anda bisa pemilu di Israel ini menghasilkan pergantian pemerintahan yang memberi rasa aman, rasa damai di Gaza,
02:45Prof?
02:47Dalam pandangan saya ya, setelah saya memonitor media-media yang memberitakan tentang pemilu di Israel,
02:54sepertinya sulit karena persaingan antara petahana dengan oposisi sebenarnya sama bahwa mereka ingin tetap Israel bisa menguasai Gaza dan juga
03:10tentunya tepi barat gitu ya.
03:12Hanya saja metodenya yang berbeda.
03:14Nah memang ada sebagian masyarakat di Israel yang tadi kita dengar wawancaranya menginginkan agar muncul seorang pemimpin
03:25yang intinya adalah kita bisa berdamai dengan rakyat di Palestina, lalu kemudian juga mereka-mereka di negara Timur Tengah.
03:37Namun ini yang tidak tersalurkan kalau dalam pandangan saya di sistem pemerintahan di Israel terutama di parlemen dan di dalam
03:48pemilu ini.
03:49Karena di dalam pemilu ini pihak-pihak yang berkontestasi kebanyakan mereka ingin bahwa Israel tetap ada di Palestina.
04:03Di Tanah Tengah, baik di tepi barat, terutama sekali di Gaza sekarang ini.
04:09Mereka ingin mengendalikan itu.
04:11Nah tinggal sekarang bagaimana approach yang mereka lakukan.
04:15Memang kalau kita tahu Perdana Menteri Netanyahu itu kan sangat agresif.
04:21Dan dia mendapat bantuan yang sangat luar biasa dari Presiden Trump.
04:26Bahkan Presiden Trump itu memberikan endorsement.
04:29Seolah-olah yang bisa menyelesaikan bahwa Gaza itu akhirnya dikuasai oleh Israel itu hanya Perdana Menteri Netanyahu.
04:40Tidak calon-calon yang lain.
04:42Nah sementara yang lainnya mencoba untuk mengkritisi apa yang dilakukan oleh Netanyahu.
04:48Termasuk juga oposisi yang pejabat militer, mantan pejabat militer yang melihat apa yang terjadi terhadap serangan tujuh orang Palestina ini
04:59di Gaza.
05:00Itu sebagai tindakan yang salah dari pihak Netanyahu.
05:04Terutama sekali dia mengatakan bahwa jangan-jangan Netanyahu memanfaatkan serangan ini untuk bisa mendapatkan suara dari rakyat Israel.
05:15Seperti itu Mas Rabin.
05:17Oke ya nah tadi sudah disinggung Prof Hik bahwa Israel ini juga mendapatkan endorsement dari Amerika Serikat.
05:23Yang saat ini juga secara kebetulan juga Mas menyelenggarakan pemilu sela ya.
05:28Masih ada pemilu sela di Amerika Serikat.
05:30Dan sekarang Donald Trump sedang sibuk di dalam negeri.
05:32Alih-alih konfliknya dengan Iran agak terabaikan begitu sedikit.
05:37Saya ke Mas Pizarro kalau begitu.
05:38Dari pengamatan Anda Mas Pizarro.
05:39Saya bertanya dalam konteks Amerika Serikat dan Israel tidak hanya pemilu Israel.
05:45Terhadap dinamika politik di awasan Timur Tengah dan Asia.
05:47Seberapa besar pengaruh hasil pemilu di negara-negara barat terutama Amerika Serikat ya.
05:52Terhadap kebijakan Israel di Gaza dan nasib warga Palestina secara nyata.
05:56Ya pasti akan sangat berpengaruh ya.
05:58Bagaimana hasil pemilu di Amerika Serikat terhadap situasi di wilayah Timur Tengah.
06:02Karena kita bisa mengatakan bahwa Israel itu menjadi anak emas bagi Amerika Serikat.
06:08Dan mereka memiliki hubungan yang sangat kuat gitu ya.
06:11Bahkan menurut saya sekalipun nanti misalkan oposisnya itu bisa memenangkan pemilu di Israel.
06:17Bukan tidak mungkin hubungan mereka sama Trump itu putus.
06:20Karena kita sudah pernah punya jejak rekamnya Mas Radi ya.
06:23Dulu misalkan Naftar Ibnit ya.
