- 2 jam yang lalu
- #presidenprabowo
- #wantimpres
- #kabinetmerahputih
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo melantik hingga 26 tokoh dari berbagai kalangan menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Akademisi Rocky Gerung hingga mantan Ketua MK Anwar Usman turut dilantik.
Mengapa jumlah anggota Wantimpres begitu besar? Kita akan bahas bersama Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.
#presidenprabowo #wantimpres #kabinetmerahputih
Baca Juga Jubir Gerindra & Indikator Politik Indonesia Bahas Kabinet Dirombak, Apa yang Disiapkan Presiden? di https://www.kompas.tv/nasional/693947/jubir-gerindra-indikator-politik-indonesia-bahas-kabinet-dirombak-apa-yang-disiapkan-presiden
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693948/full-yunarto-wijaya-jubir-gerindra-soroti-pertimbangan-di-balik-pemilihan-26-wantimpres
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Saudara Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah tokoh sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
00:06Selain itu Presiden juga kembali melakukan pergantian pimpinan badan komunikasi pemerintah.
00:13Pelantikan pejabat baru di lingkungan istana berlangsung Jumat sore.
00:17Total ada sebanyak 26 tokoh yang dilantik menjadi anggota One Team Press.
00:21Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dilantik sebagai ketua.
00:27Sementara mantan Menko Perekonomian Era SBY Hatara Jasa menjadi Wakil Ketua.
00:33Mantan Kepala Badan Komunikasi Pemberita Muhammad Kodari kini bertugas sebagai Sekretaris One Team Press.
00:40Anggota One Team Press diisi tokoh-tokoh dari berbagai kalangan seperti ulama, pengusaha, mantan kepala daerah hingga pengamat politik.
01:01Menyampaikan pertimbangan kepada Bapak Presiden.
01:05Jadi dengan kekayaan pengetahuan, pengalaman yang luar biasa dari para anggota Dewan Pertimbangan Presiden,
01:14kami yakin kami bisa memberikan saran, masukan, pertimbangan sebagaimana dimandatkan oleh Undang-Undang.
01:26Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman juga menjadi salah satu yang dilantik Presiden Prabowo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
01:36Anwar Usman menjadi Ketua MK pada 2018 dan mengakhiri jabatan sebagai Hakim MK pada April 2026.
01:54Anggota One Team Press lainnya adalah Akademisi Rocky Gerung.
01:59Rocky menyebut One Team Press juga akan kritis kepada kebijakan karena tugas One Team Press adalah untuk mencermati kebijakan secara
02:06mendalam
02:06dan kemampuan melihat persoalan, memberikan pertimbangan pada Presiden.
02:11Buat pertanyaan di dalam bahasa Indonesia, formil ya.
02:19Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh.
02:23Kritis terhadap kebijakan tuh.
02:25Kenapa harus kritis?
02:27Karena pasti ada persepsi negatif.
02:30Ada persepsi positif, dua-duanya persepsi tuh.
02:33Karena itu tugas Dewan, tadi saya terangkan dengan sempurna, dan kalian nggak dengar dengan sempurna,
02:38dia mengandalkan kepekaan etis dan kemampuan untuk melihat detil persoalannya di mana.
02:45Dan itu yang dijadikan pertimbangan tuh.
02:47Kan anda biasa.
02:51Selain melantik One Team Press, Presiden Prabowo juga melakukan perombakan di badan komunikasi pemerintah.
02:58Aktivis Syaganda Nenggola diangkat menjadi Kepala Bakom, menggantikan Muhammad Kodari.
03:03Syaganda menyebut tugasnya adalah untuk menerjemahkan pikiran-pikiran Presiden dengan narasi yang bisa dipahami masyarakat.
03:13Yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden.
03:20Ya, program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran.
03:23Nah, itu pikiran-pikiran beliau, itu pikiran-pikiran konstitusional.
03:27Dan itu penting sampai rakyat tahu semua.
03:30Jadi sebenarnya saya dan Pak Padli, Wakil Bakom, nanti akan bekerjasama.
03:37Pertama, meneruskan program-program yang sudah ada.
03:40Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma ya.
03:45Saudara Presiden Prabowo melantik hingga 26 tokoh dari berbagai kalangan menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
03:52Akademisi Roke Gerung hingga mantan Ketua MK, Anwar Usman, juga dilantik menjadi anggota One Team Press.
