Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Empat anak buah kapal diduga dianiaya oleh anak buah kapal lainnya saat berlayar dari Pelabuhan Muara Baru menuju Merauke.

Penganiayaan diduga terjadi karena korban tidak mencapai target tangkapan.

Aksi penganiayaan terjadi di atas kapal saat berlayar.

Korban yang dimasukkan ke dalam bak penampung tangkapan ikan kemudian dianiaya oleh sejumlah ABK lainnya.

Satu korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

Polisi berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengamankan kapal tersebut.

Lalu, bagaimana kondisinya saat ini? Kita sudah terhubung dengan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri.

Baca Juga Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Sindikat Jaringan Malaysia, 150 Kg Sabu Disita | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/693941/polisi-gagalkan-peredaran-narkoba-sindikat-jaringan-malaysia-150-kg-sabu-disita-kompas-malam

#abk #penyiksaan #kekerasan #kriminal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/693943/full-polisi-soal-kronologi-dan-kondisi-4-abk-yang-disiksa-di-tengah-laut-korban-disiram-air-panas
Transkrip
00:00Sudara empat anak buah kapal diduga dianiaya oleh anak buah kapal lainnya saat berlayar dari pelabuhan Muara Baru menuju Merauke.
00:07Penganiaan diduga terjadi karena korban tidak mencapai target tangkapan.
00:14Aksi penganiaan terjadi di atas kapal saat berlayar.
00:18Korban yang dimasukkan ke dalam bak penampung tangkapan ikan kemudian dianiaya oleh sejumlah ABK lain.
00:25Satu korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjahani perawatan medis.
00:28Polisi berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengamankan kapal tersebut.
00:39Dugaan sementara korban memang dilakukan penganiaan apabila tidak mencapai satu target untuk menangkap cumi-cumi maupun komoditi lainnya.
00:55Katakan dirawat ternyata tidak dirawat hanya ditaruh di darat sehingga pada saat kami koordinasi langsung dilahirkan ke rumah sakit tadi
01:05pagi.
01:06Dan kita juga sudah koordinasi dengan Polres Kepulauan Aru dan Polres Kepulauan Aru bekerja sama dengan KKP juga saat ini
01:20dalam upaya mengamankan kapal penangkap cumi tersebut.
01:24Empat anak buah kapal disiksa saat berlayar dari Pelabuhan Mora Baru ke Merauke karena diduga tak capai target tangkapan.
01:31Lalu bagaimana kondisinya saat ini?
01:33Kami sudah bersama dengan Kapalres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Al Rashidin Fajri.
01:38Selamat malam Pak Kapalres.
01:41Selamat malam Mas Baim.
01:44Bagaimana kondisinya saat ini? Jadi kapal yang diduga mengenai ABK ini sudah ditangkap, sudah diamankan atau seperti apa Pak Kapalres?
01:52Ya, baik. Diawali dengan patroli cyber oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada 1 Oktober jam 2.15 dini hari.
02:04Kita menemukan satu konten di mana dalam konten tersebut ada dugaan tidak pidana penganiayaan yang dilakukan kepada ABK dalam satu
02:12kapal
02:13di mana penganiayaan tersebut terjadi di tengah laut.
02:16Lalu setelah kita lakukan scientific crime investigation dari face recognition dan lalu kami juga menggunakan metode lain
02:30kami menemukan bahwa salah satu korban ini bernama Ilyas Salahuddin.
02:36Dari situ kita cek manifest keberangkatan yang bersangkutan.
02:41Ternyata yang bersangkutan berangkat dari kawasan Pelabuhan Muara Baru yaitu wilayah hukum kami.
02:48Dan yang bersangkutan berangkat tidak sendiri.
02:52Ada tiga teman lainnya yaitu Oktavian Magreza, Johan Saputra, dan Sawal Suswono.
02:58Mereka berempat berangkat di akhir Juli 2026 mengikuti kapal Cumi, kapal penangkap Cumi dengan tujuan merauke.
03:08Oke, nah ini sepertinya wilayah operasi mereka adalah di wilayah Kepulauan Aru.
03:16Sehingga saat ini kita pada saat kemarin kita menemukan konten tersebut
03:22kita langsung komunikasi dengan Polres Kepulauan Aru
03:26untuk yang paling pertama memprioritaskan bahwa keselamatan jiwa, fisik, dan mental mereka ini
03:36agar segera bisa diobati sehingga Polres Kepulauan Aru
03:42membawa mereka ke rumah sakit dan berkoordinasi dengan KKP.
03:46KKP di sini lalu melakukan pengejaran
03:50dan sampai saat ini sudah melakukan informasi terakhir yang kami dapatkan
03:56sudah melakukan pengamanan kepada kapal penangkap Cumi tersebut
04:01Insya Allah akan sandar besok pagi.
04:04Jadi kami ingin tanya, jadi empat korban masih dalam perawatan Pak Kapolres?
04:10Sudah dalam perawatan ya?
04:11Masih dalam perawatan?
04:14Kondisi mereka bagaimana Pak Kapolres?
04:18Kritis?
04:21Halo Mas?
04:22Kondisinya kritis?
04:24Kondisinya mengkhawatirkan, tidak kritis tapi mengkhawatirkan
04:28karena ada luka-luka seperti luka bakar akibat disundut rokok pada tangan kanan
04:34dan akibat diselam air panas pada bagian dada
04:38bengkak di bagian mata kiri, akibat dipukul
04:42Pak Kapolres, kalau misalkan dilihat dari operasi cyber
04:49itu pelaku ada berapa orang Pak Kapolres?
04:53ABK yang mengenai 4 ABK ini di kapal?
04:56Baik, ABK-nya sendiri kami menurut informasi sementara ada 14
05:02namun yang melakukan penganiayaan tentunya harus kita dalami melalui pemeriksaan.
05:07Oke, berapa lama mereka ini informasinya mendapatkan penganiayaan?
05:13Diperlakukan seperti itu, sejak kapan informasinya?
05:18Mereka berangkat dari akhir Juli, berarti otomatis di 1 bulan Agustus,
05:23bulan September, ini juga berarti mereka melaut itu sudah 2 bulan,
05:28kira-kira 2 bulan 3-4 hari.
05:31Di dalam kurun waktu tersebut, mungkin dilakukan tempus dugaan penganiayaan tersebut.
05:42Dan kami juga sedang melakukan penyelidikan bahwa ini dimungkinkan ada tindak pidana
05:52ini perdagangan orang di dalam peristiwa ini.
05:56Mengarah ke TPPO.
05:57Tapi bagaimana dengan dokumen resmi kapalnya, apakah diketahui artinya
06:01pemilik kapal yang bertanggung jawab ini dikantongi juga identitasnya, Pak?
06:08Masih kita dalami, Mas.
06:09Kami mohon bantuan dan doa dari masyarakat,
06:12semoga di istilah atas pertolongan Allah kita bisa melakukan satu investigasi yang mendalam.
06:19Oke, jadi kapal penangkap cumi tadi saat ini menuju pelayaran ke Jakarta, Pak Kapolres?
06:26Bukan, bersandar ke Aru.
06:30Dia di tengah laut, dari rekan-rekan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengejar
06:37dan sudah mengamankan, sudah menguasai kapal tersebut.
06:41Kapal tersebut saat ini dibawa ke arah darat.
06:45Insya Allah besok pagi akan sandar.
06:49Sehingga teman-teman dari Polres Kepulauan Aru langsung melakukan pendalaman
06:54pemeriksaan terhadap ABK-ABK tersebut.
06:57Untuk dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok, bagaimana asistensinya untuk investigasi ini
07:03apakah masuk juga karena lokus awal korban dari Tanjung Priok ya, Pak Kapolres?
07:08Betul.
07:09Lokus awal tindak pidana, dugaan tindak pidana perdagangan orangnya ini dari Tanjung Priok.
07:19Karena ini ada dugaan mereka dilakukan iming-iming.
07:25Diberi penghutangan sebesar 7 juta, lalu mereka tertarik untuk masuk.
07:34Begitu tertarik untuk masuk, tidak ada pakem-pakem dalam melaksanakan pekerjaan
07:42dan sangat-sangat tidak diperlakukan manusiawi.
07:47Baik, artinya tadi Anda menyinggung soal ada dugaan ke arah TPPO.
07:51Tapi tentu kita nantikan juga bagaimana pengungkapan lebih komprehensifnya untuk kasus ini.
07:58Terima kasih Pak Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Al-Rashidin Fajri telah menyampaikan informasi terkini di program Kepas Malam hari
08:05ini.
08:05Baik, terima kasih Mas Polri bersama masyarakat.
08:08Baik, terima kasih Pak Kapolres.

Dianjurkan