06:24Perdana Menteri Israel itu berhasil memenangkan pemilu.
06:27Dan dia juga menjadi aktor bagaimana Abraham Accord ya.
06:31Normalisasi Israel dengan garap.
06:32Yang kita mengetahui itu proyeknya Donald Trump.
06:34Seperti itu.
06:34Jadi kita mengetahui bahwa politik luar negeri Israel itu juga sangat kuat dengan politik luar negeri Amerika Serikat.
06:39Memang kalau kemudian akhirnya Donald Trump kalah.
06:42Ada sedikit kemudian sedikit perubahannya.
06:44Bagaimana kebijakan di Amerika Serikat.
06:46Dimana kemudian Donald Trump tidak lagi bisa seenaknya untuk melakukan serangan di wilayah Timur Tengah.
06:51Tetapi kalau dalam politik luar negeri Israelnya.
06:53Saya kira itu tidak akan mengalami perubahan.
06:55Karena dari blok oposisnya sendiri ya.
06:57Tadi Profi sudah mengatakan ya.
06:58Gadi Esinkot itu mantan pemimpin IDF.
07:00Dia menolak Palestina Merdeka.
07:02Dia tidak juga mau ada solusi dua negara gitu.
07:05Jadi dalam isu Palestina mereka itu sangat sama gitu.
07:08Dan ini sama juga dengan pemikiran Donald Trump gitu.
07:10Artinya mungkin ada harapan mungkin tadi dari beberapa warga Israel.
07:14Tetapi kalau untuk kita berharap ada perubahan yang sangat signifikan.
07:17Bagaimana kebijakan warga Israel terhadap Palestina.
07:20Ataupun mungkin di beberapa wilayah lainnya.
07:22Tampaknya kita masih sangat perlu menunggu waktu ya.
07:25Dan sangat sulit kemudian untuk mengharapkan.
07:27Mungkin sama Iran agak sedikit reda, sedikit ketegangan.
07:31Karena Gadi Esinkot termasuk yang juga melakukan kritik kepada Netanyahu.
07:36Akibat serangan-serangan kekerasan dia kepada Iran.
07:38Tetapi pandangan pemimpin oposisi di Israel yang menganggap harus ada perubahan rejim di Iran.
07:44Menganggap Iran itu musuh.
07:45Itu masih tetap tidak berubah gitu di antara mereka gitu.
07:48Jadi ini yang kita lihat ya bahwa perubahan politik di Israel.
07:52Kalaupun sekali lagi ya.
07:53Kalaupun kemudian Netanyahu-nyal sekala.
07:55Itu sebenarnya tidak mengubah secara signifikan ya.
07:59Mungkin ada perubahan tetapi secara signifikan.
08:01Tampaknya itu masih jauh panggang dari api ya.
08:03Apalagi kayak Gadi Esinkot ini.
08:05Dia anaknya terbunuh di Gaza.
08:06Jangan anak kan militer juga ya.
08:08Dua ponakannya juga terbunuh di Gaza.
08:09Pastikan ada rasa dendam dia kepada para pejokat di Gaza.
08:12Untuk kemudian melakukan balasan.
08:14Itu yang mungkin saya lihat Mas Radi.
08:16Oke, nanti setelah jadah saya ke Profik.
08:18Akan bertanya soal dari perspektif hukum internasional.
08:21Soal apakah pergantian.
08:22Jika memang ada pergantian pemerintahan.
08:24Tadi sebenarnya sudah disinggung oleh Mas Bizarro.
08:26Esinkot ini juga punya ya dalam tanda kutip dendam lah terhadap Palestina.
08:31Tapi saya ini bertanya dari konteks perspektif hukum internasional.
08:35Jika memang nanti ada pergantian pemerintahan di Israel.
08:37Apakah ini akan mengubah kewajiban negara tersebut.
08:40Untuk melindungi warga sipil.
08:42Ini kan yang paling penting ya.
08:43Melindungi warga sipil.
08:44Mematuhi hukum humanitar internasional.
08:45Sesaat lagi saya akan tanyakan itu kepada Prof. Hikmahantun Juwana.
08:48Di Sapa Indonesia Melob.
08:49Tetap bersama kami.
08:57Meskipun saat ini ada pemilu di Israel.
