00:01Udara Bapak Erud, pada kesempatan ini, saya sebagai orang tua dan almarhum,
00:10Baraku Urentinus Kraldo Pardentes Lawai, sangat penduka.
00:30Hormat, senjata!
00:35Terkait tentang motif penggunaan jatuh api dan perundungan, dugaan-perundungan,
00:40serta ada kemungkinan keterlibatan orang lain, ini masih didalami.
00:44Dan perlu kami sampaikan bahwa persangkaan pasal pidana yang dikenakan 459 KUAP tentang pembunuhan berencana.
01:09Mau lewat sini sampai ke pintu belakang tadi itu, Bapak?
01:11Bapak-bapak, tidak bisa, Bapak. Tidak boleh. Memang arah nantar pimpinan seperti itu.
01:17Pak Ardu dan juga Pak Wili tadi kita sudah mencoba untuk masuk melalui dua pintu.
01:22Yang pertama pintu depan, yang kedua pintu belakang.
01:25Tapi dua-duanya kita tidak diizinkan untuk masuk.
01:27Kita juga sempat bermincang ya.
01:29Jadi kan beberapa petugas yang kemudian berjaga, bisa ditunjukkan mungkin,
01:33di salah satu pintu yang kemudian bisa saja diakses oleh seseorang
01:37untuk masuk ke Mako Direkturat Kepolisian Udara.
01:42Dalam tanda kutip melalui pintu belakang.
01:44Dan bisa dilihat ada beberapa kendaraan yang keluar masuk melalui sini.
01:47Tapi apakah kuasa hukum meyakini pintu ini yang digunakan
01:50ataupun yang diakses oleh Barada Andika sebelum melakukan eksekusi kepada Barat Tuvaldo?
01:56Ya, jadi memang kami menyesali ya bahwa kami sebagai kuasa hukum orang tua korban
02:03tidak bisa masuk ke dalam.
02:04Dan berdasarkan rekaman CCTV yang kami amati bersama, kami lihat bersama tadi malam,
02:10itu memang si pelaku ini, ya terduga pelaku ini ya kakak ya,
02:15itu masuk melalui akses pintu belakang.
02:18Masuk melalui pintu ini?
02:19Ya, masuk melalui pintu ini, kemudian menimpan motornya, turun dari motor,
02:27kemudian terlihat jelas ya pisaunya, kemudian masuk menuju ke ruang penyimpanan senjata.
02:35Padahal di dalam CCTV terlihat jelas ada satu petugas ya,
02:40yang kami duga dia adalah penjaga senjata api tersebut,
02:44yang radiusnya kurang lebih 10 meter,
02:47tapi tidak memonitor peristiwa pengambilan senjata api itu.
02:53Dan kemudian terlihat jelas ketika si terduga pelaku ini memegang senjata,
02:59dia langsung berlari menuju ke tempat almarhum tidur.
03:04Dan kemudian terdengarlah tembakan sampai dengan 4 atau 5 kali.
03:10Sebelum polisi mengungkap motif dari pembunuhan yang kemudian masih didalami,
03:16ada satu pernyataan yang menyebut bahwa terduga pelaku atau penersangka ini merupakan,
03:20dalam tanda kutip, korban perundungan yang dilakukan oleh senior-seniornya.
03:25Tanggapan dari kuasa hukum korban seperti apa?
03:28Jadi alibi ini kan dibangun duluan, tidak sesudah darah itu.
03:31Karena kita pun investigasi bahwa kejadian ini tidak ada.
03:36Si korban itu melakukan secara pribadi perundungan terhadap si tersangka ini.
03:40Kalau misalnya perundungan, anak ini ingat loh, dia baru belum lama menjadi anggota polisi.
03:46Kalau orang melakukan eksekusi secara sendiri di tempat yang institusi,
03:51itu butuh satu nyali dan psikologi yang kuat.
03:57Usai kejadian, Baratufaldo kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit di kawasan Cipultat, Tangirang Selatan.
04:04Dalam video yang beredar, ambulans tersebut melintas kencang dengan menyalakan sirine.
04:08Melintasi jalan talas sekitar pukul 5 lewat 14 menit atau 30 menit usai tragedi terjadi.
04:14Lalu seperti apa kasus ini bermula dan terungkap dan seperti apa sesungguhnya kondisi korban ketika peristiwa tersebut terjadi?
04:24Saya sudah bersama dengan Balince, salah satu orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut.
04:29Dan juga ada Bang Nandes, pihak keluarga yang melihat kondisi korban.
04:33Balince dan Bang Nandes, terima kasih untuk waktunya.
04:35Pertama saya ingin ke Balince dulu, saya konfirmasi Balince itu pihak pertama yang dihubungi ketika Baratufaldo ini ditemukan tewas meninggal
04:45dunia.
