Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA TIMUR, KOMPAS.TV Dini Hardiyanti dan anak laki-lakinya tewas dibunuh suami siri Dini, Dwi Bagus Martono. Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan setelah terjadi perselisihan pribadi sebelum peristiwa pada 20 September 2026.

Dini dan anaknya diketahui pergi ke Madiun, Jawa Timur, untuk menemui Dwi Bagus Martono sekaligus merayakan ulang tahun sang anak. Namun, sejak saat itu keluarga kehilangan kontak. Pada 5 Oktober 2026, keluarga melaporkan keduanya hilang ke Polres Madiun Kota.

Penyelidikan polisi mengarah pada rekaman CCTV hotel yang memperlihatkan kedua korban masuk bersama tersangka. Setelah keterangannya berubah-ubah, polisi akhirnya menangkap Dwi Bagus Martono di tempat persembunyiannya di Jombang, Jawa Timur. Tersangka mengakui telah membunuh istri siri dan anaknya. Polisi menyebut pembunuhan terjadi di dua lokasi, yakni hotel dan mobil tersangka. Tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana.

#kasuspembunuhan #madiun #dinihardiyanti #kriminal #jawatimur #kompastv

Baca Juga [FULL] Kriminolog Bahas Motif Suami Siri Tega Bunuh Istri dan Anak di Madiun, Begini Penyebabnya! di https://www.kompas.tv/regional/698354/full-kriminolog-bahas-motif-suami-siri-tega-bunuh-istri-dan-anak-di-madiun-begini-penyebabnya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698360/kronologi-lengkap-kasus-pembunuhan-sadis-di-kota-madiun-ibu-dan-balita-tewas-di-tangan-ayah-berut
Transkrip
00:01Saudara keluarga jadi tempat bersandar dan berbagi kasih sayang, tapi nyatanya tempat berlindung itu bisa jadi bara yang membawa petaka.
00:12Seorang perempuan dan anak balitanya tewas dengan tragis, pelakunya bukanlah orang asing, tapi justru dari wajah yang sangat dikenal.
00:22Orang terdekatnya yakni pasangannya. Dini Hardianti dan anaknya dibunuh secara sadis oleh suaminya Dwi Bagus Martono yang telah menjalin pernikahan
00:34siri selama tiga tahun.
00:36Lantas apa yang membuat pelaku tega membunuh dua orang tercintanya?
00:48Keluarga mengingat percakapan terakhir dengan korban pada 20 September 2026 lalu.
00:55Saat itu korban dan anaknya berada di Madiun, Jawa Timur untuk menemui suami sirinya untuk merayakan ulang tahun sang anak.
01:04Tapi sejak saat itu tak ada lagi kabar pada keluarga.
01:08Merasa ada yang aneh, pada 5 Oktober 2026 keluarga melapor ke Polres Madiun Kota.
01:16Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan.
01:255 Oktober itu kami menerima laporan hilang, orang hilang.
01:30Laporan orang hilang, baik dari laporan tersebut dari saudari Hansa, yaitu selaku adik dari korban, dan juga Bapak Dwi Bagus
01:43Martono.
01:43Selaku suami sendiri dari korban atas laporan tersebut, agar Tim Opsional Polres Madiun Kota melaksanakan penyelidikan.
02:06Berawal dari laporan orang hilang, polisi menemukan rekaman CCTV di salah satu hotel tempat kedua korban dan pelaku menginap.
02:15CCTV hotel itu merekam momen ketika kedua korban masuk ke dalam hotel bersama dengan pelaku.
02:22Rekaman lainnya, terduga pelaku juga terlihat keluar menuju mobil untuk mengambil sebuah kantong.
02:28Namun, setelah itu, keberadaan Dini dan sang anak tak lagi terlihat.
02:34Polisi akhirnya kembali memeriksa pelaku, namun keterangan pelaku yang berubah-ubah membuat penyelidik mencurigai pelaku.
02:58Tapi, kejahatan selalu meninggalkan jejak.
03:02Keberadaan Dwi Bagus Martono akhirnya diketahui polisi.
03:06Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya berada di Jombang, Jawa Timur.
03:11Pelaku pun akhirnya mengakui bahwa dirinya lah yang membunuh istri siri dan anaknya.
03:37Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya berada di Jombang, Jombang Kota.
03:49Motif pembunuhan sadis ini akhirnya terungkap.
03:53Dari hasil penyidikan polisi motif dari tersangka nekat membunuh korban
03:58dilatar belakangnya oleh perselisihan pribadi sebelum kejadian tanggal 20 September 2026 lalu.
04:05Kedua korban, ibu, dan anak ini dibunuh di dua lokasi yang berbeda
04:10yakni di hotel dan di mobil tersangka.
04:14Polisi menjerat tersangka dengan pasal pembunuhan berencana.
04:23Terkait dengan motif berdasarkan hasil pemeriksaan sementara
04:26perselisihan tersebut juga tidak terbelakangi perselisihan dalam hubungan pribadi
04:32antara tersangka dengan korban berisi misal CH.
04:39Kemudian kami tegaskan bahwa penyidik juga masih terus mendalami motif
04:45secara keseluruhan rangkaian perselisihan tersebut berdasarkan alam bukti yang kami beroleh.
04:51Terhadap tersangka penyidik menerapkan pasal yang utama yaitu pembunuhan berencana.
05:02Demi mengelabui jejak kejahatannya, pelaku sempat ikut melaporkan kehilangan istri dan anaknya
05:08ke Polres Madiun Kota.
05:10Langkah ini dilakukan pelaku untuk menghilangkan kecurigaan keluarga korban terhadap dirinya.
05:15Karena saat terakhir kali berkomunikasi, keluarga sempat mendengar korban dan pelaku sedang bertengkar.
05:22Ini sempat ikut melaporkan dua korban ini hilang Daniel?
05:27Ya, jadi pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun melapor ya.
05:36Mengantar ke Polres Madiun Kota melapor kehilangan.
05:44Pola TKP dilakukan polisi di sejumlah lokasi, yakni di rumah pelaku, di rumah orang tua pelaku,
05:51serta di jembatan Sungai Bengawan.
05:54Pelaku diduga membuang abu jenazah kedua korban ini di jembatan itu.
05:59Polisi menyebut pelaku berusaha menghilangkan jejak pembunuhan.
06:11Dalam periksa psikologis, memang dia mempunyai kelebihan dari ikan IQ di atas alih mata,
06:21kemudian juga dia juga memiliki kemintaran jenis kini.
06:26Kemudian terkait dengan waktu yang dibutuhkan, yaitu berapa dua hari.
06:31Ya, dua hari mulai dari dia melakukan perjuang pembunuhan sampai dia mengamankan seluruh perbuatan yang dia lakukan.
06:40Itu butuh waktu sampai dua hari.
06:42Memang motivasinya dia adalah menghilangkan jejak dari perjuang yang sedang.
06:52Air mata kesedihan tak bisa dibendung keluarga korban.
06:56Mereka tak menyangka ternyata kabar duka yang datang soal dini dan anaknya.
07:03Keluarga terpukul, terlebih pelaku merupakan suami siri korban.
07:08Keluarga meminta agar pelaku dijatuhi hukuman berat.
07:17Saya, coba fungakan saya, itu matinya.
07:22Sudah, sadis.
07:24Apa? Sadis banget.
07:26Makanya, memangnya disuruh bergakut.
07:29Hukum, hukum.
07:31Hukumatlah ibaratnya.
07:32Sosoknya seperti yang gua.
07:34Kayaknya, orangnya biasa aja.
07:36yang kayak ramal
07:37baiklah di barangnya
07:39jadi gak nyangkanya dari situ
07:47sadisnya tindakan pelaku tergambar
07:49dari barang bukti yang ditunjukkan polisi
07:52pelaku mengakui
07:53kesalahannya pada korban
07:55serta meminta maaf kepada keluarga korban
08:11saya minta maaf kepada keluarganya pak
08:14minta maaf kepada keluarga
08:17kenapa mas?
08:18saya merasa misalah
08:20dan menyesal pak
08:23menyesal
08:25minta maaf kepada keluarga dan ikut arti
08:31alasannya apa mas?
08:43saudara kasus pembunuhan sadis ini
08:45menggegerkan banyak pihak
08:47salah satunya adalah tetangga pelaku
08:49warga tak menyangka
08:51selama ini pelaku dikenal sebagai pribadi yang baik
08:54dan tak pernah terlibat kriminal
08:56selain itu pelaku juga baru menyelesaikan ibadah haji
09:03kalau rata-rata lingkungan sih ya
09:06short ya pasti mendengarnya
09:07karena basicnya dia gak pernah terlibat kriminal
09:10orang yang baik
09:12kemarin habis haji juga
09:13jadi ya rata-rata umum masih
09:18mendengar seperti itu
09:19kayak gak percaya
09:23tragedi ini menjadi pengingat pahit
09:25bahwa kekerasan tidak pernah menjadi jalan keluar
09:29ketika amarah berubah menjadi tindakan brutal
09:32nyawa tak berdosa bisa jadi taruhannya
09:35jangan sampai keluarga yang selalu jadi tempat bersandar
09:39dan berbagi kasih sayang
09:41berubah membawa petaka
09:43selamat menikmati

Dianjurkan