00:00Dan kita sampai dengan hari ini masih melakukan kajian untuk tahapan proses ekspor listrik ke negara lain.
00:14Karena kita masih butuhkan listrik banyak di negara kita, jadi mungkin belum dalam waktu dekat kali ya.
00:21Tapi semuanya akan kita kaji lagi, kita hitung itu, kita timbak-timbak lah.
00:28Indonesia juga tahu bahwa kita mengimpor BBM RON 90 yang tadi saya sampaikan dari negara tetangga.
00:37Dan mulai besok saya akan berangkat ke beberapa negara termasuk India, China dan beberapa negara untuk saya mendapatkan kepastian pasokan.
00:48Rakyat Indonesia tenang, insya Allah saya memberikan jaminan atas arahan dan perintah Presiden Prabowo bahwa cadangan BBM kita
01:04dalam standar minimum nasional harga tidak akan naik untuk BBM subsidi, saya diperintahkan untuk mencari kontrak jangka panjang.
01:17Dan terakhir, saya senang untuk kita sama-sama menghargai.
01:24Ya kita sama-sama harus menghargai, apalagi sesama sodalah.
01:31Tapi kalau ada yang merasa untuk dihargai saja, sementara lain-lain tidak dihargai, maka saya pikir semua pasti ada jalannya.
01:43Seperti orang Papua bilang, jangan tulis lain, baca lain, bikin lain.
01:49Saya pikir demikian teman-teman media.
01:51Silahkan kalau ada yang mau tanya.
01:59Dengan Rio, Pak, dari Dunia Energi, ada beberapa pertanyaan.
02:02Yang pertama, ke depan berarti sekema pengadaan LPG, CRUD, dan BBM, berarti melalui BLU, kemudian ke perintahannya,
02:10atau seperti apa mungkin bisa dijelaskan, Pak.
02:11Kemudian, tadi Bapak sempat menyegung equal treatment, Pak.
02:15Apakah kebijakan ini sebagai respon juga?
02:17Kalau memang ada quote-unquote, kita kan terjadi kelangkaan BBM, Pak, berapa bulan terakhir, Pak.
02:23Sebagai respon terhadap kelangkaan tersebut, karena kan kita tahu sumber BBM kita, ataupun kita dari mana, Pak.
02:29Yang tadi Pak menjelaskan juga.
02:31Kemudian terakhir, Pak, sumber gasnya itu nanti, yang dipangkas itu, Pak, maaf, Pak, itu dari mana saja, Pak.
02:39Dan kalau memang ada tindakan hukum, nantinya ada tindakan hukum, seperti apa respon pemerintah, Pak?
02:43Terima kasih, Pak.
02:46Pertanyaan kau banyak kali.
02:48Yang pertama, dalam per-107, itu nanti yang mengadakan BLU, setelah itu BLU akan melakukan B2B, B2G dengan Pertamina.
03:02Jadi Pertamina nanti akan membeli di BLU.
03:06Jadi enggak ada lagi perusahaan-perusahaan lain.
03:10Enggak ada lagi.
03:11Jadi negara ke negara saja sudah, biar tidak ada anus tanah antara kita.
03:17Yang kedua, terkait dengan respon, enggak ada respon-respon.
03:24Mau respon siapa?
03:25Saya menyampaikan ini terkait dengan bagaimana kondisi energi kita.
03:30Kalau yang disampaikan kelangkaan itu adalah metode supply logistiknya.
03:37Dari kilang ke terminal.
03:40Jadi itu namanya bukan cadangan nasional kita yang berkurang ya.
03:44Bukan, itu harus clear dulu.
03:46Di Bali kan kemarin terjadi, karena terjadi keterlambatan daripada kapal yang tiba di sana.
03:54Tapi Alhamdulillah udah clear.
03:56Alhamdulillah udah clear.
03:57Yang ketiga, menyangkut dengan pemotongan 31 mm, itu di daerah, satu di laut, Laut Natuna, yaitu dari perusahaan 3S dari
04:10Metco Enpegresik dan Petrocina Jabung.
04:15Dan yang kedua adalah Prime Natuna, Blok A, dan Metco Natuna, Blok B.
04:24Oke, jadi, dan ketiga adalah wilayah Kakap ya.
04:28Jadi, sekalipun terjadi pemotongan, tidak kita menanggar aturan.
04:33Karena masih di dalam batas minimal ekspor.
04:38Sekali lagi saya katakan ya, tidak kita melakukan pelanggaran aturan atau pelanggaran kontrak.
04:44Karena kita baru melakukan minimum.
04:50Jadi, saya juga bingung ya, kenapa mungkin yang ngomong ini belum baca kontrak dulu kali ya.
04:55Kok ada kayak gimana gitu ya.
04:58Padahal itu baru 31.
05:02Bagaimana lagi kalau lebih ya.
05:03Tapi kan kita tidak ingin itu loh.
05:05Tapi kalau memang ya gimana-gimana ya, kita bisa bicarakan baik-baik ya.
05:11Oke.
05:15Siang Pak Balin.
05:17Saya Rian Pak, dari Bisnis Indonesia.
05:19Masih tanya soal tadi pemangkasan ekspor gas ke Singapura.
05:23Ini kan 31 BBTU ya Pak.
05:26Ini tuh dalam jangka waktunya apakah pemangkasan permanen atau dalam tempo beberapa waktu tertentu Pak.
05:32Kemudian kan ini tadi dari Natuna sama Sumatera ya.
05:35Dan nanti pasokannya katanya dialihkan untuk pembangkit di Batam ya Pak.
05:37Nah gimana sih memang pasokan gas untuk pembangkit di Batam dan Sumatera.
05:41Kemudian tadi Bapak juga menyinggung soal negara yang tidak saling menghargai ya.
05:46Memang tolak ukur tidak saling menghargai itu seperti apa-apa untuk Indonesia.
05:48Apakah dengan nanti menurut tolak ukur Bapak Singapura sudah menghargai apakah ekspor ini bakal dilanjutkan lagi atau malah.
05:55Gimana sih Pak ke depannya kayak itu.
05:58Terima kasih.
05:58Saya hari ini bicara sebagai Menteri SDM ya, bukan sebagai Tunggolkar.
06:03Jadi harus straight berdasarkan aturan.
06:05Yang pertama, saya mau sampaikan bahwa di dalam kontrak yang ada, itu ada batas minimum yang harus disuplai.
06:18Oke.
06:21Dari apa yang terjadi ini, kita belum melewati batas minimum.
06:25Belum ada.
06:26Jadi belum ada pelanggaran di situ.
06:28Belum ada ketidakpatuhan kita atau belum ada langkah yang tidak menghargai kontrak.
06:39Terkecuali saya sudah, Pak Joko sudah motong 90 persen atau 89 persen.
06:45Ini kan baru 8 persen.
06:47Jadi belum ada bos.
06:49Jadi saya gak mau tanggapi hal yang belum ada ini.
06:51Jadi saya tidak mau berhalusinasi dengan orang lain gitu.
06:56Jangan orang punya kegelisahan terus saya tanggapi.
06:58Gak bagus.
06:59Saya bukan ahli peramal orang ya.
07:01Satu.
07:02Yang kedua, kita tahu bahwa kita sekarang kan ada beberapa sumur-sumur gas kita yang terjadi incline, penurunan.
07:11Karena ada terjadi shutdown, pemeliharaan.
07:15Nah karena terjadi pemeliharaan, maka saya harus memprioritaskan kepentingan dalam negeri.
07:20Ada dua di situ.
07:21Satu adalah urusan PLN.
07:26Yang kedua urusan industri.
07:28Karena industri kita kalau tidak kita supply, bagaimana bisa punya bahan baku dan berangkat meningkatkan nilai tambah.
07:36Hilirisasinya.
07:38Yang ketiga, apakah ini permanen atau tidak, saya merasa belum ada perlenggaran kontrak.
07:46Jadi saya pikir itu dinamis aja lah mas.
07:48Ya, silahkan jangan main.