08:59Tapi tadi Mas Bizarro mengatakan bahwa sulit sekali sepertinya sifat rezim Israel ini akan berubah terhadap pandangannya juga terhadap rakyat
09:09Palestina.
09:10Terutama rakyat Gaza.
09:11Saya membuka perspektif dari hukum internasional Prof.
09:15Kalau memang nanti ada pemilu dan pemerintahannya berganti.
09:20Setidaknya yang saya tanyakan kalau sekarang kan permasalahan Palestina dan Israel ini.
09:25Israel ke Palestina terutama ini selalu soal perlindungan warga sipil, pelanggaran hukum humanitar internasional.
09:31Nah setidaknya bisakah memilu Israel kali ini itu menyadarkan mereka bahwa mereka ini sering sekali melakukan pelanggaran hukum humanitar internasional.
09:40Lalu juga pelanggaran hak-hak warga sipil.
09:43Bisa gak momen ini mengubah itu Prof?
09:47Ya kita belum tahu tetapi yang pasti begini.
09:50Kalau misalnya oposisi yang akan menang mungkin idenya akan sama dengan Netanyahu.
09:56Bahwa Palestina, tepi barat, dan Gaza itu harus dikuasai oleh Israel.
10:03Karena hanya ada one state.
10:05One state Israel.
10:07Nah tinggal sekarang masalahnya adalah apakah tanda kutip genosida, dugaan genosida yang dilakukan oleh Perdana Menteri Netanyahu itu akan diteruskan
10:17oleh pihak oposisi.
10:18Karena dari pihak oposisi mungkin saja mereka mengatakan bahwa kalau misalnya kita berhadapan dengan Hamas, kita harus bisa memisahkan Hamas
10:30dengan rakyat sipil.
10:32Nah kalau Netanyahu kan merasa bahwa tidak perlu.
10:38Pokoknya semua rakyat sipil itu ya mungkin dianggap sebagai Hamas gitu ya.
10:43Karena apa? Misalnya anak-anak kan suatu hari nanti bisa menjadi Hamas.
10:48Perempuan kalau misalnya melahirkan mereka nanti bisa melahirkan yang jadi calon Hamas.
10:54Lalu pola pikirnya begitu ya Prof?
10:56Itu pola pikirnya kalau dari Netanyahu.
10:59Maka Netanyahu itu sedang diproses di Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC.
11:06Karena cara berpikirnya seperti itu.
11:08Nah tapi kalau oposisi mungkin dia tidak akan melakukan itu.
11:12Karena apa? Dia tahu bahwa ini akan membahayakan image dari Israel.
11:17Kita tahu banyak nih di berbagai negara termasuk di Thailand sekalipun bahkan di Indonesia tentara-tentara IDF yang berlibur.
11:25Itu kalau misalnya mereka ketahuan bahwa mereka dari IDF itu langsung mereka tidak dilayani dengan baik.
11:31Dapatkan penolakan.
11:32Betul. Image Israel itu harus diperbaiki.
11:35Mungkin dari pihak oposisi meskipun idenya sama tetapi bagaimana mereka bisa merubah image dari Israel yang dianggap melakukan dugaan genusida
11:47di bawah Perdana Menteri Netanyahu.
11:49Jadi itu ada tanda kutip mungkin ada perlindungan.
11:52Tapi bisa saja tentara-tentara di lapangan yang ada di Gaza gitu ya di tepi barat.
11:59Mereka melakukan serangan itu, mohon maaf sekali, ibaratnya orang-orang Palestina itu seperti binatang.
12:07Jadi mereka akan melakukan serangan dan sebagainya.
12:10Tinggal sekarang bagaimana pemerintah itu akan mendukung apa yang mereka lakukan.
12:14Nah itu yang menurut saya saya khawatirkan walaupun misalnya oposisi yang menang punya ide seperti itu tetapi tetap saja para
12:24tentara IDF yang ada di lapangan mereka ketika menghadapi Hamas gitu ya akan juga menganggap rakyat sipil juga sebagai Hamas.
12:35Layaknya seperti pada waktu Amerika Serikat berperan di Vietnam karena ketakutan mereka terhadap perang Grelia maka mereka menyerang semua pihak
12:45begitu.
12:46Karena IDF ini sepertinya juga sudah apa ya sudah ter-brainwash dengan rezim Netanyahu ya begitu.
12:52Jadi sehingga sulit sekali mengubah sifat rezim ini termasuk untuk tentara-tentara IDF yang kerap kali menghadapi warga sipil di
13:00Palestina.
13:00Nah tapi saya ingin tahu juga Mas Pizarro sebenarnya peta politik di pemilu Israel ini bagaimana peta persaingan politik antara
13:07Benjamin Netanyahu dan kubu oposisi menjelang pemilu ini.
13:09Apa isu yang paling menentukan arah politik pemilu di Israel ini sekarang?
13:16Iya pertama memang petanya ini bisa dikatakan margin errornya tipis ini ya kemenangan oposisi sekalipun ya kalaupun dia menang.
13:22Pertama itu sangat tipis dan sampai sekarang survei menunjukkan oposisi sekalipun nanti bisa mengalahkan bloknya Netanyahu itu dia belum sampai
13:3150% tuh Mas Radi.
13:32Jadi dia perlu mengganding koalisi-koalisi yang lain dan ini makanya tadi yang juga menarik ya.
13:38Kalaupun nanti misalkan Gadi Essingkot menjadi peran menteri dia juga menjadi peran menteri yang lemah karena kan tadi dia nggak
13:4250% plus 1.
13:44Arti apa? Dia perlu kemudian mengganding kelompok-kelompok yang lain.
13:48Nah ini yang kita khawatirkan kelompok ini kan nama oposisinya itu namanya blok zionis itu Mas Radi ya.
13:53Dan di dalam komposisi ini ada kelompok-kelompok zionis yang dari dulu memang itu kadang juga hampir mirip sama Netanyahu.
13:59Contoh kayak Naftali Bennett nih mantan peran menteri Israel ya.
14:02Dia mengatakan Qatar aja itu negara musuh.
14:04Itu nggak usah Hamas gitu ya.
14:06Qatar itu dikatakan sebagai negara musuh kayak gitu ya.
14:09Kemudian juga ada faksi-faksi blok yang lain.
14:12Dan kemungkinan nanti Gadi Essingkot ini kalaupun nanti dia akhirnya bermanang dalam pemilu ini dia juga perlu mengganding koalisi yang
14:20lain gitu.
14:20Kemungkinan juga bisa mengganding koalisi partai ortodoks Yahudi ini.
14:24Nah ini menarik ya kalau kemudian partai ortodoks Yahudi yang selama ini di blok Netanyahu kemudian dia nyebrang ke bloknya
14:30oposisi ya.
14:31Ini menjadi menarik ya karena salah satu tuntutan dari partai ortodoks ini ialah itu kelompok Yahudi tidak dibebankan wajib militer.
14:38Ini kan yang menjadi isu di Israel ya karena kelompok ortodoks yang sebenarnya tidak pernah dibebankan wajib militer di era
14:45Netanyahu itu dibebankan wajib militer gitu.
14:47Nah ini bisa menjadi bergening bagi kemudian kelompok ortodoks kepada Gadi Essingkot.
14:51Kemudian juga ada partai Arab itu jangan lupa tuh ada 20% Arab Muslim di Israel dan dia punya partai
14:55sendiri gitu.
14:56Dan mereka itu kekuasaan itu sekitar 14-15 kursi.
15:00Bisa aja nih jadi bergening partai-partai Arab ini kepada Gadi Essingkot untuk kemudian menaikkan aspirasi mengenai Palestina atau warga
15:07Arab Muslim yang ada di Israel.
15:09Tetapi sayangnya Gadi Essingkot ini sampai sekarang masih memandang sebelah mata kelompok partai-partai Arab ini.
15:14Karena mereka juga tidak begitu suka gini ya.
15:16Problematika Israel itu ialah soprioritas Yahudi Mas Radi.
15:20Mereka menempatkan Yahudi di atas etris-etris yang lainnya.
15:22Ya apalagi kayak Arab atau Muslim itu kemudian dipinggirkan.
15:25Tapi kita gak tahu kalau memang hasilnya dia tidak bisa membentuk pemerintahan 50% plus 1.
15:29Bukan tidak mungkin skenario koalisi dengan tadi partai Arab atau partai Yahudi.
15:33Bisa aja itu menjadi pilihan nanti.
15:35Dan itu yang menjadi apa ya ibaratnya celah untuk menyuarakan penderitaan rakyat Palestina.
