Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Target 100 Hari Kapolri Jenderal Suyudi: Berantas Polisi Backing Proyek Haram

Langkah tegas langsung diambil oleh Kapolri baru, Jenderal Suyudi Ario Seto, pada awal masa jabatannya.

Dalam program kerja 100 hari pertama, pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara tersebut memasang target utama untuk memberantas dan menindak keras oknum kepolisian yang terbukti menjadi backing proyek maupun bisnis haram.

Jenderal Suyudi menegaskan bahwa pembenahan internal dan penegakan disiplin anggota menjadi prioritas mutlak demi mengembalikan kepercayaan publik secara penuh. Ia meminta seluruh jajaran dari tingkat Mabes hingga Polsek untuk bekerja profesional, transparan, serta tidak mentolerir sedikit pun bentuk penyalahgunaan wewenang di lapangan.

#kapolri #jenderalsuyudi #polisi

Creative/Video Editor: Icha/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Visi terwujudnya Polri yang berintegritas, profesional, humanis, tegas, adaptif, dan berorientasi pada masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang aman, tertib, dan
00:11berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.
00:16Enam prinsip operasional hadir, polisi hadir, ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, pertolongan, pencegahan, dan pemulihan.
00:26Dekat, polisi memahami masyarakat, karakter wilayah, kelompok rentan, dan akar masalah melalui komunikasi serta kemitraan.
00:34Cepat, respons, pelayanan, koordinasi, dan penanganan dilakukan tepat waktu sesuai urgensi dan kondisi wilayah.
00:41Adil, hukum diterapkan konsisten tanpa diskriminasi. Hak korban, saksi, tersangka, dan masyarakat dihormati.
00:48Terbuka, proses yang dapat dibuka dijelaskan pengaduan dapat dilacak, kewenangan dan kinerja dapat diawasi sesuai hukum.
00:55Adaptif, poli belajar dari data, kritik, perubahan sosial, teknologi, putusan pengadilan, dan perkembangan modus kejahatan.
01:08Enam program prioritas transformasi.
01:11Yang pertama, penguatan kelembagaan, arah postur, Mabes semakin strategis dan ramping,
01:17polda proporsional dan suportif, Pores kuat sebagai kesatuan operasional dasar,
01:22Polsek tangguh, dan dekat dengan masyarakat.
01:24Struktur tumpang tindih dan lapisan persetujuan yang tidak memberi nilai tambah ditelah untuk disederhanakan.
01:30Penguatan ini, penguatan lini terdepan berbasis beban kerja, luas wilayah, resiko, akses, dan kebutuhan pelayanan.
01:38Dua, pembinaan SDM dan pola rekrutmen.
01:41Seluruh siklus SDM dibenahi, perencanaan, rekrutmen, pendidikan, penempatan, karir, kompetensi, kesejahteraan, sampai purna tugas.
01:51Meritokrasi dan rekam integritas menjadi dasar, tidak boleh ada ruang bagi titipan transaksi dan sponsorship.
01:58Anggota berprestasi dilindungi dan diberi ruang karir, pelanggaran ditindak secara profesional dan konsisten.
02:05Tiga, penguatan pelayanan publik.
02:07Pelayanan bergeser dari sekedar memenuhi prosedur menjadi memenuhi kebutuhan warga.
02:11Mudah diakses, cepat, terintegrasi, transparan, terukur, dan insklusif.
02:16Struktur internal polri tidak boleh menjadi beban masyarakat.
02:20Digitalisasi harus menutup ruang pungli, tidak kenal tatap muka, tetapi tersedia bagi hukum yang bagi masyarakat yang membutuhkan.
02:29Empat, penguatan penegakan hukum.
02:31Ukuran keberhasilan bergeser dari banyaknya perkara menjadi kualitas penanganan.
02:35Tepat, sah, berbasis bukti, berkepastian, dan berkeadilan.
02:39Cash management, SP2HP, supervisi, cash review, forensik, digital forensik, analisis keuangan, dan aset tracking diperkuat.
02:48Lima, penguatan pengawasan.
02:50Pengawasan bergerak dari reaktif menjadi berbasis resiko.
02:53Pengaduan harus memiliki jejak, penanggung jawab, tenggat, perlindungan lapor, dan hasil.
03:00Temuan pengawasan harus berujung pada koreksi, konsekuensi, pemulihan, dan pencegahan pengulangan.
03:07Enam, akutabilitas anggaran.
03:09Keberhasilan anggaran tidak hanya diukur dari penyerapan, tetapi dari hasil yang dirasakan masyarakat.
03:15Perencanaan bottom-up tetap dijaga, tetapi dihubungkan dengan outcome, bebas beban kerja, resiko, dan kebutuhan lini terdepan.
03:24Terima kasih.
03:28Terima kasih.
03:29Terima kasih.
03:29Terima kasih.
03:30Terima kasih.
03:32Terima kasih.
03:32Terima kasih.

Dianjurkan