04:46Sekitar jam 5.30 atau 5.40 lah.
04:49Itu suami saya ditelepon, lalu disampaikan bahwa almarhum sudah meninggal dunia.
04:54Lalu suami nanya, di mana meninggalnya?
04:57Katanya sekarang di rumah sakit Hermina.
04:59Lalu bertanya lagi, itu kenapa? Sakit apa gimana?
05:03Nah itu tidak disampaikan.
05:04Yang menelpon saat itu?
05:07Rekannya almarhum.
05:08Kita ke sana, almarhum sudah di IGD.
05:11Di sana kita melihat ditutupin kain kafan.
05:14Artinya sudah dalam kondisi meninggal dunia?
05:16Betul.
05:16Saya ingin ke Bang Nandes.
05:18Saya konfirmasi lagi Bang, Abang yang memandikan jenazah dari almarhum.
05:23Artinya Abang melihat betul kondisi dari almarhum untuk terakhir kalinya?
05:27Benar, saya lihat.
05:28Seperti apa Abang? Kondisi luka yang mungkin Abang lihat?
05:30Kondisi luka korban itu, almarhum itu.
05:34Sini ya, sini ada sayatan.
05:37Di betis kiri, sama di kaki itu ada sayatan juga.
05:43Informasi di bagian belakang kepala juga ada?
05:46Jahatan itu tiga.
05:47Tiga jahitan panjang ya, Abang ya.
05:50Satu, tengah satu, sama kiri satu.
05:53Tiga jahitan itu.
05:55Oke.
05:56Ketika pertama kali Abang melihat kondisi jenazah, yang terintas di pikiran Abang apa?
06:01Nggak percaya lah, Bang.
06:02Orang dia hari Kamis malam aja masih telponan sama adik saya.
06:09Sehari sebelum?
06:11Bukan sehari, ya Bang. Malam.
06:12Malam?
06:13Malamnya, subuhnya dia meninggal, malamnya masih telpon.
06:16Oke.
06:16Bukan sehari.
06:17Abang tahu apa yang dibicarakan mungkin saat itu dengan adik Abang?
06:21Dia, bahasa-bahasa dia waktu itu bahwa dia mau ke rumah, tidur di rumah.
06:25Ada mungkin cerita bahwa ada konflik yang dialami oleh korban sebelum peristiwa itu?
06:31Tidak ada sama sekali.
06:32Tapi sosok dari almarhum, sepengetahuan Balince ini?
06:34Orangnya sopan, orangnya baik, orangnya tuh yang nggak bercanda berlebihan.
06:40Tidak pernah mungkin mendengar ada konflik antara senior dengan junior?
06:43Nggak, nggak ada.
06:44Sama sekali?
06:44Nggak ada.
07:11Hormat!
07:13Senjata!
07:15Hormat!
07:18Sedangkan korban penembakan tragedi polisi, tembak polisi,
07:22Baratufaldo telah dikebumingkan di tanah kelahiran yang di Larantuka, Nusa, Tenggara Tibur.
07:28Sampai dengan saat ini pihak keluarga masih terus mencari keadilan bagi korban Baratufaldo.
07:33Lalu keterangan apa yang sesungguhnya diterima oleh pihak keluarga dari polisi
07:37dan bagaimana harapan keluarga dan bagaimana harapan keluarga terkait dengan pengungkapan kasus ini?
07:42Saya akan tanyakan secara langsung kepada ayah Anda dari Baratufaldo Antonius Fernandez dan juga Paman Baratufaldo Yohannes Fernandez.
07:53Kami, tim di poin investigasi Kompas TV, pertama ingin mengucapkan turut berduka cita, Pak,
08:00atas apa yang terjadi dan menimpa keluarga Bapak secara spesifik lagi menimpa korban Baratufaldo.
08:07Saya ingin tanyakan, Pak, pertama kali ketika Pak Antonius ataupun Pak Yohannes mendengar informasi bahwa almarhum ini meninggal dunia,
08:19keterangan apa yang Bapak dapatkan dari polisi?
08:21Itu dari satu ibu yang katanya Aldo biasa nombornya di rumah itu ibu.
08:30Nah, pagi-pagi itu di Cepol, itu katanya Aldo meninggal dunia.
08:38Bahwa sampai dengan saat ini, Pak, polisi masih mendalami motif dari meninggalnya Baratufaldo
08:46karena kita tahu juga ada satu orang yang diduga menjadi pelaku penembakan kepada Baratufaldo.
08:52Ini juga belum disampaikan kepada Bapak, kepada pihak keluarga?
08:55Secara resminya belum disampaikan.
09:04Dan salah satu informasi yang kemudian beredar, Pak, bahwa terduga pelaku ataupun tersangka ini merasa sakit hati karena adanya perundungan.
