Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah kian tertekan setelah pengumuman usulan MSCI untuk menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal, menyebut arus keluar modal asing menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah hingga menembus Rp18.100 per dolar Amerika Serikat.

Menurut Fithra, tekanan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat, arus keluar modal asing dari pasar saham, hingga pengumuman MSCI.

Ia menilai tekanan terhadap rupiah bersifat sementara. Pemerintah bersama otoritas moneter terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

#msci #dolar #rupiah #modalasing #pasarsaham

Baca Juga Depan Presiden Prabowo, Ketua OJK Friderica Lapor Ancaman MSCI-Sanksi Praktik Manipulasi Pasar di https://www.kompas.tv/nasional/697620/depan-presiden-prabowo-ketua-ojk-friderica-lapor-ancaman-msci-sanksi-praktik-manipulasi-pasar





Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698341/bakom-ri-usulan-msci-pemicu-modal-asing-keluar-dolar-tembus-rp18-100-jmp
Transkrip
00:00Saudara rupiah kian tertekan setelah pengumuman usulan MSCI mendowngrade bursa sahab Indonesia ke standalone market.
00:07Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Fitra Faisal bilang derasnya arus dana asing yang keluar jadi salah satu pemicu pelemahan
00:14rupiah.
00:17Menurut Fitra ada multifaktor di balik tembusnya nilai tukar rupiah di level 18.100 per dolar AS.
00:24Fitra juga bilang ada akumulasi tekanan global seperti kenaikan imbal hasil surat utang AS, sentimen arus keluar modal asing di
00:33pasar saham, hingga pengumuman MSCI.
00:36Yang meyakini tekanan terhadap rupiah ini hanya bersifat sementara.
00:40Berbagai langkah penanganan, Fitra pastikan pemerintah dan otoritas moneter terus berkoordinasi demi menjaga stabilitas nilai tukar.
00:56Adalah tekanan dari capital outflow.
00:58Nah capital outflow-nya apa?
00:59MSCI ini kan juga memicu tekanan passive fund keluar.
01:04Jadi kalau kita lihat dalam beberapa pekan terakhir posisinya masih foreign net sale.
01:09Nah dalam kondisi foreign net sale itu meskipun kita sudah melihat juga pasar saham kita sempat rebound,
01:15tapi rebound-nya itu kan memang lebih banyak dibicu oleh aktivitas domestik sehingga tidak lantas kemudian berkorelasi dengan menguatnya rupiah.
01:26Malah rupiah dalam hal ini terus melemah karena memang ada potensi foreign net sale tadi.
01:31Nah dalam konteks itu, maka kita bisa melihat bahwa tekanan itu yang paling krusial dan signifikan memang dalam konteks MSCI.

Dianjurkan