00:03Intro
00:05Kami lanjutkan kompas petang, saudara Menteri Koordinator Bidang Pangan Sulkifli Hasan
00:10memberikan peringatan keras kepada negara tetangga yang menghina Indonesia
00:13terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan.
00:19Siap bekerja!
00:24Menko Pangan menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang baik dan bersatu
00:28namun ia meminta pihak asing untuk berhati-hati
00:31karena jika bangsa ini sudah marah, maka situasi bisa menjadi bahaya.
00:37Respon setegas ini dikeluarkan untuk menjaga kehormatan dan martabat bangsa
00:42di kancah internasional di tengah upaya keras penanggulangan bencana.
00:48Jokifli Hasan juga meluruskan bahwa pemerintah dan tim penanggulangan bencana
00:53tidak tinggal diam,
00:55melainkan sudah bekerja keras dalam penanganan karhutlah.
01:03Sekarang pemerintah siang dan malam memang tidak mudah
01:07karena tidak ada hujuan sama sekali, kan tanah kita ini gambut ya.
01:12Untuk matikan api itu tidak mudah.
01:14Tapi kita sudah bekerja keras,
01:17badan meluang berjalan bekerja keras,
01:20persegi sudah turun, semua sudah turun ya.
01:23Bahwa ada negara-negara yang menghina-hina kita.
01:28Kita ini bangsa yang satu, bangsa yang baik ya.
01:32Tapi hati-hati loh, kalau kita sudah marah juga bahaya ya kan.
01:36Anggota Parlemen Malaysia, Kalam Bin Salan,
01:39sempat menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
01:44Kami kutip dari Instagram New Straight Times,
01:47melalui pesan itu,
01:49Kalam menuturkan dampak kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia.
01:53Dalam pesannya, Kalam juga meminta Presiden Prabowo Subianto
01:56menangani masalah berulang ini yang juga berdampak ke negara Malaysia.
02:03Bercakap dalam bahasa jauh.
02:06Assalamualaikum Pak Browo.
02:08Peripun kabar ini,
02:10Pak Rengi warasnya,
02:12Kulo Arp ngomong soal kabut asap sing
02:15Sabun tahun kok menes
02:17Songkok Indonesia nganti Malaysia.
02:21Pak,
02:22Asap songkok kok bongan alas kuih,
02:25Gawih wang Malaysia susah Arp ambekan.
02:29Akih sing watuk,
02:31Tenggoroe bodo gatal.
02:34Sesek ambekan ini,
02:36Sokolah nganti tutup,
02:38Pariwosoto jadi sepi,
02:40Lan wang wang sing nyambut gawe,
02:43Neng kebon,
02:44Aristo bodo kerja.
02:46Sing susah orang wang,
02:49wang Malaysia Pak.
02:50Wang Indonesia sing nyambut gawe kerja,
02:53Neng kebon Malaysia,
02:54Ya milu susah.
02:56Akibatnya,
02:57Asap ikhimi.
02:59Orai sokerjo,
03:01Orai sokerjo.
03:06So far,
03:07Suggest that some of the haze experience in Singapore
03:10originated from fires on the lands
03:13of seven companies in Indonesia.
03:19Kritik disampaikan dua negara tetangga Indonesia,
03:22yakni Malaysia dan Singapura,
03:24atas penanganan asap akibat kebakaran hutan dan lahan,
03:27yang juga berdampak ke wilayah mereka.
03:30Malaysia dan Singapura meminta pemerintah Indonesia
03:33bisa menangani kebakaran hutan dan lahan
03:35yang berdampak pada asap pekat
03:37dan penurunan kualitas udara,
03:39termasuk di wilayah mereka.
03:42Pemerintah Indonesia mengatakan telah mengarahkan petugas dan infrastruktur
03:46untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
03:48Selain itu,
03:49proses penegakan hukum terhadap pembakar hutan dan lahan
03:52juga telah dilakukan.
03:54Seperti sedang menyindir negara tetangga,
03:57dalam pidato di sidang Kabinet Paripurna
03:59dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,
04:01Presiden Prabowo sempat mengatakan
04:03ada negara yang menghina bangsa Indonesia
04:05terkait kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
04:08Denomina karutlah tidak semata-mata alamiah.
04:13Ada campur tangan manusia.
04:15Bagi negara-negara tertentu
04:17yang suka menghina bangsa Indonesia,
04:24pada saatnya kita akan buka
04:27perusahaan-perusahaan
04:31bangsa Indonesia, bangsa yang sabar,
04:37bangsa Indonesia
04:41sering dihina.
04:44Di tengah saling lempar pernyataan
04:46soal penanganan kebakaran lahan di Indonesia,
04:49Menteri ESDM sekaligus
04:50Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
04:52Bahlil Lahadalia
04:53pada 24 Oktober menyatakan
04:55Indonesia memangkas pasokan gas pipa ke Singapura
04:59yang besarannya mencapai 8% dari total ekspor.
05:02Menteri Bahlil bilang
05:04alasan pemangkasan pasokan gas
05:06lebih karena ada kebutuhan dalam negeri
05:08dan juga pemeliharaan.
05:10Dalam pernyataannya,
05:11ia juga menambahkan
05:12agar negara-negara tetangga
05:14kooperatif dan saling menghormati.
05:1631 yang kita
05:20potong sebagian
05:21itu masih dalam
05:23batas kontrak minimum.
05:26Dan ini terjadi
05:27karena pertama adalah terjadi pemeliharaan,
05:29shot down.
05:30Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik.
05:33Terus equity treatment.
05:36Indonesia ini terlalu baik.
05:40terlalu baik.
05:43Menghargai kontrak.
05:45Tapi hargai juga dong
05:47hubungan bersama antar negara.
05:49Harus sama-sama menghargai.
05:53Bahlil menyebut pemotongan ekspor gas ke Singapura
05:56hanya sekitar 8%
05:57dan tidak melanggar kontrak.
05:59Usai kebijakan diumumkan kemarin,
06:01sore ini pemerintah Indonesia dan Singapura bertemu.
06:04Hubungan Singapura-Indonesia
06:06selama ini berjalan baik
06:07dan tak pernah mengalami ketegangan berarti.
06:10Tim Liputan, Kompas TV.
06:17Usai Indonesia melakukan pengurangan ekspor gas alam,
06:21Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan,
06:24bertemu dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia,
06:27Armanata Nasir,
06:28di Gedung Pancasila,
06:30Kantor Kementerian Luar Negeri.
06:31Pertemuan kedua Menteri Luar Negeri ini
06:33berlangsung di tengah kebijakan pemerintah Indonesia
06:36yang mengurangi ekspor gas alam ke Singapura
06:39mulai 24 Oktober 2026
06:41dan juga saling sindir
06:42soal penanganan karhutlah di Indonesia.
06:49Sedera di tengah kritik sejumlah negara
06:51terhadap penanganan karhutlah
06:53pemerintah memangkas pasokan gas ke Singapura
06:55lantas bagaimana hubungan Indonesia dan Singapura.
06:58Kita bahas bersama
06:58Founder Synergy Polisis, Dina Prapto Raharjem.
07:01Mbak Dina, selamat petang.
07:02Selamat petang.
07:04Mbak Dina, kita tahu bahwa ada saling sindir
07:06antara Indonesia dengan negara tetangga.
07:08Sebelumnya juga Menteri SDM bahkan mengancam
07:10jika ada negara yang tidak menghargai Indonesia
07:12tidak akan diberi ekspor
07:13dan terbukti bahwa Menteri SDM
07:15mengeluarkan kebijakan
07:16tidak mengeluarkan
07:17ataupun mengurangi ekspor gas alam
07:20ke Singapura.
07:21Anda membaca apakah memang kebijakan ini
07:22murni karena kebutuhan domestik
07:24atau memang menggambarkan ketegangan
07:26antara kedua negara?
07:28Kita enggak pernah tahu
07:30apa yang menjadi alasan
07:31kenapa harus Menteri SDM
07:33yang bicara sebagai tindak lanjut
07:35dari masalah kebakaran hutan.
07:37Ya kan?
07:38Sebenarnya awal mulanya itu kan
07:40soal kebakaran hutan yang
07:42belum selesai sampai hari ini.
07:44Dan sebenarnya kalau kita mau bicara
07:46lebih spesifik lagi
07:48kebakaran hutan itu kan
07:49mengganggu pernafasan
07:51mengganggu kesehatan.