15:41Di situ bisa ada celah begitu ya kira-kira Mas Bezaro ya?
15:45Oke.
15:46Nah kalau begitu saya balik ke sifat rezim yang sulit sekali berubah di Israel tadi Prof.
15:51Kira-kira untuk membedakan keputusan politik yang sah dari tindakan militer yang berpotensi melanggar hukum humaniter yang seringkali dilakukan oleh
15:59Israel.
16:01Ini hukum humaniter internasional ya.
16:03Apa tolok ukur hukum yang harus digunakan sebenarnya?
16:06Ya sebenarnya harusnya hukum humaniter itu sendiri ya ketentuan-ketentuan misalnya menyerang pada para kombatan ya.
16:15Siapa yang katakanlah mengangkat senjata lalu kemudian harus pada instalasi militer.
16:20Tidak kemudian seperti selama ini di bawah Netanyahu kan sampai berapa puluh ribu yang ditembak mati gak melihat laki perempuan
16:30dan sebagainya.
16:31Dan sekarang yang saya khawatir itu adalah pemukiman secara ilegal oleh dari Israel yang kemudian di backing oleh pemerintahnya.
16:44Jadi katakanlah peta yang disepakati oleh masyarakat internasional ya terhadap tanah Palestina itu sekarang banyak dilanggar.
16:56Ketentuan-ketentuannya ini yang kemudian pemerintah tidak mencegah padahal banyak pemimpin dunia masyarakat internasional
17:05meneriakan bahwa harusnya pemerintah Israel tidak membiarkan para pemukim ilegal yang kemudian akan menggerogoti tanah dari Palestina.
17:17Tapi kan ini memang tujuan dari Israel itu sendiri bagaimana Israel menguasai wilayah rakyat Palestina dan tidak akan memberikan kemerdekaan
17:29kepada Palestina.
17:30Nah ini yang penting sekali untuk dipahami oleh pemerintah kita, pemerintah Indonesia.
17:37Karena kemarin yang kita dengar Pak Melu sudah mengatakan bahwa Palestina selalu ada di hati rakyat Indonesia dan dalam kebijakan
17:47luar negeri Indonesia.
17:48Nah ini yang apapun nanti yang akan terjadi setelah pemilu itu yang harus dikedepankan.
17:54Bahwa rakyat Palestina harus kita bersama-sama dorong untuk kemudian bisa mendapatkan kemerdekaan.
18:02Ya, karena menjamin Netanyahu ini oleh rakyat dunia, masyarakat dunia sudah banyak yang menganggap dalam tanda kutub evil gitu ya.
18:10Saya singkat saja ke Bung Pizarro.
18:12Kalau Eisenkot menjadi pemimpin baru Israel, sedikitnya adakah harapan untuk masyarakat Palestina bisa merasakan rasa aman dan damai?
18:20Sedikit saja.
18:21Iya, kalau kita lihat dari kebijakan-kebijakan esikot sekarang, saya bukannya mau tidak mau optimis Mas Radi ya.
18:27Tapi dari program kerja dia, agenda mereka, mereka menolak pendirian negara Palestina.
18:32Mereka menolak to set solution.
18:34Mungkin ada saja nanti aspirasi kalau kemudian partai Arab itu bergabung.
18:37Itu yang tadi, kuncinya di situ ya.
18:39Kuncinya di situ gitu.
18:40Jadi kita semoga berharap kemudian ada perubahan.
18:42Tetapi sekali lagi kita tidak bisa terlalu berharap.
18:44Karena otak mereka, ideologi mereka itu zionisme.
18:46Ideologi mereka zionisme, tapi ada harapan sedikit 20% partai Arab tadi apakah bisa menyusup gitu ya dalam tanda kutip
18:54ke dalam pemerintahan partai zionisme tadi.
18:57Ini yang bisa memberikan sedikit harapan untuk rakyat Palestina.
19:00Terima kasih sekali lagi untuk Prof. Hikmahatun Juwana dan juga Bung Pizarro telah berbagi perspektifnya di Sampai Indonesia malam.
19:06Selamat malam, sampai jumpa lagi Prof dan Mas Pizarro.
19:09Selamat malam, Mas Radi.
19:10Selamat malam.
19:10Prof. Hikmahatun Juwana dan Mas Pizarro.