09:14Dan perundungan ini dikaitkan dengan peristiwa penembakan yang dilakukan tersangka kepada almarhum Baratufaldo.
09:21Tanggapan Bapak seperti apa? Bapak menerima alasan tersebut?
09:24Yang jelasnya saya tidak terima. Artinya begini, Bapak, dibully itu ada pembuktiannya seperti apa?
09:31Kan belum ada pembuktian bahwa dia ini membully.
09:33Bisa saja kan diberitakan atau dibicarakan begitu, tapi pembuktiannya ada tidak bahwa dia membully orang.
09:41Di mata keluarga sendiri, Pak, sosok dari almarhum Baratufaldo ini sosok yang seperti apa?
09:45Setahu saya, anak-anak saya ini kifatnya baik.
09:51Dalam keluarga, penyakit keluarga, sama saudaranya juga sering berbagi.
09:59Jadi orangnya itu memang baik.
10:02Apakah pernah terdengar mungkin, Pak, cerita dari almarhum Baratufaldo bahwa mungkin dirinya mengalami konflik atau menceritakan soal relasi dirinya dengan
10:13personil polri lain?
10:14Tidak pernah. Selama ini kan kami tahu saja itu anak kami itu baik-baik saja.
10:18Karena dia tidak pernah mengeluhi, tidak pernah, itu ada salah satu adiknya.
10:24Dia sering curat atau apa semua itu di adiknya.
10:28Tetapi untuk curat tentang tidak ada orang yang tidak senang atau ada publik dengan orang itu tidak pernah sama sekali,
10:38Pak.
10:38Saya merasa ini perbuatan yang sangat kecil ya.
10:41Anak saya itu kan dari dulu, saya ini kan tidak pernah pukul, bahkan ada tanda sedikit pun ditungguhnya.
10:51Lalu ini saya menerima berita bahwa dia ini dicembak, ditikam.
10:56Nah ini yang bagi saya ini sudah sangat kurang air.
11:02Bapak mungkin masih ingat apa yang menjadi alasan Baratufaldo ini ingin menjadi personil polri, Pak, ingin menjadi polisi.
11:11Pernah disampaikan kepada Bapak?
11:12Setelah tamat SMA, anak saya ini cita-citanya memang mau ke polisian.
11:19Saya tanya, mau ke tamtama atau lebih bagus kuliah dihancurkan?
11:25Tapi beliau mati-matian tetap ke polisi.
11:30Sebagai pihak keluarga, sebagai ayah Anda, dari korban apa yang Bapak harapkan terkait proses hukum yang tengah berjalan saat ini?
11:37Hukum harus benar-benar terbuka dan transparan.
11:41Sehingga kami orang tua yang saat ini sedang sakit, itu bisa terubati.
11:46Jangan disembunyi-sembunyikan.
11:48Ada mungkin permintaan khusus yang ingin Bapak sampaikan kepada Kapolri, Pak?
11:51Mungkin kepada Kapolri, saya mengharapkan kejadian-kejadian seperti ini tidak perlu terulang lagi.
12:00Harapan dari keluarga yang paling utama itu adalah orang yang bersangkutan, yang membunuh anak saya, itu harus dihukum mati.
12:12Pondok cabe, ya terkait pondok cabe, sudah dalam penyidikan oleh Propampori.
12:21Tim depo investigasi telah berupaya meminta tanggapan dari kepolisian, mulai dari pihak Pol dan Metro Jaya yang menangani kasus pidana
12:29Barada Andika.
12:30Korps Polairut baharkan Polri, hingga Mabes Polri.
12:33Namun hingga liputan ini ditayangkan, kami belum menerima jawaban dari pihak kepolisian.
12:38Empat hari pas catragedi penembakan Baratu Faldo, Korps Polairut menggelar apel gabungan di Mako Ditpol Udara Penduk Cabe.
12:45Apel gabungan dipimpin oleh Kepala Korps Polairut, Irjen Pol Dr. Anwar.
12:50Kak Korps Polairut menekankan agar seluruh personil bekerja secara profesional, disiplin, dan tidak mengabaikan prosedur,
12:57termasuk dalam pelaksanaan tugas rutin yang berpotensi menimbulkan kelalaya.
13:01Selain itu, apel juga menekankan komitmen menghapus budaya kekerasan dan bullying atau perundungan di lingkungan Korps Polairut.
13:08Kepala Korps Polairut menegaskan tidak boleh ada pembendaraan terhadap tindakan kekerasan, intimidasi,
13:14maupun perlakuan sewenang-wenang terhadap sesama anggota, khususnya personil junior.
13:24Ini alarm keras, karena ketika ada seperti ini terjadi, ya maka disini ada problem pengawasan.
13:30Terima kasih telah menonton!