07:52Bukan hanya untuk orang Malaysia
07:54atau Singapura sebenarnya
07:56tapi juga untuk orang Indonesia.
07:58Dan kalau kita bicara
07:59dalam hubungan internasional
08:00kita biasanya akan melihat itu
08:02prinsip apa yang bisa kita
08:04tegakkan bersama-sama.
08:05Pertama pasti soal kesehatan.
08:07Itu dulu yang harus dipahami
08:09sebagai satu hak ya.
08:10Satu hak yang harus dijamin
08:12oleh semua negara.
08:13Dan itu perkatnya sebenarnya banyak
08:15di mekanisme bilateral
08:17maupun regional lewat ASEAN gitu kan.
08:20Jadi sebenarnya terlalu tergesa-gesa
08:24terlalu emosional
08:25kalau kemudian
08:26menteri yang urusannya
08:28bukan diplomasi
08:29langsung mengeluarkan
08:32satu statement
08:33yang menurut saya
08:35sangat destruktif ya.
08:36Dalam kondisi yang seperti sekarang itu
08:38akhirnya pokok masalahnya
08:40menjadi tidak nampak
08:42menjadi pudar
08:43yang muncul itu
08:45emosi yang berkobar-kobar.
08:46Artinya kebijakan yang kemudian
08:47dikeluarkan oleh menteri SDM
08:49ini tidak tepat?
08:49Atau mungkin bisa dikatakan
08:50apakah tidak cukup dewasa
08:52pemerintah kita
08:53merespon kritik yang datang?
08:55Kalau saya bilang
08:56nomor satu itu
08:57diapapain kalau
08:58urusannya dengan negara lain
08:59apapun bentuknya lah
09:01kritik dari negara lain
09:02itu kita harus tenang dulu
09:04dan jalannya adalah
09:05lewat diplomasi.
09:07Jadi bukan dengan
09:08langsung membahas
09:10di media sosial
09:11kemudian
09:12dan masalahnya sendiri
09:15soal kebakaran hutan itu kan
09:16kita malah gak lihat ya
09:17penyelesaian yang segera
09:19itu apa?
09:20Yang ada defensif gitu.
09:22Jadi kalau kita
09:23saya sih menyimpulkannya
09:25justru
09:26di tengah situasi
09:27yang belum kelihatan
09:28titik terangnya
09:29ini ada
09:30apakah yang terjadi
09:31adalah mengalihkan
09:32kemarahan rakyat
09:33rakyat Indonesia
09:35kepada pemerintah
09:36kepada negara lain
09:38sehingga
09:39masalah ini
09:40nampaknya kemudian
09:41menjadi satu
09:42urusan negara
09:43dan ini sebenarnya
09:44sangat keliru
09:45karena akhirnya kita
09:47mengobarkan
09:48masalah baru
09:49di tengah masalah
09:50yang pokok
09:51itu belum selesai.
09:52Artinya bisa digarisbawahi
09:55bahwa
09:56pengurangan
09:56ekspor gas alam
09:58ke Singapura ini
09:58berkaitan erat
09:59dengan kritik Singapura
10:00terkait penanganan
10:01karhutlah di Indonesia.
10:02Mbak Dina.
10:03Kalau dilihat
10:04dari rentetan
10:05masalahnya
10:06jelas itu
10:07terkait.
10:08Jadi
10:09kalau
10:10hari ini ya
10:11saya melihat
10:12gambaran yang
10:13tadi muncul
10:15di Kementerian Luar Negeri
10:16bahwa
10:17Menteri Luar Negeri
10:18Singapura
10:19akhirnya datang.
10:21Datang itu
10:22kalau dalam bahasa diplomatik
10:23kan artinya
10:23menganggap Indonesia
10:24penting.
10:25Dan
10:26saya gembira
10:27bahwa Menteri Luar Negeri
10:29merespon dengan
10:30positif
10:30memberi tempat
10:31yang istimewa
10:32karena
10:32ditemuinya itu
10:34di Gedung Pancasila
10:35bukan sekedar
10:36di kantor
10:36Menteri Luar Negeri
10:37yang ada
10:38di lantai tengah
10:39tapi dia
10:39buatkan tempat
10:40yang lebih istimewa
10:42untuk diskusi tersebut
10:43walaupun
10:44relatif singkat
10:45tapi saya berharap
10:46memang dibicarakan
10:47di sana
10:47intensi Indonesia
10:49itu apa.