03:57Pertanyaannya, mengapa jumlah anggota One Team Press begitu besar?
04:01Kita akan bahas bersama jurubicara Pak Teggerinre, Batra Banung.
04:04Mas Batra, selamat malam.
04:07Selamat malam, Mbak. Selamat malam, Mas Toto.
04:10Ya, dan hadir juga Direktur Aspektif Carta Politika, Yunarto Wijaya.
04:13Mas Toto, selamat malam.
04:15Selamat malam, Madri, Bang Batra.
04:17Saya mau tanya dulu ke Mas Batra.
04:19Mas Batra, ini kenapa Presiden sampai memilih 26 orang menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden?
04:25Gak kebanyakan, Mas?
04:27Ya, tentu berkenaan dengan soal reshavel, saya ingin menegaskan bahwa setiap saat kan Presiden boleh mengangkat terus kemudian memberhentikan,
04:36termasuk pembantu-pembantu beliau, apakah itu anggota kabinet, begitu pun One Team Press.
04:42Dan bagi kami kan, kami akan terus mendukung langkah-langkah Presiden Prabowo dan Pak Prabowo sering menyampaikan bahwa bangsa ini
04:49kan tidak mungkin dibangun oleh Gerindra sendirian.
04:52Butuh keterlibatan banyak pihak dan butuh kerjasama yang baik.
04:57Karena menurut hemat kami juga bahwa negara ini kan dikelola dengan, apa namanya, dikelola dengan harus secara baik bersama-sama
05:10kegotong royongan.
05:10Sehingga betul-betul bisa bagaimana kita berbuat yang terbaik untuk bangsa kita dan apa namanya, terutama program-program pemerintah harus
05:20benar-benar tepat sasaran dan tepat guna sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat kita.
05:26Oke, Mas Soto ada nama Anwar Usman, mantan ketua MK, ada nama Akademisi Roki Gerung, hingga Hatta Rajasa, kemudian juga
05:35ada beberapa pengusaha yang masuk dalam anggota Dewan Pertimbangan Presiden, termasuk juga ulama dan juga mantan-mantan menteri era-era
05:42sebelumnya.
05:43Kenapa kemudian orang-orang yang ini dipilih oleh Presiden Prabowo? Sebenarnya langkah apa yang saat ini sedang dilirik oleh Presiden
05:50Prabowo dengan 26 anggota One Team Press?
05:54Iya, tujuan dari membentuk Dewan Pertimbangan Presiden ini kan adalah untuk memberikan masukan.
06:01Walaupun sifatnya tertutup ya, kalau kita baca pasal-pasal yang menjelaskan mengenai Dewan Pertimbangan Presiden ini, Audrey.
06:07Pilihannya ada dua, kalau untuk menjawab kenapa jumlahnya banyak sekali dan mau...
06:18...agama dan politik dan lain-lain.
06:21Yang pertama, alasannya mungkin saja.
06:26Dalam konteks ini Presiden merasa membutuhkan masukan dari sisi pemikiran.
06:31Karena ini sifatnya nasihat.
06:32Dan kalau kita lihat, kalangan-kalangan yang kemudian dipanggil orang-orang hebat yang ada di level mindset.
06:38Bukan akan memberikan masukan dalam konteks kemampuan teknokratis.
06:41Jadi Presiden kita lihat sepertinya ingin terbuka sekali.
06:44Ini kemungkinan pertama ya, untuk mendapatkan masukan.
06:47Atau pilihan kedua yang ekstrim, Audrey.
06:50Saking banyaknya, jangan-jangan Dewan Pertimbangan Presiden ini hanya akan dijadikan etalase.
06:55Tapi tidak masuk pada level fungsional.
07:00Etalase maksudnya ini hanya sekedar pajangan begitu?
07:04Ya etalase dalam arti, kalau kita mau menggunakan bahasa yang lebih positif lah, representasi saja.
07:11Representasi ini dalam arti entah untuk kemudian menyenangkan kelompok yang diwakili oleh orang tersebut.
07:19Atau kemudian dalam konteks kompensasi secara politik.
07:23Karena kalau kita lihat kan misalnya di tengah kritik, bukan kritik ya, di tengah tafsir dari Resafal Kabinet kemarin,
07:34yang banyak menafsirkan mulai terpinggirkannya kekuatan politik Jokowi, kita tahu juga.
07:40Kemudian dalam Resafal kemarin, Ristio Sigit dan Pak Pratikno masih masuk ke dalam sistem di istana.
07:48Walaupun secara fungsional sudah terpinggirkan, tidak seseorang lagi sebelumnya.
07:51Bahkan sekarang dimasukkan juga Anwar Usman.
07:54Saya melihat ini minimal kalau dari si persepsi ya hanya sebagai pemanis untuk menetralisir tafsir-tafsir politik
08:01dari keputusan yang sudah diambil Pak Prabowo terkait dengan Cakol.
08:05Jadi pertanyaan terbesar dan catatan ketis saya adalah, apakah ini akan memberikan fungsi,
08:11apakah ini akan menempati posisi yang fungsional atau tidak?
08:15Saya melihat sebatas etalase.
08:17Oke, memang benar Mas Batra tadi kalau kata analisanya Mas Toto Belak,
08:22ini hanya sekedar pemanis aja lah anggapan bahwa kemarin itu orang-orangnya Pak Jokowi,
08:27Solo ini terpinggirkan tapi sekarang kemudian diranggul lagi.
08:31Ini konteks Anwar Usman ya, khusus mengenai Pak Anwar Usman kalau menurut saya.
08:35Sisanya kita tentu saja punya alasan yang lain.
08:37Oke, gimana tuh Mas Batra?
08:38Ya, saya pikir bukan soal orangnya siapa ya, yang paling penting tentu Pak Presiden
08:43menempatkan orang-orang tersebut sudah memprofiling dengan baik,
08:47dan kalau kita lihat kan tokoh-tokoh hari ini yang diajak dan punya kompetensi yang baik ya,
08:53misalnya Pak Anwar Usman punya pengalaman sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi,
08:58terus kemudian ada Pak Hatta Rajasai, mantan Menko, dan tokoh-tokoh lain ada Pak Roki Gerung,
09:03dan saya pikir tentu pikiran-pikiran beliau dan pengalaman panjang beliau selama ini,
09:08itu juga mungkin menjadi pertimbangan Presiden Prabowo yang dianggap bahwa bisa memberikan masukan
09:14dalam rangka upaya bagaimana program-program yang sedang digagas oleh pemerintah
09:18dan sudah berjalan, Alhamdulillah cukup baik ini bisa lebih cepat lagi dan bisa lebih tepat sasaran lagi.
09:23Jadi saya pikir kita tidak boleh mendikotomi ya, antara ini orangnya siapa, ya kan, rekomendasi siapa,
09:30tapi yang paling penting adalah bahwa tokoh-tokoh bangsa kita dibutuhkan pikirannya, tenaganya,
09:34kemudian untuk terus berkontribusi, berbuat yang terbaik untuk kepentingan bangsa, kepentingan negara,
09:40terutama bahwa pikiran-pikiran beliau bisa bermanfaat bagi rakyat kita secara keseluruhan,
09:45sehingga betul-betul program pemerintah itu bisa dirasakan langsung oleh sepulapisan masyarakat kita.
09:50Oke, kalau orang-orangnya dirasa ini merupakan memang orang-orang penting yang dibutuhkan Pak Presiden saat ini,
09:55Mas Soto katakanlah begitu, gimana publik menerimanya dengan tadi ada mantan ketua MK, Pak Anwar Usman,
10:01kemudian juga ada nama Roki Gerung, Akademisi?
10:06Ya, catatan kritisnya kan pertama, Audrey, kalau kita lihat bukan hanya pada masa Pak Prabowo ya,
10:12pada masa Pak Jokowi pun pertanyaannya, apa kontribusi dari Dewan Pertimbangan Presiden selama ini?
10:18Saya tidak melihat itu difungsikan, sebagaimana mestinya yang seharusnya memang bisa memberikan masukan.
10:24Yang kedua, pelajaran secara empiris, saya berharap tadinya Pak Prabowo belajar bahwa uji coba mengenai sebuah tim
10:32yang isi dari personilnya banyaknya luar biasa, di uji coba di kabinet, ternyata tidak berjalan efektif.
10:43Ketika jumlahnya lebih gemuk, tidak berarti kemudian dia bisa memiliki fungsi lebih baik.
10:48Oh, ternyata malah kemudian baik dari si kabinet diteruskan, jumlahnya diperbanyak, badannya diperbanyak,
10:54juga kemudian ditularkan dalam konteks memaknai mengenai Dewan Pertimbangan Presiden.
11:00Karena pada akhirnya ketika jumlah orang itu terlalu banyak, secara manajerial juga lebih sulit kemudian mereka untuk kemudian difungsikan.
11:07Belum lagi Pak Presiden, sekarang harus berhadapan dengan banyak sekali personil dalam kabinet,
11:13banyak sekali personil di dalam Dewan Penasihat atau Dewan Pertimbangan Presiden.
11:19Dan kita tahu, salah satu kritik terhadap pemerintahan Pak Prabowo,
11:22orang menduga tidak semua punya kapasitas untuk bisa berinteraksi langsung dengan Presiden.
11:29Sehingga seringkali terasa bahwa masukan, kritik, nasihat dari masyarakat yang seharusnya ditangkap oleh kabinet,
11:37termasuk mungkin oleh Dewan Pertimbangan Presiden, makin sulit terbuka pintunya ketika personil semakin banyak.
11:43Itu yang menurut saya seharusnya pola yang bisa dipelajari dari tidak efektifnya kabinet Pak Prabowo dengan jumlah personil yang banyak.
11:51Kenapa saya katakan tidak efektif Pak Prabowo sendiri, kemudian menggantinya tujuh kali.
11:55Itu kan pengakuan bahwa ada yang tidak efektif selama ini.
11:58Nah apakah juga termasuk dengan dana kutim nih, menghambur-hamburkan dana begitu uang dengan pertimbangan tadi sampai 26 anggota Dewan
12:05Pertimbangan Presiden.
12:06Nanti ya usai jadinya Bapak-Bapak akan menjawabnya tetap bersama kami di Sampai Indonesia Malam.
12:11Selamat datang kembali di Sampai Indonesia Malam Mas Soto.
12:14Jadi dengan gaya 26 anggota Wanti Pres yang kemudian dirangkul oleh Pak Prabowo mulai dari kalangan tadi akademisi,
12:22toko agama sampai pengusaha juga yang dirangkul oleh Presiden.
12:26Apakah ini menjadi salah satu langkah mungkin yang sedang dicari atau digait oleh Presiden Prabowo?
12:33Sebetulnya tidak mengagetkan ya Audrey, ada pattern yang sama.
12:37Ketika Pak Prabowo membentuk koalisi, beliau tidak berhenti pada level koalisi dari Indonesia Maju saja, Prabowo Gibran.
12:45Tapi kemudian ada upaya Pak Prabowo bahkan ingin koalisinya 100%.
12:49Kita tahu APD Perjuangan juga diajak sebetulnya.
12:52Lalu kemudian bagaimana membentuk kabinetnya.
12:55Juga menampung semua perwakilan partai politik atau orang-orang yang dianggap berjasa.
13:01Sampai kita memiliki kabinet terbesar sepanjang sejarah.
13:05Dan pattern yang sama digunakan juga Audrey.
13:08Jadi balik lagi, secara representasi kalau hanya bicara moneniat baik, harmonisasi, stabilitas politik, sah-sah saja.
13:15Tetapi ketika kemudian itu dibenturkan dengan efisiensi dari manajemen pemerintahan,
13:22kan terbukti selama dua tahun ini tidak efektif.
13:25Kenapa kemudian beliau mengulang pola yang sama?
13:28Itu poin yang paling penting menurut saya.
13:29Dan paling penting adalah kalau kita belajar dari negara lain Audrey,
13:34sebuah negara bisa maju dan efektif termasuk efisien bekerjanya,
13:38itu bukan ketika kemudian bisa mengumpulkan semua pihak sebanyak-banyaknya termasuk mengajak lawan politik.
13:44Tapi ada dua hal, yang satu memastikan orang terbaik yang memang dipilih di posnya.
13:49Saya harus apresiasi orang-orang hebat semua yang dipanggil dalam Dewan Pertimbangan Presiden ini.
13:55Tetapi ada syarat kedua, bahwa memang orang-orang ini difungsikan sebagaimana mestinya
14:02dan memiliki akses untuk kepada Presiden bisa memberikan masukan,
14:06kalau dalam konteks pertimbangan bisa kemudian berinteraksi untuk kemudian bekerja sebagai eksekutor
14:12ketika menjadi seorang Menteri. Yang kita tahu itu kan banyak kritik itu tidak terjadi.
14:17Dan semakin sulit hal itu terjadi, termasuk interaksi dengan Presiden,
14:22kalau jumlah personal makin banyak.
14:24Itu yang saya sebut atau saya maksud dengan spekulasi mengenai etalase.
14:28Menarik ketika dilantik, tapi jangan-jangan kemudian nanti ketemu Presiden pun nggak pernah.
14:33Ketika kemudian sudah berfungsi atau dilantik.
14:36Itu menurut saya catatkan kritisnya.
14:37Oke, jadi catatannya itu tadi Mas Batra dikatakan banyak ini belum tentu bisa merangkul
14:42dan memberikan masukan kepada Presiden Mas Batra.
14:45Bahkan apakah ini juga terkesan tadi di tengah-tengah efisiensi,
14:48malah sebaliknya justru menghambur-hamburkan.
14:53Mas Batra, masih di mute ya.
14:57Sebetulnya ya, bukan ini soal sedikit apa banyaknya ya,
15:00bahwa Pak Prabowo kan orang yang sangat egaliter,
15:04selalu ingin mengajak para tokoh-tokoh bangsa kita,
15:07terutama yang punya pikiran-pikiran.
15:10Dan menurut hemat saya bahwa bangsa kita kan memang bangsa yang besar.
15:15Dari segi administrasi sangat luas,
15:17dari jumlah pulau-pulau kita aja kan ada 17 ribu.
15:20Dan tentu untuk membangun bangsa yang ke arah yang lebih baik dan lebih maju,
15:25dibutuhkan keterlibatan banyak pihak.
15:27Dan kalau kita lihat ya, tantangan yang kita hadapi,
15:30baik itu secara internal maupun eksternal, ya banyak sekali ya.
15:34Tapi katanya belum tentu ada jaminan, kata Mas Toto tadi Mas Batra.
15:37Kita lakukan secara bersama-sama, penuh dengan kegotong royongan,
15:40karena ini kan kita sebagai anak bangsa harus ikut turut serta berkontribusi,
15:45baik itu secara pikiran-pikiran ataupun secara tenaga.
15:49Dan saya pikir hari ini yang dilanti sebagai one team press,
15:52itu berlatar belakang yang sangat multi ya,
15:56para tokoh-tokoh.
15:57Dan ini saya lihat, apa namanya,
15:59tokoh-tokoh yang capable semua ya,
16:01berlatar belakang.
16:02Kita tahu sendiri ada Pak Hatta Rajasa di sana,
16:05ada Pak Roki Gerung,
16:07terus kemudian ada Pak Anwar Usman sebagai ketua mahkamah konstitusi,
16:11terus banyak tokoh-tokoh lain lagi,
16:12misalnya ada Pak Roki yang punya selama ini bergabung juga di,
16:17apa namanya, pemerintahan Presiden Prabowo.
16:20Artinya dengan multi latar belakang yang berbeda-beda
16:23dan penuh pengalaman yang panjang ini,
16:25itu semua bisa, apa namanya,
16:27beliau-beliau bisa berkontribusi secara pikiran dan tenaga
16:31untuk membantu Presiden dalam rangka upaya
16:33bagaimana mempercepat program-program pemerintah
16:36agar bisa lebih tepat sasaran
16:38dan kita tahu sendiri bahwa secara internal
16:41juga kita menghadapi banyak tantangan-tantangan.
16:44Artinya adalah fungsinya dimaksimalkan ya,
16:48bukan tadi itu menghambur-hamburkan uang
16:51karena ada 26 yang dilantik.
16:54Saya pikir bukan soal sedikit apa banyaknya,
16:56tapi yang paling penting adalah
16:57bagaimana semua anak bangsa ini
16:59bisa berkontribusi secara pikiran dan tenaga
17:02untuk kemudian agar bisa kita lakukan percepatan
17:07pembangunan terhadap bangsa ini
17:08dan sebetulnya itulah yang dimau oleh Presiden Prabowo
17:11bahwa kita harus bersama-sama membangun bangsa ini
17:14penuh dengan kegotong royongan
17:16apalagi bangsa kita bangsa yang besar
17:18tentu membutuhkan keterlibatan banyak pihak
17:21dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda
17:23dan mudah-mudahan dengan itu semua
17:25apa yang menjadi ekspektasi publik
17:28karena kan kita tahu ya
17:29bahwa pemerintahan Presiden Prabowo ini
17:32publik menaruh harapan yang besar
17:34mudah-mudahan itu semua bisa dijawab
17:36tantangan-tantangan itu
17:37dengan hadirnya para tokoh-tokoh bangsa kita
17:39yang terlibat hari ini
17:40baik kemarin yang dilantik sebagai Menteri
17:43kemudian hari ini dilantik sebagai
17:45One Team Press
17:46mudah-mudahan bisa berkontribusi secara nyata
17:48untuk kebaikan bangsa ke depan.
17:49Oke, Mas Toto yang menjadi sorotan kita
17:51malam hari ini juga adalah
17:53pada saat perombakan
17:54ini lagi-lagi
17:56kepala Bakom diganti nih
17:58kerap kali berganti
17:59ini kenapa Mas Toto?
18:02Pertama saya pengen tanggapi sedikit ya
18:05saya berikan contoh konkret terkait yang
18:06Mbak Bakrat atau tadi Audrey tanyakan
18:08daerah itu TKD-nya dipotong
18:11karena DBH-nya dipotong
18:13ada kebutuhan dari pusat
18:15untuk program populisnya
18:16efisiensi dijadikan alasan
18:18lalu kenapa kemudian
18:20pemerintah pusat tidak berikan contoh yang sama
18:22saya kebayang loh
18:23mungkin daerah ketika punya TGUPP banyak
18:27dan punya alasan yang sama
18:28ini representasi dari elemen lokal di daerah
18:32saya yakin akan disemprit tuh
18:33sama pemerintah pusat yang sedang melakukan efisiensi
18:36jadi berikanlah contoh yang sama
18:37dan perlakuan yang sama
18:38itu yang pertama Audrey
18:39yang kedua
18:40terkait dengan Bakom
18:42saya agak kaget nih
18:43Bang Syahganda langsung memulai
18:45dengan sebuah kontroversi
18:46dengan menyatakan distorsi AI
18:50padahal
18:51fungsi utama dari Bakom
18:52yang Bakom-Bakom sebelumnya
18:54juga menurut saya sudah
18:55melakukan kesalahan yang sama
18:57mereka hanya berbicara
18:58seakan-akan pengen jadi
18:59bemper presiden
19:00dan mencari justifikasi
19:02kenapa sih kemudian
19:04pesan presiden gak nyampe
19:05itu kesalahan utama
19:07kenapa?
19:07harusnya fungsi Bakom
19:08terlebih dahulu adalah
19:09mendengarkan hal layak
19:11menangkap apa yang menjadi
19:13persepsi publik
19:15menjembatani itu kepada presiden
19:17sehingga bisa jadi masukan
19:18setiap presiden pidato
19:19tidak blunder
19:20setiap presiden kemudian doorstop
19:22itu sesuai dengan apa yang menjadi
19:25respon dari hal layak
19:26saya melihat Bang Syahganda
19:28akan mengulang kesalahan yang sama
19:29yang kedua
19:30siapapun kepala Bakomnya
19:32dan terbukti sudah
19:33bongkar pasang
19:34ketika kemudian
19:36tidak punya
19:37ruang interaksi
19:39dalam lingkaran satu
19:41hanya menduga-duga
19:42yang terjadi adalah
19:44apa yang seperti kita lihat
19:45pada masa Kodari
19:46pada masa misalnya
19:47Bang Hasan Nasbi
19:48misalnya ketika membantu komunikasi
19:50yang kita melihat frekuensinya
19:52agak berbeda
19:53padahal kita tahu
19:55segala macam kontroversi
19:57yang ada selama dua tahun terakhir ini
19:58kan pertama
19:59terkait dengan
20:00kebijakan Pak Prabowo sendiri
20:02yang memang masih diperdebatkan
20:03entah itu dianggap
20:04pemborosan
20:05terlalu ekstrim
20:06dari sianggaran
20:07dan lain-lain
20:08yang kedua
20:09blundernya seringkali terjadi
20:11pada Pak Prabowo sendiri
20:12kalau kita lihat di sosmed
20:13bisa di crawling data
20:15statement yang kemudian
20:16menjadi perbincangan pro dan kontra
20:18dan tonnya negatif
20:19adalah seringkali muncul
20:20dari Pak Prabowo sendiri
20:21jadi yang paling penting
20:22menurut saya
20:23itu bukan tentang
20:24kepala bakomnya
20:24tapi apakah ada sistem
20:26yang dibangun
20:26memungkinkan kepala bakom ini
20:28menjadi lingkaran
20:29satu dari istana
20:30sehingga interaksi itu terjadi
20:31yang kedua
20:32mereka harus memposisikan diri
20:34bukan sekedar menjadi
20:35BMP Presiden
20:36tapi menjadi jembatan
20:37dengan terlebih dahulu
20:39mendengarkan
20:39apa sih yang maunya
20:40menjadi maunya halayah
20:42jadi bukan
20:43terletak pada figurnya
20:45siapa yang menjadi
20:45kepala bakom
20:46maksudnya Mas Soto
20:47tapi lebih kepada
20:48gimana caranya
20:48bisa lebih dekat dengan Presiden
20:50lebih mengerti
20:50dan bisa
20:51mengartikan itu
20:52ke masyarakat
20:53sehingga bisa diterima
20:55Presiden ini kan
20:56selama ini kita lihat
20:57yang berbeda
20:58dengan pemerintahan sebelumnya
21:00itu cenderung
21:01lebih terpusat
21:02komunikasinya
21:03pada pidato seorang Presiden
21:04statement seorang Presiden
21:05program populis pun
21:07yang muncul
21:08itu kan bukan dari
21:09Bapak Nas
21:10tahu saya
21:10dari sosok Presiden
21:11artinya
21:12sangat terpusat
21:13pada sosok Presiden
21:14lalu kemudian
21:15jurubicara komunikasi
21:16pemerintah
21:17atau Presidennya
21:17itu bukan lingkaran
21:18satu Presiden
21:19bagaimana ini bisa nyambung
21:21itu yang menurut saya
21:22terjadi pada masa-masa
21:23sebelumnya
21:24dan itu yang menyebabkan
21:25menurut saya
21:26kenapa kemudian
21:27siapapun kepala bakomnya
21:29kalau sistemnya
21:29tidak diubah
21:30ini akan mengulang
21:31kesalahan yang sama
21:32oke
21:33jadi kalau gitu
21:34Mas Batra
21:35pertanyaan terakhir ke Anda
21:36ini kan dua hari
21:37berturut-turut ya
21:38ada perompakan
21:38kemarin di shuffle
21:39hari ini ada pengangkatan
21:40dan pengubahan
21:41untuk kepala bakomnya
21:42nextnya akan dalam
21:43waktu dekat ada perombakan lagi kah
21:45udah dua hari nih kan
21:46saya pikir kalau berkenaan
21:49soal perombakan
21:50kabinet
21:51ataupun
21:52pembantu Presiden
21:54yang lain
21:55Presiden kan
21:56diberi kewenangan penuh ya
21:57beliau punya hak
21:59prerogatif
21:59jadi
21:59setiap saat
22:01kapanpun
22:02tidak mengenal
22:03waktu dan tempat
22:04kita serahkan
22:06kepada Pak Presiden
22:07karena kan
22:07beliau punya hak prerogatif
22:09yang melekat
22:10dan kami dari
22:11Partai Gerindra
22:11keputusan apapun yang diambil oleh Presiden
22:13tentu
22:14karena beliau juga
22:15ketua umum kami
22:16pasti kami akan mendukung sepenuhnya
22:17tapi yang paling penting adalah
22:18semua dari
22:20perombakan kabinet ini
22:21harapan kita
22:22harapan Gerindra
22:23dan harapan Pak Presiden
22:24bagaimana
22:25terus bekerja
22:26untuk kepentingan rakyat
22:27kepentingan masyarakat
22:28negara harus terus hadir
22:30di tengah-tengah masyarakat
22:31di tengah-tengah rakyat kita
22:32dalam situasi seperti ini
22:33maka dari itu
22:34mudah-mudahan
22:35dengan pergantian itu
22:36itu juga bisa
22:37makin mempercepat
22:38program-program yang sudah dirancang
22:40oleh Presiden Prabowo
22:40agar betul-betul
22:42bisa dirasakan manfaatnya
22:43oleh seluruh lapisan masyarakat kita
22:44kita tunggu
22:45terima kasih Mas Batra
22:46Mas Toto
22:47selamat malam
22:47terima kasih Mbak Otri
22:48terima kasih
22:49hati-hati
22:50Bang Batra
22:51sampai ketemu lagi
22:52terima kasih Toto