Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Hari ini dalam sidang MK, hakim mencecar sejumlah saksi soal dokumen yang dijadikan dasar untuk penyetaraan ijazah.

Dalam sidang terungkap jika Kemendikdasmen tak pernah menerima dokumen ijazah SMA Gibran, hanya sertifikat kehadiran dan transkrip nilai.

Kemendikdasmen menyatakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyerahkan Certificate of Attendance atau bukti kehadiran dan transkrip nilai saat mengajukan permohonan penyetaraan pendidikan tingkat SMA/SMK.

Anggota Tim Penilai Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran, Taufiq Damarjati, menyebut hanya menerima sertifikat kehadiran dan transkrip nilai saat mengajukan penyetaraan tingkat SMA.

Taufiq menegaskan status tamat belajar Gibran dinilai oleh Tim Penilai Kemendikdasmen dari transkrip nilai yang diajukan, bukan berdasarkan ijazah yang diterima.

Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Nur Aini Ariyanti, mengaku tidak menemukan dokumen apa pun terkait pendidikan Gibran Rakabuming Raka di KBRI Singapura.

Nur Aini mengaku telah menelusuri jejak dokumen pendidikan Gibran, tetapi tidak menemukan dokumen yang tersimpan di KBRI Singapura.

Lantas, apakah bukti-bukti ini menguatkan posisi Gibran soal ijazahnya, atau justru menjadi bukti kuat untuk mendiskualifikasinya?

Kita bahas dengan sejumlah narasumber. Ada Ketum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, dan pemilik Sentana TV, Mikhael Sinaga.

Baca Juga Debat Panas! Rismon, Mikhael-Rullyandi Soal Stempel Ijazah Gibran, Sidang MK Disebut Ilegal di https://www.kompas.tv/video/693935/debat-panas-rismon-mikhael-rullyandi-soal-stempel-ijazah-gibran-sidang-mk-disebut-ilegal

