Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kuasa hukum keluarga korban, Ardy Mbalembout, mengatakan komandan penjaga menyampaikan bahwa akses masuk ke TKP belum diizinkan atas perintah pimpinan.

Ardy menyebut, pihaknya juga masih mempertanyakan sejumlah hal terkait rekaman CCTV yang telah diperlihatkan penyidik.

Menurut Ardy, rekaman tersebut belum memperlihatkan secara langsung peristiwa penembakan yang menewaskan Baratu Faldo.

Ia juga mengatakan, sosok yang terlihat dalam rekaman CCTV masih belum bisa dipastikan sebagai pelaku karena wajahnya tertutup helm.

Ardy bahkan menilai kemungkinan adanya orang yang berperan sebagai pengganti perlu diperiksa lebih lanjut. Karena itu, ia menegaskan bahwa pihaknya belum memastikan identitas sosok dalam rekaman tersebut sebagai pelaku.

Selain persoalan CCTV, kuasa hukum turut menyoroti akses masuk yang diduga digunakan terduga pelaku sebelum kejadian. Berdasarkan penjelasan yang mereka terima sebelumnya, akses tersebut berada di pintu belakang markas.

Pihak kuasa hukum pun ingin melihat secara langsung lokasi yang diduga menjadi jalur masuk terduga pelaku hingga menuju tempat kejadian perkara.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kHcSkM0krFI

Baca Juga CCTV Ungkap Detik-Detik Penembakan Polisi, Kuasa Hukum Korban Soroti Kejanggalan | DIPO di https://www.kompas.tv/video/698233/cctv-ungkap-detik-detik-penembakan-polisi-kuasa-hukum-korban-soroti-kejanggalan-dipo



#polisitembakpolisi #tangsel #polisi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/698241/kuasa-hukum-korban-tak-diizinkan-masuk-tkp-penembakan-polisi-ada-apa-dipo
Transkrip
00:00Dan kita sudah berada tepat ya, di depan dari Markas Komando Direktorat Kepolisian Udara.
00:05Mungkin bisa kita masuk, Bapak-Bapak, untuk melihat seperti apa TKP-nya?
00:09Oke, saya bersama dengan dua kuasa hukum dari Baratul Faldo, saudara, akan langsung mencoba untuk masuk ke Direktorat Kepolisian Udara
00:17untuk melihat seperti apa sesungguhnya tempat kejadian perkara dan apa yang sesungguhnya terjadi di dalam Direktorat Kepolisian Udara.
00:28Selamat siang, Pak.
00:30Selamat siang, ya.
00:33Kami dari Pak Penisyaat Hukum Keluarga, Almarum Aldo, dari Bapak-Bapaknya,
00:40mau melihat situasi tempat kejadian perkara.
00:47Sudah izin kemarin di penyidik ya, semalam.
00:49Sudah izin ke penyidik ya, Mas, siapa ya, Pak?
00:52Saya Ruh.
00:53Sudah izin.
00:54Boleh kami minta nomornya, Pak?
00:56Ya, boleh.
00:56Saya telepon sebentar ya, Pak.
01:04Ya.
01:05Sementara tidak bisa, Bapak.
01:07Tidak bisa masuk, karena sedang ada kegiatan juga, kita penerbangan VIP.
01:13Bisa tetap berkoordinasi dengan penyidik ya.
01:16Penyidik aja.
01:18Untuk perkembangannya bagaimana, barengnya di mana, kita sudah serahkan semua ke, kalau untuk keterangannya mungkin bisa lewat Fumas Foda Metro,
01:28atau di Fumas Mabes Polri.
01:30Namun, kita tidak bisa untuk, kita dari tim kuasa untuk melihat situasi tempat eksekusinya.
01:36Belum bisa, belum bisa, ya.
01:37Untuk dari propamp, itu sudah memeriksa kami, Bapak.
01:42Oke, gitu ya.
01:42Dan proses sudah berlangsung.
01:43Tapi kalau ruangan pemadam kebakaran itu di dalam, jauh, paling ujung?
01:49Tidak, dia border, paling di sini.
01:52Kalau ruang senjata, Pak?
01:53Ruang senjata itu...
01:55Tidak.
01:56Sebelum, kalau di sini sebelum ruang pemadam?
01:58Sebelum.
02:00Tapi itu pasti dijaga ya, Pak?
02:02Pasti dijaga, Pak.
02:03Kalau pumpers lock itu, memang dibekali senjata laras panjang, Pak?
02:07Iya.
02:08Di pumpers lock itu biasanya ada bagian pamlah, pengaman pangkalan.
02:11Itu biasanya dilengkapi senjata, tapi itu biasanya di pomen-pomen tertentu.
02:17Pak Ardi dan Pak Willy bahwa tadi kita sudah coba untuk kemudian masuk ke TKP,
02:21tapi tidak mendapat izin dari polisi tanggapan Anda?
02:24Oh iya, jadi tadi komendan jaganya menyatakan bahwa ini sudah jadi perintah pimpinan untuk belum dapat arahan.
02:33Saya sampaikan juga tadi bahwa dari rekan CCTV, si terduga itu, ya kami juga belum pastikan dia pelakunya,
02:41karena bisa saja peran pengganti menggunakan helm, katil pak, semua tertutup benar itu,
02:46kayak dia, kayak astronot di bulan itu, gak kelihatan betul.
02:50Ada apa?
02:51TKP sampai hari ini di CCTV pun juga tidak bisa memperlihatkan peristiwa eksekusi itu.
02:56Oke, dan akses masuk dari terduga pelaku ini sebelum eksekusi Baratufaldo adalah melalui pintu belakang.
03:02Kita bisa lihat ke sana, Pak?
03:03Oke, kita akan coba lihat ya, pintu yang kemudian menjadi akses masuk dari terduga pelaku,
03:10Barada Andika, sebelum akhirnya mengeksekusi Baratufaldo.
03:21Saya merasa ini perbuatan yang sangat kecil, ya.
03:24Saya menerima berita bahwa dia ini dicemak, ditikam.
03:28Nah, ini yang bagi saya ini sudah sangat kurang air.
03:32Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan