Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia butuh banyak gol kala berjumpa Bangladesh untuk amankan langkah ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Bermain di hadapan suporter, skuad Garuda langsung agresif sejak wasit meniup peluit dimulainya laga.

Saat turun minum, anak asuh John Herdman sudah unggul 6-1. Penyerang jangkung Mitchel Baker bahkan memborong 4 gol.

Meski sudah unggul banyak gol, John Herdman belum puas dengan hasil sementara itu. Sejumlah pemain diganti untuk menambah daya gedor.

Gol tambahan baru tercipta di menit akhir waktu normal lewat sepakan Luke Vickery. Namun, tak lama, Bangladesh menambah 1 gol hingga kedudukan jadi 7-2.

Drama pun terjadi di masa perpanjangan waktu. Garuda butuh tambahan gol karena Malaysia yang sudah menyelesaikan laga melawan Singapura mampu menceploskan 6 gol.

Sang kapten, Kevin Diks, dan Mitchel Baker mencetak dua gol tambahan yang menutup kemenangan menjadi 9-2. Indonesia unggul produktivitas gol dari Malaysia dan lolos ke final menantang Thailand.

Pelatih Timnas John Herdman tak ingin sesumbar di final. Ia menegaskan Thailand bukanlah lawan sepele, meski optimistis Timnas Indonesia terus menunjukkan peningkatan, khususnya chemistry dan daya juang tinggi di setiap pertandingan.

Kemenangan atas Bangladesh menandai capaian gemilang striker muda Mitchel Baker yang mencetak 5 gol dalam satu pertandingan. Namun, ia tak ingin larut dalam kegembiraan dan memilih fokus pada pertandingan final demi trofi pertama Indonesia.

Lawan Garuda di partai puncak, Thailand, memastikan tempat ke final walau baru melakoni dua pertandingan. Tim Gajah Perang mencukur Pakistan 4-0 dan mengalahkan Vietnam 2-0.

Bagaimana evaluasi Timnas menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup? Dan mampukah skuad Garuda meruntuhkan dominasi Tim Gajah Perang? Kita bahas bersama analis sepak bola, Gita Suwondo.

Baca Juga Justin Hubner Bandingkan Timnas Era John Herdman dengan Shin Tae-yong di https://www.kompas.tv/olahraga/693909/justin-hubner-bandingkan-timnas-era-john-herdman-dengan-shin-tae-yong

#fifaaseancup #timnasindonesia #thailand

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/693918/bung-gita-soal-laga-indonesia-vs-thailand-mampukah-garuda-runtuhkan-dominasi-tim-gajah-perang
Transkrip
00:00Bagaimana evaluasi tim Nas menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup
00:04dan mampukah squad Garuda meruntuhkan dominasi tim gajah perang?
00:08Kita bahas bersama analisa pak bola, Munggita Suwondo.
00:10Apa kabar?
00:11Baik, Rizka.
00:12Aduh, senang sekali ya.
00:13Sekarang moodnya minimal, moodnya kita udah gak deg-degan lagi kayak kemarin.
00:17Jantung hampir copot.
00:19Tapi kemarin tuh banyak banget dramanya sih.
00:21Iya gak sih?
00:21Dua-dua tempat lagi drama ya?
00:23Iya, dramanya di kita.
00:25Di awal tuh kayak, bisa gak sih kita tuh nge-golein ke Banglesko kayaknya susah banget.
00:29Sementara di sana, di Malaysia juga sama-sama laga hidup mati kan?
00:33Walaupun Malaysia selesai duluan ya, kita berbelakangan.
00:35Yang nonton di stadion, saya kebetulan ada di stadion kemarin.
00:38Itu kita konsentrasi bukan cuma ke pertandingan kita,
00:40tapi gimana kita melihat di handphone kita bagaimana pertandingan di Bandung itu.
00:46Jadi sangat menegangkan sekarang.
00:47Mana sinyalnya susah lagi ya?
00:48Iya, mana sinyalnya susah jelas itu.
00:50Tapi dari pertandingan kemarin tuh, apa sih yang bisa kita evaluasi?
00:54Ya, goal 92 itu kan gak serta-merta bikin kita Jumawa.
00:58Harusnya kalau lihat gaya permainan kemarin.
01:00Betul.
01:01Tapi yang jelas bahwa kemarin itu kita ngejar goal.
01:03Karena kita harus menang dengan margin 2 goal lebih banyak dari Malaysia.
01:08Jadi kalau Malaysia cekat 1 goal, kita harus 3 goal.
01:11Kalau Malaysia cekat 2 goal, kita harus 4 goal.
01:13Dan itu yang membuat,
01:14karena Malaysia terus-menerus mencetak goal di babak kedua,
01:16mau gak mau kita juga harus mengejar.
01:18Dan itu yang harus saya apresiasi adalah bagaimana John Hartman bisa
01:23membuat timnya sangat menyerang.
01:25Dan yang biasanya tidak klinis, kemarin sangat klinis sekali.
01:27Di luar, ada 6 penyelamatan dari penjaga gawang Bangladesh yang memang luar biasa.
01:31Jadi kalau ada tuduhan-tuduhan bahwa ada pertandingan tidak benar,
01:34penjaga gawang Bangladesh itu bikin 6 penyelamatan loh.
01:37Dan pada saat kedudukan 82, itu ada penyelamatan dari Emil Audero juga.
01:43Jadi artinya Bangladesh juga serius juga untuk memperkecil ketinggalan.
01:46Seperti itu jadinya.
01:47Dan sebenarnya kalau dari laga kemarin dengan kita main sporadis,
01:51itu apa yang bisa Bung kita lihat?
01:53Artinya Michi Baker bisa bikin goal juga kalau dia ada di posisi yang tepat.
01:58Dia ini kan tipenya adalah striker tap-in ya.
02:01Dia harus diumpan dengan tepat di posisi yang...
02:03Baru dia bisa goal-in.
02:04Baru dia bisa goal-in.
02:05Itu kenapa goalnya datang dari lawan Kamboja.
02:07Emang pertahanan lemah, lawan Timur Lese.
02:09Dan kemarin 5 goal berhadapan dengan Bangladesh.
02:12Jadi lawannya harus...
02:13Kalau dia harus dribble untuk mengusahakan goal, untuk membuka ruang,
02:16dia selalu gagal.
02:17Itu kenapa dia gagal catanggol lawan Singapura.
02:19Dia juga gagal catanggol lawan Malaysia.
02:21Dan ini juga lawan Thailand juga agak berat.
02:23Karena Thailand punya pertahanan yang kuat.
02:24Nah masalahnya itu lawannya Thailand.
02:26Tapi sebelum ke sana, kemarin itu drama banget kan.
02:29Kita di 92, terus di sana 60,
02:32terus FAM juga ngelaporin kita gara-gara waktu tambahan.
02:35Coba diklarifikasi dulu di sini.
02:36Sebenarnya waktu itu aman nggak sih?
02:39Kemarin itu boleh nggak sih kasih waktu tambahan dari 2 menit ke 7?
02:41Sebenarnya waktu papan skor diangkat oleh Ford Official bawahnya 2 menit,
02:45kita yang ada di stadion itu agak kaget.
02:46Karena banyak sekali dihentikan kan pertandingan itu.
02:49Ada tinjauan kartu merah dari FAR untuk kemungkinan akan bergantung kena kartu merah.
02:54Kemudian possible dapat penalti kita.
02:57Itu kira-kira antara 5 sampai 6 menit, bahkan 6 menit lebih.
03:00Kenapa hanya 2 menit?
03:02Tapi wasit bisa membuat kesalahan dan dia harus memperbaikinya.
03:05Dia boleh memperbaikinya.
03:06Tapi persoalannya adalah dia memperbaikinya pada saat kedudukan 72.
03:09Itu yang bikin emosi.
03:12Di saat Malaysia-nya sudah menyelesaikan pertandingan dengan 6-0
03:15karena perpanjangan waktu mereka tidak banyak.
03:17Jadinya semacam ada kecurigaan lah jadinya.
03:20Tapi kalau kecurigaan bisa dibalikin lagi juga kan?
03:22Yang misalnya 6-0, ya kini 6-0.
03:24Tapi oke lah kalau di Medsos kita belum bisa move on ya.
03:28Karena masih banyak yang emosi saat kemarin,
03:32perebutan tempat final.
03:33Tapi lawan Thailand kita harus serius banget.
03:35Thailand loh yang dihadapi.
03:36Artinya ini, yang belum bisa ditampilkan oleh John Hartman
03:39selama 10 pertandingan dia menangani Indonesia adalah
03:42bagaimana balans antara penyerangan dan pertahanan.
03:46Selama ini kan dia selalu menunjukkan dia mampu menyerang.
03:48Itu kenapa kita menang Masin Kits & Nevis 4-0.
03:51Kita menang lawan-lawan seperti Oman, Mozambik juga.
03:55Tapi kan AFF kemarin bulan Juli menunjukkan bahwa
03:58dia tidak baik dalam bertahan.
04:00Melawan Bulgaria juga, lawan tim yang kuat,
04:02dia tidak punya kemampuan untuk klinis di depan
04:04sehingga kita kalah dan tidak jadi juara FIFA Series.
04:07Besok itu, hari Senin berhadapan dengan Thailand,
04:11kita harus berpikir bahwa
04:13John Hartman harus berpikir bagaimana balans
04:15antara penyerangan dan pertahanan.
04:17Dia benar-benar luar biasa melawan Malaysia.
04:1945 menit babak kedua itu dia bertahan dengan sangat baik sekali.
04:22Itu yang harus ditampilkan dan berusaha
04:24untuk bisa menguasai lapangan tengah.
04:26Ada Olo Romani kok sebenarnya yang punya kemampuan
04:28untuk jadi nomor 10, menjemput bola.
04:30Dan itu ditunjukkan kemarin melawan Bangladesh.
04:32Harus ditunjukkannya juga melawan Thailand nanti di pertandingan hari Senin.
04:36Karena kita deg-degan kan soal kreativitas misalnya.
04:39Apalagi dengan Thailand pasti akan banyak pressure banget.
04:42Iya, betul.
04:43Bagaimana?
04:44Ada Tom Hai yang sudah bisa main lagi.
04:46Dia kan sudah kena hukuman satu pertandingan.
04:47Tapi Tom Hai juga harus menurunkan egonya untuk tidak cepat panas dan segala macam.
04:53Karena kalau dari sisi kreativitas itu milik Tom Hai harus dibuktikan.
04:56Dan harus diakui.
04:58Jangan Tom Hai ditaruh di posisi yang salah seperti halnya lawan Malaysia
05:01di mana dia ditaruh di depan bersama dengan Olo Romani saat itu.
05:04Jadi artinya harus ada Michi Baker atau Luke Fikri main di depan.
05:08Dan Tom Hai mengintip di belakangnya Olo Romani dan juga salah satu striker ini.
05:14Karena itulah kelebihannya Tom Hai yang bisa lihat bagaimana posisinya untuk mengkreasikan.
05:19Bisa mengatur serangan dia sekarang.
05:20Untuk mengatur serangan itu yang harusnya didapatkan dari Thailand.
05:23Tapi kalau Thailand sendiri dari pertandingan sebelumnya,
05:26Bung Gita lihatnya bagaimana performa mereka.
05:27Dua pertandingan sudah lolos.
05:29Ini menguntungkan sekali.
05:30Hari ini mereka saat ini sedang berbagi angka satu-satu dengan Filipina
05:33dengan memainkan pemain cadangan.
05:36Artinya terasa Pompinai itu yang sudah bikin dua gol ke gawang Pakistan tidak dimainkan.
05:42Dan kemudian pemain-pemain lainnya yang juga pemain inti juga tidak dimainkan.
05:45Jadi mereka praktis punya waktu istirahat dua hari lebih banyak dari tim nas kita.
05:50Pemain intinya ya?
05:51Bukan pemain cadangannya.
05:52Ini yang harus dibahas padai.
05:53Dan Thailand ini bukan Thailand yang bermain di ASEAN Championship bulan Juli.
05:57Artinya ada tiga sampai empat pemain yang datang dari J-League yang dimainkan di sana.
06:01Mereka memang tidak banyak naturalisasinya.
06:03Naturalisasinya kan bukan kayak kita yang bermain di Eropa.
06:06Tapi bermain di J-League kan sama aja jadi kualitasnya.
06:08Jadi itu yang tetap harus kita bahas padai.
06:10Dan sejak banyak naturalisasi masuk ke tim nas kita, kita kan belum pernah sekalipun berhadapan dengan Thailand.
06:16Jadi masih belum ada pembuktian bahwa kita bisa jadi Raja ASEAN.
06:22Karena selama ini masih Vietnam dan Thailand yang Raja ASEAN.
06:24Kalau head to head, siapa?
06:26Lebih banyak ke Thailand menangkan kepada kita.
06:30Itu yang harus kerja keras banget.
06:32Tapi John Hartman menghadapi laga Thailand dengan kepercayaan diri kita lawan Bang Lady Sworen harusnya.
06:37Iya. Selama ini kan banyak kritik kepada John Hartman.
06:40Bahkan kemarin kan abis pertandingan lawan Malaysia, nama-nama Sintayong kan selalu disebutkan.
06:45Kalau John Hartman ingin menghentikan itu, satu-satunya cara adalah jadi juara.
06:49Yang tidak pernah bisa dilakukan oleh Sintayong.
06:51Sintayong kan yang terbaik adalah tahun 2021 kita kalah dari Thailand di final.
06:55Jadi dia harus lebih baik dan kalau dia bisa lebih baik akan sangat menarik sekali.
07:00Tahun 96 kita kalah di GBK dari Thailand lewat adu penalti.
07:03Jadi kita harus lebih baik dari itu.
07:05Dan Thailand itu kan secara mental udah teruji lah.
07:09Iya betul.
07:09Yang repot dari kita kan adalah tim nasional kita selalu mental block tidak bisa menjadi yang terbaik di ASEAN.
07:14Selalu kalah di final, enam kali AFF kalah di final.
07:16Tapi kan balik-balik lagi.
07:18Ini pemain-pemain yang dibesarkan di Eropa kan tidak pernah merasakan mental block itu.
07:21Iya betul.
07:22Harusnya bisa berbuat sesuatu.
07:24Nah kalau Egy akhirnya masuk, harusnya bisa dimainin juga nggak?
07:28Iya, kemarin kan Egy membuktikan bahwa goal terakhir itu kan datang dari dia ya.
07:31Dia jemput bola, dia berikan kepada Ole Romani, kemudian Ole Romani asis kepada Michi Baker.
07:36Jadi kalau tidak ada Tom Hai, artinya Egy ini bisa jadi pemain nomor 10 yang bisa menjadi andalan kita untuk
07:45menjadi deep flying playmaker artinya.
07:48Nah kalau kita lihat di Malaysia tuh, waktu lawan Malaysia kan kita formasinya 4 back tuh, Mung Gita.
07:54Mungkin nggak sih kita pakai formasi itu lagi?
07:56Mung, tapi kan Malaysia itu di babak kedua kita praktis bermain dengan 8 pemain di belakang ya.
08:00Karena kita mau mengamalkan hasil.
08:02Oh nggak mau itu ya?
08:03Itu kertas yang diberikan kepada Kevin Dix itu pasti isinya adalah don't lose this game gitu loh.
08:08Jadi ya nggak harus menang tapi jangan sampai kalah.
08:11Dan itu tidak bisa kita lakukan terhadap Thailand.
08:13Karena kalau kita bertahan lawan Thailand, kita berantakan juga.
08:15Kalau lawan Thailand sih 3 back lah ya harusnya.
08:17Iya, pastinya 3 back lagi.
08:19Tapi kalau lawan Thailand ini, selain tadi mental block, apa sih yang harus diwaspadai dari mereka dengan performanya mereka yang
08:25melaju ke final nggak sederah sama kita lah.
08:29Lebih mudah ya.
08:30Dan yang harus diwaspadai adalah menit ke menit sampai menit akhir Thailand itu sama dengan Viet Nam selalu berjuang.