#ijazahgibran #gibran #mk

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693945/sengit-debat-mikhael-sinaga-andi-azwan-soal-hakim-mk-cecar-bukti-arsip-penyetaraan-sma-gibran
Transkrip
00:00Dalam sidang terungkap jika Kemendik Dasmen tidak pernah menerima dokumen ijasa SMA Gibran, hanya sertifikat kehadiran dan juga transkrip nilai
00:08saudara.
00:09Lantas apakah bukti-bukti ini menguatkan posisi Gibran soal ijasanya atau justru menjadi bukti kuat untuk mendiskualifikasinya?
00:18Kita bahas bersama dengan sejumlah narasumber, ada Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara Bang Andi Azwan yang telah berhadir bersama
00:25kami di studio Newsroom.
00:26Dan saya sapa dari sambungan Zoom ada Bang Mikkel Sinaga, pemilik Sentana TV. Selamat petang Bang Azwan, selamat petang.
00:34Bang Mikkel, suaranya jelas ya? Saya pastikan dulu nih suaranya aman ya?
00:40Ya, dengeran nggak suara saya?
00:41Aman. Bang Mikkel, saya ingin ke Bang Mikkel dulu karena kalau kita lihat dalam persidangan tadi yang disorot hakim adalah
00:46salah satu bukti penyetaraan.
00:49Hanya menyerahkan sertifikat of attendance, bukti absen seperti itu dan juga transkrip nilai yang tidak menyertakan ijasa begitu.
00:56Menurut Anda, apa sebenarnya yang ingin disasar atau yang digali oleh hakim?
01:02Ya, kan seperti saya dulu pernah mengalami tingkat pendidikan yang mirip seperti itu di Inggris ya.
01:08Dan Pak Arsul Sani, salah satu hakim MK juga pernah mengalami di UTS Insert secara langsung.
01:14Jadi begini memang Bang, kalau kita mempunyai pendidikan lain di Indonesia misalnya, dan akan melanjutkan ke Australia misalnya, ada yang
01:26namanya Pathway.
01:27Pathway itu hanya berlaku biasanya. Nah ini tinggal Mas Gibran aja yang menjawab nih.
01:32Pathway itu biasanya hanya berlaku kalau kita melanjutkan ke universitas yang sama.
01:36Nah, UTS Insert ya lanjutnya ke UTS.
01:39Maka tidak akan terbit ijasa dari situ.
01:43Karena itu sendiri, Pathway itu sendiri, ya kursus tanda kutip itu sendiri, bukan merupakan tingkatan pendidikan.
01:51Jadi itu hanyalah program untuk menyambung.
01:54Menyambung dari yang tidak setara, menjadi disetarakan.
02:00Tapi nggak boleh seandainya kita mengambil di UTS Insert di Australia, nyambungnya ke Singapur.
02:05Ke MDIS.
02:07Berarti, kalau dari awal saya menduga-duga ini, dari awal saya menduga, tapi sekarang sudah terkonfirmasi kan?
02:14Apa itu?
02:15Tase pendidikan Singapur dan Australia tadi, di sidang tadi.
02:18Berarti, memang UTS Insert-nya Gibran ini terbuang sia-sia.
02:23Karena tidak nyambung dengan pendidikan yang ada di MDIS.
02:27Nah, di MDIS kan buktinya dia ngambil lagi tuh.
02:30Dia ngambil lagi program diploma atau entah apa namanya di sana, untuk bisa nyambung ke MDIS.
02:36Nah, itu benar.
02:37Tapi UTS Insert-nya itu sendiri, dugaan saya dua.
02:41Kalau bukan kursus Bahasa Inggris, berarti program Pathway yang sia-sia dan terbuang.
02:45Jadi, menurut Anda harusnya ini langsung saja diserahkan ijazahnya.
02:49Nggak perlu Certificate of Entenders dan juga Transkrip Nilai ya.
02:52Bang Andi, kenapa sih nggak langsung aja ngasih ijazahnya?
02:55Tidak ada itu ijazahnya.
02:56Nah, kata Bang Michael, nggak ada ijazahnya itu malah.
02:58Nah, kalau Michael Sinaga mengatakan Pathway itu di Australia tidak boleh masuk ke tempat-tempat lain.
03:03Itu sesat pikir.
03:06Pathway itu di Australia bisa masuk di Universitas mana aja.
03:09Di Unimelb, ya bisa masuk.
03:12Di UTS, di masuk di mana?
03:14US, Western Australia, itu bisa di UWA.
03:19Nggak masalah untuk bicara itu.
03:20Karena itu standarnya kan sudah baku dari yang dibilang standarnya Australian Education Council.
03:27Dia punya kayak begitu.
03:29Dan juga kalau kita lihat apa yang dikatakan dari ahli kita kan mengatakan
03:35O-Level udah dapat ya kalau kita tarakan lah kelas 10-11 gitu ya.
03:39Dia lanjutkan, dia tidak melanjutkan O-Levelnya.
03:42Kalau O-Levelnya udah setara SMA.
03:44Tapi dia langsung jalur cepat lah dia mau masuk ke peguruan tinggi.
03:49Akhirnya diambil Pathway.
03:51Itu kira-kira satu setengah tahun lah ya untuk itu.
03:54Jadi kan mempercepat tuh.
03:55Kalau dia O-Level, dia ikut lagi nanti foundation kan begitu kan.
03:58Jadi dia langsung masuk ke Pathway.
04:01Yang memang mempunyai programnya itu yang dia akan diambil itu nantinya adalah di bidang marketing.
04:08Sehingga yang didapatkan dari studi saat itu hanya certificate of attendance dan juga transcript nilai.
04:14Berarti tidak ada ijasa?
04:16Atau seperti apa?
04:17Udah dikatakan begini.
04:18Kalau kita berbicara tentang yang dinamanya di Singapura, di Orchard Secondary School.
04:25Memang bukan ijasa tapi sertifikat namanya O-Level.
04:29Nah kalau kita bicara O-Level itu belum tamat SMA.
04:32Ya kelas 10-11 lah ya.
04:34Tinggal setahun lagi.
04:35Kalau setahun lagi diambil itu namanya O-Level itu sudah setara SMA.
04:38Berarti sebenarnya ada dokumennya ya?
04:39Dokumen jelas.
04:40Dokumennya jelas.
04:42Kemudian satu ya dokumen itu jelas.
04:44Yang kedua, yang menarik itu ya karena perhitungan dari tim verifikasi.
04:50Kan selama ini dikatakan.
04:51Masalahnya Bang Adiaswan.
04:52Masalahnya begini ya.
04:54Oke oke silahkan.
04:54Biar clear.
04:56Dia kata tidak punya ijasa.
04:58Ya kan?
04:58Tidak ada verifikasi dari Dik Dasman.
05:00Ternyata kan ada verifikasi dijelaskan begitu kan.
05:03Kenapa diambil itu banyak sekali memang orang-orang Indonesia yang berkuliah.
05:09SMA-nya di SMA Negeri di Singapura.
05:13Itu diambil O-Level dia lompat langsung.
05:16Nah dia lompatnya kemana?
05:17Ya ke Australia biasanya.
05:18Karena untuk mengejar, memotong waktu.
05:21Kacau ini kacau.
05:21Selama setahun itu dia bisa masuk ke sana.
05:24Sehingga menurut Bang Adiaswan sendiri sebenarnya ada dokumennya.
05:26Ada dokumennya.
05:27Bagaimana tidak bisa dikatakan tidak ada dokumen disebutkan di situ.
05:31Bagaimana dia meng-convert.
05:33Dari nilai-nilai ya dari semester itu yang dia dapat.
05:37Dari O-Level kemudian digabungkan yang dia dapat di mana?
05:41Di pathway program.
05:42Masalahnya ini nih.
05:42Karena atas pendidikan KBR di Singapura maupun atas pendidikan KBR di Kambera sendiri bilang bahwa sebenarnya tidak menemukan dokumen soal
05:49riwayat pendidikan Gibran.
05:50Nah jangan dilihat dulu.
05:52Kita tahan dulu ya Bang Adi boleh ya.
05:53Kita lanjutkan perbincangan kita.
05:55Tetaplah bersama kami di Kompas Petang.
06:05Kami lanjutkan diskusinya.
06:07Tadi kalau dari atas pendidikan KBR di Singapura dan juga atas pendidikan KBR di Kambera dalam sidang menyatakan bahwa mereka
06:13tidak menemukan dokumen soal riwayat pendidikan Gibran di Singapura maupun di Kambera.
06:19Begitulah.
06:19Tadi Bang Adiaswan bilang ada dokumennya.
06:22Ini yang benar yang mana?
06:23Jadi begini kalau kita bicara apakah wajib melaporkan kepada KBRI misalnya.
06:30Enggak wajib-wajib amat.
06:32Yang penting di kampusnya itu sudah ada legalisirnya.
06:36Kan begitu.
06:36Dan juga kalau kita lihat atas ibu atas kan baru 6 bulan di Singapura.
06:42Yang lain kan baru setahun.
06:44Ini tahun berapa?
06:452007 gitu ya.
06:47Jadi Anda menyaksikan keterangan dari atas yang dihadirkan di pengadilan.
06:50Karena kan mereka kalau bilang oh gak ada datanya ini ya kan berbeda ini waktu time frame-nya ini kan
06:56untuk itu.
06:57Kan mereka juga diundang oleh MK kan baru-baru kemarin.
07:01Ya kan?
07:02Bang Michael, silahkan.
07:04Nah, saya mau cerita soal dulu saya di Inggris ya.
07:07Langsung ke intinya aja Bang.
07:08Memang kalau melapor ke KBRI itu gak wajib.
07:10Betul.
07:11Saya setuju dengan Bang Andi Aswan.
07:13Kita tidak wajib melapor ke KBRI.
07:15Tapi dulu waktu saya di Inggris.
07:18Ada politisi-politisi atau anak-anak politisi.
07:22Itu langsung heboh sekali loh.
07:25Apalagi anaknya wali kota Solo yang dulu katanya wali kota terbaik.
07:29Yang namanya sampai terpampang di bis-bis di Inggris.
07:32Kalau memang orang seperti itu sedang kuliah di Australia atau sedang kuliah atau sedang SMA di Singapura.
