00:00Sekarang terlihat jelas di sana, hutan itu juga dibabat dengan sangat, boleh saya katakan, tidak beraturan.
00:16Karena setelah hutan dibabat, tidak dipikirkan apa yang mau ditanam di situ.
00:22Terima kasih, saya lihat menteri kehutanan juga tidak ada ini.
00:25Terima kasih, selamat siang. Yang kami hormati pimpinan, anggota DPR, Bapak Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri ATR,
00:37juga teman-teman rekan-rekan gubernur dan juga rekan-rekan wakil gubernur.
00:45Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Selamat siang.
00:53Yang pertama, kami perlu sampaikan bahwa di Papua Selatan ada program strategi nasional.
01:02Dan kami di sana terkendala pertama, itu ada penolakan dari masyarakat adat, pemilik hak kulaid itu.
01:19Yang kedua, juga di dalam PSN itu ada ruas jalan yang sedang dibangun.
01:29Itu sepanjang 135 km.
01:35Yang sudah dibangun itu kurang lebih 58 km.
01:41Dan yang belum dibangun itu sekitar 77 km.
01:52Dan ditargetkan luas lahan PSN itu 1 juta hektare.
01:591 juta hektare.
02:01Namun, ada juga lahan yang dialokasikan sebelum PSN kemarin,
02:10itu seluas 2 juta hektare.
02:15Yang memang di sana mau dijadikan lahan lumbung pangan.
02:21Lumbung pangan, itu 2 juta hektare.
02:27Sekarang, dalam lahan 2 juta hektare itu,
02:31ada juga optimalisasi lahan.
02:37yang memang itu adalah Menteri Pertanian.
02:40Dan cetak sawarayat.
02:46Cetak sawarayat itu sekarang,
02:48itu yang sudah terpakai dan yang sudah dikelola itu sekitar 48 ribu.
02:5848 ribu hektare.
03:05Sebagiannya masih serampangan.
03:11Dan sekarang terlihat jelas di sana,
03:18hutan itu juga dibabat dengan sangat,
03:25apa ya, boleh saya katakan tidak beraturan.
03:31Tidak beraturan.
03:34Karena setelah hutan dibabat,
03:36tidak dipikirkan apa yang mau ditanam di situ.
03:40Mau dibuat apa setelah hutan dibabat itu.
03:49Kami juga di sana ada perusahaan tebu.
03:56Itu untuk tebu diperkirakan itu lahan seluas
04:03580.920 hektare itu.
04:06Itu lahan tebu.
04:07Juga untuk kelapa sawit.
04:10Satu menit lagi Pak.
04:12Ya, untuk kelapa sawit.
04:14Dan ada juga lahan pertanian untuk peternakan.
04:17Ada juga untuk lahan pangan.
04:20Jadi permintaan kami,
04:22satu menit ini saya katakan,
04:24permintaan kami,
04:26tolong kami diberi kewenangan.
04:29Khusus pemerintah provinsi.
04:31Karena kami perpanjangan tangan dari pemerintah pusat.
04:34kami selalu seolah-olah
04:37sistem desentralisasi itu
04:39sudah tidak kelihatan sama sekali.
04:41Yang ada itu sentralisasi.
04:45Jadi kami harap
04:47kami diberi kewenangan.
04:50Supaya kita tahu
04:51dan kita bisa berhadapan langsung dari masyarakat.
04:54Jangan ada masalah,
04:54baru pemerintah pusat dipercayakan untuk turun.
04:57Kalau boleh,
04:58kami diberi kewenangan.
05:00Supaya kami berhadapan dari mereka.
05:02Terima kasih.
05:03Ya, terima kasih.
05:04Saya lihat menteri kehutanan juga tidak ada ini.
05:06Bukan mitra kami, Pak.
05:07Tapi kami sampaikan.
05:08Jadi saya minta mungkin itu juga,
05:09masukan.
05:10Karena hutan juga di sana
05:11tumpang kindi,
05:12peruntukannya.
05:13Makanya dari awal tadi saya tegaskan,
05:15kita punya kewenangan di area penggunaan lain, Pak.
05:23Cara baru nonton di Smart TV,
05:26nonton live streaming,
05:27dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
05:30langsung dari Smart TV kamu.
05:32Cara installnya,
05:33buka Google Play Store di Smart TV kamu.
05:36Cari Kompas TV melalui pencarian.
05:39Pilih aplikasi,
05:40lalu install.
05:42Selesai,
05:43kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
05:47Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar