Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 13 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mendalami status pendidikan Gibran Rakabuming di Australia, termasuk kaitan pathway UTS Insearch dengan jenjang pendidikan menengah dan sarjana.

Hal itu ditanyakan hakim kepada Atase Pendidikan KBRI Canberra Yuli Rahmawati dalam sidang MK, Jumat (2/10/2026).

Hakim Konstitusi Prof. Enny Nurbaningsih mempertanyakan dasar penyebutan Grade 12 dalam surat keterangan penyetaraan pendidikan Gibran.

Prof. Enny meminta Yuli menjelaskan apakah UTS atau otoritas pendidikan Australia pernah mengklasifikasikan program yang ditempuh Gibran sebagai pendidikan menengah bidang akuntansi dan keuangan.

"Apakah ke UTS atau otoritas pendidikan Australia itu pernah kemudian mengklasifikasikan program yang bersangkutan terkait dengan SK tersebut sebagai pendidikan menengah bidang akuntansi dan keuangan?" tanya Prof. Enny. (timecode 13:12)

Yuli kemudian menegaskan bahwa pemerintah Australia tidak pernah menyatakan pathway pendidikan di Australia setara dengan jenjang sekolah menengah atas.

"Secara khusus pemerintah Australia tidak pernah menyampaikan bahwa pathway baik vocational education maupun pathway yang ada di Australia merupakan setara dengan senior secondary school," ujar Yuli. (timecode 18:32)

Menurut Yuli, pathway tersebut ditujukan bagi mahasiswa atau calon mahasiswa dengan berbagai karakteristik untuk menuju jenjang sarjana.

Produser:Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693823/deretan-pertanyaan-hakim-mk-dalami-status-pendidikan-gibran-di-australia
Transkrip
00:00atau pendalaman berikutnya, nanti dijawab serentak saja semuanya.
00:03Yang Mulia Prof. Guntur.
00:06Ya, baik. Terima kasih Yang Mulia Bapak Wakil Ketua selaku pimpinan sidang.
00:11Terima kasih Ibu Nuraini Ariyanti, PhD, atas pendidikan KBR Singapura,
00:17dan Ibu Prof. Yuli Rahmawati, PhD, selaku atas pendidikan KBR Ikambera.
00:26Saya ke Ibu Nuraini dulu, ya.
00:30Ibu Nuraini, ya.
00:32Ini tadi dijelaskan bahwa sistem pendidikan itu ada sebelum 2024 dan sejak 2024.
00:39Berarti ini konteksnya sebelum 2024.
00:44Berarti ini kita berbicara konteks 2024 dan kita fokus pada hal ketika Pak Gibran
00:54menginjam pendidikan di Orchid Secondary School ini.
01:00Nah, dalam kaitan dengan ini,
01:05tadi dijelaskan kan ada pilihan, ya.
01:09Bahwa Pak Gibran itu mengambil pilihan yang 2 tahun, yang O-level.
01:15Padahal juga bisa mengambil yang 4 tahun, ya, yang E-level itu.
01:22Nah, dalam konteks ini, apakah dari KBR Ikambera, khususnya dari atas pendidikan,
01:31ada nggak yang pernah komunikasi menyangkut ini, ya, pilihan-pilihan ini dan kalau itu ada komunikasi menyangkut pilihan-pilihan ini,
01:45ya, seperti apa, apa namanya, rekomendasi atau saran yang disampaikan oleh dari KBR I.
01:54Kalau misalnya itu spesifik ke apa, ke atase, ya, mungkin bisa disampaikan ke atase.
02:04Kemudian, setelah beliau selesai, ya, dan kemudian menempuh pendidikan di UTS Inserts ini,
02:15ada nggak di situ juga, ya, kalau misalnya ini tadi yang mulia Pak Wakil tadi sudah menyampaikan bahwa ada nggak
02:23dokumen,
02:24Nah, kalau saya pengen tahu ada nggak kejadian-kejadian khusus, ya, atau mungkin ada hal-hal yang dikonsultasikan kepada KBR
02:38I.
02:38Sehingga ini mungkin bisa menjadi informasi bagi kami terkait dengan, apa, kalau ada kejadian-kejadian khusus, ya,
02:47selama beliau menempuh pendidikan di, apa namanya, di Orchid Scandery School ini,
02:56dan juga setelah, ya, balik ke Singapura untuk menempuh pendidikan, apa, ya, sebelum, tetap di MDAIS,
03:09ya, di MDAIS ini untuk pendidikan bachelor, tapi sebelum bachelor kan ada, apa, advance diploma yang beliau ikutin.
03:18Kan gitu, yang juga ini setara dengan, ya, kalau informasi semalam dari Ibu Lim,
03:24itu sebetulnya setara dengan SMU, SMA gitu, sebelum masuk ke bachelor, pendidikan di bachelernya itu.
03:33Nah, oleh karena itu, nah, ini ada nggak, ya, misalnya komunikasi, ada nggak, konsultasi setidaknya,
03:42ya, ya, yang kemudian ini bisa kita ketahui bahwa ini, ya, pilihannya ngambil dulu advance diplomanya,
03:52ya, karena apa, karena di UTS itu, di UTS insert ini, itu, ya, apa, pendidikan yang, apa, yang tadi disebut
04:04sebagai selesai grade 12, ya.
04:06Nah, tetapi, kenapa harus mengambil lagi diploma advance ini, ya, ya, advance diploma ini sebelum masuk ke jenjang pendidikan.
04:17Apakah itu menjadi persaratan dari MDAIS?
04:21Ya, ya, nah, kemudian, apakah dari segi MDAIS ini memandang bahwa seluruh persaratan untuk masuk mengikuti pendidikan bachelor di MDAIS
04:36ini,
04:37itu dengan mengikuti, apa, advance diploma ini, berarti, ini semua, apa, memenuhi persaratan pendidikan dasar, apa, pendidikan SMA, ya, sehingga
04:49dia berhak atau memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan bachelor di MDAIS.
04:55Apakah ada, apa namanya, informasi menyangkut itu?
04:59Kemudian, yang terakhir untuk Ibu Nur Aidi, ketika ini, hal ini mengemuka ke publik, ya, istilah anunya viral, ya, persoalan
05:14ini,
05:16apa yang dilakukan oleh, apa, atas pendidikan di sana, ada nggak langkah-langkah?
05:21Nah, misalnya, mendatangi, apa, Orchid Secondary School, mendatangi MDAIS untuk meminta informasi atau apa, dan sebagainya.
05:32Nah, kalau memang itu ada, ya, tolong disampaikan dalam ruang persidang ini.
05:38Jadi, itu supaya kami bisa mengetahui apa ada langkah-langkah yang dilakukan oleh, apa, KBRI pada umumnya, dan mungkin atasnya
05:48pendidikan pada khususnya.
05:49Itu mungkin catatan yang saya ingin ketahui dalam kaitannya dengan pendidikan Pak Gibran.
05:58Kemudian, untuk Prof. Yuli Rahmawati, hampir sama sebetulnya, tetapi, yang pertama dulu saya ingin ketahui, ya, bahwa, ya, selain ada,
06:13ya, tadi, ya, mulia Pak Wakil, ada nggak dokumen-dokumen yang mungkin ada di, apa, catatan yang ada di Kambera.
06:23Ya, juga, ya, ada nggak kejadian-kejadian khusus juga, ya, yang kaitannya dengan selama beliau mengikuti pendidikan di UTS Insurse
06:33ini.
06:33Ada nggak catatan tentang pendidikan, ada komunikasi, atau ada hal-hal yang mungkin bisa disampaikan ke masyarakat atau ke ruang
06:42persidang ini.
06:42Kemudian, dalam kaitannya dengan grade 12 ini, ya, setelah terbitnya, apa, terbitnya suket,
06:54dengan tercantum bahwa grade 12 dari UTS Insurse,
07:00Kemudian, apakah dokumen ini diketahui juga oleh KBRI Kanbera?
07:09Jadi, kapan KBRI Kanbera mengetahui dokumen ini?
07:15Ya, kalau misalnya memang itu belum tiba-tiba diketahui.
07:19Supaya kami bisa tahu, kira-kira,
07:23dalam kaitannya dengan penyetaraan, ya, grade 12 itu setara dengan SMK,
07:32itu tidak lepas dari, apanya, pengetahuan atau mungkin sepengetahuan juga dari KBRI Kanbera.
07:41Nah, sehingga di sini, KBRI Kanbera, apa ada masalah,
07:46apakah misalnya, kalau berdasarkan sistem pendidikan,
07:50apa berdasarkan pendidikan di Kanbera misalnya itu,
07:54UTS Insurse ini memang adalah, apa,
07:58lembaga pendidikan yang, apa, yang memang baik, ya,
08:03dan kalau baik berarti kan, ya, dimahfumi.
08:07Tapi kalau tidak, mungkin bisa memberikan respon kepada pemerintah,
08:12ya, terkait dengan pendidikan yang dilakukan,
08:16yang ditempuh oleh Pak Gibran tersebut.
08:19Dan kemudian,
08:22yang terakhir untuk Ibu Yuli Rahmawati,
08:30ketika ini juga, apa, menjadi perbincangan di publik,
08:35apa langkah-langkah yang dilakukan oleh KBRI Kanbera,
08:39khususnya atas pendidikan,
08:42terkait dengan soal ini.
08:44Nah, mungkin ada hal-hal yang bisa disampaikan pada kesempatan ini,
08:48dan tentu itu menjadi catatan bagi Majelis Hakim.
08:53Demikian dari saya, Yang Mulia Bapak Wakil,
08:56Pimpinan Sidang,
08:57saya kembalikan kepada Yang Mulia Bapak Wakil.
08:59Terima kasih.
09:00Terima kasih, Yang Mulia Prabu Guntur.
09:01Berikutnya, Yang Mulia Bapak Arsul Sani, disilakan.
09:04Terima kasih, Yang Mulia Ketua Sidang.
09:07Saya menambahkan saja sedikit dari apa yang tadi telah disampaikan
09:13dan ditanyakan oleh Yang Mulia Prof. Eni Nurbaningsih dan Prof. Gunter Hamzah.
09:19Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Noraini Ariyanti, PhD,
09:24dan Prof. Yuli Rahmawati, PhD,
09:27yang telah menyampaikan keterangan terkait dengan permohonan ini.
09:33Saya sedikit saja ke Prof. Yuli Rahmawati.
09:40Sependek pengetahuan saya,
09:43apakah seorang pelajar Indonesia atau warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri,
09:50memang tidak ada kewajiban untuk harus melapor dan kemudian,
09:57katakanlah menyampaikan hasil studinya atau posisi studinya kepada kantor perwakilan kita di sana.
10:07Itu pilihan tergantung pada masing-masing.
10:11Nah, namun tadi karena Prof. Yuli menyampaikan bahwa tidak ada,
10:18katakanlah, arsip yang berkaitan dengan Pak Gibran di kantor perwakilan kita di Australia.
10:27Pertanyaan saya singkat saja, Bu.
10:30Ini kan UTS, ini kan adanya di kota Sydney.
10:34Dan kemudian kita juga punya konsulat jenderal di Sydney.
10:41Saya hafal betul, Bu, itu kantornya di Maru-Brarut.
10:46Saya dulu memilih untuk melapor ke KPRI ketika saya menempuh postgraduate certificate di UTS,
10:58postgraduate certificate on advanced comparative law.
11:02Nah, saya memilih untuk melapor.
11:07Nah, pertanyaan saya, Bu, apakah ketika Ibu mengatakan tidak ada arsip itu,
11:12juga sudah mencakup pengecekan berkas atau arsip yang ada di KCRI Sydney yang di Maru-Brarut itu?
11:23Ya, atau apa, hanya yang ada di KPRI.
11:28Karena saya tidak membayangkan seorang yang katakanlah belajar di Sydney
11:34dan kemudian katakanlah melapornya ke KPRI di Canberra.
11:40Ya, itu kan kalau nyatir mobil saja 2 sampai 3 jam itu gitu untuk kesana dari Sydney.
11:46Nah, jadi saya mohon kejelasan itu saja,
11:53karena kalau misalnya belum dicek di KCRI di Sydney barangkali,
12:01mohon nanti bisa ditanyakan,
12:02tapi kalau sudah, ya sudah.
12:04Artinya apa yang Prof. Yuli sampaikan itu menyakup juga
12:09apa yang ada di KPRI Canberra dan apa yang ada di KCRI Sydney itu.
12:19Sekira saya hanya itu saja, Pak Wakil, terima kasih.
12:23Terima kasih.
12:24Ada tambahan dari yang mulia Prof. Yuli, silahkan.
12:27Ya, baik. Terima kasih.
12:29Ada yang kelupaan Prof. Yuli sedikit?
12:32Ya, mudah-mudahan Prof. Yuli juga mengikuti proses persidangan ini ya.
12:37Begini Prof, semalam itu ada hal yang disampaikan oleh ahli
12:42bahwa surat keterangan penyetaraan yang kemudian disebutkan
12:47dengan frase GRID 12 DUT as in short,
12:51itu menurut pandangan ahli ada yang tidak tepat di situ.
12:55Jadi ada yang masih tidak sesuai lah, kurang lebih begitu.
12:59Bisa dijelaskan nanti sekaligus Prof. Yuli,
13:03terkait dengan dasar penyebutan penyetaraan peminatan tersebut.
13:07Ini 2004-2007 ini konteksnya, Prof. Yuli ya.
13:11Jadi apakah ke-insert UTS atau otoritas pendidikan Australia
13:16itu pernah kemudian mengklasifikasikan program
13:19yang bersangkutan terkait dengan SK tersebut
13:22sebagai pendidikan menengah bidang akutansi dan keuangan.
13:25Kemudian peminatan yang ada pada waktu itu konteksnya,
13:29apa sebetulnya yang ada.
13:31Sehingga mengapa kemudian SK-nya bisa dinyatakan oleh ahli
13:34ada sesuatu yang kemudian tidak tepat di situ.
13:37Itu bisa dijelaskan Prof. Yuli ya.
13:40Jadi peminatan yang ada pada waktu itu,
13:43termasuk dokumen, kurikulum, mata pelajaran,
13:46termasuk capaian pembelajaran seperti apa.
13:49Sehingga bisa muncul hal yang seharusnya tidak seperti ini.
13:53Paling tidak kalau menuju ke ahli yang bersangkutan.
13:56Terima kasih, Prof. Yuli.
13:57Ya, saya tambahkan sedikit yang disampaikan Prof. Yuli.
14:01Di surat keterangan yang dikeluarkan oleh
14:04Direkturat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah,
14:06ini saya bacakan, Bu Yuli ya,
14:09telah menyelesaikan pendidikan grade 12 di UTS Insearch Sydney, Australia
14:15tahun 2006 yang bersangkutan dinilai memiliki pengetahuan setara
14:21tamat sekolah menengah kejuruan atau SMK
14:24program keahlian akutansi dan keuangan.
14:29Apakah di tahun itu memang ada program keahlian akutansi dan keuangan?
14:35Ini nanti akan juga kita dalami.
14:38Itu tambahannya, Bu Yuli.
14:40Silakan, dimulai dari Ibu Yuli terlebih dahulu.
14:46Baik, terima kasih pimpinan hakim.
14:48Beberapa pertanyaan mungkin akan saya jawab
14:51karena beberapa hal juga terkait satu sama lain.
14:55Yang pertama, dalam sistem pendidikan di Australia,
14:58kita mengenal TEKSA.
14:59TEKSA adalah badan nasional yang mengakui berbagai perguruan tinggi di Australia.
15:05Untuk UTS Insearch dan UTS sendiri,
15:08masing-masing memiliki registrasi number masing-masing.
15:12Jadi, merupakan bagian yang terpisah tapi saling terkait.
15:16Hal ini saya lihat di dokumen handbooknya Insearch tahun 2005
15:21yang dapat dilihat bahwa UTS Insearch berada di bawah Chancellor dan juga Council
15:29sebagai major identity.
15:32Kemudian selanjutnya, untuk perubahan,
15:35sudah saya tunjukkan di paparan bagaimana UTS Insearch berubah menjadi UTS College
15:41yang terakreditasi sampai tahun 2032.
15:45Selanjutnya, jika melihat dari handbook UTS Insearch,
15:51pada saat itu terdiri berbagai program.
15:54Salah satunya adalah English,
15:56kemudian Diploma Course.
15:57Untuk Diploma Course terdiri dari Business Studies,
16:01kemudian Business and Commerce, Communication, Information Technology, and Design.
16:07Selanjutnya, juga terdapat Foundation Studies
16:10yang fokusnya pada Science, Engineering, Nursing,
16:13Mathematics, Construction, Arsitektur, dan Design.
16:17Kemudian, mereka juga memberikan English untuk Teacher Training Program.
16:22Jadi, itu adalah course yang ada di UTS Insearch pada saat 2005.
16:30Selanjutnya, saya juga ingin menyampaikan mengenai kurikulum,
16:35karena mereka adalah intenti yang saling berkaitan namun terpisah,
16:41sehingga kurikulum yang ada di program UTS College
16:45merupakan bagian dari pathway untuk masuk ke dalam UTS sebagai universitas
16:52pada level sarjana.
16:55Sehingga mereka menyampaikan secara langsung dalam websitenya
16:59bahwa khususnya untuk diploma terkait dengan baseler pada level 1.
17:04Jadi, itu adalah bagian dari pathway mereka untuk menuju sarjana pada level 1.
17:11Selanjutnya, yang ingin juga saya sampaikan,
17:15saya tidak memiliki pemahaman karena saya baru bertugas tahun lalu
17:19terkait dengan dokumen-dokumen yang ada.
17:24Beberapa perguruan tinggi di Australia memiliki college
17:28seperti Monex College, kemudian University of Canberra College.
17:33Namun, tidak semua universitas memiliki college.
17:37Selanjutnya, tadi klasifikasi program sudah saya sampaikan.
17:42Khusus untuk KBRI, kami tidak ada langkah-langkah khusus
17:46karena memang tugas saya salah satunya adalah
17:49menjalin hubungan diplomatik pendidikan
17:53antara Australia dan Indonesia.
17:56Namun, sebelum kejadian ini, kami menerima surat resmi
18:01dari salah satu media masa yang ditujukan kepada Pak Bebes
18:05untuk menanyakan keberadaan dokumen
18:07dan juga bagaimana proses penyampaian surat keterangan dari KBRI Canberra.
18:13Selanjutnya, surat dari media masa itu sudah kami sampaikan secara resmi
18:18mengenai bahwa ketidak ada arsif yang ada di KBRI Canberra
18:22termasuk juga bagaimana proses pemberian surat keterangan yang ada di KBRI Canberra.
18:29Selanjutnya lagi, secara khusus,
18:32pemerintah Australia tidak pernah menyampaikan bahwa
18:36pathway baik professional education maupun pathway yang ada di Australia
18:41merupakan setara dengan senior secondary school.
18:45Namun, mereka menyampaikan itu adalah pathway yang dilakukan
18:49bagi calon mahasiswa-mahasiswa dengan berbagai karakteristik
18:54untuk menuju jenjang sarjana.
18:58Selanjutnya lagi, terkait dengan tugas dan fungsi atikbud di KBRI Canberra,
19:06terkait juga pelaporan hasil studi dan sebagainya,
19:09tidak melalui kami data wajib melapor,
19:13biasanya ada di protokol dan konsuler,
19:16tapi memang kami mengadakan secara atikbud,
19:20sering memberikan informasi khususnya mendekati masa mahasiswa datang ke Australia,
19:27hal-hal apa yang perlu dilakukan termasuk lapor studi
19:31ataupun surat keterangan ketika mereka kembali ke Indonesia.
19:35Khusus pertanyaan terkait dengan KJRI Sydney,
19:40jadi kami ada reguler pelaporan dari masing-masing perwakilan,
19:44baik KJRI Sydney, Perth, kemudian juga di KRI di Darwin, Melbourne,
19:52terkait dengan surat keterangan yang dilakukan oleh para mahasiswa
19:58ataupun siswa di Indonesia.
20:00Sehingga KJRI Sydney sudah menyampaikan kepada kami
20:03bahwa tidak ada permohonan dokumen-dokumen yang terkait.
20:07Demikian yang bisa saya jawab Majelis Hakim
20:10berdasarkan pengetahuan saya hingga saat ini.
20:13Terima kasih.
20:14Terima kasih Prof. Yuli.
20:16Kita lanjut ke Ibu Nur Aini.
20:22Bu Nur Aini bisa didengar?
20:25Masih bisa tersambung dengan kami?
20:27Siap Bapak, siap yang mulia.
20:30Silahkan Bu.
20:31Terima kasih.
20:33Untuk tadi pertanyaan pertama mengenai jalur ekspresnya itu ditentukan oleh siap.

Dianjurkan