00:00Sorotan berikutnya, Sudara Polisi mengukap motif pembunuhan sadis ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, lantaran perselisian pribadi.
00:08Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Jombang, Jawa Timur, 25 Oktober lalu.
00:39Seorang perempuan dan anak balitanya tewas dengan tragis. Pelakunya bukan orang asing, tapi justru dari wajah yang sangat dikenal.
00:50Orang terdekatnya, suami sirinya. Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Jombang, Jawa Timur pada minggu 25 Oktober.
01:00Polisi mencinta barang bukti berupa mobil, sepeda motor, hingga gergaji listrik.
01:05Mas, ada yang disangkai kan, Mas?
01:07Saya mau minta maaf kepada keluarganya, Pak.
01:10Minta maaf kepada keluarganya, Pak.
01:12Kenapa, Mas?
01:13Kenapa?
01:14Saya merasa misalah.
01:16Merasa misalah?
01:17Ya, menyesal, Pak.
01:19Menyesal, Pak.
01:19Ya, menyesal.
01:21Polisi bilang motif pelaku tega membunuh istri dan anaknya dipicu perselisihan pribadi.
01:27Diduga pelaku dan korban sempat cekcok sebelum pembunuhan terjadi.
01:32Pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana.
01:36Terkait dengan motif, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, perselisihan tersebut diduga tidak terbelakangi perselisihan dalam hubungan pribadi antara tersangka dengan korban
01:48beristensial DH.
01:50Penyidik juga masih terus mendalami motif secara keseluruhan rangkaian perselisihan tersebut berdasarkan ala bukti yang kami peroleh.
02:00Terhadap tersangka, penyidik menerapkan pasal yang utama yaitu pembunuhan berencana.
02:08Korban yang merupakan warga Bogor, Jawa Barat dinyatakan hilang bersama anak laki-lakinya sejak 5 Oktober lalu.
02:15Aktivitas korban dan pelaku sempat rekam CCTV hotel saat keduanya masuk ke dalam hotel bersama pelaku.
02:23Rekaman lain menunjukkan pelaku terlihat keluar menuju mobil untuk mengambil sebuah kantong.
02:28Setelah itu, keberadaan dini dan sang anak tak lagi terlihat.
02:33Usai kejadian, keluarga korban yang tak bisa menghubungi korban segera melapor ke polisi.
02:39Saat proses penyelidikan, pelaku bahkan sempat berpura-pura ikut mencari keberadaan istri siri dan anaknya.
02:46Keluarga berharap pelaku diganjar hukuman berat.
03:06Polisi kini masih mendalami motif kasus yang menewaskan ibu dan anak ini.
03:23Polisi mengungkap motif pembunuhan sadis dilakukan suami siri kepada istri dan anak tirinya di Madiun Lantaran Cekcok.
03:30Bagaimana motif ini bisa berujung pada pembunuhan sadis?
03:33Kita bahas bersama kriminolog Universitas Budi Luhur, Luki Nur Hadianto.
03:39Selamat malam Pak Luki.
03:42Malam, Mas Gali.
03:44Pak Luki, polisi menyebut perselisian rumah tangga ini menjadi pemicu dalam pembunuhan sadis.
03:50Namun secara kriminologis, Pak Luki, bagaimana perselisian ini cukup menjelaskan dalam pembunuhan sadis ini?
03:59Atau mungkin Anda bisa melihat bahwa ada motif lainnya dalam kasus ini?
04:04Ya, sebelumnya memang ini menjadi salah satu kasus yang terulang kembali gitu ya.
04:10Bahwa orang-orang terdekat menjadikan anggota keluarganya sebagai sasaran untuk melampiaskan secara kekerasan
04:17atau bahkan kemudian melakukan pembunuhan.
04:19Yang pertama perlu kita pahami adalah, Mas Gali, bahwa kemudian ini terjadi karena relasi yang bersifat spousal homicide di sana.
04:24Jadi seringkali orang-orang terdekat yang mohon maaf misalnya tanpa adanya status
04:29atau kemudian dengan adanya pernikahan yang memang tidak telegitimasi oleh pemerintahan gitu.
04:34Maka pada sisi ini yang perlu kita pahami adalah korban seringkali tidak memiliki upaya untuk bisa memperjuangkan hak-haknya.
04:41Yang kedua yang perlu kita lihat berikutnya ada yang kita kenal sebagai konsep cycle of violence di sana.
04:46Jadi indikasi kekerasan dilakukan oleh pasangan rumah tangga itu sebenarnya terpolakan gitu, Mas Gali.
04:51Yang pertama, mereka akan mudah gitu ya untuk menjadikan kekerasan itu sebagai salah satu bentuk kebenaran.
04:57Jadi tidak perlu lagi satu alasan pemicu yang cukup besar atau kemudian bahkan, mohon maaf,
05:02tidak perlu lagi alasan-alasan yang bisa memberatkan bahwa apa yang mereka lakukan
05:06itu terpicu oleh satu permasalahan konflik rumah tangga yang cukup serius seperti itu.
05:09Yang kedua adalah saat kemudian ini terjadi perulangan, maka seringkali korban akan memasuki fase pemaafan.