08:37Iya ya, mereka itu sampai menit akhir nggak pernah kendor serangannya.
08:40Sebenarnya kita tuh seringkali di beberapa pertandingan udah mau menit itu.
08:44Yang paling bahaya di sepak bola itu kan menit awal bawa pertama, menit akhir bawa pertama.
08:47Menit awal bawa kedua dan menit akhir bawa kedua.
08:50Itu Thailand tidak pernah kendor di 4 tempat itu.
08:53Itu yang membuat mereka, ya kecuali berhadapan dengan Viet Nam.
08:56Mereka sering kecolokan oleh Viet Nam di situ dan tidak dengan lawan-lawan yang lain.
08:59Dan ngomong-ngomong lawan Thailand ini kan biasanya kita panas juga di lapangan ya.
09:04Kemarin misalnya Kevin Dix itu sempat kepancing emosi kan.
09:07Sementara kalau lawan Thailand di final pula nuansanya gimana sih sebenarnya untuk meredam emosinya pemain, ego-nya pemain di situ.
09:14Semua tim sudah tahu ya kalau lawan Indonesia itu ada cara tersendiri untuk membuat panas.
09:20Bahkan Bersonda Silva yang orang Brazil yang juga mainnya selalu bersih, dia seraker Malaysia itu dia bisa bikin suasana jadi
09:28chaos karena dia diganjal.
09:30Memang dia jatuh, memang kesalahan dari Kevin Dix tapi dia memegang mukanya, pokoknya mukanya tidak terkena sama sekali.
09:35Dan kita emosi untuk itu ya, itu hal-hal seperti itu.
09:38Tom Hai juga kan, harusnya dia bisa profesional fall dengan hanya memegang saja, tidak harus pakai kaki, dia pakai kaki
09:44dan terkena kartu merah.
09:46Kenapa sih nggak penting banget ya kan?
09:48Iya betul, olorong juga tadi malam kan lawan Bangladesh.
09:50Ada satu sikutan dari pemain Bangladesh, dia kan langsung merangkul pemain Bangladesh, agak membantingnya.
09:55Dan untung tidak terkena kartu merah di situ.
09:58Kalau kena kartu merah tuh, aduh pas lagi laga itu mati, ampun deh.
10:02Oke, kalau prediksi ngabung kita yang ideal dengan kondisi sekarang lawan Thailand, dari mulai penjaga gawang sampai di paling depan,
10:10siapa?
10:10Emil Audero pasti ya, walaupun pas itu shot stopper yang bagus, tapi kan build up itu tetap milik Audero.
10:18Bagaimana kecepatan dia untuk memberikan bola ke depan seperti ini.
10:21Iya betul, memang kalau Martin Pass itu udah tau lah ya, itu penyelamatan, oke tapi tetap Emil ya.
10:26Tetap Emil, kan selama ini John Hartman belum bisa membuktikan bahwa dia bertahan bagus,
10:31Build up juga bagus, selalu hanya build up yang bagus, pertahanannya bebol.
10:35Atau pertahanan yang bagus, tapi nggak bisa build up seperti halnya bapak kedua melawan Malaysia.
10:39Jadi saya pikir harus Emil Audero di sana.
10:41Kemudian di belakang juga balik lagi dengan Kevin Dix, Elkan Bagot, dan juga Justin Hoepner, itu udah pasti di sana.
10:50Kemudian di tengah harus ada Jopelo Pesci, dan Kevin Ferdong balikin ke tengah.
10:57Bekiri ada Dean James di sana.
10:59Kemudian kalau berani pakai sayap kanan seperti Rehan Hanan, kemudian Tom Haye di posisi nomor 10,
11:06dan dua di depan saya pikir harus Mitchie Baker, karena kemarin dia sudah ciptakan 5 gol dan juga Ole Romani.
11:12Saya pikir kondisi 11 pemain ini yang ideal, mungkin Egy masuk kalau Tom Haye selama,
11:20kan biasanya dia hanya bermain 60 menit bagus, selalu ada faktor keletihan, yaitu Egy bisa masuk di sana.
11:26Ya, dan aduh deg-degannya masih panjang, tapi setengahnya kita...
11:29Masih 3 hari lagi.
11:30Iya, masih 3 hari lagi, tapi setengahnya sudah agak bernafas lega lah.
11:33Karena kemarin itu kan head-to-head banget tuh kita nungguin Malaysia,
11:36tapi so far yang terbaik untuk tim Nas, kita berdoa.
11:39Terima kasih, Mung Gita.
11:40Sama-sama, Mung Gita.
11:41Sampai Indonesia malam.

Dianjurkan