07:42Sudah pasti heboh satu negara.
07:44Tapi banyak sekali teman-teman saya dan katakanlah narasumber-narasumber atau netizen yang memberi data ke saya.
07:53Gak ada yang tahu ada Gibran sekolah di situ.
07:56Mau di Orchid Park, mau di UTS Insert atau mau dimanapun.
07:59Bahkan yang di UTS Insert itu banyak yang masih menjadi permanent resident di Australia.
08:04Masih bekerja di sana dan sama sekali tidak tahu ada yang namanya Gibran Raka Buming Raka.
08:09Tapi ada ini loh sertifikat of attendance dan juga transcript nilainya ada Bang Michael.
08:13Dia itu ngurung diri di kamar, antisosial, tidak pernah bertemu siapa-siapa, atau memang tidak ada.
08:20Sertifikat attendance-nya ada, dia bilang tidak ada.
08:23Dia merefer kepada orang-orang yang katanya pernah kursus bahasa Inggris di Insearch.
08:31Dia kan gak paham juga bahwa di Insearch itu ada diploma, ada foundation.
08:37Apakah Anda ngecek teman-teman itu masuknya di mana di foundation kah?
08:42Tahun berapa kah?
08:43Dan Mas Gibran itu bukan tipe orang yang menunjukkan dirinya.
08:48Dia orangnya adalah seorang yang tidak suka khas seperti itu.
08:52Karena kalau dia melakukan sama dia itu semua asumsi semua sudah terbantahkan di sidang MK.
08:57Karena saya hadir sebagai pihak terkait dan mengamati betul apa yang terjadi di dalam
09:02yang diberikan oleh yang namanya Dick Dasman, diperkuat juga oleh keahli kita.
09:09Seorang yang 30 tahun sebagai konsultan pendidikan, dia di seluruh dunia.
09:14Sudah 7 ribu lebih siswa Indonesia yang berkuliah di seluruh dunia dibantu oleh dia.
09:19Dan dia dijelaskan.
09:21Di UDS Insearch ada berapa mahasiswa Indonesia?
09:24Ketika dia selesai dari sana di KMDIS, itu sudah menjelaskan.
09:28Yang jelas kalau begitu oleh dia ini, ada sesat pikir dan tidak mempunyai pengetahuan cukup.
09:33Saya tengah hidul ya, Bang Andi, Bang Michael.
09:34Bang Andi, Bang Michael.
09:35Oke, saya ke Bang Michael dulu.
09:36Bang Michael tadi cross-check ke sana, terus itu melihat, cari informasi di sana.
09:41Punya buktinya nggak?
09:42Kalau seandainya Gibran Raka Bumbung ini memang tidak memiliki dokumen ijasa di sana.
09:48Iya, saya ceritakan lagi.
09:50Waktu itu di tempat saya di Inggris, mahasiswa Indonesia-nya ada 15.
09:54Contohnya Apple-Apple, kalau mau Australia, Anda pernah ke Australia ke Insearch, itu yang ditanya.
10:00Jangan diri Anda.
10:01Saya ketemui sudah pada kerja, sudah pada kerja permanen resident di sana.
10:06Dan nggak ada yang lain di Ngomong ke A, jawabannya ke Z.
10:09Kita nggak heran gitu loh.
10:11Tapi ngapain kita bingung?
10:13Semua evidence, semua data-data sudah membackup teori bahwa Gibran itu cuman kursus Bahasa Inggris 6 bulan.
10:20Anda itu asumsi, berbicara Anda asumsi, asal bunyi.
10:25Sudah ada namanya certificate attendance, kemudian 3 semester hasil dari nilai rapot yang dan diakui oleh Dick Dasman,
10:35kemudian dia convert bahwa itu adalah melebihi dari hitungan SMA yang ada di Indonesia.
10:42Oke, kalau begitu pertanyaan saya ke Bang Michael seperti ini.
10:46Ada certificate of attendance, daftar absen, dan juga transkrip nilai.
10:50Sepengetahuan Anda, sepengalaman Anda, apakah itu tidak cukup untuk dijadikan sebagai dokumen penyetaran ijazah?
10:57Atau memang harus ada ijazahnya?
10:59Jelas tidak cukup.
11:01Kalau ada certificate of attendance, mungkin kita bisa melanjutkan dari UTS Insert ke UTS.
11:08Nah, entah mau di marketing, bisnis, atau jurusan apapun terselah.
11:13Tapi itu adalah persyaratan untuk masuk UTS.
11:17Bukan dipindah lagi ke Singapura, dipindah lagi ke negara lain.
11:21Itu sesat pikir, justru Bang Andi Azwan ini yang sesat pikir.
11:24Anda sesat pikir.
11:25Karena Anda tidak pernah kaustralis, saya pernah di sana lihat sahabat akrab saya belajar di UTS Insert,
11:33bukan dia dimasukkan di UTS.
11:35Sistem pendidikan bisa langsung di UTS.
11:38Dia masuk, dia masuk ke Universi of Melbourne.
11:40Anda tahu pernah saja dulu ini, misalkan Anda tidak paham tentang bagaimana sistem yang namanya pendidikan di Australia.
11:49Anda mengacau diri Anda, tapi semuanya adalah asumsi dan persegi.
11:53Itulah yang membuat Anda dan kawan-kawan Anda itu terjebak dalam halusinasi.
11:59Baik, Bang Andi, Bang Michael.
12:03Meskipun demikian, kalau kita lihat kan Mendir Daksman sendiri kan menyatakan bahwa itu sebagai syarat bukti penyertaan.
12:08Tapi memang tidak diverifikasi begitu, sehingga tidak ada bukti tersebut.
12:13Nah, dengan pernyataan seperti ini, sebenarnya yang Anda lihat, hakim ke depannya akan menggali seperti apa lagi?
12:19Ya, kan hakim sudah melihat tuh, bahwa surat keterangan itu terbit dalam 24 jam.
12:26Sekarang pertanyaan saya begini aja, apakah ke Mendir Daksman sempat nelpon ke Australia pun dalam 24 jam itu?
12:33Jangan-jangan, apalagi di situ jamnya 0000 semua ya, nggak jelas tuh.
12:37Jam berapa dia memasukkan permintaan, permohonan itu, jam berapa diverifikasi, dan jam berapa dipastikan bahwa benar-benar ada dia menempuh
12:46pendidikan itu.
12:47Jadi, hakim ini sudah berada di jalan yang benar, sudah berada di line of questioning yang benar, kita tinggal membuka
12:54aja.
12:55Benar nggak? Ya nggak? Benar nggak Gibran itu punya apapun? Sekarang kalau Mas Gibran datang lebih enak.
13:02Oke, tahan sampai di situ. Silahkan Bang Andi.
13:04Ya, benar nggak? Gibran akan datang nggak?
13:07Saya mesti lihat dulu, standing dia siapa? Dia standing dia itu adalah seorang podcaster, bukan pemohon. Intinya satu.
13:14Jangan ngomong begitu, Bang. Dan yang kedua, apa yang diindikan, kan kita paham, karena saya adalah pihak terkait.
13:22Jadi, saya bisa melihat di sini, yang dia lakukan selama ini adalah penyesatan buat saya.
13:29Karena begini, yang telah dilakukan oleh Dick Dasman, selama ini dia mengejar Dick Dasman.
13:35Mana punya Mas Gibran? Dan Dick Dasman tidak membuka untuk itu.
13:38Ya, itu jelas. Kenapa? Ya, memang nggak punya legal standing untuk diminta-minta seperti itu.
13:43Nah, ketika dipanggil oleh MK sebagai salah satu pemberi keterangan, ya memang harus.
13:50Karena ini melalui jalur pengadilan itu sendiri.
13:52Dibukalah itu semua. Dan prosesnya itu melalui daring dulu.
13:56Bukan tanggal 6 langsung dibuka, kan? Enggak.
13:59Mendaftar lewat daring, ya, kemudian di fair 1-1, dan tambahan bukti lewat luring.
14:06Ya, itulah namanya yang dikatakan oleh Pak Gogot tadi sebagai Dirjen Dick Dasman itu.
14:12Sehingga tadi...
14:12Hybrid.
14:13Nah, di situ sudah muncul.
14:14Sehingga tadi kalau kita lihat, ada dua persepsi dari Bang Andi dan juga Bang Michael.
14:18Untuk membuktikan itu, nampaknya, menurut Anda sendiri, Bang Michael,
14:21Hakim perlu tidak memanggil pihak sekolah, pihak-pihak terkait yang berkaitan dengan tempat Gibran dulu
14:28mengenyam pendidikan SMA, baik di Singapura ataupun di Australia, untuk menjelaskan begitu?
14:34Tidak mungkinlah sekolah di Australia atau di Singapura mau dipanggil oleh pengadilan Indonesia untuk menjelaskan.
14:43Yang jelas harus datang ke pengadilan itu dan membawa ijazah itu Gibran.
14:48Soalnya daripada dia ngeles-ngeles terus, berputar-putar terus, memakai mulut orang terus,
14:55kan tinggal dia datang 5 menit selesai.
14:57Meskipun sudah ditolak loh sama Hakim MK.
14:59Nah, jelas.
15:00Dintin dari Dik Dasman sudah mengatakan loh, anak saya sendiri, sekolah di Korea,
15:05dan tidak mempunyai bukti yang kuat, dan ini sudah dibongkar.
15:10Batar belakangnya itu yang selama ini adalah asum.
15:15Nah, ini terbukti oleh Dik Dasman, kemudian juga diperkuat oleh konsultan pendidikan kita.
15:24Yang mengatakan, dan benar-benar ahli untuk mengatakan,
15:26ya kalau itu bukan mengenang dia, itu adalah penyadilan Dik Dasman, dia tidak masuk ke sana.
15:31Ketika menjelaskan proses, baru dia jelaskan.
15:34Nah, oke, kita nantikan ya bagaimana proses kelanjutan dari sidang ini.
15:37Terima kasih Bang Andi Aswan dan juga Bang Michael Sinaga yang telah bergabung bersama kami di diskusi petang ini.
15:43Salam sehat semuanya.
15:45Siap, terima kasih.
15:45Dan Saudara Wisajedah, Kompas.

Dianjurkan