10:50Hanya saja
10:50memang
10:51kalau dari segi
10:52diplomasi
10:52kita tuh
10:53bahan bakunya
10:55itu tetap saja
10:55dari kementerian-kementerian
10:57teknis
10:57kemudian
10:58kementerian
10:58di
10:59hubungan antara
11:01kementerian teknis
11:01tersebut
11:02dengan pemerintah daerah
11:03masalahnya harus
11:04bisa diselesaikan
11:06nanti baru di
11:06kementerian luar negeri
11:07itu membantu
11:08untuk menjelaskan
11:10memitigasi
11:11kemudian
11:12kita masih ingat
11:13waktu itu sebenarnya
11:13Singapura dan Malaysia
11:15menawarkan bantuan ya
11:16karena tahulah
11:17itu masalah
11:19memadamkan api ini
11:20bukan satu hal yang mudah
11:21ketika itu terjadi
11:23tapi kan itu
11:24tidak disambut
11:24ya
11:25oke
11:25menurut Anda sendiri
11:26Singapura apakah akan
11:27memberi reaksi balasan
11:29jika iya apa
11:30yang kemudian akan dilakukan
11:30oleh Singapura Mbak Dina?
11:33negara-negara lain itu
11:35punya satu kebiasaan
11:36bahwa
11:37kalau mereka
11:38mau melakukan sesuatu
11:39yang sifatnya
11:40menonjolkan
11:41kepentingannya
11:42itu gak mungkin
11:43disampaikan secara
11:44terbuka
11:44jadi
11:45berkebalikan nih
11:47dengan Indonesia nih ya
11:48yang kita saksikan
11:49barusan ini adalah
11:50kita menyampaikan
11:51terang-terangan
11:52apa
11:52arah kita
11:53bahkan kita mau
11:54ngeblok
11:56penggunaan
11:57apa namanya
11:58tadi transit di
12:00Singapura
12:01bahkan
12:02agen perjalanan
12:04dari Singapura
12:04dan seterusnya
12:05dan seterusnya
12:06jadi kemana-mana
12:07tadi soal pangan
12:08gitu kan
12:08padahal kan
12:09akhirnya orang jadi tahu ya
12:11Indonesia itu
12:12apakah sedang
12:13menegakkan
12:14nasionalisme
12:15yang berlebihan
12:17yang efeknya itu
12:18tidak dihitung
12:19jangka panjangnya itu
12:21seperti apa
12:21karena akhirnya
12:23negara lain itu
12:24akhirnya bisa membaca
12:25bahwa
12:25oke kita diversifikasi aja
12:27dari Indonesia
12:28kita cari mitra lain
12:30yang lebih bisa diandalkan
12:32itulah efek yang harus
12:33kita antisipasi
12:34ke depannya
12:34berarti kita
12:35padahal masih butuh ya
12:36mitra-mitra ekonomi
12:38mitra kerjasama
12:40dan kita tahu
12:41misalnya dengan Singapura
12:42kerjasama kita itu
12:43paling banyak apa
12:43dengan pendidikan
12:45kemudian juga soal
12:46transit untuk ekonomi
12:49kita juga lewat
12:50Singapura
12:50belum lagi kerjasama
12:51soal ASEAN
12:52kita banyak sekali kerjasama
12:55politik
12:57keamanan
12:57ekonomi
12:58sosial budaya
12:59juga lewat
13:00Malaysia dan Singapura
13:01jadi
13:01sebenarnya
13:03buat apa
13:03kita mengatakan
13:04hal-hal yang justru
13:05akan menyulut
13:06emosi yang lebih luas
13:07oke dan tentu
13:08kita berharap
13:09pertemuan antara
13:10kedua menlu ini
13:11juga bisa
13:12meninginkan suasana
13:13dan juga
13:14tetap menjalin
13:15hubungan yang baik
13:16antara kedua negara
13:16terima kasih Mbak Dina
13:17Prapto telah bergabung
13:19di Kompos Metang
13:19terima kasih Mbak Dina