05:15Jadi saat kemudian ini terjadi antara pelaku dengan korban itu sudah ditataran bahwa mereka saling memahami
05:21dan mungkin korban juga menyadari bahwa suatu saat akan meledak bahkan kemudian berujung pada terjadinya pembunuhan.
05:27Nah yang ketiga, yang kemudian lebih berbahaya lagi adalah saat kemudian ini diajadikan sebagai salah satu upaya untuk penyelesaian suatu
05:33masalah.
05:33Maka diantara korban dan pelaku tidak lagi berada pada satu ikatan emosional yang cukup kuat,
05:38tapi di sisi lain seringkali berada pada ikatan transaksional saat kemudian salah satu pasangan
05:42tidak bisa memenuhi, mohon maaf, misalnya asal-asalan biologisnya, atau kemudian ada permasalahan ekonomi,
05:48atau karena adanya letupan makian dari pasangannya, maka tentu kekerasan ada jadilan keluar yang harusnya mereka ambil alih
05:55atau kemudian mereka selesaikan. Kurang lebih demikian mas Gali.
05:57Jadi artinya Anda ingin mengatakan bahwa secara kriminologis ini tidak cukup hanya menjelaskan dengan perselisian
06:05atau cekcok rumah tangga hingga akhirnya terjadi pembunuhan yang sadis ini?
06:09Ya karena tentu kita bisa melihat upaya-upaya seperti ini memang pertama tadi saya sampaikan juga terpola mas Gali.
06:15Jadi saat kemudian ini terjadi, mereka akan menjadikan ini sebagai salah satu pemakmuman.
06:19Yang kedua adalah, seringkali ini terakumulasi.
06:22Karena memang status yang terjalin di antara kedua belah pihak ini tidak memiliki legitimasi yang kuat,
06:29maka tentu apa yang terjadi di antara kedua belah pihak tidak memiliki juga tanggung jawab secara hukum.
06:34Nah yang ketiga adalah, dalam konteks ini pula,
06:37seringkali perempuan yang tidak memiliki kemampuan secara tanda kutip gitu,
06:40untuk melakukan pemilihan diri terhadap pasangannya,
06:43itu mudah untuk atau kemudian menjadi rentan untuk menjadi sasaran dari kekerasan.
06:47Hal seperti ini, akhirnya dalam berbagai kasus gitu ya,
06:51entah kemudian karena adanya ejekan,
06:53atau kemudian permasalahan ekonomi tadi saya sampaikan,
06:55atau memang karena hal-hal yang bersifat kecemburuan gitu ya,
06:59karena memang mereka tidak memiliki satu ikatan yang cukup kuat,
07:03maka akan mudah untuk menstimulus para pelaku untuk melakukan kekerasan.
07:06Nah yang keempat adalah dalam konteks ini pula,
07:08barrier dalam kontrol sosial, itu tidak terjalin dengan baik.
07:11Jadi apakah memang dalam konteks ini keluarga,
07:14atau latar belakang keluarga yang tidak dikenali,
07:16atau kemudian mereka mendapatkan pemahaman antara satu dengan lain yang melalui media sosial,
07:21sehingga mereka tidak berada pada titik bahwa apa yang mereka jalin gitu,
07:25dalam konteks rumah tangga tersebut,
07:28itu memang didasari oleh adanya ikatan tertentu.
07:30Di sisi lain pula, pada posisi ini,
07:32seringkali perempuan berada pada titik yang sangat amat perugikan,
07:35karena mereka menjadi korban dan mereka memiliki kerentaran cukup tinggi
07:38untuk menjadi sasaran dari kekerasan bahkan yang mengarah kepada pembunuhan.
07:41Ironisnya adalah dalam konteks ini pula,
07:43pelaku menghabisi anaknya gitu,
07:47untuk kemudian bisa menghilangkan jejaknya di sisi lain,
07:49untuk kemudian melampiaskan secara membabi buta kekesalan tersebut,
07:53tidak hanya cukup kepada ibunya,
07:55tapi kemudian dilampiaskan kepada anaknya.
07:59Menghabisi ibunya dan menghabisi anaknya,
08:02lalu tadi Anda mengatakan bahwa ada dugaan untuk menghilangkan jejak.
08:06Apakah ini Anda melihat pelaku,
08:08sebetulnya melakukan pembunuhan secara sahadis ini,
08:11terencana?
08:12Pak Luki.
08:14Ya, ada dua aspek yang perlu kita lihat,
08:16jika memang kita kategorisasi dia terencana,
08:19maka unsur yang paling utama sudah ada niatan di sana.
08:22Niatan dalam artian bisa diimplementasikan,
08:25atau diartikulasikan dalam bentuk rencana-rencana step by step,
08:28atau kemudian peralatan yang digunakannya.
08:30Nah, karena kronologisnya kita lihat bahwa memang ini dilakukan
08:34karena adanya letupan emosional,
08:36maka biasanya orang-orang seperti ini melakukan
08:38karena dia merasa tersinggung,
08:40egonya kemudian ternodai,
08:43atau kemudian secara kontrol sosial,
08:44tidak ada berian yang bisa menahan dia
08:46untuk bisa menahan apa yang ingin dilakukan kepada pasangan tersebut.
08:50Nah, yang kedua,
08:50ada yang kita kategorisasi sebagai instrumentalis.
08:52Jadi, biasanya orang-orang seperti ini
08:55mendekati perempuan yang memang membutuhkan kaisa,
08:58yang misalnya seperti itu dengan gendali bahwa mereka
09:00bisa memberikan kenyamanan,
09:02mereka dalam konteks ekonomi,
09:03tapi di sisi lain,
09:04ada barang-barang yang ingin mereka dapatkan
09:06atau kuasai dalam kandar putih.
09:07Nah, kita bisa kategorisasi,
09:09memang kemudian seperti ini perlu didalami
09:11niatan dari pelaku tersebut,
09:14apakah sejauh mana mereka sudah merencanakan
09:16mulai dari letaknya,
09:18terus kemudian upaya untuk melakukan pertemuan dengan korban,
09:22sampai kemudian bisa menghilangkan jejaknya.
09:23Yang kedua, dengan alat-alat yang digunakan,
09:25seringkali memang mereka berupaya.
09:27Saat kemudian sudah dilakukan pembunuhan,
09:29mereka baru menyadari bahwa ini adalah salah satu jejak
09:31yang mereka sulit untuk bisa biaskan,
09:34atau kemudian mereka kaburkan.
09:35Makanya, apa yang dilakukan berikutnya adalah
09:37melakukan mutilasi,
09:38atau kemudian bahkan menghilangkan jejak.
09:39Pak Luki,
09:41Pak Luki,
09:41tapi jika melihat keterangan dari tersangka ini,
09:43ketika dimintai keterangan itu bisa berubah-berubah,
09:46bagaimana Anda melihat perilaku ini,
09:48dan bagaimana polisi bisa mendalami ketika perilakunya,
09:51ataupun pernyatanya berubah-ubah?
09:54Ya, yang menarik adalah,
09:55yang perlu didalami juga dari
09:56via florensi kepolisian,
09:58secara kejiwaan,
09:59apakah memang mereka memiliki kecendurungan sosiopat,
10:02jadi dia bisa berbaur dengan mudah,
10:04dengan masyarakat,
10:05atau kemudian dengan lawan jenis
10:07yang dia bisa pikat secara mudah.
10:10Nah, yang kedua yang bisa kita lihat berikutnya adalah,
10:13secara keterangan memang dia tidak memiliki
10:16apa namanya,
10:17kestabilan gitu ya,
10:18maka ini mengindikasikan emosi yang dia dapati,
10:21itu cenderung labil,
10:22dan kemudian dia tidak bisa mempertanggungjawabkan
10:24dalam tanda putih gitu ya,
10:26bahwa apa yang dilakukan itu dilakukan dengan sadar,
10:28dan dalih bahwa dia melakukan satu ini,
10:30pembunuhan ini dengan keterangan yang berbeda,
10:32dan di sisi lain itu bisa menguntungkan dirinya.
10:34Tapi di sisi lain pasti kepolisian juga memiliki
10:36satu apa namanya,
10:38scientific investigation yang cukup mumpuni,
10:40untuk bisa membuktikan bahwa memang,
10:41yang bersangkutan melakukan ini,
10:43entah memang sudah ada niatan,
10:44dalam tanda kutip untuk memasih harta koban,
10:46atau memang karena ada letupan emosional.
10:48Nah, hal ini kemudian menjadikan keterangan dari pelaku,
10:51itu cenderung berubah-ubah,
10:52dan sulit untuk dipegang.
10:53Tapi di sisi lain,
10:54yang bisa kita lihat berikutnya adalah,
10:56sejauh mana aktivitas,
10:57atau kemudian profiling dari pelaku tersebut,
10:59bisa menggambarkan kejiwaannya,
11:01yang pertama,
11:02yang kedua,
11:02ada riwayat kekerasan,
11:03yang seringkali biasanya,
11:05tidak hanya dilakukan kepada korban.
11:06Bisa jadi kemudian,
11:07dalam beberapa kasus,
11:08mereka sudah memiliki satu pola tertentu,
11:10dengan berbagai jenis korban lainnya,
11:12tapi di sisi lain,
11:13korban ini,
11:14tidak mengarah kepada terjadinya kekerasan,
11:16ya pembunuhan,
11:17maaf,
11:17tapi kemudian,
11:18adanya kekerasan-kekerasan,
11:19yang sudah pernah mereka dilakukan.
11:21Baik,
11:21kita akan lihat,
11:22bagaimana polisi melakukan pemeriksaan,
11:24hingga menemukan motif lain,
11:26ataupun,
11:26atau malah sampai di sini,
11:28dan kita lihat juga,
11:29apakah nanti,
11:30polisi bisa mengusut tuntas kasus ini.
11:33Terima kasih,
11:33Pak Luki Nur Hadianto,
11:35Kriminolog Universitas Budi Luhur,
11:36telah bergabung bersama kami di Kompas Malam.